Senin, 27 Februari 2017

Rahmad : DPRD Siap Dukung Porsema

Rahmad Satria bersama Kekanwil Kemenag Kalbar, Syahrul Yadi, serta Kepala Kemenang Mempawah, Isriyah, melepas balon saat pembukaan Porsema di MAN Mempawah
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menghadiri pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (Porsema) ke-IV se Kabupaten Mempawah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah, Sabtu (25/2). Kegiatan ini dibuka secara resmi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kalimantan Barat, Drs. Syahrul Yadi, M.Si.

Rahmad Satria yang mendapat kesempatan memberikan sambutan, memuji dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Porsema yang kini sudah memasuki edisi ke-IV. Ia berharap kegiatan yang menjadi wadah bagi para santri untuk bertanding secara sportif dibidang seni dan olahraga itu dapat terus dipertahankan dan semakin dikemas menarik kedepannya.

“Kami di lembaga DPRD yang merupakan bagian dari Pemerintahan Kabupaten Mempawah membuka diri untuk ikut berpartisipasi. Bisa diajukan proposal penyelenggaraan kegiatan ke DPRD. Kita upayakan bantu melalui dana hibah atau bansos. Hanya saja memang tidak bisa setiap tahun berturut-turut. Tetapi kita coba carikan solusi kedepannya,” ujar dia.
Rahmad Satria memberikan sambutan dihadapan Kakanwil Kemenag Kalbar, Syahrul Yadi
Terkait Porsema ini, dinilai Rahmad Satria, suatu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para pelajar maupun santri. Selain menjalin silaturahmi antar madrasah aliyah baik negeri maupun swasta di Kabupaten Mempawah, juga menjadi wadah untuk memupuk rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa, cinta tanah air dan patriotisme.

“Kita tentu berharap Porsema ini menghasilkan atlet-atlet berbakat maupun talenta dibidang seni seperti kaligrafi kontemporer, syahril quran dan campuran yang bisa mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih tinggi,” ucapnya yang disambut tepuk tangan para peserta Porsema.

Kakanwil Kemenag Kalimantan Barat, Syahrul Yadi, dalam sambutannya menyambut baik dukungan dan kepedulian yang diberikan Ketua DPRD, Rahmad Satria terhadap keberadaan lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Mempawah.

“Kita tahu Pak Rahmad Satria ternyata berjiwa madrasah aliyah. Tak heran beliau juga dipercaya menjadi Ketua Yayasan Rahmatan Lil Alamin (Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Desa Wajok Hilir),” ungkap Syahrul Yadi.

Berbicara soal Porsema, menurut Syahrul Yadi, hanya merupakan instrumen. Bukan hanya olahraga untuk olahraga, bukan hanya seni untuk seni. Tetapi yang diharapkan adalah target goal dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Nah, target goal kali ini berhasil dicapai. Diantaranya Porsema bisa menghadirkan seorang Ketua DPRD yakni Bapak Rahmad Satria. Dan beliau bersedia mengalokasikan anggaran untuk kegiatan ini kedepannya,” ujarnya memuji.
Para pengajar di Madrasah Rahmatan Lil Alamin Wajok Hilir berfoto bersama Kakanwil Kemenag Kalbar, Syahrul Yadi dan Ketua DPRD Mempawah, Rahmad Satria.
Mengenai Porsema yang diklaim Syahrul Yadi hanya ada di Kabupaten Mempawah, diharapkannya dapat menjadi ajang untuk menggali potensi para pelajar madrasah aliyah. Yakni potensi intelektual, emosional dan leadership atau kepemimpinan. Ia juga mendorong pelajar aliyah agar dapat terus berprestasi, apalagi pemerintah pusat terus memantau perkembangan pelajar aliyah untuk diberikan reward.

“Banyak pelajar aliyah di Kalbar yang berprestasi di tingkat provinsi dan nasional. Secara institusi, kami bangga ada anak aliyah yang mampu mendongkrak nama baik Kemenag Kalbar di kancah nasional. Harapan kami begitu besar kepada kalian, karena kalian kelak yang akan menggantikan posisi kami sebagai pemimpin,”ucapnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Porsema di MAN Mempawah, H Gusti Yudi Aryanto, dalam laporan singkatnya mengatakan kegiatan ini diikuti 19 dari 20 madrasah aliyah negeri dan swasta di Kabupaten Mempawah. Adapun kegiatan yang berlangsung selama dua hari terhitung 25-26 Februari yakni bola voli, tenis meja, lari 100 meter dan lompat, MTQ, kaligrafi kontemporer, pidato bahasa Indonesia, dan Syahril Quran campuran.

Pembukaan Porsema ke-IV ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD, Indaryani, Kepala Kantor Kemenang Mempawah, Dra. Hj Isriyah, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, Firman Juli Purnama, S.Sos, M.Si. Kegiatan pembukaan diisi dengan atraksi tari-tarian daerah, serta Marching Band MAN Mempawah, Birama Luthfi.

Selasa, 21 Februari 2017

Rahmad Satria Angkat Prestasi Musik

Ketua DPRD Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan trofi kepada pemenang Festival Akustik se Kalbar di Kecamatan Sungai Pinyuh
Sebagai sosok yang banyak terjun di kegiatan kepemudaan, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, tahu betul para pemuda perlu didorong untuk terlibat aktif di dalam kegiatan yang positif. Satu diantaranya di bidang seni musik. Ia berharap dari Mempawah akan lahir talenta-talenta yang bisa mengharumkan nama daerah di bidang tarik suara hingga ke kancah nasional.

Hal ini disampaikan Rahmad Satria saat menutup menutup festival musik akustik se-Kalimantan Barat tahun 2017 yang dilaksanakan Chord Café 899 di Komplek Patoka Sungai Pinyuh, Sabtu (19/2) malam. Kegiatan yang berlangsung sejak 17-18 Februari ini diikuti 20 band akustik se Kalimantan Barat.

“Para pemuda harus lebih kreatif sesuai bidang keahliannya. Bagi pemuda yang ahli di bidang tarik suara atau musik, mari asah kreativitasnya untuk menghasilkan karya musik yang dapat dinikmati seluruh kalangan masyarakat,” katanya.

Terkait pelaksanaan festival akustik tersebut, Rahmad Satria tak ragu memberikan pujian. Ia menilai even musik tersebut dapat menjadi wadah bagi generasi muda menyalurkan minat dan bakat, sekaligus menjauhkan mereka dari pengaruh negatif seperti narkoba, perkelahian antar remaja dan tindakan kriminal lainnya.

“Kedepan, festival akustik ini harus lebih meriah dan besar lagi. Saya siap memberikan dukungan termasuk menambah nominal hadiah untuk memotivasi para peserta,” ucapnya yang disambut tepuk tangan para peserta.
Rahmad Satria memberikan sambutan pada malam penutupan Festival Akustik se Kalbar
Tidak lupa, Rahmad Satria berpesan kepada para pemuda-pemudi di Kabupaten Mempawah umumnya dan Kecamatan Sungai Pinyuh khususnya untuk terus melahirkan karya-karya yang positif dan berkualitas demi kemajuan daerahnya. Ia menilai, kemajuan dan perkembangan daerah ini akan ditentukan melalui kepiawaian para pemudanya.

“Berdasarkan statistik, 60-70 persen masyarakat di Kabupaten Mempawah masuk dalam kelompok pemuda dan anak-anak. Ini menunjukan betapa besarnya potensi pemuda di daerah ini. Maka, ditangan para pemuda inilah nasib Kabupaten Mempawah akan ditentukan. Karenanya, para pemuda harus lebih aktif dan kreatif untuk mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat,” ucapnya mengakhiri.
Para finalis Festival Akustik se Kalbar berfoto bersama Rahmad Satria
Ketua panitia, Edy Gunawan, menjelaskan festival musik akustik diikuti sejumlah band lokal dari sejumlah daerah di Kalimantan Barat. Para pemenang, imbuh dia, berhak membawa pulang piala Ketua DPRD dan uang tunai dengan total jutaan rupiah. Pada babak penyisihan, peserta membawakan satu lagu bebas pilihan. Sedangkan pada babak final, peserta membawakan satu lagu bebas dan satu lagu daerah.

Adapun juara pertama festival akustik itu yakni Dborro dari Kota Pontianak yang membawakan musik bernuansa tradisional. Kemudian juara kedua diraih Arca Band dari Kota Mempawah, juara ketiga diraih Deparkustik Band juga dari Mempawah.

Minggu, 19 Februari 2017

Golkar Mempawah Bulat Dukung Ria Norsan

Jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah dan kecamatan menyatakan dukungan kepada Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, sebagai Ketua DPD Golkar Kalbar dan Calon Gubernur Kalbar
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Mempawah secara bulat mendukung dan memilih Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, menjadi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat periode 2016-2021.

Dukungan tersebut disampaikan melalui surat pernyataan bersama yang dibacakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, dalam rapat pleno diperluas di Sekretariat Golkar Mempawah, Sabtu (18/2).

“Dukungan ini kami berikan usai rapat pleno Pengurus Harian DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah pada 12 Januari lalu. Pernyataan dukungan ini kemudian kami pertegas lagi dengan rapat pleno diperluas bersama ketua-ketua kecamatan pada hari Sabtu, 18 Februari,” katanya saat jumpa pers dengan para wartawan.
Ketua DPD Partai Golkar Mempawah, Rahmad Satria, bersama jajaran pengurus menggelar rapat pleno konsolidasi terkait dukungan terhadap Ria Norsan
Tak hanya mendukung Ria Norsan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Rahmad Satria juga menegaskan dukungan DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah kepada Bupati Mempawah dua periode tersebut untuk menjadi Calon Gubernur Kalbar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang.

Terkait dukungannya untuk Ria Norsan baik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalbar maupun Calon Gubernur pada Pilkada Kalbar nanti, menurut Rahmad Satria, merupakan keputusan yang tepat. DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah menilai Ria Norsan terbukti memiliki kemampuan mumpuni membesarkan Partai Golkar dan membangun daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Secara bulat pengurus Golkar tingkat kecamatan mendukung Ria Norsan
“Harapan kita dukungan yang diberikan ini dapat semakin membesarkan Partai Golkar kedepannya dan menjadikan orang Kabupaten Mempawah menjadi Gubernur Kalbar. Karena kita ketahui bersama selain menjabat sebagai Bupati Mempawah, Pak Ria Norsan juga pengurus Partai Golkar yang kemampuan dan semangatnya membesarkan partai ini tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya berpendapat.

Lebih jauh, Rahmad Satria menilai Ria Norsan merupakan sosok pemimpin muda yang berhasil mewujudkan perubahan besar di Kabupaten Mempawah. Melalui kepemimpinannya, Kabupaten Mempawah saat ini menjadi daerah yang maju dan berkembang. “Terbukti, sektor pembangunan infrastruktur dan kemasyarakatan mampu dilaksanakan dengan baik,” bebernya.
Komitmen dan dukungan DPD Partai Golkar Mempawah mendukung Ria Norsan
Selama memimpin Kabupatan Mempawah, Rahmad menilai Ria Norsan telah membuktikan diri mampu memenuhi janjinya kepada masyarakat. Sebagai buktinya pembangunan infrastruktur, kesejahteraan serta kegiatan keagamaan, olahraga, kepemudaan semakin berkembang di Mempawah.

“Nah, semangat dan kemampuan membangun inilah yang kita harapkan dapat terus beliau lakukan untuk wilayah yang lebih besar yakni Kalimantan barat. Dengan kepemimpinan beliau nantinya, kita berharap Kalimantan Barat menjadi provinsi yang semakin disegani,” pungkas dia.

Sukses Gelar Turnamen Futsal

Para pemenang turnamen futsal se Kalbar di Desa Sungai Purun Kecil berfoto bersama Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria dan Muspika Sungai Pinyuh.
Turnamen futsal se Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Lapangan Buana, Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (18/2), resmi berakhir. Memperebutkan piala Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, turnamen ini berhasil dijuarai Yakuza FC Sungai Purun Kecil. Di babak final, Yakuza mengalahkan IPC Sungai Pinyuh dengan skor 3-0.

Atas keberhasilannya menjadi juara turnamen Futsal se Kalbar, Yakuza berhak membawa pulang piala dan uang pembinaan yang diserahkan Ketua Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria. Piala dan uang pembinaan juga diberikan kepada IPC Sungai Pinyuh yang meraih juara kedua, diikuti juara ketiga dirah Segedong FC dan juara keempat tim futsal Polnep Pontianak.
Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit yang memimpin babak final Futsal se Kalbar.
Dihadapan seribuan penonton yang memadati lapangan futsal Buana, Rahmad Satria memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia penyelenggara dan kepala desa serta masyarakat Desa Sungai Purun Kecil yang bahu-membahu mendukung suksesnya penyelenggaraan open turnamen futsal se Kalbar ini.

“Kata bijak mengatakan, kita jangan menjadi penonton sejarah, melainkan harus menjadi pelaku sejarah. Dan sejarah telah dicatat, melalui kerja kerasnya panitia berhasil menyuguhkan hiburan dan tontonan berkualitas bagi masyakat khususnya pecinta futsal di Desa Sungai Purun dan sekitarnya,” tegas Rahmad Satria yang disambut tepuk tangan penonton.
Para pemain Yakuza FC dan IPC Sungai Pinyuh disalami Rahmad Satria sesaat sebelum bertanding
Terkait penyelenggaraan turnamen futsal tersebut, diyakini Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini akan menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif seperti narkoba dan tindakan kriminal lainnya. Karena itu, ia mendorong agar kegiatan turnamen di Lapangan Futsal Buana ini tidak berhenti sampai disini saja tetap digelar secara berkelanjutan.

“Tentu kita berharap pembinaan olahraga seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, jika para pemuda aktif dengan kegiatan yang positif maka hal-hal yang bersifat negatif akan hilang dengan sendirinya,” ucap dia.
Para pemain Yakuza dan IPC berfoto bersama sebelum pertandingan
Sebelumnya Kepala Desa Sungai Purun Kecil, A Rafiq, dalam sambutannya, mengaku bersyukur turnamen futsal yang digelar pihaknya berlangsung tertib, aman dan lancar. Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, beserta seluruh masyarakat Desa Sungai Purun Kecil sehingga kegiatan ini terselenggara dengan sukses.

“Selaku aparatur desa, kami mendukung penuh pelaksanaan kegiatan positif yang dilaksanakan masyarakat, baik kegiataan olahraga, keagamaan dan sosial kemasyarakatan lainnya. Kami ingin merangkul para pemuda di Sungai Purun Kecil dan Karang Taruna agar kedepan bisa mengisi kegiatan dengan hal yang positif dn produktif,” ujarnya.

Camat Sungai Pinyuh, Drs. Rochmat Effendy, MM, menilai turnamen futsal se Kalbar yang digelar Desa Sungai Purun Kecil sukses dari segi penyelenggaraan. Ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang. Ia juga meminta tim yang kalah untuk tidak berkecil hati dan menjadikan kekalahan itu sebagai proses untuk menjadi yang terbaik kedepannya.
Rahmad Satria, saat menutup turnamen Futsal se Kalbar di Lapangan Futsal Buana Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh
“Selaku camat, saya berharap turnamen yang digelar di Sungai Purun Kecil dapat diikuti para kepala desa lainnya di Sungai Pinyuh. Tidak hanya futsal tetapi juga kegiatan olahraga lainnya seperti sepakbola dan voli. Kami berharap dari tempat ini terinsiprasi untuk desa lain meggairahkan kegiatan olahraga sesuai keinginan dan permintaan masyarakat,” pungkas dia.

Aktrasi tari-tarian saat penutupan turnamen Futsal se Kalbar
Penutupan turnamen futsal se Kalbar ini berlangsung semarak. Selain diisi dengan pertandingan final yang berkualitas, masyarakat juga dihibur dengan suara merdu artis ibukota, Vera Borneo yang secara khusus didatangkan Rahmad Satria. Selain itu juga ada penampilan berbagai tarian multi etnis yang disajikan para pelajar dan sanggar tari.

Minggu, 12 Februari 2017

Cap Go Meh Wadah Pemersatu

Rahmad Satria menyaksikan pawai tatung dan naga pada perayaan Cap Go Meh di Sungai Pinyuh
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menilai perayaan Cap Go Meh (CGM) 2017 di Kecamatan Sungai Pinyuh, menjadi wadah pemersatu sekaligus sarana memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar etnis di Kabupaten Mempawah. Persatuan, dinilainya, menjadi modal dan model untuk meraih kemajuan, keadilan dan kemakmuran di Indonesia khususnya di Kabupaten Mempawah.

“Sebagai daerah yang sejak dulu dihuni bermacam suku, agama dan ras, Mempawah mampu menjunjung dan mengedepankan toleransi dan semangat serta rasa kebersamaan. Tidak pernah ada konflik yang melibatkan SARA di Kabupaten Mempawah selama ini. Kondisi ini tentu harus kita pertahankan sampai kapanpun,” katanya usai menghadiri perayaan CGM Kabupaten Mempawah di Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (11/2).

Terkait perayaan CGM ini, dinilai Rahmad juga bentuk pelestarian sejarah, adat istiadat dan kebudayaan untuk generasi berikutnya. Perayaan CGM di Indonesia dilaksanakan secara turun menurun dan sudah ada sejak ratusan tahun silam. “Sebagai bagian dari budaya Indonesia, CGM perlu kita lestarikan agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Berbicara soal pelestarian adat budaya, Rahmad Satria menegaskan komitmen DPRD bersama pemerintah daerah. Apalagi sejak beberapa tahun terakhir, semakin beragam even budaya yang dilaksanakan di Kabupaten Mempawah. Diantaranya Robo’-Robo’, Naik Dango, Sedekah Bumi, Karapan Sapi dan perayaan CGM.

“Hampir semua suku di Kabupaten Mempawah ada kegiatan budayanya. Dan itu kita dukung melalui APBD. Kedepan tentu kita berharap suntikan dana dalam APBD untuk berbagai even budaya termasuk CGM ini semakin besar, sehingga dapat dikemas semakin menarik dan minat kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara semakin tinggi,” ucapnya seraya memuji perayaan CGM di Sungai Pinyuh berlangsung meriah dibanding tahun sebelumnya

Kamis, 02 Februari 2017

Rahmad Satria Presentasi ke Jepang

Rahmad Satria saat menyampaikan presentasi di 3td Internasional Conference 2017 on Global Issues In Multidisciplinary Academic Research (GIMAR 2017) yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang
Ajang bertaraf internasional dan bergengsi yakni 3td Internasional Conference 2017 on Global Issues In Multidisciplinary Academic Research (GIMAR 2017) yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang, akan diikuti Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Kehadirannya ke ajang yang sudah memasuki edisi ketiga itu untuk mewakili Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak.
Rahmad Satria bersama rombongan akan bertolak ke Jepang
Kepada para wartawan sesaat sebelum berangkat ke negeri Sakura itu, Rahmad Satria yang juga dosen tetap di UPB ini mengaku siap dan optimis mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dalam ajang bertaraf internasional itu.

“Alhamdulillah, saya siap dan sangat bersemangat mengikuti GIMAR-2017 di Jepang yang diselenggarakan organisasi Global Illuminator yang bekerjasama dengan UPB. Secara keseluruhan, segala persiapan sudah dilakukan dengan sebaik mungkin,” tegas Rahmad Satria.
Rahmad Satria bersama para peserta GIMAR 2017
Lebih lanjut pria yang juga Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini mengungkapkan, dirinya beserta tim telah mempersiapkan makalah yang nantinya akan dipresentasikan dan diseminarkan di Jepang. Penelitian yang akan dipresentasikannya nanti, imbuh dia, menyangkut keberpihakan peraturan daerah dan berkenaan dengan program nawacita yang digagas Presiden RI, Joko Widodo.

“Sesuai mandat dari fakultas hukum UPB, saya ditugaskan menjadi presenter dalam kegiatan GIMAR 2017 tersebut. Satu diantara tugas saya nantinya, menyampaikan pemikiran permasalahan yang akan diseminarkan,” bebernya.
Rahmad Satria usai mengikuti GIMAR 2017
Rahmad Satria mengaku sangat bersukur mendapatkan kesempatan untuk tampil pada kegiatan bertaraf internasional itu. Selain menambah wawasan dan pengalaman, kegiatan tersebut akan memberikan output dan input terhadap penelitian yang dipresentasikan.

“Nantinya akan ada masukan dan tanggapan dari peserta dari universitas luar negeri lainnya. Juga dilakukan pertukaran makalah dengan seluruh peserta. Dengan demikian kita akan mendapatkan materi akademik baru hasil penelitian universitas luar negeri peserta GIMAR-2017. Ilmu tersebut tentu akan sangat berharga,” ungkap dia.
Bersama rekan-rekannya di UPB, Rahmad menyempatkan diri menikmati keindahan Jepang
Tidak lupa, Rahmad Satria mengucapkan terimakasih kepada UPB Pontianak yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk tampil dalam kegiatan GIMAR-2017 di Jepang. Dirinya berjanji akan melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan sebaik mungkin.

“Terimakasih kepada UPB yang telah memberikan kesempatan, termasuk pula mendanai seluruh keikutsertaan ini. Melalui forum ini juga akan mempromosikan daerah dan kultur masyarakat Kabupaten Mempawah khususnya dan Kalbar umumnya di mata internasional,” ucapnya.

Sebelumnya Dekan Fakultas Hukum UPB Pontianak, Yenni AS, SH, MH kepada wartawan, mengatakan kehadirannya pihaknya bekerjasama dengan Global Iluminator, Malaysia di Jepang ini  untuk menggelar GIMAR-2017 yang akan dilakasnakan, Rabu (1/2). Kegiatan yang melibatkan universitas negara-negara asia itu mengangkat isu berkaitan dengan disiplin ilmu secara global.

“Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya kita ikuti. Kali ini, kami tidak hanya sebagai peserta melainkan juga panitia penyelenggara. Maka kita bekerjasama dengan Global Iluminator untuk mempersiapkan kegiatan ini,” ujar dia.
Mengunjungi Fujisan World Heritage Center
Yenni menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka penelitian perguruan tinggi se-dunia. Mulai dari Indonesia, Malaysia, India, China, Korea Selatan dan Jepang. Hasil penelitian kampus-kampus dunia itu perlu dipresentasikan dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal internasional.

“Nah, pemblikasian ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai prediat guru besar atau professor. Untuk tahun ini, UPB akan mengirim sejumlah dosen salah satunya DR. H Rahmad Satria, SH, MH,” ungkapnya.

Dalam internasional konfres tersebut, lanjut Yenni, pihaknya akan mempresentasikan 12 paper yang terdiri dari 7 paper bidang hukum dan 5 paper bidang ekonomi. Dirinya optimis, Rahmad Satria, mampu melakukan presentasi dengan baik di hadapan perwakilan dari perguruan tinggi lainnya.

“Melalui keikutsertaan ini, semoga Pak Rahmad Satria bisa mencapai tujuan akademiknya yakni menjadi guru besar atau professor. Namun tetap masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui untuk mencapai gelar professor,” tuturnya.

Lebih jauh, secara pribadi Yenni menilai sosok Rahmad Satria memiliki kredibilitas yang tinggi. Walau latar belakangnya bukan akademisi, melainkan parlemen atau politisi tetapi kiprah akademiknya sudah tidak diragukan lagi. Rahmad Satria terbukti berhasil mendapatkan gelar Doktor pada tahun lalu.

“Saat ini, Pak Rahmad Satria sudah terdaftar sebagai dosen tetap UPB yang juga ketua parlemen di Kabupaten Mempawah,” lanjutnya.

Disinggung output dari kegiatan internasional itu, dijelaskan Yenni, untuk mencapai kredibilitas bahwa UPB Pontianak lebih maju dan unggul di bandingkan dengan universitas atau perguruan tinggi lain.

“Karena tidak mudah untuk menyelenggarakan internasional konfres ini. Harus bisa megakomodir semua perguruan tinggi dari luar negeri. Maka persiapannya pun harus matang. Kami mempersiapkan ini sejak November 2016 lalu,” pungkas dia.

Selasa, 10 Januari 2017

Rahmad Satria : Olahraga Mempersatukan Perbedaan

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit yang memimpin turnamen futsal se Kalbar di Desa Sungai Purun Kcil, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, membuka Open Tournament Futsal 2017 se Kalimantan Barat, di Lapangan Buana, Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Minggu (8/1) malam. Pembukaan ini berlangsung semarak dan meriah. Selain menampilkan atraksi marching band, juga ada pesta kembang api yang berlangsung kurang lebih 15 menit.

Mengawali sambutannya, Rahmad Satria mengapresiasi lapangan penyelenggaraan futsal di Desa Sungai Purun Kecil yang dinilainya memiliki standar lengkap. Ia menjelaskan, untuk membangun lapangan futsal itu tidak asal jadi tetapi harus sesuai aturan yang sudah ditentukan, baik dari ukuran lapangan hingga kelengkapannya seperti tempat duduk penonton, lampu penerangan dan tempat istirahat pemain.

“Saya melihat, syarat-syarat itu sudah dipenuhi Lapangan Futsal Buana ini. Jadi sudah layak menggelar turnamen bergengsi futsal berskala Kalimantan Barat. Kedepan tentu kita berharap turnamen serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.
Para pemain peserta open turnamen futsal se Kalbar mendapat ucapan selamat bertanding dari Ketua Askab, Rahmad Satria

Terkait pelaksanaan open tournament futsal se Kalbar memperebutkan Piala Ketua DPRD Mempawah ini, diungkapkan Rahmad, memiliki dua tujuan utama. Pertama mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga, terutama olahraga futsal. Dan yang kedua adalah memupuk persatuan dan kesatuan, yaitu semangat nasionalisme.

“Melalui kegiatan olahraga ini akan melahirkan semangat nasionalisme yang tinggi, semangat dan cinta tanah air serta menjaga dan menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Tidak ada perbedaan suku, agama dan ras disini. Semua bersatu dan cinta tanah air,” katanya.

Ketua Askab PSSI, Rahmad Satria, menendang bola sebagai pertanda dimulainya open turnamen futsal se Kalbar

Melalui turnamen yang menjadi ajang pencarian bakat atlet futsal dan hiburan untuk masyarakat, diharapkan Rahmad dapat berlangsung tertib, aman dan lancar dari mulai pembukaan hingga penutupan nantinya. Penonton, pemain maupun ofisial diminta untuk menjunjung tinggi semangat fair play dan sportivitas selama berlangsungnya kegiatan.

“Mari kita sama-sama sukseskan Open Tournament Futsal disini. Selain sukses penyelenggaraan juga sukses menjadi juara nantinya. Mari kita junjung sportivitas ikuti dan patuhi aturan permainan futsal yang sudah ditentukan,” ucapnya.

Sebelumnya ketua panitia, Zainul Bahri, atas nama pribadi dan panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan Ketua Askab PSSI yang juga Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, yang dinilainya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pengembangan olahraga futsal di Kabupaten Mempawah termasuk di Desa Sungai Purun Kecil.

“Sejak pertama kali kami menggelar turnamen futsal yang pertama yaitu 10 tahun lalu sampai sekarang, beliau selalu memberikan dukungan. Tentu apa yang dilakukan Pak Rahmad membuktikan bahwa beliau sangat peduli terhadap pengembangan olahraga futsal. Kami berharap turnamen yang diikuti 58 klub ini akan melahirkan atlet futsal berbakat,” ungkap dia.



Unsur Muspika, kepala desa dan masyarakat antusias menghadiri pembukaan open turnamen futsal se Kalbar di Desa Sungai Purun
Senada dengan Zainul, Kepala Desa Sungai Purun Kecil, A Rafik, juga mengakui kepedulian Rahmad Satria terhadap turnamen futsal di desanya begitu tinggi. Kepada Rahmad Satria maupun panitia ia mengucapkan terima kasih sehingga turnamen futsal ini dapat terselenggara dan menjadi hiburan bagi masyarakat

Jumat, 23 Desember 2016

Jaring Pesepakbola Potensial di Liga Persiwah

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria menyerahkan secara simbolis bola kepada wasit yang memimpin Liga Persiwah
Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah kembali menggulirkan kompetisi sepakbola bergengsi. Kali ini turnamen Liga Persiwah yang diikuti 24 klub anggota Askab PSSI Mempawah. Berlangsung sejak 20 Desember 2016-10 Januari, turnamen ini dibuka Ketua Askab PSSI, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, di Stadion Opu Daeng Manambon Mempawah, Selasa (20/12).

Dalam sambutannya, Rahmad Satria menilai turnamen ini memiliki arti yang penting. Selain untuk menghibur masyarakat khususnya pecinta sepakbola juga upaya Askab PSSI untuk menjaring atlet-atlet sepakbola berbakat yang nanti akan menjadi pemain Persiwah Mempawah di berbagai ajang baik regional maupun nasional yang diikuti.

“Kami berharap dengan pelaksanaan turnamen ini semakin menambah gairah dan semangat para insan olahraga untuk terus berkomitmen memajukan pesepakbolaan di Kabupaten Mempawah. Tentu kita ingin kesebelasan Persiwah Mempawah kedepannya menjadi kesebelasan yang semakin solid, berkarakter dan diisi para pemain berbakat,” ujarnya.

Tidak lupa kepada 24 klub peserta, ofisial maupun para penonton dan pendukung setiap kesebelasan yang berlaga, diharapkan Rahmad Satria, dapat menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan semangat fair play. Menurut dia, menang atau kalah itu biasa tetapi yang terpenting punya tujuan yang sama untuk memajukan sepakbola di Kabupaten Mempawah.

“Liga Nusantara ini bukannya tujuan, tetapi alat untuk mencapai tujuan. Tujuannya apa? Tujuannya adalah memajukan sepakbola di Kabupaten Mempawah dan sekaligus mencari bakat-bakat sepakbola di daerah ini untuk kita bina dan dilatih dalam tim yang sama yaitu Persiwah Mempawah,” katanya.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Ismayuda Imran, mengatakan Liga Persiwah ini merupakan bentuk komitmen Askab PSSI Kabupaten Mempawah untuk menggalakkan  kembali semangat sepakbola di Kabupaten Mempawah. Ia berharap turnamen ini akan melahirkan pemain sepakbola bertalenta.

“Ini bukan sekedar kompetisi, tetapi kita akan pantau para pemain potensial yang nanti akan kita tarik bergabung untuk memperkuat Persiwah Mempawah. Ada talent scout atau pencari bakat kita yang bertugas memantau para pemain dari 24 klub yang berlaga di Liga Persiwah,” ucapnya.

Senin, 19 Desember 2016

Kwarcab Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, memasangkan tanda peserta pelatihan pengembangan kepemimpinan yang digelar Kwarcab Mempawah di BLPP Anjongan
Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah menggelar Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK), 17-18 Desember di Balai Pendidikan Dan Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) Anjongan. Dibuka Ketua Kwarcab, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, LPK ini merupakan wadah untuk mempersiapkan para anggota pramuka menjadi pemimpin masa depan.

Seperti yang disampaikan Rahmad Satria saat membuka LPK yang diikuti 106 anggota pramuka, kepemimpinan atau seorang pemimpin tidak lahir secara instan dan begitu saja tetapi butuh proses, satu diantaranya melalui pelatihan-pelatihan.

“Dan melalui kegiatan LPK ini diharapkan para peserta kedepannya harus bisa menjadi seorang pemimpin. Minimal jika tidak bisa menjadi pempimpin bangsa dan negara, daerah atau organisasi, anggota pramuka bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan keluarga,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini mengatakan, untuk menjadi pemimpin seseorang harus memiliki sifat yang baik, amanah, bertanggungjawab, dan berbudi luhur serta mampu mendorong orang yang dipimpinnya bisa menjadi pemimpin.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat menjadikan orang yang dipimpinnya menjadi pemimpin lagi. Begitu juga sebaliknya, pemimpin yang tidak baik adalah pemimpin yang tidak memberi kesempatan atau melatih anak buahnya menjadi pemimpin,” ujarnya.

Terkait LPK yang dilaksanakan pihaknya ini, dijelaskan Rahmad, merupakan wujud persiapan Kwarcab untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan di masa depan. Ia menjelaskan, pemimpin pasti akan berganti karena ada masanya dan setiap masa ada pemimpinnya.

“Mari persiapkan diri adik-adik semua untuk menjadi pemimpin. Jadilah pemimpin yang penuh inovasi, kreatif, pekerja keras. Jangan lupa, suksesnya seorang pemimpin, ada restu dan doa orangtua didalamnya. Jadi jangan lupakan orangtua dan berbaktilah. Selain itu teruslah belajar dan memperbanyak ibadah,” ucapnya.

Sebelumnya ketua panitia, Hambali, S.Pd, dalam laporannya mengatakan LPK ini bertujuan untuk melatih anggota pramuka penegak dan pandega agar memiliki kecakapan dalam keterampilan memimpin. Para peserta merupakan Pengurus Dewan Ambalan, Pengurus Dewan Kerja Ranting dan Dewan Kerja Cabang se Kabupaten Mempawah.

Adapun materi yang disampaikan diantaranya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, AD/ART, visi dan misi Gerakan Pramuka, kepemimpinan dan dasar-dasar jurnalistik. Khusus materi kepemimpinan dan dasar-dasar jurnalistik disampaikan Rahmad Satria dan Dian Sastra selaku Ketua Ikatan Jurnalis Bestari (I-JARI) Mempawah.