Selasa, 23 Agustus 2016

Rahmad Suntik Semangat Persiwah

Ketua Umum Askab PSSI, Rahmad Satria, memotivasi para pemain Persiwah agar tetap optimis meraih juara
Bermain imbang 2-2 melawan PS Kubu Raya pada pertandingan perdana tak menyurutkan langkah Persiwah Mempawah mengejar juara. Sejumlah strategi dipersiapkan pelatih untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan Delta Khatulistiwa Kota Pontianak di Stadion GOR Opu Daeng Manambon, Kamis (25/8).
Terkait persiapan menghadapi Delta Khatulistiwa, para pemain, pelatih dan ofisial Persiwah, Senin (22/8) pagi, mendapat suntikan motivasi dari Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Motivasi diberikan Rahmad Satria yang datang langsung ke lokasi latihan Persiwah agar pemain mampu tampil trengginas dan percaya diri.
“Terus jaga semangat dan tekad untuk menang. Kalau semangat menang ada, semangat berjuang ada dan kerja keras ada maka kita bisa mengalahkan kesebelasan manapun. Semangat itu penting dalam suatu pertandingan, karena itu merupakan modal dasar kita untuk menjadi yang terbaik,” katanya.
Tidak lupa, Rahmad meminta seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah dapat memberikan dukungan dan doa agar Persiwah Mempawah mampu menjadi juara dan maju ke putaran berikutnya mewakili Kalimantan Barat ke tingkat nasional. “Dukungan dan doa dari masyarakat bakal menjadi sumber semangat para pemain Persiwah untuk meraih kesuksesan,” ujarnya.
Pelatih Persiwah Mempawah, Tri Indra Gunawan, mengaku pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi para pemain Delta Khatulistiwa. Rentang waktu dua hari sebelum pertandingan, pihaknya juga akan membenahi berbagai kelemahan yang ada ditubuh Persiwah saat bermain imbang 2-2 melawan PS Kubu Raya.
“Kita benahi berbagai kekurangan yang ada, satu diantaranya meningkatkan kemampuan pemain di posisi sayap agar tidak lengah saat diserang pemain lawan. Untuk menghadapi pertandingan berikutnya kita harus fokus agar bisa meraih hasil terbaik,” ucapnya.

Senin, 22 Agustus 2016

Liga Nusantara Regional II Dimulai

Wakil Bupati Gusti Ramlana didampingi Ketua PSSI Kalbar, Adang Gunawan, dan Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit
Liga Nusantara Regional II Kalimantan Barat di Stadion Opu Daeng Manambon Kabupaten Mempawah, Minggu (21/8), resmi dimulai. Dibuka Wakil Bupati, Gusti Ramlana, S.Sos, pertandingan pertama kompetisi yang diikuti enam kabupaten/kota se Kalbar ini mempertemukan tuan rumah Persiwah Mempawah melawan PS Kubu Raya dengan skor akhir imbang 2-2.
Dalam sambutannya, Gusti Ramlana atas nama pemerintah daerah menyambut baik dan mendukung pelaksanaan kompetisi Liga Nusantara 2016 di Kabupaten Mempawah. Ia menilai kompetisi ini penting karena menjadi bagian tak terpisahkan dari suatu tahapan pembinaan para atlet di cabang olahraga sepakbola.
“Kepada kesebelasan yang bertanding, tetap jaga fair play dan sportivitas. Dan kepada masyarakat Kabupaten Mempawah, jadilah tuan rumah yang baik. Sambut tamu dari beberapa kabupaten/kota dengan ramah dan senyum, tunjukkan kita pecinta sepakbola sejati yang menjunjung prilaku yang sopan dan santun,” ucapnya.
Ketua Umum Asosiasi PSSI Kalimantan Barat, Adang Gunawan, mengatakan Liga Nusantara merupakan agenda yang termasuk dalam kalender kegiatan PSSI dari pusat ke provinsi dan digelar di tingkat kabupaten/kota. “Dibagi dua regional untuk menghemat waktu dan biaya, Liga Nusantara kita gelar di Kabupaten Sintang dan Mempawah,” jelasnya.
Adang secara khusus meminta maaf kepada masyarakat terutama Kabupaten Mempawah atas terhentinya penyelenggaraan Liga Nusantara Region Kalbar beberapa tahun silam. Ia menjelaskan, permasalahan di tubuh PSSI Pusat akibat pembekuan yang dilakukan pemerintah, berimbas ke PSSI di Kalbar.
Akibatnya Liga Nusantara yang saat itu dijuarai Kabupaten Mempawah harus terhenti dan hanya berlangsung satu putaran saja. “Alhamdulillah, sekarang pemerintah dan FIFA sudah mencabut pembekuan atas PSSI. Dengan demikian, kita akhirnya bisa kembali menggelar Liga Nusantara Region Kalimantan Barat,” ungkap dia.
Sebelumnya Ketua Panitia, Heri Ismail, SH, dalam laporannya mengatakan Liga Nusantara  Kalbar dibagi dalam dua regional. Regional pertama diikuti Kabupaten Sintang sebagai tuan rumah, Melawi, Bengkayang, Landak, Sanggau dan Sekadau. Sedangkan regional II diikuti Mempawah selaku tuan rumah, Sambas, Kubu Raya, Ketapang, Kota Singkawang dan Pontianak.
“Pertandingan Liga Nusantara ini menggunakan sistem kompetisi penuh. Dengan peringkat tiga terbaik masing-masing zona akan maju ke babak selanjutnya yang akan dilaksanakan di Kota Pontianak,” jelas dia.
Terkait penunjukkan Mempawah sebagai tuan rumah ini, dinilai Heri, patut disyukuri masyarakat Kabupaten Mempawah. Karena itu bentuk kepercayaan dan amanah Asosiasi PSSI Kalimantan Barat. “Kepercayaan ini tentu harus kita jaga dan laksanakan dengan baik. Satu diantaranya dengan menjadi tuan rumah yang baik dan sportif. Semoga Mempawah menjadi juara dan mewakili Kalbar ke ajang serupa tingkat nasional yang memperebutkan Piala Presiden,” ucapnya.
Pembukaan Liga Nusantara ini ditandai dengan penyerahan bola kepada wasit yang dilakukan Wakil Bupati Gusti Ramlana didampingi Ketua Umum Asosiasi PSSI Kalbar, Adang Gunawan, Ketua Umum Asosiasi Kabupaten PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Turut hadir Sekda Mempawah, Drs. H. Mochrizal, Sekda Singkawang, Drs. Syech Bandar, M.Si, Ketua KONI Mempawah, Drs. HM Ali Bakar dan pejabat SKPD Mempawah.

Rabu, 10 Agustus 2016

Perangkat Daerah yang Efisien

Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang diterbitkan Menteri Dalam Negeri, disambut baik Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Ia menilai keberadaan PP tersebut membuat perangkat daerah menjadi lebih efektif dan efisien sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Saya sangat setuju dan menyambut baik diterbitkannya PP Nomor 18 Tahun 2016 tersebut.  Saya berharap dalam dua bulan kedepan sesuai instruksi Mendagri, PP ini dapat segera diterapkan di Kabupaten Mempawah,” katanya, baru-baru ini.
Lebih lanjut Rahmad mengatakan, penerapan PP 18/2016 ini juga akan menjadikan besaran perangkat daerah di Kabupaten Mempawah lebih ramping dari yang ada sekarang. Menurutnya yang bisa dilakukan kepala daerah adalah melakukan penyesuaian besaran perangkat daerah dengan kebutuhan yang ada di daerah.
“Keberadaan PP ini tentu menjadi semangat baru bagi Kabupaten Mempawah terutama dalam upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan dengan mempercepat layanan kepada masyarakat. Selain itu para pejabat yang nanti ditempatkan didalam perangkat daerah tersebut juga merupakan orang yang memiliki kualitas dan disiplin ilmu yang sesuai di instansinya masing-masing,” ucapnya.
Terkait penyusunan organisasi perangkat daerah ke depan sesuai amanat UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah dan PP 18/2016 tentang Perangkat Daerah, Rahmad mengatakan ada delapan azas yang harus dikedepankan, yaitu urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, intensitas urusan pemerintahan, dan potensi daerah. Selanjutnya efisiensi, efektivitas, pembagian habis tugas, rentang kendali, tata kerja yang jelas dan fleksibelitas.
Ditambahkan Rahmad, sesuai pasal 3 ayat 1 dan 2 PP 18/2016, pembentukan dan susunan Perangkat Daerah ditetapkan dengan Perda, yang berlaku setelah mendapat persetujuan dari Menteri (Mendagri, red) bagi Perangkat Daerah provinsi dan dari gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat bagi Perangkat Daerah kabupaten/kota.
“Dengan diberlakukannya PP 18/2016 ini maka otomatis dalam dua bulan kedepan PP Nomor 41 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah tidak berlaku lagi,” ucap dia.

Senin, 08 Agustus 2016

Rahmad Lepas Kontingen Jamnas

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, menyalami kontingen Jamnas Kabupaten Mempawah
Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) Kabupaten Mempawah dipastikan ambil bagian mengikuti Jamnas ke-X di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 14-21 Agustus 2016. Berkekuatan total 97 personil, kontingen resmi dilepas Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH di Sekretariat Kwarcab Jalan Raden Kusno Mempawah, Minggu (7/8) siang.
Prosesi pelepasan kontingen Jamnas Kabupaten Mempawah ditandai dengan upacara di halaman Kwarcab Mempawah, yang dilanjutkan dengan penyerahan bendera kontingen dari Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, kepada H Dudung Agus Suharto, S.Sos, selaku pimpinan kontingen. Menurut jadwal rombongan akan bertolak ke Cibubur dari Pelabuhan Dwikora Pontianak, Senin (8/8) malam.
Dalam amanatnya, Rahmad Satria, merasa bangga sekaligus terharu atas kesiapan dan persiapan yang matang dari panitia, pimpinan kontingen, pendamping dan peserta yang berpartisipasi kesekian kalinya pada perhelatan Jamnas ke-X di Bumi Perkemahan Cibubur 2016.
“Kepada anggota kontingen, saya berpesan agar senantiasa menunjukkan sikap terpuji dan kekompakan  selama mengikuti Jamnas. Buktikan kalau pramuka Kabupaten Mempawah lebih mantap dibanding daerah lainnya,” katanya.
Tidak lupa, Rahmad berpesan kepada anggota kontingen untuk mengikuti semua jadwal selama Jamnas. Mereka juga diminta menjaga kesehatan, kedisiplinan, dan kekompakan selama mengikuti berbagai kegiatan Jamnas. “Tolong jaga nama baik Kabupaten Mempawah. Karena daerah kita dari dulu dikenal eksis selalu mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan di tingkat nasional,” ucapnya.
Sebelumnya Ketua Panitia Jamnas Kabupaten Mempawah, Herman AP, SE, dalam laporannya mengatakan rombongan Jamnas Kabupaten Mempawah berjumlah total 97 orang. Terdiri dari peserta sebanyak 32 orang yang dibagi empat regu yaitu dua regu putra dan dua regu putri. Setiap regu terdiri dari orang. Selama disana mereka didampingi 8 orang pendamping. Selain itu juga ada 41 peninjau dan 16 pembina pramuka termasuk Ketua Kwarcab, Rahmad Satria.

Senin, 01 Agustus 2016

Turnamen Bergengsi ISAC XI Dimulai

Wakil Bupati, Gusti Ramlana, bersama Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, Ketua KONI, Ali Bakar mengangkat bola bersama wasit ISAC ke-XI
Turnamen sepakbola Invitasi Sepakbola Antar Club (ISAC) ke-XI Satria Buana Cup se Kalimantan Barat, di Lapangan Rahmad Satria, Parit Wak Dongkak, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Sabtu (30/7) sore, resmi dimulai. Diikuti 82 kesebelasan dari berbagai kabupaten/kota di Kalbar, turnamen ini dibuka Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, S.Sos.
Peserta yang ambil bagian dalam turnamen ini juga bukan kesebelasan sembarangan, tapi merupakan tim unggulan yang sengaja di undang panitia. Tak heran, turnamen bergengsi yang sempat vakum sekitar 2 tahun ini, menarik perhatian ribuan masyarakat pecinta sepakbola di Kalimantan Barat.
Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menilai turnamen ini berbeda daripada yang lain. Kenapa dikatakan lain? Karena jika biasanya suatu turnamen sepakbola dibuka secara umum melalui sistem pendaftaran dan diikuti tim mana saja, maka sistem berbeda diterapkan panitia ISAC.
“Disini  kita undang kesebelasan yang tangguh dan memiliki track record yang baik, tak hanya dari sisi tingkah laku pemain tetapi juga suporter. Jadi jika ada kesebelasan atau supoter yang suka membuat kericuhan atau masalah selama turnamen ini berlangsung, maka jangan harap pada penyelenggaraan ISAC selanjutnya akan diundang lagi,” tegas dia.
Rahmad menilai, turnamen ISAC ke-XI ini tak hanya menjadi ajang menjalin silaturahmi antar kesebelasan, tetapi juga mencari bibit-bibit pemain berbakat khususnya di Kabupaten Mempawah yang nanti bisa diseleksi masuk ke tim Persiwah Mempawah di ajang kompetisi tingkat daerah maupun nasional kedepannya.
“Kepada penonton, saya minta untuk tetap santun dan mempercayakan semua proses pertandingan kepada wasit. Karena jika penonton atau suporter sudah terlibat, maka disitu awal dari kericuhan. Mari kita sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Menang kalah itu biasa, tetapi bagaimana kita memajukan sepakbola di Kalbar, khususnya di Kabupaten Mempawah,” ucapnya.

Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, S.Sos, atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah menyambut baik dan memberikan dukungan penuh penyelenggaraan turnamen ISAC ke-XI. Ia menilai turnamen ini menjadi ajang untuk melihat potensi sekaligus sebagai evaluasi perkembangan kemajuan dan upaya untuk memajukan pesepakbolaan di Kabupaten Mempawah.

“Saya berharap turnamen ini berlangsung tertib, aman dan lancar, serta melahirkan pesepakbola handal Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat. Selamat bertanding, tetap jaga sportivitas,” ujarnya berpesan.

Pembukaan turnamen ISAC Satria Buana Cup ke-X yang menggunakan sistem gugur ini, ditandai dengan pertandingan perdana antara kesebelasan Mandiri Kota Pontinak melawan Persipon Allstar. Pertandingan ini akhirnya dimenangkan Persipon Allstar melalui drama adu penalti dengan skor 4-1, setelah hasil imbang 2-2 pada waktu normal 2x45 menit.

Pembukaan ISAC ke-XI Satria Buana Cup turut dihadiri Ketua KONI Kabupaten Mempawah, Drs. HM Ali Bakar, Ketua Harian PSSI Kabupaten Mempawah, Drs. Jailani, MM, Kepala BNN Kabupaten Mempawah, AKBP H Abdul Haris Daulay, SH, Muspika Kecamatan Siantan, pimpinan SKPD, serta para tamu undangan lainnya.

Senin, 25 Juli 2016

Pembinaan Rohani Cegah Pelanggaran Hukum

Ketua DPRD, Rahmad Satria, bersama alim ulama dan jemaah mengumandangkan shalawat
Berbicara soal hukum kenegaraan, hukum itu tujuannya untuk mengatur dan aturan itu tujuannya untuk membahagiakan. Dan pada intinya hukum itu untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Hukum bukan untuk menakuti-nakuti, tetapi hukum memberi rasa keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, bukan hanya kepastian hukum.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, di hadapan ratusan jemaah di Kecamatan Anjongan dan sekitarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan Halal Bihalal Majelis Nurul Mustofa, Kecamatan Anjongan, Sabtu (24/7) malam.
“Meski banyak yang sudah mempelajari aturan hukum, namun kenyataan di lapangan masih banyak terjadi berbagai pelanggaran hukum. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan rohani kita seperti kegiatan zikrullah dan salawat pada malam hari ini serta kegiatan majelis ilmu lainnya,” kata Rahmad Satria.
Nah berbicara soal salawat kepada Rasulullah, imbuh Rahmad, merupakan perintah langsung Allah SWT. Walaupun tidak termasuk dalam rukun Islam tetapi jelas ditegaskan Allah melalui Surat Al-Ahzâb ayat 56 yang isinya mengatakan “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
“Allah saja bersalawat kepada nabi, kenapa kita tidak. Membaca salawat merupakan satu diantara refleksi dari kecintaan seseorang kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Dan salawat memiliki banyak keutamaan yang akan didapat oleh orang-orang yang mengamalkannya,” katanya.
Adapun keutamaan salawat bagi yang mengamalkannya, dipaparkan Rahmad Satria, diantaranya doanya dikabulkan Allah, pahala berlipat, ditingkatkan derajatnya, dikumpulkan di surga bersama Rasulullah, serta mendapat syafaat dari Rasulullah. “Semoga Allah senantiasa meringankan lisan kita untuk selalu membaca salawat kepada Rasulullah SAW dan meraih keutamaannya. Aamiin,” ucapnya.
Terkait halal bihalal seperti yang dilaksanakan Majelis Nurul Mustofa, meski tidak ada aturan hukum dalam fiqih maupun kitab lainnya, namun Rahmad Satria menilai itu merupakan ciptaan bangsa Indonesia yang memiliki manfaat terutama untuk menjadi ajang silaturahim antara satu dengan yang lain.
“Mungkin ada diantara kita yang belum sempat bertemu dan saling memaafkan, maka melalui majelis ilmu ini kita buka pintu hati selebar-lebarnya untuk saling bermaaf-maafan,” pungkas Rahmad.
Kegiatan ini turut menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Fatimatuz Zahroh Kota Pontianah, Habib Umar Bin Hasyim Alqadrie, sebagai penceramah. Tampak juga hadir para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Anjongan.

Rabu, 20 Juli 2016

Mempawah Tuan Rumah Liga Nusantara

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, memimpin rapat persiapan Liga Nusantara Regional Kalbar
Dunia sepakbola Kabupaten Mempawah kembali menggeliat. Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah ditunjuk Asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalimantan Barat, sebagai tuan rumah penyelenggara Kompetisi Sepakbola Liga Nusantara Regional II Kalimantan Barat tahun 2016, di Stadion Opu Daeng Manambon Mempawah, 21 Agustus mendatang.
Kabar penunjukkan Kabupaten Mempawah sebagai tuan rumah event sepakbola tingkat provinsi tentu menjadi kabar gembira bagi seluruh pecinta olahraga paling populer ini. Bagaimana tidak, Mempawah akan menjadi panggung adu skill dan taktik kesebelasan tangguh perwakilan dari enam kabupaten/kota di Kalbar.
Ketika dikonfirmasi, Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, membenarkan Kabupaten Mempawah dipercaya Asosisasi PSSI Kalbar menjadi penyelenggara Kompetisi Sepakbola Liga Nusantara Regional II Kalimantan Barat 2016. “Penunjukkan itu berdasarkan hasil rapat di tingkat PSSI Kalbar, 5 Juni lalu,” jelas dia.
Menindaklanjuti penunjukkan itu, Rahmad mengatakan pihaknya langsung menggelar rapat bersama pengurus Askab PSSI Kabupaten Mempawah, belum lama ini. Rapat itu dihadiri Ketua Harian Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Drs. Jailani, MM, serta sejumlah pengurus lainnya diantaranya, Drs. Ismayuda Imran, Heri Ismail, SH, Herman AP, SE, dan Munir Putra, ST, M.Si.
“Kepercayaan ini tentu menjadi bukti bahwa Mempawah dianggap mampu melaksanakan event olahraga di tingkat regional. Kepercayaan ini tentu tidak akan kita sia-siakan, kita siap menjadi tuan rumah yang baik demi suksesnya penyelenggaraan tersebut,” katanya kepada para wartawan di ruang kerjanya, baru-baru ini.
Dengan dicabutnya pembekuan PSSI di tingkat nasional oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), beberapa waktu lalu, dinilai Rahmad menjadi angin segar bagi PSSI di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Mempawah. Kini, imbuh dia, Askab PSSI Kabupaten Mempawah kembali bisa leluasa melaksanakan berbagai program untuk pengembangan sepakbola di daerah ini.
“Nah, dihelatnya Liga Nusantara ini kita berharap dapat melahirkan bibit-bibit pesepakbola handal yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Mempawah, Kalbar bahkan Nasional. Mari kita bersama-sama menyukseskan kompetisi sepakbola ini,” pungkas dia.

Minggu, 17 Juli 2016

Dorong Anak Menyukai Bahasa Inggris

Ketua DPRD Rahmad Satria menyerahkan hadiah kepada para pemenang English Singing Competition
Siapa bilang belajar bahasa inggris itu membosankan, apalagi sulit. Asalkan ada kemauan dan tentu dikemas dengan sesuatu yang menarik, maka belajar bahasa Inggris menjadi suatu hal yang menyenangkan. Nah, hal inilah yang mendorong Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, untuk mengajak anak-anak sejak dini untuk menyukai bahasa Inggris.
Melalui English Singing Competition atau kompetisi bernyanyi menggunakan bahasa Inggris yang dilaksanakan American English Courses di Gedung BLPP Anjongan Kecamatan Anjongan, Jumat (15/7) malam, Rahmad Satria yang menjadi sponsor utama kegiatan itu berharap anak-anak dapat belajar bahasa Inggris sambil bernyanyi.
Tak tanggung-tanggung, juri yang dihadirkan dalam kompetisi ini tak hanya berasal dari orang Indonesia, tetapi juga asing yang berasal dari Amerika Serikat dan Filipina. Total ada empat juri yang memberikan penilaian terhadap peserta yaitu Ronald W Mclure dari Amerika Serikat, Lady Angelina Medina dari Filipina, Niki Wu dari Pontianak dan Magles Lawkabessy dari Ambon.
“Kegiatan ini positif, karena bisa mendidik anak-anak untuk bisa dan pandai berbahasa Inggris. Jadi sambil bernyanyi, anak-anak bisa sambil belajar bahasa Inggris. Lagu ini kan sifatnya universal, setiap orang menyukai lagu, nah anak-anak akan lebih tertarik belajar bahasa Inggris melalui musik ataupun lagu,” katanya.
Lebih lanjut Rahmad mengatakan, selama mengikuti kompetisi bernyanyi lagu bahasa Inggris ini, selain memperhatikan olah vokal, pronoun, intonasi, ekspresi, para peserta juga diminta memahami arti dan makna lagu yang dinyanyikan. “Jika mereka sudah memahami, maka secara otomatis peserta dapat meresapi dan menjiwai lagu yang dibawakan saat kompetisi ini,” ujarnya.
Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Mempawah ini juga berharap, kompetisi menyanyi berbahasa Inggris seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dalam event yang lebih besar yang dilaksanakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
“Selain kompetisi bernyanyi, Disdikpora juga bisa menggelar pidato atau diskusi menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian nanti akan bermunculan bakat besar yang mahir dan fasih berbahasa Inggris di Kabupaten Mempawah,” ucap dia.
Ketua panitia yang juga pengelola American English Courses, Fransiska, menjelaskan English Singing Competition yang dibagi dalam dua kategori yaitu dewasa dan anak-anak merupakan bentuk motivasi kepada generasi muda untuk mencintai bahasa Inggris.  “Digelarnya kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian pihaknya dalam mencerdaskan anak bangsa. Tugas kita disini membantu Pemerintah Kabupaten Mempawah,” imbuhnya.
Adapun juara English Singing Competition untuk kategori anak-anak diraih Jenny sebagai juara pertama, Gracia juara kedua, Monica juara ketiga dan best performance diraih Inez. Sedangkan kategori dewasa, juara pertama diraih Grace, Ahmad juara kedua, Gegi juara ketiga dan best performance diraih Cam-Cam.

Shalawat Raih Rahmat Allah

Pembukaan dan halalbihalal Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah yang dihadiri Ketua DPRD, Rahmad Satria di Wajok Hilir
Lantunan Zikir dan Shalawat nan menyejukkan menggema di Desa Wajok Hilirdan Desa Wajok Hulu Kecamatan Siantan, Sabtu (16/7) malam. Dengan tajuk Pembukaan dan Halal Bihalal Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, mengajak umat muslim terus memperdalam ilmu Islam dan iman.
“Satu diantaranya dengan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah. Dengan shalawat, kita akan memperoleh syafaat dari baginda Rasulullah SAW. Kenapa syafaat Rasulullah itu penting?Karena seorang muslim tidak dapat mengandalkan amalan amaliyahnya semata di hari kiamat tanpa adanya syafaat dari dari Rasulullah,” katanya dihadapan ratusan jemaah.
Mengingat begitu pentingnya syafaat, imbuh Rahmad, maka mencarinya merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh setiap muslim, jika ingin selamat di hadapan Allah SWT kelak. Ia melanjutkan, syafaat Nabi Muhammad SAW merupakan sesuatu yang diimpikan oleh setiap muslim. Oleh karena itu, Rahmad mengajak umat muslim khususnya generasi muda memperbanyak shalawat kepada Rasulullah.
“Dengan perantara shalawat inilah, Insya Allah seseorang akan selamat dari berbagai fitnah di dunia maupun di akhirat. Saya yakin Kabupaten Mempawah pada umumnya dan Desa Wajok Hilir pada khususnya akan selalu tentram dan kondusif selama banyak warganya yang menyukai zikir dan bershalawat,” ujar Rahmad.
Pada kesempatan itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini mengapresiasi dan mendukung penuh keberadaan Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah yang dipimpin Ustaz Shahibul Hil, ditengah-tengah masyarakat. Ia meyakini, majelis tersebut akan menjadi wadah generasi muda menghindari narkoba, miras maupun kenakalan remaja lainnya.
“Mari kita tanamkan cinta yang sesungguhnya atau mahabbah kepada Rasulullah dan Allah SWT. Tanpa mahabbah jangan harap kita mendapat rida dari Allah dan juga syafaat dari Rasullah. Dengan mahabbah, kita bisa melaksanakan hakekat Islam yang sebenar-benarnya,” ucapnya seraya mengucapkan minal aidin wal faidzin kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan para jemaah yang hadir.
Sebelumnya pengasuh Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah, Ustaz Shahibul Hill, mengatakan kehadiran majelis yang ia pimpin ini merupakan wujud atau bukti kecintaan kepada Rasulullah.
“Dengan bekumandangnya shalawat, maka Allah akan menurunkan rahmat dimana saja. Kita berharap dengan bergemanya shalawat di Desa Wajok Hilir seluruh masyarakat semuanya mendapat Rahmat dari Allah,” katanya.
Pada kesempatan itu, Shahibul Hil mengucapkan terima kasih kepada sesepuh Desa Wajok Hilir, yang sudah memberikan motivasi kepada dirinya maupun rekan-rekannya untuk membentuk Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah.
“Alhamdulillah, majelis ini sudah berjalan setengah tahun dan diadakan kegiatan setiap dua minggu sekali. Mudah-mudahan semakin banyaknya shawalat yang digemakan di Desa Wajok Hilir, desa kita maupun anak-anak muda kita selalu dirahmati Allah SWT,” ucapnya yang diamini para jemaah.