Minggu, 08 November 2009

Mengenal Sosok Rahmad Satria

Terlahir di sebuah desa yang subur dan makmur, Wajok Hilir adalah sebuah desa yang letaknya strategis di jalur pantura yang berada di wilayah Kabupaten Pontianak. Pada tanggal 26 Oktober 1969 beliau terlahir dan kini telah menjadi sosok Putra Daerah yang memiliki segudang prestasi dan pengalaman yang tidak diragukan lagi dalam kancah organisasi politik maupun sosial. Rahmad Satria sebagai Putra Daerah yang berusia kurang dari 39 tahun ini telah menunjukkan dirinya, bahwa usia muda sangat potensial untuk dimanfaatkan bagi kemajuan daerah (Ingat! Rasulullah SAW mulai menjadi Rasul dan menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun). Dengan kegigihan beliau, kaum muda harus bangkit untuk menggantikan generasi tua. Sosok Rahmad Satria sebagai generasi muda yang tangguh dan berpengalaman, merupakan salah satu dari ribuan pemuda yang mampu menunjukkan jati diri dan kemampuannya sebagai orang nomor satu di DPRD Kabupaten Pontianak.

Rahmad Satria juga merupakan sosok yang sudah dikenal sholeh dan banyak memberikan sumbangsih di bidang keagamaan. Rahmad Satria sangat dikenal dengan hobinya yang selalu senang memberikan tausyiah/ceramah ketika memberikan berbagai pesan politik maupun sosial. Apalagi kiprahnya di Perkumpulan Tarekat Qadriyah Wan Naqsyabandiyah, organisasi religi yang terbesar dalam membina iman dan tauhid umat islam ini sangat tidak diragukan lagi di tengah-tengah masyarakat. Pilihan yang sangat tepat ini beliau tetapkan setelah bertemu dengan Abah Anom di Pesantren Suryalaya. Keimanan yang melekat pada beliau semakin kuat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci pada tahun 2007, serta aktif memberikan khotbah dan ceramah di berbagai masjid di Kabupaten Pontianak.

Selama mengenyam pendidikan, Ketua DPRD Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, merupakan sosok pemimpin yang memiliki prestasi kependidikan yang tidak diragukan lagi. Hal ini dibuktikan dari riwayat pendidikan dari sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi, dengan segudang prestasi akademik dan pengalaman organisasi.

Bermula dari SD Negeri 07 Wajok Hilir (1979), melanjutkan ke SMP Negeri 01 Siantan dan menamatkan sekolah di SMA Negeri 05 Siantan, lulus pada tahun 1990. Pada tingkat Perguruan Tinggi, menamatkan Kuliah selama 3 tahun 3 bulan di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura.

Kemudian melanjutkan kuliah S2 pada Program Magister Of Science From Jakarta Institute Of Managemen Studies, Jakarta, pada tahun 1998 selama 2 tahun. Selanjutnya pada tahun 2001, ia menempuh kuliah S2 lagi di Program Pasca Sarjana Ilmu Hukum, Bidang Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak selama 2 tahun.

Di Fakultas Hukum ini lah, ia dikenal sebagai mahasiswa teladan di Fakultas Hukum dan tercepat menyelesaikan kuliah, ditambah lagi dengan prestasi akademik yang sangat memuaskan (cum laude) membuat sosok yang rendah hati ini dan suka humor sangat dikenal serta disegani oleh rekan-rekan sekuliahnya. Selanjutnya pada tahun 2008 Bung Rahmad Satria telah lulus pendidikan LEMHANAS di Jakarta.

Untuk pengalaman organisasi sudah tampak sejak beliau masih remaja tepatnya saat duduk di bangku SMP Negeri 1 Siantan. Saat itu, Rahmad Satria sejak kecil telah menunjukkan jati dirinya sebagai pemimpin masa depan, dimana menjabat sebagai Ketua OSIS selama 2 periode (1984 – 1986) keberhasilan yang beliau peroleh hingga mampu mengantarkan dirinya sebagai Siswa Teladan di sekolah tersebut. Pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, kepemimpinan beliau teruji kembali. Menjabat sebagai Ketua OSIS bukan hal yang sulit baginya di SMA Negeri 5 Pontianak selama 2 Periode (1988 – 1990). Melanjutkan ke Perguruan Tinggi di Fakultas Hukum Untan, beliau dipercayakan menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Ketua Forum Pengkajian Islam Al-Mizan Fakultas Hukum (1993-1994). Tamat dari kuliah, merupakan awal kiprah beliau dalam organisasi sosial dan politik yang sangat disegani baik kawan maupun lawan. Bermula dari Ketua Advokasi/Pengacara LBPH Kosgoro Kalbar (1995-2000), kemudian Pengurus GM. Kosgoro Tk. I Kalbar (1996-1999), KNPI Kalbar (1997-2000), Ketua Pimpinan Kecamatan Partai GOLKAR Kec. Siantan selama 2 periode (1997-2004), Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Kab. Pontianak (1999-2004), Ketua MPC (Majelis Pimpinan Cabang) Pemuda Pancasila Kabupaten Pontianak (2002-2007), Ketua DPD Partai Golkar Kab. Pontianak (2004-2009), Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) KNPI Kab. Pontianak (2006-2009), Ketua Komwil (Komisaris Wilayah) ADKASI (Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia) Kalimantan Barat (2006-2011), Ketua PSSI Kabupaten Pontianak (2006-2011), Ketua MPC (Majelis Pimpinan Cabang) Pemuda Pancasila Kab. Pontianak untuk yang kedua kalinya (2007-2012), Ketua ORARI Daerah Kabupaten Pontianak (2007-2012), dan juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pontianak Periode 2008 – 2013. Dengan berbagai pengalaman organisasi dan kepemimpinan beliau yang begitu banyak, menjadikan modal awal untuk memimpin Kabupaten Pontianak, ditambah lagi dengan kedudukannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pontianak.

Melihat kepemimpinan organisasi Rahmad Satria, kemampuannya dalam memainkan mesin politik baik di organisasi sosial maupun politik, membawa beliau banyak memimpin organisasi dengan dipercayakan menjabat sebagai pucuk pimpinan. Kepercayaan dari para anggotanya merupakan modal yang sangat besar untuk memimpin Kabupaten Pontianak. Pengalaman demi pengalaman telah menempa dirinya agar menjadi sosok pemimpin yang tangguh, demokratis, bersih dan berwibawa, yang jelas Bung Rahmad Satria telah menampakkan bakat kepemimpinannya sejak kecil.

Partai merupakan perpanjangan tangan dari aspirasi rakyat di legislatif. Melihat kedudukan beliau sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, menjadikan posisi yang sangat strategis dan sangat menguntungkan. Partai Golkar sebagai organisasi terbesar pengaruhnya di Kabupaten Pontianak dan sebagai partai yang memiliki banyak pengalaman dan sangat dikenal serta disegani sudah tentu menjanjikan kemenangan, artinya sebagai pendukung di tingkat basis masyarakat tentunya tidak akan dikecewakan, terbukti dengan banyaknya prestasi-prestasi pembangunan yang telah direalisasikan di segenap aspek kehidupan masyarakat di wilayah Kabupaten Pontianak.

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 07 November 2009

Jangan Sungkan Sampaikan Aspirasi ke DPRD

Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, yang baru saja terpilih untuk kedua kalinya, mengatakan ia sebagai pimpinan DPRD siap menerima masukan, kritikan dan saran dari setiap elemen masyarakat guna kemajuan daerah ini kearah yang lebih baik lagi.

“Saya selaku Ketua DPRD, siap dan bersedia menerima kritik dan saran yang membangun guna menunjang tugas saya sebagai wakil rakyat,” kata Rahmad Satria usai dilantik, kemarin siang.

Rahmad juga meminta masyarakat untuk tidak sungkan mengunjungi gedung DPRD yang merupakan milik rakyat ini. “Silahkan datang di sini, gedung ini milik rakyat dan bukan milik DPRD dan pemerintah. Aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan akomodir serta diperjuangkan demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai pimpinan DPRD untuk kedua kalinya, Rahmad Satria bertekad untuk bekerja lebih baik lagi sesuai tupoksinya, dan ia siap bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Pontianak guna membangun daerah. (psa)


Baca Selengkapnya...

Awali Kegiatan Haji dengan Berdoa

Ketua DPRD Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, berharap agar Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Pontianak sehat walafiat dan lancar saat menunaikan rukun, wajib dan sunah haji. Tertib teratur dalam kelompoknya.

“Semuanya kita doakan agar bisa bekerja sama dan tidak ada yang ketinggalan. Dengan demikian, para CJH akan sukses melaksanakan ibadah haji baik secara pribadi, kelompok, maupun kloternya,” imbuh Rahmad.

Yang penting, tambahnya, untuk mengantisipasi perubahan iklim, CJH harus benar-benar mempersiapkan diri, terutama waktu mabith di Musdalifah yang mana harus dilaksanakan dengan pakaian ikhram. “Karena berpakaian ikhram maka tidak boleh mengenakan penutup kepala maupun penutup kaki. Saya sarankan agar membawa payung dan tikar,” jelaskannya.

Para CJH juga diminta agar selalu berdoa bersama-sama atau berkelompok. Setiap mau berangkat, atau sampai di tempat tujuan, jangan lupa berdoa. Kita mengharapkan, dengan doa bersama itu akan memberikan keamanan dan kelancaran dalam menunaikan rukun, wajib serta sunah haji, sehingga semua CJH Kabupaten Pontianak menjadi haji yang mabrur. (psa)

Baca Selengkapnya...

Rahmad Satria Terima Adhikarya Satya Bhakti

Sebagai 10 Terbaik se Indonesia

Mempawah - Bukan sesuatu yang tabu atau berlebihan, jika seorang Rahmad Satria SH MH, Ketua DPRD Kabupaten Pontianak terpilih sebagai salah satu putra Kalbar yang masuk nominasi 10 terbaik Ketua DPRD se Indonesia.

Karena itulah, Rahmad Satria dianugerahkan penghargaan Adhikarya Satya Bhakti 2006, oleh Citra Karya Abdi Pembangunan di Hotel Golden Boutique Jakarta Pusat, Sabtu (9/9) pukul 19.30 WIB. Lembaga yang memberikan anugerah Citra Karya Abdi Pembangunan Indonesia (CKAPI) sudah yang keenam kalinya diberikan kepada putra-putri terbaik bangsa ini.

Penganugerahan penghargaan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap mereka yang dianggap penggores prestasi yang patut menjadi panutan. Penghargaan yang diberikan itu bertaraf nasional yang secara khusus diberikan oleh CKAPI. Selain itu penghargaan yang diberikan sebagai bentuk resmi atas keberhasilan dalam karya dan pengabdian yang telah atau sedang dibaktikan seseorang bagi kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah. "Pengabdian dan perjuangan sebenarnya tidak akan berakhir selama Tuhan masih perkenankan kita hidup dan melakukan sesuatu," tegas Direktur CKAPI seperti disampaikan Rahmad yang menerima penghargaan pada koran ini.

Namun yang penting lanjut Direktur CKAPI, mau atau maunya seseorang untuk melakukan yang baik bagi sesama. Tergantung apakah kita memiliki rasa kepedulian bagi kepentingan orang lain yang tidak saja berusaha untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Dikatakan, kalau pihaknya merasa bangga atas keberhasilan para tokoh dimaksud. Selain itu juga kagum atas keberhasilan mereka dalam karya dan pengabdiannya yang tanpa pamrih. Sebagai manusia, lanjut dia, kita memiliki kewajiban untuk turut membangun negeri ini agar kelak dapat menikmati hasilnya secara bersama-sama.

"Kiranya keberhasilan ini akan tergores selamanya dalam sejarah pembangunan daerah masing-masing. CKAPI berharap kiranya pembangunan yang diberikan ini tidak dianggap sebagai sebuah lambang kebesaran, namun harus dilihat dan dianggap sebagai pendorong semangat untuk dapat melakukan yang terbaik bagi kepentingan bangsa dan negara demi masa depan anak-anak kita dan generasi muda," tukasnya.

Panitia sendiri memberikan empat kategori tokoh terbaik. Masing-masing untuk Ketua DPRD, eksekutif, Sekretaris Daerah, dan Ketua Tim Penggerak PKK. Sepuluh penerima lainnya bersama Rahmad Satria SH MH yang mendapatkan penghargaan sebagai 10 Ketua DPRD Terbaik. Mereka adalah Drs Melkianus Adoe (NTT), Ir HM Nur Syafriadi (Kepri), Drs Asyrofi (Kudus Jateng), Drs HI Adnan (Kota Makasar Sulsel). Selain itu juga H Prayogo Prayitno (Magetan Jatim), HM Nawawi Hamid BA (Muaro Jambi), Yohanes Pasti SH (Bengkayang Kalbar), HM Harris (Pelalawan Riau) dan H Rus'Hanul Ulum (Tasikmalaya Jabar).

"Alhamdulilah, penghargaan bukan sesuatu yang begitu istimewa. Namun patut untuk disyukuri sebagai suatu penilaian dari pihak lain atas apa yang kita perbuat selama ini," aku Rahmad Satria merendah. Selain itu tuturnya pula selain merasa senang, bahagia sekaligus beban moral.

Sebab, penghargaan terbaik tentu saja diikuti dengan tanggungjawab yang berat pula. "Semua ini terjadi berkat dukungan teman-teman, keluarga dan semua pihak yang peduli," kata Rahmad. (ham)

***Terbit 17 September, Pontianak Post 2006

Baca Selengkapnya...

Jumat, 19 September 2008

Ramadan Bersama Keluarga

Nikmat bulan Ramadan, memang sangat terasa bagi setiap insan, baik sepiritual dan materi. Bagi Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, momen mulia ini merupakan kesempatan baginya untuk bersama dengan keluarga.
"Sangat terasa, kalau bulan biasa, saya jarang sekali bersama dengan istri dan anak, namun selama Ramadan, kuantitas dan kualitas pertemuan begitu terasa," ujar Rahmad, kepada Tribun, Kamis (18/9).

Kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa, mendekatkan diri pada Yang Ilahi dan keluarga, memang tak disia-siakannya. Untuk sahur dan berbuka, Rahmad sangat mendambakan kebersamaan dengan orang yang dikasihinya.

Apa lagi, pria kelahiran Wajok Hilir, 26 Oktober 1970 ini, baru saja mendapat momongan, maka genaplah kebahagiannya menjelang Hari Raya Idul Fitri. "Rejeki itu dari Tuhan, walaupun kita sibuk dengan pekerjaan, sangat tidak layak untuk melupakan Sang Pencipta," tukasnya sembari tertawa.

Bulan yang penuh makna, juga dimanfaatkan Rahmad untuk bersilaturahmi, saling menanyakan kabar dengan kolega. "Saat ini mudah, mengucapkan selamat puasa, karena telah ada fasilitas SMS," timpal lelaki dengan tinggi 166 cm itu.

Selain simpel dan irit, ia menilai, dengan SMS makna ucapan selamat berpuasa, akan lebih terasa. Fasilitas tersebut, dapat digunakan dimana dan kapan pun. "Meski ditengah kesibukan, atau ada tamu yang mengajak bicara, kita masih bisa membalas ucapan selamat," tambahnya lagi.

Menurutnya, yang terpenting adalah nilai dan makna dari SMS, jika dilandasi dengan niat yang baik maka akan mendapat rahmat dan berkat dari Ilahi. "Ini saat yang tepat, untuk melupakan dan memaafkan perselisihan, yang terjadi selama ini akibat perbedaan yang terjadi," pungkas Rahmad Satria.(dng)

Baca Selengkapnya...

Selasa, 02 September 2008

Gagal Panen Jadi Komuditas Politik

*Pemkab Lanjutkan Program Supertoy HL-2

MEMPAWAH, TRIBUN-Gagalnya panen kedua bibit padi Supertoy HL-2, di Purworejo, Jateng, ternyata tidak mempengaruhi Pemkab Pontianak untuk terus membudidayakan varietas baru tersebut di lahan seluas 2000 hektare.
"Gagalnya sekitar 103 Ha lahan di Desa Grabag, Purwerejo, telah dipolitisir menjadi komoditas politik jelang Pilpres 2008, " ujar Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pontianak, HM Zakirin, saat ditemui Tribun, di ruang kerjanya, Senin (8/9). Menurut dia, kosongnya bulir padi penyebab gagal panen harus diteliti secara ilmiah, penyebab dan akar permasalahannya.

Namun ia melihat, dengan pembakaran padi oleh petani, telah terciptakan opini bahwa bibit tersebut telah gagal. "Padahal, Presiden sebelumnya sudah meminta agar jangan dibakar. SHI akan mengganti kerugian akibat gagal panen," tuturnya dengan suara tegas.

Kunci suksesnya penanaman Supertoy HL-2, katanya, terletak pada manajemen nutrisi yang baik. "Jadi penyebabnya bisa saja lahan yang tidak sesuai, atau penyebab teknis lainnya yang dapat diperbaiki," tukas Zakirin lagi.

Walau masih tetap meneruskan penanaman, pemkab akan membuat demonstrasi plot (Deplot) terlebih dahulu. Karena, beberapa petani telah menyatakan kebimbangannya kepada pemerintah daerah dan P4S Alam Cemerlang, yang bertanggung jawab sebagai penyedia nutrisi.

Lahan percontohan tersebut terdapat di Sungai Bundung, Kecamatan Sui Kunyit. "Luasnya hanya beberapa hektar, namun layak sebagai percobaan," timpalnya, sambil mengangguk.

Bagi Zakirin, Supertoy HL-2 merupakan karya anak bangsa, patut untuk dicoba. ôKita seharusnya bangga, untuk berhasil di bidang teknologi, memang terkadang menghadapi kendala,ö ujar pria bertubuh tegap tersebut.
Rencananya, budidaya supertoy HL-2, akan dikembangkan di sentra produksi yang memiliki infrastruktur yang baik, seperti di Toho, Anjungan, Nusa Pati, Sungai Batang, dan Segedong.

Langsung Dibeli
Sumber Harapan Indopangan (SHI), perusahaan yang bermarkas di Jakarta itu akan menyediakan bantuan berupa bibit, pupuk, dan modal pengolahan lahan sawah. "Agar mendapatkan hasil maksimal, dinas pertanian dan peternakan juga menerjunkan para penyuluh, untuk membimbing para petani.

Bukan itu saja, perusahaan tersebut akan menampung semua hasil panen petani dengan harga Rp 2.500. Padi yang dibeli ini langsung dari hasil panen, tidak perlu dijemur dahulu," jelas Zakirin.

Petani akan sangat diuntungkan, karena setiap kali panen, gabah bisa mencapai 10-15 ton per hektare. Sehingga dihasilkan gabah sekitar 35 ton per hektare dalam satu kali penanaman.

Zakirin optimis, bibit padi Supertoy HL-2, akan berhasil dibudidayakan di Kabupaten Pontianak. Karena, padi yang mampu mencapai tinggi 1,6 meter itu, menggunakan pupuk organik.

"Di tempat kita terdapat pengolahan pupuk organik, tepatnya, oleh P4S Alam Cemerlang, di Sui Bundung," jelasnya dengan wajah serius. Zakirin berkeyakinan, dengan menggunakan bibit yang dikembangkan oleh peneliti GIB, produksi gabah dapat meningkat sekitar 40 persen.

Walau demikian, ia mengingatkan, bibit padi unggul tersebut tidak tepat digunakan di lahan yang terkontaminasi air asin.

TanggungJawab Pemkab
Ketua DPRD Kabupaten, Rahmad Satria, menegaskan, Jika kelak budidaya varietas baru tersebut tidak berhasil, maka pemerintah daerah harus bertanggungjawab. Menurut dia, kegagalan penanaman di Pulau Jawa tersebut, harus dikaji secara ilmiah, untuk mengetahui segala kekurangannya, karena ini adalah teknologi baru.

"Kita harus berani mencoba, jika memang bibit ini dapat meningkatkan jumlah produksi padi di Kabupaten Pontianak," ujarnya pada Tribun di sekertariat DPRD, Senin (9/9) siang.

Namun terlebih dahulu harus ada lahan percobaan untuk menilai tingkat keberhasilan Supertoy HL-2. Setidaknya, lanjut dia, kita harus bangga karena produk ini merupakan hasil karya putra Bangsa Indonesia demi kebaikan masyarakat. "Kita harus melepaskan unsur politis yang melekat akibat kegagalan panen di Purworejo, tidak boleh ada kepentingan golongan atau pribadi," bebernya. (dng)

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 02 Agustus 2008

Dewan Berdebat Status Agus Salim

* Sidang Paripurna Ditunda

MEMPAWAH, TRIBUN-Pasca pencabutan Pasal 58 huruf q UU No 12 Thn 2008 oleh Mahkamah Kostitusi (MK), menciptakan perbedaan pandangan antara wakil rakyat Kabupaten Pontianak, dalam menanggapi surat pengunduran diri Agus Salim sebagai Bupati.
Sidang Paripurna yang sejatinya membahas penerimaan dewan atas surat edaran pengunduran diri bupati terpaksa ditunda, sambil menunggu aturan hukum yang mengikat atas pencabutan oleh MK.

"Pencabutan tersebut tidak mutlak langsung berlaku, harus melalui mekanisme yang seharusnya," ujar Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, kepada Tribun usai menskors sidang paripurna, Senin (11/8).

Menurut dia, hasil konsultasi dua pimpinan DPRD bersama tujuh pimpinan fraksi, didampingi Plt Sekwan, Mochrizal, ke Departemen Dalam Negeri(Depdagri), membuahkan bahwa DPRD akan menunggu tindak lanjut dari Depdagri. "Keputusan MK harus masuk dalam Lembaran Negara, kemudian bisa saja akan dibuat UU baru oleh DPR RI ," jelas Rahmad.

Ia menegaskan pencabutan oleh MK tidak berlaku surut. "Yang jelas Saudara Agus Salim, telah menyatakan surat pengunduran dirinya dan itu telah direstui oleh Mendagri apa lagi dia sudah mendaftar di KPU. Keputusan MK itu tidak bisa membatalkan," tandas lelaki yang juga Ketua DPD II Golkar Kabupaten Pontianak itu.
Ketua Fraksi PPP, H Amin H Aminin, menilai pencabutan berbeda dengan penetapan UU. "Pencabutan MK, berlaku sejak lembaga tersebut mengetuk palu pengesahan, saat pencabutan tersebut diucapkan," ujarnya.

Saat berkonsultasi ke Depdagri, ia bersama aggota DPRD lainnya menemui Kabid Otonomi Daerah, Herman Wira. "Pak Herman Menjelaskan sesuai dengan surat edaran Mendagri, Agus Salim resmi mundur, saat mendaftarkan diri di KPU," tutur pria berkacamata itu.
Dengan demikian, Agus Salim mengundurkan diri setelah MK mencabut Pasal 58 huruf q UU No 12 Thn 2008. "Pada tanggal 4 kemarin, Agus Salim mendaftar sekitar pukul 12:15 WIB, sedangkan MK mencabut pasal tersebut pada pukul 10:53. Jadi ini sangat berbeda dibandingkan kepala daerah lain, dan telah kita informasikan ke Depdagri," papar Amin dengan penuh semangat.

Dengan demikian, menurut dia, H Agus Salim layak menduduki sisa delapan bulan jabatannya. "Kita tunggu saja tapi saya yakin beliau akan menjabat, karena ini kasus berbeda," pungkas H Amin seraya berlalu.(dng)

Baca Selengkapnya...

Jumat, 01 Agustus 2008

Calon Wali Kota Sosialisasi Lewat Blog

Pontianak, Tribun - Bakal calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Pontianak memanfaatkan teknologi internet untuk sosialisasi ke masyarakat. Calon pemimpin Kota Katulistiwa ini memanfaatkan blog gratis untuk meraih simpati 400 ribu lebih wajib pilih di daerha ini.


Pasangan Abduh A Rahim- Muhammad Thaha melalui www.bang-abduh.blogspot.com menampilkan kegiatan sehari-hari pasangan ini. Selain itu, kegiatan parpol pengusung maupun tim pemenangan keduanya juga ditampilkan. Selain lewat blog, aktivitas keduanya juga ditampilkan regular di www.pks-kalbar.or.id, website resmi milik DPW PKS Kalbar.

"Blog ini termasuk kreativitas tim. Dengan teknologi ini, masyarakat bisa menyampaikan langsung komentar berupa saran maupun kritikan yang konstruktif," kata Abduh, Jumat (1/8). Blog yang dikelola Sabaruddin ini diluncurkan sejak 10 Juni 2008 silam.
Hingga kemarin, blog ini telah dikunjungi 621 pengunjung yang tersebar di 24 negara. Mayoritasnya, 536 pengunjung berasal dari Indonesia.

Sementara pasangan yang diusung Golkar, Hersan-Setiawan, menyapa pendukung dan masyarakat Kota Pontianak lewat www.setiawanlim.blogspot.com. Jika melihat content (isi) kedua blog ini, blog milik Abduh tampil 'lumayan' dibanding milik Setiawan.

Postingan artikel maupun berita milik Direktur Politeknik Negeri Kota Pontianak ini di- updating setiap saat. Blog Abduh dilengkapi dengan nama-nama pengelola. Sementara blog milik Setiawan menampilkan tiga foto kegiatan dirinya dengan semboyan Selalu Bersatu. "Kita akan memaksimalkan semua media yang ada untuk menyapa masyarakat," kata Setiawan saat mendaftar di KPU Kota Pontianak lalu.

Untuk tahun 2007, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat 25 juta pengguna internet di Indonesia. Jumlah ini diperkirakan meningkat 40 persen atau sekitar sepuluh juta lebih pada tahun 2008.

Khusus Kota Pontianak, belum ada data resmi pengguna internet. Namun aktivitas sosialisasi kandidat lewat internet termasuk salah satu cara untuk meraih simpati pemilih dari kalangan intelektua yang tinggal di perkotaan.

"Sasaran sosialisasi lewat website khusus berbayar maupun yang gratisan adalah para pemilih dari kalangan akademik. Paling tidak calon yang menggunakan metode sosialisasi ini mendapat kesan menguasai teknologi," kata pengamat teknologi, Ahmad Jazuli.

Saat dimintai tanggapan soal tampilan blog milik Setiawan Lim, Jazuli hanya tersenyum. "Tidak etis mengomentari karya orang lain. Apalagi ini wilayah politis," ujarnya. Menurut dosen Universitas Tanjung Pura ini, meski jumlah pemilih intelektual jumlahnya sedikit, namun mereka memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pemilih lain untuk mencoblos pasangan tertentu.

Sementara bakal calon Wakil Wali Kota yang diusung koalisi perahu Demokrat-PKB, Hartono Azas, menyebut pihaknya masih merencanakan sosialisasi lewat dunia maya.Hartono akan mengandalkan strategi sosialisasi lewat pertemuan dengan konstituennya.

"Kami sementara merancang sosialisasi lewat internet. Tapi, untuk sementara, cara yang lebih efektif sosialisasi dengan berbaur langsung dengan masyarakat," kata legislator Partai Demokrat Kota Pontianak ini.

Tidak hanya kedua pasang calon ini, balon wakil wali kota dari PPP dan PKP Indonesia, Paryadi, juga intensif menuangkan pemikirannya lewat blog. Dari penelusuran di internet, legislator PKB ini memiliki dua blog di blogspot dan mutliply. Politisi muda Pontianak ini aktif jadi blogger di www.paryadi.blogspot.com sejak April 2007 silam. Dari postingan artikel maupun penggalan berita yang tampak, tak satu pun yang menyinggung sosialisasi Paryadi bersama pasangannya Sutarmidji menghadapi pilwako.

Sebelumnya pada pemilihan gubernur tahun 1997, Cornelis, juga membuat blog di http://corneliscenter.blogspot.com. Blog tersebut berisi semua berita kegiatan kampanye dan kesehariannya. Kini, blog Cornelis masih terus di-update, terutama seputar kegiatannya sebagai gubernur.

Hal serupa dilakukan Ketua DPRD Kalbar, Rahmad Satria. Ia menyapa para konstituenya lewat http://rahmadsatria.blogspot.com. "Tujuan saya agar lebih dekat dengan konstituen terutama mereka yang menjadikan internet sebagai bagian dari kebutuhan," kata dia. (man/end/kim)

Baca Selengkapnya...

Rabu, 30 Juli 2008

Kabupaten Pontianak Siaga Satu

KABUPATEN Pontianak saat ini sangat mengkwatirkan, di satu sisi sekdanya sering sakit-sakitan, sedangkan dapat kita lihat pada pengukuhan tadi beberapa posisi asisten telah kosong.
Ditambah lagi, Bupati dan Wakil Bupati yang sekarang akan mundur untuk mengikuti pilkada 2008. Surat pengunduran diri kedua pejabat negara tersebut telah sampai di meja saya selaku ketua DPRD.

Bupati yang akan mundur ini seharusnya telah menunjuk asisten-sisten yang defenitif demi kelangsungan pemerintahan yang lancar.
Dapat dikatakan, Kabupaten Pontianak ini dalam posisi siaga satu, dan saya melihat bupati yang sekarang sangat tidak bijak. Bahkan, ada pejabat yang dipindahkan, padahal pejabat tersebut sudah menjelang pensiun sementara posisi asisten tersebut kosong.

Yang mengherankan adalah, kenapa pengisian SOPD itu baru sekarang, tidak dilakukan jauh hari sebelumnya. Belum lagi, SK gubernur mengenai pengisian jabatan eselon II ini belum turun.

Sementara dewan, telah menyusun dan mensahkan SOPD beberapa bulan yang lalu, sedangkan pelaksanaannya baru sekarang bukannya dalam waktu singkat setelah resmi disahkan.

Saya bingung dengan tata cara dan aturan pengukuhan yang dilakukan bupati ini untuk pelantikan eselon tentunya harus ada persetujuan dari gubernur.
Dengan status beberapa pejabat eselon II yang belum defenitif, seperti Plt Sekretaris Dewan, maka masyarakat yang akan menjadi korban, pelayanan pemerintah kepada masyarakat akan menurun.

Sebagai lembaga legislatif, kami hanya dapat memberikan masukan dan pemikiran, serta pengawasan, namun untuk menentukan pejabat eselon II kami tidak memiliki wewenang.
Seperti ada tembok, yang membatasi kami untuk ikut campur, karena kebijakan itu adalah ranah eksekutif. Harapannya, semoga SK gubernur tentang pejabat eselon II segera turun, sehingga tidak adalagi pelaksana tugas atau pelaksana harian untuk kepala dinas, kepala kantor, dan kepala badan.(dng)

*Rahmad Satria: Ketua DPRD Kabupaten Pontianak

Baca Selengkapnya...