Rabu, 24 Mei 2017

Rahmad Satria Janjikan Bonus

Ketua Kwarcab Mempawah, Rahmad Satria, bersama pengurus kwarcab dan pelatih berfoto bersama peserta LT III perwakilan tujuh kwarran.
Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang (LT III) yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, Selasa (23/5), tuntas dilaksanakan. Ditutup Ketua Kwarcab, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, di Bumi Perkemahan Kwarcab Mempawah, LT III ini berhasil dijuarai Regu Putra Golden Eagle dan Regu Putri Red Rose.
Rahmad Satria, melepas tanda peserta saat penutupan LT III.
Utusan dari Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Siantan ini berhasil meraih predikat sebagai regu berprestasi tinggi. Atas keberhasilannya menjadi regu terbaik pada ajang LT III, kedua regu berprestasi tinggi itu akan mewakili Kwarcab Mempawah pada ajang LT IV yang digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Kalimantan Barat.
Regu Golden Eagle dari Kwarran Siantan menerima tunggul regu berprestasi tinggi dari Rahmad Satria
Target tinggi kemudian dipasang kwarcab, meraih juara pada LT IV Provinsi Kalbar dan bisa mencapai prestasi yang lebih tinggi mewakili Kalbar pada LT V atau tingkat nasional. Bahkan Rahmad Satria siap mengucurkan bonus uang tunai Rp 15 juta bagi regu perwakilan Kwarcab Mempawah yang tampil di LT V tingkat nasional.
Para regu prestasi tinggi, prestasi baik, prestasi cukup putra-putri berfoto bersama Rahmad Satria
“Apabila bisa sampai di tingkat nasional, maka saya berikan bonus uang tunai Rp 15 Juta. Oleh karena itu, saya minta regu yang mewakili Kwarcab Kabupaten Mempawah harus bersemangat, terus berlatih dan siap berjuang maksimal untuk meraih prestasi tertinggi pada LT IV. Ingat, ini amanat besar untuk adik-adik semua. Kalian membawa nama baik Kwarcab Mempawah,” ujar Rahmad Satria.
Rahmad Satria berfoto bersama utusan Kwarran Sungai Kunyit
Tidak lupa Rahmad Satria berpesan kepada seluruh jajaran dan tingkatan pramuka di daerah itu untuk mempertahankan predikat tergiat 1 Se-Kalbar yang diraih Kwarcab Mempawah beberapa waktu lalu. Caranya dengan terus aktif melaksanakan berbagai kegiatan kepramukaan di segala tingkatan dimulai dari gugus depan (gudep).

"Saya minta agar gudep-gudep dan kwarran harus aktif agar Kwarcab Mempawah bisa mempertahankan predikat tergiat I se-Kalbar. Kuncinya berada di gudep, kalau gudep berkompetisi dengan baik maka gerakan pramuka akan semakin aktif dan berkualitas. Karena kita ketahui bersama mempertahankan jauh lebih berat dibandingkan merebut,” ucapnya.

Selasa, 23 Mei 2017

Kwarcab Mempawah Target Juara LT IV

Ketua Kwarcab Mempawah, Rahmad Satria, memasangkan tanda peserta LT III
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, membuka Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang (LT III) yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Kwarcab Mempawah, Senin (22/5). Diikuti tujuh regu putra dan enam regu putri perwakilan tujuh Kwartir Ranting (Kwarran), LT III berlangsung selama tiga hari terhitung sejak 21-23 Mei.

Pada kesempatan itu, Rahmad Satria memberikan motivasi kepada para peserta LT III untuk berkompetisi dengan penuh semangat, percaya diri dan tentunya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta penuh kebersamaan. Seluruh peserta diminta memiliki sikap untuk siap menang dan siap pula menerima kekalahan.

“Siapapun pemenangnya akan mewakili Kabupaten Mempawah pada ajang LT IV tingkat Kalimantan Barat. Mengingat pada LT IV sebelumnya, Kwarcab Mempawah hanya menjadi runner-up maka tahun ini saya berharap kita bisa membawa pulang juara umum di tingkat provinsi dan mewakili Kwarda Kalbar pada tingkat nasional dan menorehkan prestasi tertinggi,” katanya.

Oleh karena itu, Rahmad meminta pada pelaksanaan LT III ini harus lebih kompetitif. Peserta diminta untuk serius mengikutnya dan tidak mengganggap remeh. “Silahkan berlomba-lomba dalam kebaikan tanpa ada kecurangan. Kepada juri saya minta memberikan penilaian secara obyektif sesuai kemampuan dan keterampilan yang ditampilkan peserta,” ujarnya.
Rahmad Satria memberikan amanat pada upacara pembukaan LT III di Bumi Perkemahan Kwarcab Mempawah
Lebih lanjut Rahmad mengatakan, dilaksanakannya LT III oleh Kwarcab Mempawah bukan semata-mata untuk mencari penggalang terbaik, melainkan tertinggi nilainya. Apalagi, nilai Rahmad, para peserta yang dikirim mengikuti LT III ini merupakan penggalang terbaik.

“Kalian anggota pramuka pilihan. Meski demikian, pada ajang ini tentu kami mencari yang paling baik untuk mewakili Kwarcab Mempawah di LT IV nanti. Karena itu, saya berpesan kepada seluruh peserta untuk mengerahkan segala potensi dan kemampuan terbaiknya guna mencapai prestasi tertinggi dalam ajang LT III ini,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Rahmad juga meminta para anggota pramuka terus mengembangkan diri dengan menggali potensi dan tingkatkan prestasi. Ia meyakini para peserta LT III mampu meraih prestasi tertinggi. Sebab, peserta merupakan pramuka pilihan yang telah dibekali pelatihan yang baik hingga memiliki skill dan kemampuan yang mumpuni.

"Sekarang, belajar tidak hanya dilakukan dari pembina saja. Asalkan mau belajar, pramuka bisa mendapatkan ilmu pengetahuan tentang kepramukaan melalui internet dan media lainnya,” ujar Rahmad Satria.
Atraksi pramuka penggalang pada LT III
Ketua Panitia LT III, Herman AP, SE, dalam laporannya mengatakan kegiatan ini berlangsung sejak 21-23 Mei di Bumi Perkemahan Kawarcab Kabupaten Mempawah, Jalan Raden Kusno. Pada LT III, dijelaskannya, mengambil moto 'Satya Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan'. Dengan tema, melalui LT III tahun 2017, kita tingkatkan persaudaraan, kemandirian dan prestasi anggota pramuka.

"Jumlah peserta sebanyak tujuh regu putra dan enam regu putri dengan total 104 orang yang berasal dari perwakilan tujuh Kwarran yakni Mempawah Hilir, Sungai Kunyit, Sadaniang, Toho, Anjongan, Segedong dan Siantan. Untuk sumber dana berasal dari anggaran Kwarcab Pramuka Mempawah,” pungkas dia.

Sabtu, 20 Mei 2017

Pramuka Penegak Harus Eksis

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, memasangkan tanda peserta OMTS Gudep Rulia Sungai Kunyit
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, membuka secara resmi kegiatan Outbound Scout Management Training (OMTS) tahun 2017. Kegiatan ini digelar Gugus Depan (Gudep) 02.057-02.058 Dr. Rubini-Amalia (Rulia) Pangkalan SMAN 1 Sungai Kunyit, 19-21 Mei 2017.

Dalam sambutannya, Rahmad Satria memberikan apresiasi atas keaktifan pramuka tingkat penegak yang tergabung dalam ambalan Gudep Rulia yang berinisiatif melaksanakan kegiatan kepramukaan tingkat penggalang yang diikuti gudep se Kecamatan Sungai Kunyit. Ia menilai keaktifan penegak yang tergabung dalam ambalan itu sebagai sumber kekuatan yang ada di Kwartir Ranting (Kwarran).

“Semakin banyak ambalan di kecamatan itu, maka makin kuat kegiatan kepramukaan disana. Nah itu sudah dilakukan Sangga Kerja Gudep Rulia dengan menggelar kegiatan OMTS 2017 untuk para penggalang,” katanya.
Upacara pembukaan OMTS di halaman SMAN 1 Sungai Kunyit yang dipimpin Rahmad Satria
Apa yang sudah dilakukan ambalan Gudep Rulia ini, diharapkan Rahmad, dapat diikuti oleh gudep-gudep lain di wilayah Kwarcab Mempawah. Rahmad meminta pramuka penegak selalu aktif melaksanakan berbagai kegiatan dan terus menguatkan ambalan.

“Harapan saya pramuka penegak di seluruh kecamatan atau kwarran semakin eksis sehingga aktivitas kepramukaan di masing-masing gudep dan kwarran dapat semakin banyak dan bervariasi dalam upaya memberikan pendidikan karakter bangsa dan bela negara bagi generasi muda,” ucapnya.
Salam kompak Rahmad Satria bersama pembina dan muspika Kecamatan Sungai Kunyit
Terkait pendidikan karakter dan bela negara di pramuka, Rahmad menjelaskan selalu mengacu pada sistem among yang merupakan cara pelaksanaan pendidikan di dalam gerakan pramuka. Sistem among, dijelaskannya, merupakan hasil pemikiran Raden Mas Suwardi Suryaningrat atau yang dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan dan pendiri Perguruan Taman Siswa.
Rahmad Satria berfoto bersama para penegak Gudep Rulia
“Sistem among mewajibkan pembina pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan yakni Ing ngarso sung tulodo yang maksudnya di depan menjadi teladan. Kemudian Ing madya mangun korso yang maksudnya di tengah-tengah mereka pembina membangun kemauan. Dan Tut wuri handayani yang maksudnya dari belakang pembina memberi daya/kekuatan atau dorongan dan pengaruh yang baik kearah kemandirian,” ucapnya.

Selasa, 16 Mei 2017

Santri Diminta Manfaatkan Waktu Luang

Ketua DPRD, Rahmad Satria, berfoto bersama santri dan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Desa Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat
Perbedaan antara orang sukses dengan tidak sukses terletak pada pemanfataan waktu luangnya. Bagi pelajar atau santri yang bisa memanfaatkan waktu luang sekecil apapun untuk menambah kualitas diri dan keimanan dengan belajar dan beribadah akan membawa kesuksesan bagi dirinya. Tak hanya dunia tetapi juga akhirat.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, saat memberikan sambutan pada acara milad ke-XII sekaligus pelepasan santri tingkat akhir di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Sabtu (13/5) malam.

“Perbedaan mencolok antara orang yang sukses dan tidak sukses ada terletak pada pemanfaatan waktu luang. Dan saya melihat santri-santri di Pontren Al-Mukhlisin sudah diajarkan untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Mereka digembleng secara ketat untuk menuntut ilmu dunia dan akhirat. Pola pendidikan disini tentu berbeda dengan pendidikan formal lainnya,” jelas dia.
Rahmad Satria memotivasi para santri Pontren Al-Mukhlisin
Rahmad mengungkapkan, metode pemanfaatan waktu luang dengan sebaik-baiknya sudah dirasakan manfaat oleh dirinya. Terbukti, disela-sela kesibukannya sebagai Ketua DPRD dan organisasi lainnya ia masih bisa meluangkan waktu untuk belajar dan kuliah di program doktoral Universitas Diponegoro, Jawa Tengah.

“Saya salahsatu contoh orang yang bisa memanfaatkan waktu luang untuk belajar dan beribadah. Alhamdulillah usaha keras ini berbuah manis sehingga saya bisa menuntaskan pendidikan doktoral dengan predikat cum laude. Ini tentu bisa menjadi motivasi kalian agar bisa menjadi orang sukses dan mewujudkan cita-cita,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini juga memotivasi para santri untuk belajar dari pelaut yang handal. Seperti yang terungkap dalam kata-kata bijak yakni pelaut yang handal itu bukan berasal dari ombak yang tenang, tetapi lahir dari lautan yang penuh ombak dan badai. Dan ia menilai para santri yang lulus ini telah melewati ombak dan badai untuk menuju kesuksesan.

“Dengan semangat untuk belajar, kalian berhasil menuntaskan pendidikan di pondok sini. Kualitas jebolan pesantren itu tidak diragukan lagi, karena ilmunya melebihi anak-anak di pendidikan formal lainnya. Selama di pontren, kalian digembleng baik ilmu akademik juga ilmu agama,” ungkapnya.
Para santri tingkat akhir menyalami Rahmad Satria
Pimpinan Pontren Al-Mukhlisin, Ustaz Zakaria MS, S.HI, dalam sambutannya mengatakan pola pendidikan yang dilaksanakan pihaknya yaitu formal dan non formal merupakan bentuk pembekalan bagi generasi muda khususnya para santri. Mereka dipersiapkan dalam rangka menuju kehidupan di tengah masyarakat.

“Saat ini mereka belum bisa dikatakan berhasil. Karena keberhasilan mereka ini bukan saat berada di pondok atau lembaga pendidikan tetapi setelah keluar dari dari sini. Apakah nantinya bermanfaat dan berguna bagi masyarakat. Kami disini hanya membekali ilmu, membimbing akhlak dan moralitas, tetapi keberhasilan anak-anak nantinya terlihat ketika merka sudah kembali ke masyarakat,” ucapnya.
Rahmad Satria bersama pimpinan pontren, camat, kapolsek dan tokoh agama dan masyarakat
Tidak lupa, Zakaria atas nama yayasan dan para santri mengucapkan terima kasih kepada Rahmad Satria yang sudah hadir dan berbagi ilmu kepada para santri di pontren yang ia pimpin. Ia menilai apa yang disampaikan Rahmad itu bisa menjadi modal motivasi bagi para santri baik yang sudah lulus maupun mereka yang saat ini masih mengenyam pendidikan di pontren.

Senin, 15 Mei 2017

Semarak Lomba Senam Maumere

Ketua DPRD, Rahmad Satria, bersama para pemenang lomba senam maumere
Lomba Senam Maumere tingkat Kecamatan Siantan yang dipusatkan di halaman Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin, Desa Wajok Hilir, Minggu (14/5) pagi, berlangsung semarak. Mengenakan beragam atribut dan seragam, ratusan peserta yang terbagi dalam enam regu perwakilan lima desa tampak bersemangat mengikuti lomba yang dirangkaikan dengan Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Expo ini.

Ketua panitia, Hj Erni Suherni, S.Pd, M.Pd, dalam sambutannya sebelum lomba dimulai mengatakan lomba senam maumere ini diikuti perwakilan seluruh desa di Kecamatan Siantan yakni Peniti Luar, Jungkat, Sungai Nipah, Wajok Hilir dan Wajok Hulu. Setiap desa mengirim satu regu, namun ada juga yang lebih. Setiap regu terdiri dari 30 orang. Jadi total peserta lomba 180.

“Kegiatan lomba ini juga kita rangkaikan dengan Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Expo 2017 yang diikuti 30 stan dari berbagai komponen masyarakat. Rencananya tahun depan kegiatan ini akan dilaksanakan untuk tingkat Kalbar,” jelasnya.
Rahmad Satria memberikan sambutan saat membuka lomba senam maumere dan Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Expo 2017
Tidak lupa, Erni atas nama panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini. Terutama ucapan terima kasih diberikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Mempawah yang juga Ketua Yayasan Rahmatan Lil Alamin, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. “Beliau merupakan sponsor utama dan satu-satunya dalam kegiatan ini,” ujar Erni yang disambut tepukan tangan dari peserta dan masyarakat yang hadir dalam kesempatan itu.

Ketua DPRD, Rahmad Satria, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah memberikan sumbangsih ide dan pemikiran hingga tercetuslah kegiatan lomba senam maumere dan expo tersebut. Termasuk ide dari para dosen, mahasiswa, pengurus yayasan dan masyarakat lainnya.

“Terlaksananya kegiatan ini tak terlepas dari ide dan terinspirasi kawan-kawan dosen dan mahasiswa serta pengurus yayasan. Semua ini bermula dari tekad bahwa kita harus menjadi pelaku sejarah bukan sekedar penonton sejarah,” tegasnya.
Juara pertama lomba senam maumere menerima piala dari Rahmad Satria
Terkait dengan hari ini (kemarin, red), dinilai Rahmad Satria menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat di Desa Wajok Hilir dan Kabupaten Mempawah. Sudah tujuh tahun Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin, terbentuk dan berperan aktif mencerdaskan anak bangsa. Ia lantas secara singkat menceritakan perjalanan MA Rahmatan Lil Alamin yang kini telah mengantongi akreditasi B dan tahun ini akan menerima 75 siswa baru.

“Jika ada anak-anak kita yang lulus SMP atau MTs, silahkan daftarkan diri ke MA Rahmatan Lil Alamin. Kami memiliki komitmen yang tinggi untuk andil dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” ungkapnya.
Rahmad Satria berfoto bersama istri dan Kades Wajok Hilir, Abdul Madjid berfoto dengan mahasiswa Fakultas Hukum UPB Pontianak yang menggelar bakti sosial di Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Wajok Hilir
Terkait lomba senam maumere, dijelaskan Rahmad Satria, merupakan wujud komitmennya untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Melalui kegiatan olahraga, imbuh dia, masyarakat bisa hidup sehat dan mampu menjalankan rutinitasnya sehari-hari dengan baik dan bersemangat.


 

"Disamping mengkampanyekan gerakan olahraga, lomba senam maumere ini akan kita tampilkan pada saat pembukaan sepakbola Liga Persiwah U-17 di Mempawah. Nantinya sekitar 200 orang ibu-ibu dari Kecamatan Siantan ini akan bergabung dengan ibu-ibu di Mempawah untuk senam maumere massal di GOR Opu Daeng Manambon. Disana nanti kita akan mencatatkan sejarah,” bebernya.
Rahmad Satria mengunjungi stan-stan pameran UKM yang mengikuti Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Expo
Sedangkan menyangkut kegiatan expo, dimaksudkan Rahmad Satria, untuk menjalin silaturahmi dan persatuan dan kesatuan masyarakat. Termasuk memacu perekonomian para pedagang dan pelaku usaha di Kecamatan Siantan dan Kabupaten Mempawah. Dalam expo ini ada beragam produk baik makanan dan minuman maupun kerajinan tangan yang dijual.

"Tahun depan, saya agendakan kegiatan expo ini diikuti peserta dari seluruh daerah di Kalbar. Dengan demikian akan mendatangkan income untuk yayasan maupun masyarakat guna kemajuan di masa mendatang,” ucapnya.

Pelaksanaan kedua lomba itu mendapat dukungan dari Fakultas Hukum Univesitas Panca Bhakti Pontianak. Dalam kegiatan itu para mahasiswa yang memang hadir melaksanakan bakti sosial selama tiga hari terhitung 12-14 Mei di Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin terlibat langsung ikut menyukseskan kegiatan. Adapun juara lomba senam maumere ini adalah regu senam dari Desa Wajok Hilir yang menjadi juara pertama, juara kedua diraih regu Desa Jungkat dan juara ketiga diraih Desa Sungai Nipah.

Senin, 01 Mei 2017

Lulusan MAS Rahmatan Lil Alamin Diminta Lanjutkan Pendidikan

Rahmad Satria bersama KH Adnan Kasogi pada peringatan Isra Miraj Rasulullah yang dirangkai pelepasan siswa kelas XII MAS Rahmatan Lil Alamin, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah
Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Rahmatan Lil ‘Alamin, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, kembali melepas siswa-siswinya yang duduk di bangku kelas XII. Pelepasan para siswa ini dilakukan Ketua Lembaga Rahmatan Lil ‘Alamin, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, yang didampingi kepala madrasah, Nur’Aini, S.Ag, M.Pd.I, di halaman MAS tersebut, Sabtu (29/4) malam.

Pelepasan para siswa ini terasa istimewa karena selain dihadiri para orangtua dan wali, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1438 H yang dihadiri seribuan umat muslim dan menghadirkan ulama asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, KH Adnan Kasogi, S.Pd.I. Ia merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Amin Kudus.
Rahmad Satria memberikan sambutan saat melepas para siswa kelas XII
Dalam tausiahnya, Adnan Kasogi memaparkan secara jelas makna yang terkandung dalam perjalanan Isra Miraj Rasulullah SAW yakni Isra yang merupakan momen baginda nabi "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Miraj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi.

“Di sini beliau, Baginda Rasul junjungan kita mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan kewajiban salat lima waktu. Perjalanan Isra Miraj Nabi Allah ini harus kita imani dan percaya, karena bentuk kuasa Allah yang jika sudah keinginan-Nya, maka dengan mudah dilakukan,” katanya.

Berkaitan dengan makna Isra Miraj dan perintah salat, dijelaskan Adnan Kasogi, ada terletak pada perjalanan Rasulullah dari masjid ke masjid yang dilakukan pada saat malam hari. Ia kemudian menjelaskan ke seluruh jemaah yang hadir yakni mengenai makna Isra yang dilakukan nabi yang dimulai dari Masjidil Haram dari Madinah menuju Masjidil Aqsa di Palestina/Yerusallem.

“Kenapa tidak dari rumah ke rumah atau dari istana ke istana? Nah disini Allah dan Rasulullah mendidik kita untuk memperbanyak beribadah secara berjemaah di masjid, sering-sering ke masjid agar hidup kita diberkahi Allah SWT,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat mendengarkan sambutan Rahmad Satria
Kemudian berkenaan dengan perjalanan Isra Miraj Rasulullah SAW yang dilakukan pada malam hari bukan pada pagi atau siang hari, diterangkan Adnan Kasogi, merupakan edukasi bagi umat Muslim untuk senantiasa bangun pada malam hari untuk melaksanakan ibadah. “Malam hari merupakan waktu yang mustajab untuk kita beribadah, berdoa dan memohon kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ketua Lembaga Rahmatan Lil ‘Alamin, Rahmad Satria, dalam sambutannya berharap masyarakat yang hadir pada peringatan Isra Miraj ini dapat keberkahan dari Allah SWT dan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW. “Yang terpenting dari peringatan Isra Miraj ini adalah upaya kita untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas ibadah salat kita agar semakin bertakwa dan beriman kepada Allah SWT,” katanya.

Kepada siswa kelas XII yang baru saja dilepas ini, didoakan Rahmad agar lulus semua. Ia juga meminta kepada orangtua siswa untuk melanjutkan pendidikan anak ke jenjang yang lebih tinggi. Apalagi sudah banyak siswa disini yang masuk di beragam bidang profesi pekerjaan dan melanjutkan pendidikan di bangku kuliah.

“Bagi siswa yang berprestasi terutama dari kalangan tak mampu yang ingin kuliah tetapi tidak ada biaya, jangan khawatir. Kita ada kontrak beasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi diantaranya Universitas Panca Bhakti Pontianak dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini.
Para siswa kelas XII berfoto bersama Rahmad Satria, KH Adnan Kasogi dan Kepala MAS Rahmatan Lil Alamin, Nur'aini
Tidak lupa, Rahmad berharap kepada para orangtua apabila ada anaknya mendapat hukuman dari guru selama mengenyam pendidikan di MAS Rahmatan Lil ‘Alamin, untuk memakluminya. Rahmad meyakinkan bahwa apa yang dilakukan para guru atau pengajar itu semata-mata demi kebaikan peserta didik agar menjadi anak yang baik, berguna bagi orangtua, agama serta nusa dan bangsa.

“Guru yang menghukum atau memberi sanksi pasti ada alasan, itu semua demi kebaikan siswa dan sanksi yang diberikan juga sifatnya mendidik. Jadi bukan bentuk pelanggaran HAM. Apa yang dilakukan guru tentu harus kita hargai dan kita ucapkan terima kasih. Karena berkat mereka, para siswa tak hanya mendapat ilmu akademik tetapi juga ilmu agama serta budi pekerti,” ucapnya.
Penyerahan cinderamata kepada Ketua Lembaga Rahmatan Lil Alamin, Rahmad Satria, dari perwakilan siswa kelas XII
Sebelumnya Kepala MAS Rahmatan Lil ‘Alamin, Nur’aini, dalam laporannya mengatakan jumlah siswa kelas XII tahun ajarang 2016/2017 yang dilepas ada 49 orang. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada para orangtua yang sudah menitipkan anaknya di madarasah yang ia pimpin, apabila ada perbuatan atau yang menyingung orangtua siswa.

“Maksud kami tak lain dan tak bukan adalah membentuk dan membina akhlakul kharimah pada anak didik kami. Hari ini, kami kembalikan anak bapak dan ibu untuk dididik lebih lanjut. Semoga MAS Rahmatan Lil Alamin semakin eksis dan siswanya berprestasi seperti yang dilakukan siswa kita baru-baru ini yakni juara kedua Olimpiade Sains tingkat kabupaten dan lulus seleksi Paskibra tingkat kabupaten,” pungkas dia.

Jumat, 28 April 2017

Dorong Inovasi Petani dan Nelayan

Ketua DPRD, Rahmad Satria, didampingi Sekda Mochrizal dan Kepala DPKP2, Ridwan Rusli, menggunting pita sebagai tandai dimulainya pasar tani nelayan di halaman DPKP2 Mempawah
Semarak pasar tani dan nelayan yang berlangsung dua hari, 26-27 April 2017 di halaman Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKP2) Kabupaten Mempawah, mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Ia menilai pasar yang digagas DPKP2 itu mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai disini tetapi dapat dilanjutkan seterusnya. Saya menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Tak hanya bagi para petani dan nelayan tetapi juga masyarakat. Disini masyarakat bisa mendapatkan beragam produk-produk olahan pertanian dan perikanan dengan harga terjangkau,” katanya disela-sela meninjau stan pasar tani nelayan, Rabu (27/4).
Beras asli Kabupaten Mempawah yang disukai Rahmad Satria
Selama meninjau stan dan melihat langsung berbagai produk yang dijual para petani dan nelayan, Rahmad Satria tertarik. Diantaranya beras asli dari pertanian di Kabupaten Mempawah, kemudian berbagai jenis ikan asin, olahan nenas dan sayur-mayur.

“Saya lihat beras asli Mempawah tidak kalah dengan beras dari luar seperti pulau Jawa. Beras Mempawah yang dijual disini, nasinya bagus. Sudah saya coba. Belum lagi abon jantung pisang, selama ini masyarakat hanya tahu abon dari daging sekarang ada dari sayur-sayuran. Ini langkah inovatif dari petani dan nelayan dan harus ditingkatkan sehingga menjadi ciri khas Mempawah kedepannya,” ungkapnya.
Ketua DPRD, Rahmad Satria didampingi Kepala DPKP2, Ridwan Rusli, sedang menunjukkan produk olahan nenas Kabupaten Mempawah
Berkaitan dengan produk-produk asli Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria meminta pelaku usaha baik dari kalangan petani maupun nelayan nantinya dapat mengemas secara menarik produk yang dihasilkan. Diantaranya dengan memberi merk atau label sehingga bisa menambah nilai jual.

“Selain sebagai ciri khas, label atau merk juga memudahkan masyarakat atau konsumen untuk mengingat produk yang dihasilkan. Apalagi sekarang market-market besar dan modern menginginkan produk UMKM memiliki label dan merk. Jika tidak ada, maka sulit untuk memasarkannya,” ujar dia.

Rabu, 26 April 2017

Rahmad Satria Cup Sukses

Ketua DPRD, Rahmad Satria berfoto bersama para pemenang turnamen Rahmad Satria Cup 2017 di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah yang juga Ketua DPRD Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, mengatakan turnamen sepakbola maupun futsal yang diselenggarakannya di beberapa kecamatan di Kabupaten Mempawah merupakan upaya mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga di masyarakat.

Hal ini disampaikan Rahmad Satria usai menutup turnamen Sepakbola Rahmad Satria Cup se-Kabupaten Mempawah tahun 2017 di Lapangan Sepakbola Nurul Alamiah, Simpang Empat, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, belum lama ini.

"Olahraga itu sangat penting bagi manusia. Disamping untuk menjaga kebugaran tubuh, olahraga juga menghindarkan manusia dari hal-hal negatif. Misalnya narkotika, miras dan lainnya. Apalagi saat ini sedang marak-maraknya apa yang saya sebutkan itu,” ujarnya.

Melalui turnamen yang digelarnya ini, Rahmad berharap menjadi wadah bagi PSSI Kabupaten Mempawah untuk menjaring atlet-atlet sepakbola dan futsal berkualitas yang nantinya akan mengharumkan nama daerah dan masyarakat Kabupaten Mempawah diberbagai ajang turnamen sepakbola baik tingkat provinsi bahkan nasional.

“Melalui turnamen ini, saya membuka jalan kita kepada atlet dan masyarakat untuk menyalurkan bakatnya. Bukan tidak mungkin nanti akan lahir atlet sepakbola handal masa depan di cabang sepakbola dan futsal,” katanya.
Rahmad Satria menyerahkan trofi kepada para pemenang turnamen sepakbola Rahmad Satria Cup 2017
 Secara khusus Rahmad bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara, muspika, masyarakat maupun kesebelasan dan supoter peserta turnamen Rahmad Satria Cup 2017. Berkat kerjasama yang kompak dan saling bahu-membahu dan penuh kesadaran, turnamen sepakbola ini dapat berlangsung sukses dan lancar.

“Saya sangat bangga, seluruh pertandingan berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Bahkan, dalam catatan pertandingan hanya ada 70 kartu yang dikuarkan wasit selama pelaksanaan turnamen yang diikuti 70 club. Ini membuktikan para pemain semakin dewasa dan sportif dalam bertanding,” pungkas dia.

Senin, 24 April 2017

Komitmen Rahmad Satria Memasyarakatkan Olahraga

Ketua Askab PSSI sekaligus Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit saat pembukaan turnamen futsal Peniraman Cup 2017
Komitmen Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, DR. H Rahmad Satria, SH, MH untuk memasyarakatkan olahraga terus dibuktikan. Kali ini, Ketua Askab PSSI Mempawah itu menggelar open turnamen futsal 2017 se-Kabupaten Mempawah di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (22/4) malam.

“Banyak sekali tujuan dan manfaat yang kita dapatkan melalui kegiatan-kegiatan olahraga. Salah satunya open turnamen futsal yang sedang kita laksanakan di Desa Peniraman ini,” kata Rahmad Satria dalam sambutannya.

Yakni, lanjut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah itu, untuk menjaring atlet-atlet futsal berkualitas yang nantinya akan mengharumkan nama daerah dan masyarakat Kabupaten Mempawah diberbagai ajang turnamen futsal baik tingkat provinsi bahkan nasional.

“Turnamen ini sekaligus untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Karena, olahraga itu sangat penting. Tidak hanya untuk menjaga stamina dan kesehatan, melainkan juga menghindari kita dari pengaruh negative dilingkungan masyarakat,” tuturnya.
Para pemain futsal disalami Rahmad Satria
Bahkan, masih menurut Politisi Senior Golkar Kabupaten Mempawah itu, gerakan olahraga sebagai upaya untuk mendukung kebijakan Presiden yakni revolusi mental. Karena melalui olahraga, para generasi bangsa ini akan tumbuh menjadi manusia yang sehat dan berkualitas.

“Contohnya saja pada turnamen futsal ini yang mayoritas pesertanya merupakan anak-anak muda. Dengan aktif berolahraga, mereka akan tumbuh sehat dan kuat menjadi generasi yang berkualitas. Mereka-mereka inilah yang nantinya akan melanjutkan estafet pembangunan daerah,” ujarnya.

Bukan hanya itu, masih menurut Rahmad Satria, olahraga juga bagian dari upaya pembentukan mental manusia. Tak hanya untuk pemain atau atlet, termasuk pula para penonton yang menyaksikan pertandingan olahraga itu sendiri.

“Pembinaan olahraga erat kaitannya dengan pembentukan karakter. Pemain sepakbola dan penonton, mental dan emosionalnya harus terjaga. Pemain harus patuh pada aturan main yang ditegakan oleh wasit. Bahkan, bagi pemain yang melanggar aturan main, akan dikenakan sanksi berupa kartu kuning dan merah,” ucapnya.
Rahmad Satria dan muspika Sungai Pinyuh berfoto bersama para pemain futsal peserta Peniraman Cup
Begitu pun para penonton, imbuh Rahmad Satria, harus patuh dan tertib dalam menyaksikan setiap pertandingan. Penonton tidak boleh mencaci maki atau mencerca wasit maupun pemain. Apalagi sampai melakukan tindakan fisik seperti memukul dan lainnya.

“Penonton pun bisa dikenakan sanksi pidana apabila melanggar aturan main yang berlaku. Maka, saya ingatkan kepada seluruh pemain, penonton maupun official harus patuh dan taat terhadap aturan main yang dijalankan oleh wasit. Tidak boleh kita memaksakan kehendak sendiri,” pesannya.

“Saya berharap turnamen futsal ini dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Karena, melalui kegiatan turnamen ini, panitia, pemain dan seluruh masyarakat Desa Peniraman telah mencatatkan sejarah. Mari kita pererat persatuan dan kesatuan serta silahturahmi melalui turnamen futsal ini,” tukasnya.