Jumat, 23 Desember 2016

Jaring Pesepakbola Potensial di Liga Persiwah

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria menyerahkan secara simbolis bola kepada wasit yang memimpin Liga Persiwah
Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah kembali menggulirkan kompetisi sepakbola bergengsi. Kali ini turnamen Liga Persiwah yang diikuti 24 klub anggota Askab PSSI Mempawah. Berlangsung sejak 20 Desember 2016-10 Januari, turnamen ini dibuka Ketua Askab PSSI, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, di Stadion Opu Daeng Manambon Mempawah, Selasa (20/12).

Dalam sambutannya, Rahmad Satria menilai turnamen ini memiliki arti yang penting. Selain untuk menghibur masyarakat khususnya pecinta sepakbola juga upaya Askab PSSI untuk menjaring atlet-atlet sepakbola berbakat yang nanti akan menjadi pemain Persiwah Mempawah di berbagai ajang baik regional maupun nasional yang diikuti.

“Kami berharap dengan pelaksanaan turnamen ini semakin menambah gairah dan semangat para insan olahraga untuk terus berkomitmen memajukan pesepakbolaan di Kabupaten Mempawah. Tentu kita ingin kesebelasan Persiwah Mempawah kedepannya menjadi kesebelasan yang semakin solid, berkarakter dan diisi para pemain berbakat,” ujarnya.

Tidak lupa kepada 24 klub peserta, ofisial maupun para penonton dan pendukung setiap kesebelasan yang berlaga, diharapkan Rahmad Satria, dapat menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan semangat fair play. Menurut dia, menang atau kalah itu biasa tetapi yang terpenting punya tujuan yang sama untuk memajukan sepakbola di Kabupaten Mempawah.

“Liga Nusantara ini bukannya tujuan, tetapi alat untuk mencapai tujuan. Tujuannya apa? Tujuannya adalah memajukan sepakbola di Kabupaten Mempawah dan sekaligus mencari bakat-bakat sepakbola di daerah ini untuk kita bina dan dilatih dalam tim yang sama yaitu Persiwah Mempawah,” katanya.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Ismayuda Imran, mengatakan Liga Persiwah ini merupakan bentuk komitmen Askab PSSI Kabupaten Mempawah untuk menggalakkan  kembali semangat sepakbola di Kabupaten Mempawah. Ia berharap turnamen ini akan melahirkan pemain sepakbola bertalenta.

“Ini bukan sekedar kompetisi, tetapi kita akan pantau para pemain potensial yang nanti akan kita tarik bergabung untuk memperkuat Persiwah Mempawah. Ada talent scout atau pencari bakat kita yang bertugas memantau para pemain dari 24 klub yang berlaga di Liga Persiwah,” ucapnya.

Senin, 19 Desember 2016

Kwarcab Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, memasangkan tanda peserta pelatihan pengembangan kepemimpinan yang digelar Kwarcab Mempawah di BLPP Anjongan
Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah menggelar Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK), 17-18 Desember di Balai Pendidikan Dan Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) Anjongan. Dibuka Ketua Kwarcab, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, LPK ini merupakan wadah untuk mempersiapkan para anggota pramuka menjadi pemimpin masa depan.

Seperti yang disampaikan Rahmad Satria saat membuka LPK yang diikuti 106 anggota pramuka, kepemimpinan atau seorang pemimpin tidak lahir secara instan dan begitu saja tetapi butuh proses, satu diantaranya melalui pelatihan-pelatihan.

“Dan melalui kegiatan LPK ini diharapkan para peserta kedepannya harus bisa menjadi seorang pemimpin. Minimal jika tidak bisa menjadi pempimpin bangsa dan negara, daerah atau organisasi, anggota pramuka bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan keluarga,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini mengatakan, untuk menjadi pemimpin seseorang harus memiliki sifat yang baik, amanah, bertanggungjawab, dan berbudi luhur serta mampu mendorong orang yang dipimpinnya bisa menjadi pemimpin.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat menjadikan orang yang dipimpinnya menjadi pemimpin lagi. Begitu juga sebaliknya, pemimpin yang tidak baik adalah pemimpin yang tidak memberi kesempatan atau melatih anak buahnya menjadi pemimpin,” ujarnya.

Terkait LPK yang dilaksanakan pihaknya ini, dijelaskan Rahmad, merupakan wujud persiapan Kwarcab untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan di masa depan. Ia menjelaskan, pemimpin pasti akan berganti karena ada masanya dan setiap masa ada pemimpinnya.

“Mari persiapkan diri adik-adik semua untuk menjadi pemimpin. Jadilah pemimpin yang penuh inovasi, kreatif, pekerja keras. Jangan lupa, suksesnya seorang pemimpin, ada restu dan doa orangtua didalamnya. Jadi jangan lupakan orangtua dan berbaktilah. Selain itu teruslah belajar dan memperbanyak ibadah,” ucapnya.

Sebelumnya ketua panitia, Hambali, S.Pd, dalam laporannya mengatakan LPK ini bertujuan untuk melatih anggota pramuka penegak dan pandega agar memiliki kecakapan dalam keterampilan memimpin. Para peserta merupakan Pengurus Dewan Ambalan, Pengurus Dewan Kerja Ranting dan Dewan Kerja Cabang se Kabupaten Mempawah.

Adapun materi yang disampaikan diantaranya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, AD/ART, visi dan misi Gerakan Pramuka, kepemimpinan dan dasar-dasar jurnalistik. Khusus materi kepemimpinan dan dasar-dasar jurnalistik disampaikan Rahmad Satria dan Dian Sastra selaku Ketua Ikatan Jurnalis Bestari (I-JARI) Mempawah.

Kamis, 08 Desember 2016

Bijaksana Menggunakan Medsos

Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH
Ketua DPRD Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, meminta kepada masyarakat untuk bijaksana dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial, misalnya facebook, twitter, instagram dan lain sebagainya.
“Keberadaan media sosial sebagai wadah untuk mencari informasi, patut kita acungi jempol. Pelbagai peristiwa yang terjadi di manapun, akan lebih cepat kita ketahui dari medsos, daripada media online maupun elektronik. Sangat Up to Date!” jelasnya ketika menjadi narasumber Diskusi Panel Jurnalis Santun dan Beretika yang digagas Ikatan Jurnalis Bestari (I-JARI) Mempawah di ruang rapat DPRD Kabupaten Mempawah, Rabu (7/12).
Dari media sosial pula, tambah Rahmad, kita bisa terhubung dengan dunia luar, bahkan mampu terkoneksi dengan banyak hal, termasuk menambah pergaulan dengan teman-teman yang berada sangat jauh dan sudah terpisah cukup lama. “Bahkan kita bisa menjalin silaturahmi dengan teman-teman alumni semaasa sekolah di SD, SMP, SMA bahkan waktu kuliah,” ujarnya seraya tersenyum.
Pun demikian, bukan berarti media sosial tidak memiliki efek negatif. Rahmad Satria memaparkan soal banyaknya peristiwa yang merugikan orang lain juga terjadi di media sosial, misalnya menjadi ajang fitnah, menyebarkan berita bohong, dan tindak kriminal penipuan.
“Karena itu, melalui diskusi panel ini, saya berharap rekan-rekan media dapat mentransfer pengetahuan akan bahaya media sosial, dan memberikan pencerahan agar masyarakat dapat bijaksana menggunakannya,” ucapnya.
Dan yang wajib diketahui masyarakat adalah soal revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eletronik (UU ITE) yang mulai diberlakukan sejak 28 Nopember kemarin. Salahsatu isi revisi UU ITE tersebut adalah, petugas kepolisian berhak melakukan penggeledahan, penyitaan, penangkapan dan penahanan tanpa harus menunggu izin dan ketetapan dari Pengadilan. Petugas kepolisian dapat melaksanakan tugasnya sesuai laporan pelapor pelanggaran UU ITE dengan ketentuan KUHAP.
“Jadi saya ingatkan kembali, bijaksana dan hati-hati menggunakan media sosial. Jangan jadikan akun media sosial untuk menfitnah, menyebarkan kabar bohong ataupun menjadi ajang untuk melakukan kejahatan,” tegasnya.

Senin, 05 Desember 2016

Rahmad Dukung Futsal se Kalbar

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan hadiah kepada pemenang open turnamen Futsal se Kalbar, Comvany Mempawah
Turnamen futsal antar klub memperebutkan Piala Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, yang digelar Persijura Jungkat, Jumat (2/12) malam, resmi berakhir. Pada babak final yang berlangsung di Lapangan Futsal MJ Jungkat, Kecamatan Siantan, tim Comvany Mempawah berhasil menjadi juara usai menundukkan PSP Pontianak dengan skor 7-3.
Ketua Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, saat menutup kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada Persijura yang dinilainya sanggup dan berhasil melaksanakan turnamen futsal tingkat Kalimantan Barat. Selaku ketua Askab PSSI dan Persiwah Mempawah, Rahmad mendukung turnamen yang digelar Persijura dengan menyediakan piala bergilir dan uang pembinaan.
“Karena ini berbentuk piala bergilir, saya minta tahun depan turnamen ini kembali digelar tentu dengan penyelenggaraan yang lebih besar lagi. Intinya masyarakat, suporter, pemain dan ofisial dapat berpegang teguh pada semangat fair play dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Terkait turnamen futsal ini, diharapkan Rahmad dapat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Melalui open turnamen futsal ini, Rahmad mengajak seluruh pihak senantiasa bersatu dalam perbedaan dan berbeda dalam persatuan. “Disini kita selain berbeda tim, juga berbeda agama, suku dan ras. Meski berbeda kita tetap bersatu dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” ucapnya.
Sebelumya Ketua Panitia, Adi Wasito, dalam laporan singkatnya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, maupun Muspika Siantan yang sudah mendukung dan memberikan bantuan sehingga Open Turnamen Persijura 2016 dapat berjalan dengan sukses, aman dan lancar.
“Kami akui masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan ini, tetapi kami akan berupaya dengan maksimal agar kedepannya turnamen ini dapat kami laksanakan kembali dengan lebih baik lagi. Terima kasih kepada suporter, pemain maupun ofisial dan masyarakat yang sudah bersikap sportif sehingga kegiatan ini berjalan tertib, aman dan lancar” ucapnya.

Jumat, 02 Desember 2016

Dragon Boat Piala Rahmad Satria

Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyerahkan trofi kepada manajer tim dragon boat Elang Putih Mempawah, Anwar
Tim dayung Elang Putih 2 asal Mempawah berhasil menjadi juara pertama Lomba Sampan Dragon Boat Piala Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Berlangsung di Sungai Kuala Mempawah, Kamis (1/12), even lomba yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan even budaya Robo’-Robo ini disaksikan ribuan warga dari berbagai daerah di Kalbar.
Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalbar, Abdi Nurkamil, yang hadir pada even lomba ini mengatakan PODSI memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan Lomba Sampan Dragon Boat yang memperebutkan Piala Ketua DPRD, Rahmad Satria. Sebagai bentuk dukungan, imbuh dia, PODSI Kalbar meminjamkan empat unit dragon boat 22 pedayung.
“Karena PODSI Mempawah belum memiliki dragon boat, maka kami pinjamkan. Sebetulnya kita di PODSI Kalbar juga ada memiliki dragon boat 12 pedayung. Namun karena ada kendala teknis, dragon boat itu saat ini masih berada di Kabupaten Kayong Utara. Terkendala ombak jadi tidak bisa dikirim kesini tepat waktu,” jelasnya.
Terkait PODSI Mempawah yang belum memiliki dragon boat, Abdi kemudian menyarankan pemerintah daerah dan DPRD dapat menganggarkan dana untuk membelinya. Dengan demikian, pembinaan atlet dayung kedepannya akan semakin mudah. “Secara pribadi saya ucapkan terima kasih kepada Bang Rahmad Satria, tentunya tahun depan lomba ini tidak sebatas tingkat tertentu tetapi tingkat se Kalbar, kami akan mendukung,” ucapnya.
Ketua DPRD, Rahmad Satria, saat membuka lomba dragon boat yang diikuti 12 tim ini mengaku baru tahu kalau Mempawah belum memiliki dragon boat dan masih meminjam ke PODSI Kalbar. Meski demikian, ia mengaku siap mengupayakan pengganggaran minimal pada APBD Perubahan 2017. “Kita upayakan 4 sampan dragon untuk latihan maupun lomba. Jadi kita tidak perlu meminjam lagi, sudah punya sendiri,” jelasnya yang disambut tepuk tangan para pedayung.
Terkait even lomba yang diikuti perwakilan Sekadau, Sambas, Kubu Raya, Kota Pontianak dan Mempawah ini, Rahmad berharap dapat kembali digelar, tentu dengan jumlah daerah dan peserta yang lebih banyak. Oleh karena itu, ia menyarankan PODSI Kalbar agar mempercayakan Kabupaten Mempawah sebagai tuan rumah di tingkat provinsi. Mempawah, imbuh Rahmad, siap sebagai tuan rumah.
“Kami minta nanti PODSI Kalbar yang mengundang peserta. Kami yakin jika PODSI Kalbar yang mengundang, maka banyak peserta dari berbagai daerah baik kabupaten/kota se Kalbar bahkan dari luar provinsi yang ambil bagian. Dengan demikian, Mempawah bisa menjadi tempat wisata indah untuk dayung di Kalbar,” katanya.
Usai pembukaan lomba dragon boat, Rahmad Satria kemudian menerima amanah dari Ketua PODSI Kalbar, Abdi Nurkamil untuk menjadi tokoh yang peduli dengan olahraga Dayung Kalbar. Amanah itu ditandai dengan pemasangan secara simbolis tanjak laksamana dan selempang.
Berikut ini juara Lomba Dragon Boat 2016, juara pertama diraih Elang Putih 2 (Mempawah), juara kedua diraih Elang Putih 3 (Mempawah), juara ketiga Landas (Mempawah) dan juara keempat diraih Bintang Hitam Rabin (Mempawah). Selain trofi, Ketua DPRD, Rahmad Satria juga menyediakan total hadiah sebesar Rp 30 juta. 

Senin, 21 November 2016

Persegal Raih Piala Ketua Askab PSSI

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan tropi kepada Kesebelasan Persegal Galang yang menjadi juara
Kesebelasan Persegal Desa Galang berhasil menjadi juara turnamen sepakbola Open Cup Desa Galang yang memperebutkan piala Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Berkat quatrik atau empat gol yang dicetak Adi Satibi, kesebelasan andalan Desa Galang ini berhasil menyudahi perlawan Asasul Mutaqin asal Desa Pasir dengan skor 4-1 pada babak final yang berlangsung di Lapangan Karang Taruna Tunas Baru, Jalan Siliwangi, Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Minggu (20/11) sore.
Turnamen yang berlangsung sejak sebulan lalu itu, ditutup secara resmi oleh Ketua Askab, Rahmad Satria. Usai babak final berakhir, ia atas nama Askab PSSI mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh jajaran Pemerintahan Desa Galang maupun para suporter dan penonton sehingga turnamen ini dapat terlaksana dengan sukses, aman dan lancar.
“Alhamdulillah, keinginan kita agar turnamen ini menjunjung tinggi semangat fair play dapat terwujud. Terima kasih kepada Kepala Desa Galang yang kami nilai punya komitmen penuh pada penyelenggaran turnamen ini. Kami di PSSI punya tugas mengembangkan sepakbola dan kepala desa beserta seluruh aparat Pemerintahan Desa Galang punya semangat untuk membangun olahraga di desanya,” ucapnya.
Pertandingan Persegal melawan Asasul Mutaqin ini berjalan seru. Disaksikan seribuan penonton, kedua kesebelasan sejak peluit dibunyikan wasit Mulyadi, saling jual beli serangan. Hanya saja kerjasama dan mekanisme serangan Persegal lebih terorganisir. Hasilnya, tim kebanggaan masyarakat Galang ini berhasil mencetak gol pertama melalui kepala Adi. Skor 1-0 untuk keunggulan Persegal bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Asasul Mutaqin mulai mengambil inisiatif penyerangan. Namun kerjasama antar pemain selalu kandas di benteng pertahanan Persegal. Tak ingin kecolongan gol, Persegal kemudian balik menyusun serangan. Dan pergerakan Adi lagi-lagi menjadi momok benteng pertahanan Asasul. Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor tiga kali berturut-turut sebelum diperkecil oleh pemain Asasul, Salam. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 4-1.
Atas prestasinya menjadi juara turnamen Open Cup Desa Galang, kesebelasan Persegal berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 10 juta plus trofi dan piala bergilir Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria. Sedangkan Asasul Mutaqin yang meraih juara kedua, mendapat hadiah uang Rp 7 juta beserta trofi.
Sementara itu untuk kuara ketiga diraih Lamambon Anjongan dengan hadiah uang pembinaan Rp 5 juta plus trofi dan juara keempat diraih PSDW Wajok dan berhak mendapat uang pembinaan Rp 3 juta plus trofi. Sedangkan top skor dengan enam gol diraih Welly dari PSM Malikian. ia berhak membawa pulang uang pembinaan Rp 1 Juta.
Ketua panitia, Abdul Holik, mengucapkan terima kasih atas dukungan Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria dan Kepala Desa Galang, Rasidi, beserta seluruh pihak baik moril maupun materil sehingga pelaksanaan Open Cup Desa Galang dapat berjalan sukses, aman dan lancar. “Semoga di tahun mendatang, turnamen ini dapat kembali kita gelar dengan lebih besar lagi,” ucapnya.

Selasa, 15 November 2016

Rahmad Kukuhkan Pengurus Saka Kencana

Ketua Kwarcab Rahmad Satria menyaksikan penandatanganan ikrar pengukuhan Saka Kencana Kabupaten Mempawah oleh K Vinencia Tarigan
Kepengurusan Satuan Karya Keluarga Berencana (Saka Kencana) Kabupaten Mempawah masa bakti 2016-2021, Senin (14/11), resmi dikukuhkan. Diketuai Dra. K Vinencia Tarigan, M.Si, pengukuhan dilakukan Ketua Kwartir Cabang, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH dan disaksikan Wakil Bupati Mempawah, H. Gusti Ramlana, S.Sos dan Kepala BKKBN Kalbar, Drs. Kusmana, di Gedung PGRI Mempawah.
Tahapan pengukuhan yang dilasaksanakan saat kegiatan Jambore GenRe Saka Kencana Kabupaten Mempawah dimulai dengan pembacaan surat keputusan. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab yang diajukan Ketua Kwarcab dan dijawab pengurus Saka Kencana, pembacaan Tri Satya, pembacaan dan pendatanganan ikrar dan diakhiri penyematan tanda jabatan pimpinan Cabang Saka Kencana oleh Ketua Kwarcab, Rahmad Satria kepada Ketua Saka Kencana, K Vinencia Tarigan.
“Saya berharap dengan kepengurusan yang baru, Saka Kencana dapat memberikan kontribusi dan karya kepada bangsa dan negara.  Sebagai anggota Saka Kecana, kita harus bangga. Mari kita ajak dan kita bina adik-adik kita sekalian menjadi generasi lebih baik, dan ini merupakan sebuah amanah,” ujar Rahmad Satria berpesan.
Tidak lupa Rahmad berpesan agar Saka Kencana bersama Saka-Saka lainnya dapat terus eksis sehingga mendukung keaktifan gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah. Apalagi, kegiatan kepramukaan di Kabupaten Mempawah mendapat predikat Tergiat I se-Kalbar dari Kwarda Kalbar.
“Dari sisi kegiatan ini tentu harus dipertahankan bahkan ditingkatkan, tetapi tentu saja kegiatan yang banyak tanpa berbekas juga tidak ada maknanya. Yang terpenting kegiatan kepramukaan yang kita laksanakan ini memberikan efek yang nyata bagi pribadi anggota pramuka, masyarakat dan lingkungan kita,” ujarnya.
Mengenai Jambore GenRe Saka Kencana, Rahmad berpesan kepada peserta agar mentransfer ilmu yang didapat dalam kegiatan tersebut kepada rekan-rekan, orangtua, keluarga dan lingkungan sekitar. “Kita tidak mungkin melakukan pelatihan untuk seluruh generasi muda  di Kabupaten Mempawah. Nah disini peran penting para peserta untuk menginformasikan ilmu yang didapat kepada yang lain agar bermanfaat,” ucapnya

Senin, 14 November 2016

Bangun Komunikasi dan Kekompakan

Ketua DPRD, Rahmad Satria, memberikan sambutan pada kegiatan tasyakuran yang digelar Kades Mendalok
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, Minggu (13/11), menjalin silaturahmi dengan masyarakat Desa Mendalok, Kecamatan Sungai Kunyit. Politikus dari Partai Golkar menghadiri tasyakuran yang digelar Kepala Desa Mendalok, Ilham M Amin, yang akan berangkat umrah ke tanah suci bersama sang istri, Neti Indriyani.
Di hadapan seribuan masyarakat yang hadir, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini mengajak warga Desa Mendalok untuk memanfaatkan setiap waktu untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, terutama atas berkat limpahan rahmat, nikmat, dan rezeki-Nya.
“Termasuk bersyukur atas kesempatan menunaikan ibadah umrah di tanah suci yang didapat Pak Ilham M Amin. Saya mendoakan, semoga bapak dan ibu di sini bisa mengikuti beliau, diberikan rezeki untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji,” ucap Rahmad yang diamini seluruh masyarakat yang hadir.
Pada kesempatan itu, Rahmad Satria mengajak masyarakat Desa Mendalok untuk tidak memutus komunikasi atau hubungan yang baik kepada sesama manusia (hablum minannas) maupun kepada Allah (hablum minallah). Menurut Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Mempawah itu, untuk sukses harus pandai dan rajin membangun komunikasi.
“Komunikasi sesama manusia harus baik dan komunikasi kepada Allah SWT juga harus lebih baik. Nah khusus kepada sesama manusia, kita harus membangun komunikasi bersama sahabat, keluarga, tetangga, dan masyarakat. Jika sudah terjalin komunikasi yang baik, maka kita semakin kompak. Apa yang kita inginkan dapat tercapai termasuk sukses membangun desa,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Rahmad Satria atas nama Pemerintahan Kabupaten Mempawah kemudian mengajak masyarakat Desa Mendalok maupun masyarakat desa lainnya untuk membangun kebersamaan dan kekompakan. “Jika kita sudah kompak maka mudah bagi kita baik pemerintah maupun masyarakat melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan,” ucapnya.
Sebelumnya Kepala Desa Mendalok, Ilham M Amin menjelaskan tasyakuran memiliki arti istimewa bagi dirinya sekeluarga. Selain bentuk syukur kepada Allah SWT atas kesempatan melaksanakan ibadah umrah, juga dihari yang sama dirinya dan sang anak merayakan ulang tahun. Istimewanya lagi, imbuh dia, tanggal 13 November ini juga bertepatan dengan ulang tahun pernikahannya.
“Bulan November ini begitu istimewa bagi saya. Karena di bulan ini juga saya pertama kali dilantik sebagai Kepala Desa Mendalok pada 2006 silam dan di bulan ini juga usia kepemimpinan saya di Mendalok mencapai 10 tahun. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat Mendalok yang ikut membantu saya membangun desa ini,” ujarnya.
Terkait jelang keberangkatannya melaksanakan ibadah umrah, Ilham menyampaikan permohonan maaf jika selama dirinya menjabat sebagai kepala desa ada berbuat salah atau bertutur kata yang menyakiti hati. “Saya berdoa, semoga bapak dan ibu dapat diberi kesempatan oleh Allah untuk beribadah ke tanah suci, walau belum bisa haji tetapi ada kesempatan melaksanakan umrah,” katanya.
Tasyakuran di kediaman Ilham M Amin, turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Mempawah Dapil Sungai Kunyit, Toho dan Anjongan dari Partai Golkar, Syarif M Shaleh. Bertindak sebagai penceramah, Drs. Arif Sofyan, M.Si. Kegiatan ini dihadiri seribuan masyarakat Desa Mendalok dan sekitarnya.

Jumat, 11 November 2016

Sesalkan Penundaan Pilkades Serentak

Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH
Penundaan jadwal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 19 desa dari semula Desember 2016 menjadi tahun 2017, membuat Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, kecewa. Kepada para wartawan, Rahmad menilai penundaan ini sudah mengangkangi hak masyarakat yang ingin kepala desa definitif.
“Masyarakat tentu kecewa atas penundaan Pilkades serentak ini. Padahal Pilkades itu adalah hak masyarakat untuk mendapatkan kepala desa yang definitif,” kata Rahmad Satria saat ditemui di kediaman dinasnya, Kamis (10/11).
Terkait adanya penundaan ini, Rahmad menilai perlu ada klarifikasi. Dimana letak kesalahan dan kekeliruan atas penundaan Pilkades serentak itu sehingga tidak merugikan masyarakat. “Penundaan ini tentu membuat masyarakat merasa dirugikan. Saya menilai instansi terkait telah melakukan pembiaran hingga terjadi penundaan,” ujar dia.
Lebih lanjut, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini mengatakan, kalau memang pemerintah daerah tidak sanggup, desa bisa melaksanakan Pilkades secara mandiri. “Hanya saja karena ada aturan yang mengharuskan Pilkades dibantu melalui dana APBD Kabupaten, maka desa tidak mengupayakan untuk mencari biaya sendiri untuk Pilkades,” ungkapnya.
Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Mempawah ini menilai tidak ada alasan bagi instansi terkait untuk melakukan penundaan. Sebab, penyelenggaraan Pilkades serentak telah masuk dalam program kerja pemerintah daerah dan telah mendapatkan alokasi anggaran melalui APBD 2016. Artinya, secara persiapan telah disusun dengan matang sejak jauh hari.
“Ini membuktikan instansi terkait tidak memiliki manajemen yang baik. Sehingga tidak mampu mengaplikasikan program kerja daerah yang telah disusun dan dianggarkan. Penundaan pilkades serentak ini tentu akan mempengaruhi kemajuan desa,” beber dia.
Belum lagi, imbuh dia, keberadaan penjabat (Pj) kepala desa yang ditempatkan pemerintah daerah untuk mengisi kekosongan posisi kepala desa, yang tidak dapat membuat suatu kebijakan yang bersifat global. Melainkan untuk kegiatan yang besifat rutinitas. Sementara penyerapan ADD maupun dana desa seharusnya dapat dimaksimalkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Penundaan ini tentu memicu pertanyaan, ada apanya ini? Kenapa disaat jabatan kepala desa sudah banyak yang berakhir dan ditempatkan Pj Kades, malah Pilkadesnya serentaknya yang tidak jadi tahun ini,” ucapnya heran.