Senin, 01 Mei 2017

Lulusan MAS Rahmatan Lil Alamin Diminta Lanjutkan Pendidikan

Rahmad Satria bersama KH Adnan Kasogi pada peringatan Isra Miraj Rasulullah yang dirangkai pelepasan siswa kelas XII MAS Rahmatan Lil Alamin, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah
Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Rahmatan Lil ‘Alamin, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, kembali melepas siswa-siswinya yang duduk di bangku kelas XII. Pelepasan para siswa ini dilakukan Ketua Lembaga Rahmatan Lil ‘Alamin, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, yang didampingi kepala madrasah, Nur’Aini, S.Ag, M.Pd.I, di halaman MAS tersebut, Sabtu (29/4) malam.

Pelepasan para siswa ini terasa istimewa karena selain dihadiri para orangtua dan wali, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1438 H yang dihadiri seribuan umat muslim dan menghadirkan ulama asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, KH Adnan Kasogi, S.Pd.I. Ia merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Amin Kudus.
Rahmad Satria memberikan sambutan saat melepas para siswa kelas XII
Dalam tausiahnya, Adnan Kasogi memaparkan secara jelas makna yang terkandung dalam perjalanan Isra Miraj Rasulullah SAW yakni Isra yang merupakan momen baginda nabi "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Miraj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi.

“Di sini beliau, Baginda Rasul junjungan kita mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan kewajiban salat lima waktu. Perjalanan Isra Miraj Nabi Allah ini harus kita imani dan percaya, karena bentuk kuasa Allah yang jika sudah keinginan-Nya, maka dengan mudah dilakukan,” katanya.

Berkaitan dengan makna Isra Miraj dan perintah salat, dijelaskan Adnan Kasogi, ada terletak pada perjalanan Rasulullah dari masjid ke masjid yang dilakukan pada saat malam hari. Ia kemudian menjelaskan ke seluruh jemaah yang hadir yakni mengenai makna Isra yang dilakukan nabi yang dimulai dari Masjidil Haram dari Madinah menuju Masjidil Aqsa di Palestina/Yerusallem.

“Kenapa tidak dari rumah ke rumah atau dari istana ke istana? Nah disini Allah dan Rasulullah mendidik kita untuk memperbanyak beribadah secara berjemaah di masjid, sering-sering ke masjid agar hidup kita diberkahi Allah SWT,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat mendengarkan sambutan Rahmad Satria
Kemudian berkenaan dengan perjalanan Isra Miraj Rasulullah SAW yang dilakukan pada malam hari bukan pada pagi atau siang hari, diterangkan Adnan Kasogi, merupakan edukasi bagi umat Muslim untuk senantiasa bangun pada malam hari untuk melaksanakan ibadah. “Malam hari merupakan waktu yang mustajab untuk kita beribadah, berdoa dan memohon kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ketua Lembaga Rahmatan Lil ‘Alamin, Rahmad Satria, dalam sambutannya berharap masyarakat yang hadir pada peringatan Isra Miraj ini dapat keberkahan dari Allah SWT dan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW. “Yang terpenting dari peringatan Isra Miraj ini adalah upaya kita untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas ibadah salat kita agar semakin bertakwa dan beriman kepada Allah SWT,” katanya.

Kepada siswa kelas XII yang baru saja dilepas ini, didoakan Rahmad agar lulus semua. Ia juga meminta kepada orangtua siswa untuk melanjutkan pendidikan anak ke jenjang yang lebih tinggi. Apalagi sudah banyak siswa disini yang masuk di beragam bidang profesi pekerjaan dan melanjutkan pendidikan di bangku kuliah.

“Bagi siswa yang berprestasi terutama dari kalangan tak mampu yang ingin kuliah tetapi tidak ada biaya, jangan khawatir. Kita ada kontrak beasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi diantaranya Universitas Panca Bhakti Pontianak dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini.
Para siswa kelas XII berfoto bersama Rahmad Satria, KH Adnan Kasogi dan Kepala MAS Rahmatan Lil Alamin, Nur'aini
Tidak lupa, Rahmad berharap kepada para orangtua apabila ada anaknya mendapat hukuman dari guru selama mengenyam pendidikan di MAS Rahmatan Lil ‘Alamin, untuk memakluminya. Rahmad meyakinkan bahwa apa yang dilakukan para guru atau pengajar itu semata-mata demi kebaikan peserta didik agar menjadi anak yang baik, berguna bagi orangtua, agama serta nusa dan bangsa.

“Guru yang menghukum atau memberi sanksi pasti ada alasan, itu semua demi kebaikan siswa dan sanksi yang diberikan juga sifatnya mendidik. Jadi bukan bentuk pelanggaran HAM. Apa yang dilakukan guru tentu harus kita hargai dan kita ucapkan terima kasih. Karena berkat mereka, para siswa tak hanya mendapat ilmu akademik tetapi juga ilmu agama serta budi pekerti,” ucapnya.
Penyerahan cinderamata kepada Ketua Lembaga Rahmatan Lil Alamin, Rahmad Satria, dari perwakilan siswa kelas XII
Sebelumnya Kepala MAS Rahmatan Lil ‘Alamin, Nur’aini, dalam laporannya mengatakan jumlah siswa kelas XII tahun ajarang 2016/2017 yang dilepas ada 49 orang. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada para orangtua yang sudah menitipkan anaknya di madarasah yang ia pimpin, apabila ada perbuatan atau yang menyingung orangtua siswa.

“Maksud kami tak lain dan tak bukan adalah membentuk dan membina akhlakul kharimah pada anak didik kami. Hari ini, kami kembalikan anak bapak dan ibu untuk dididik lebih lanjut. Semoga MAS Rahmatan Lil Alamin semakin eksis dan siswanya berprestasi seperti yang dilakukan siswa kita baru-baru ini yakni juara kedua Olimpiade Sains tingkat kabupaten dan lulus seleksi Paskibra tingkat kabupaten,” pungkas dia.

Jumat, 28 April 2017

Dorong Inovasi Petani dan Nelayan

Ketua DPRD, Rahmad Satria, didampingi Sekda Mochrizal dan Kepala DPKP2, Ridwan Rusli, menggunting pita sebagai tandai dimulainya pasar tani nelayan di halaman DPKP2 Mempawah
Semarak pasar tani dan nelayan yang berlangsung dua hari, 26-27 April 2017 di halaman Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKP2) Kabupaten Mempawah, mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Ia menilai pasar yang digagas DPKP2 itu mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai disini tetapi dapat dilanjutkan seterusnya. Saya menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Tak hanya bagi para petani dan nelayan tetapi juga masyarakat. Disini masyarakat bisa mendapatkan beragam produk-produk olahan pertanian dan perikanan dengan harga terjangkau,” katanya disela-sela meninjau stan pasar tani nelayan, Rabu (27/4).
Beras asli Kabupaten Mempawah yang disukai Rahmad Satria
Selama meninjau stan dan melihat langsung berbagai produk yang dijual para petani dan nelayan, Rahmad Satria tertarik. Diantaranya beras asli dari pertanian di Kabupaten Mempawah, kemudian berbagai jenis ikan asin, olahan nenas dan sayur-mayur.

“Saya lihat beras asli Mempawah tidak kalah dengan beras dari luar seperti pulau Jawa. Beras Mempawah yang dijual disini, nasinya bagus. Sudah saya coba. Belum lagi abon jantung pisang, selama ini masyarakat hanya tahu abon dari daging sekarang ada dari sayur-sayuran. Ini langkah inovatif dari petani dan nelayan dan harus ditingkatkan sehingga menjadi ciri khas Mempawah kedepannya,” ungkapnya.
Ketua DPRD, Rahmad Satria didampingi Kepala DPKP2, Ridwan Rusli, sedang menunjukkan produk olahan nenas Kabupaten Mempawah
Berkaitan dengan produk-produk asli Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria meminta pelaku usaha baik dari kalangan petani maupun nelayan nantinya dapat mengemas secara menarik produk yang dihasilkan. Diantaranya dengan memberi merk atau label sehingga bisa menambah nilai jual.

“Selain sebagai ciri khas, label atau merk juga memudahkan masyarakat atau konsumen untuk mengingat produk yang dihasilkan. Apalagi sekarang market-market besar dan modern menginginkan produk UMKM memiliki label dan merk. Jika tidak ada, maka sulit untuk memasarkannya,” ujar dia.

Rabu, 26 April 2017

Rahmad Satria Cup Sukses

Ketua DPRD, Rahmad Satria berfoto bersama para pemenang turnamen Rahmad Satria Cup 2017 di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah yang juga Ketua DPRD Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, mengatakan turnamen sepakbola maupun futsal yang diselenggarakannya di beberapa kecamatan di Kabupaten Mempawah merupakan upaya mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga di masyarakat.

Hal ini disampaikan Rahmad Satria usai menutup turnamen Sepakbola Rahmad Satria Cup se-Kabupaten Mempawah tahun 2017 di Lapangan Sepakbola Nurul Alamiah, Simpang Empat, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, belum lama ini.

"Olahraga itu sangat penting bagi manusia. Disamping untuk menjaga kebugaran tubuh, olahraga juga menghindarkan manusia dari hal-hal negatif. Misalnya narkotika, miras dan lainnya. Apalagi saat ini sedang marak-maraknya apa yang saya sebutkan itu,” ujarnya.

Melalui turnamen yang digelarnya ini, Rahmad berharap menjadi wadah bagi PSSI Kabupaten Mempawah untuk menjaring atlet-atlet sepakbola dan futsal berkualitas yang nantinya akan mengharumkan nama daerah dan masyarakat Kabupaten Mempawah diberbagai ajang turnamen sepakbola baik tingkat provinsi bahkan nasional.

“Melalui turnamen ini, saya membuka jalan kita kepada atlet dan masyarakat untuk menyalurkan bakatnya. Bukan tidak mungkin nanti akan lahir atlet sepakbola handal masa depan di cabang sepakbola dan futsal,” katanya.
Rahmad Satria menyerahkan trofi kepada para pemenang turnamen sepakbola Rahmad Satria Cup 2017
 Secara khusus Rahmad bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara, muspika, masyarakat maupun kesebelasan dan supoter peserta turnamen Rahmad Satria Cup 2017. Berkat kerjasama yang kompak dan saling bahu-membahu dan penuh kesadaran, turnamen sepakbola ini dapat berlangsung sukses dan lancar.

“Saya sangat bangga, seluruh pertandingan berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Bahkan, dalam catatan pertandingan hanya ada 70 kartu yang dikuarkan wasit selama pelaksanaan turnamen yang diikuti 70 club. Ini membuktikan para pemain semakin dewasa dan sportif dalam bertanding,” pungkas dia.

Senin, 24 April 2017

Komitmen Rahmad Satria Memasyarakatkan Olahraga

Ketua Askab PSSI sekaligus Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit saat pembukaan turnamen futsal Peniraman Cup 2017
Komitmen Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, DR. H Rahmad Satria, SH, MH untuk memasyarakatkan olahraga terus dibuktikan. Kali ini, Ketua Askab PSSI Mempawah itu menggelar open turnamen futsal 2017 se-Kabupaten Mempawah di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (22/4) malam.

“Banyak sekali tujuan dan manfaat yang kita dapatkan melalui kegiatan-kegiatan olahraga. Salah satunya open turnamen futsal yang sedang kita laksanakan di Desa Peniraman ini,” kata Rahmad Satria dalam sambutannya.

Yakni, lanjut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah itu, untuk menjaring atlet-atlet futsal berkualitas yang nantinya akan mengharumkan nama daerah dan masyarakat Kabupaten Mempawah diberbagai ajang turnamen futsal baik tingkat provinsi bahkan nasional.

“Turnamen ini sekaligus untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Karena, olahraga itu sangat penting. Tidak hanya untuk menjaga stamina dan kesehatan, melainkan juga menghindari kita dari pengaruh negative dilingkungan masyarakat,” tuturnya.
Para pemain futsal disalami Rahmad Satria
Bahkan, masih menurut Politisi Senior Golkar Kabupaten Mempawah itu, gerakan olahraga sebagai upaya untuk mendukung kebijakan Presiden yakni revolusi mental. Karena melalui olahraga, para generasi bangsa ini akan tumbuh menjadi manusia yang sehat dan berkualitas.

“Contohnya saja pada turnamen futsal ini yang mayoritas pesertanya merupakan anak-anak muda. Dengan aktif berolahraga, mereka akan tumbuh sehat dan kuat menjadi generasi yang berkualitas. Mereka-mereka inilah yang nantinya akan melanjutkan estafet pembangunan daerah,” ujarnya.

Bukan hanya itu, masih menurut Rahmad Satria, olahraga juga bagian dari upaya pembentukan mental manusia. Tak hanya untuk pemain atau atlet, termasuk pula para penonton yang menyaksikan pertandingan olahraga itu sendiri.

“Pembinaan olahraga erat kaitannya dengan pembentukan karakter. Pemain sepakbola dan penonton, mental dan emosionalnya harus terjaga. Pemain harus patuh pada aturan main yang ditegakan oleh wasit. Bahkan, bagi pemain yang melanggar aturan main, akan dikenakan sanksi berupa kartu kuning dan merah,” ucapnya.
Rahmad Satria dan muspika Sungai Pinyuh berfoto bersama para pemain futsal peserta Peniraman Cup
Begitu pun para penonton, imbuh Rahmad Satria, harus patuh dan tertib dalam menyaksikan setiap pertandingan. Penonton tidak boleh mencaci maki atau mencerca wasit maupun pemain. Apalagi sampai melakukan tindakan fisik seperti memukul dan lainnya.

“Penonton pun bisa dikenakan sanksi pidana apabila melanggar aturan main yang berlaku. Maka, saya ingatkan kepada seluruh pemain, penonton maupun official harus patuh dan taat terhadap aturan main yang dijalankan oleh wasit. Tidak boleh kita memaksakan kehendak sendiri,” pesannya.

“Saya berharap turnamen futsal ini dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Karena, melalui kegiatan turnamen ini, panitia, pemain dan seluruh masyarakat Desa Peniraman telah mencatatkan sejarah. Mari kita pererat persatuan dan kesatuan serta silahturahmi melalui turnamen futsal ini,” tukasnya.

Kamis, 13 April 2017

Program Kwarcab Mempawah Nyata di Masyarakat

Ketua Kwarcab, Kak Rahmad Satria, saat memberikan sambutan pada Rakercab Kwarcab Mempawah 2017
Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, menggelar agenda tahunan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) tahun 2017 di Sekretariat Kwarcab Mempawah, Jalan Raden Kusno, Rabu (12/4). Diikuti 59 peserta dari Kwarcab, Kwartir Ranting (Kwarran) dan Dewan Kerja Ranting (DKR), Rakercab dibuka Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Kalimantan Barat, Drs. H. Suryadi MS, M.Si.

Ketua Kwarcab Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, dalam sambutannya mengatakan Rakercab ini merupakan agenda tahunan. Tujuannya untuk menyusun dan mempersiapkan program-program kegiatan kepramukaan khususnya di Kwarcab Mempawah kedepan.

“Secara luas Rakercab ini tujuannya bagaimana menjadikan seluruh anggota Gerakan Pramuka memiliki karakter bangsa yang kuat sesuai dengan program Presiden RI, Joko Widodo yakni Revolusi Mental,” katanya.
Ketua Kwarda, Kak Suryadi, membuka secara resmi Rakercab Kwarcab Mempawah
Pada kesempatan itu, Rahmad Satria secara khusus mengatakan kepramukaan tidak terlepas dari input, proses, output dan outcome. Untuk input, imbuh dia, bisa diperoleh dari kegiatan Rakercab seperti ini. Masukan-masukan yang didapat selama rakercab kemudian diproses dan menghasilkan suatu output yaitu kegiatan-kegiatan kepramukaan.

“Nah persoalan yang kita hadapi adalah outcome adalah bagaimana implikasinya dari kepramukaan terhadap peserta didik agar memiliki karakter bangsa. Ini tantangan besar bagi kita. Kalau menyangkut ouput, tidak ada masalah. Banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan yang imbasnya kita memperoleh predikat Kwarcab Tergiat I se Kalimantan Barat dari Kwarda Kalbar, beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Tidak lupa Rahmad mengajak jajaran pengurus Kwarcab dan Kwarran dapat melaksanakan kegiatan kepramukaan dengan aktif sampai di tingkat gugus depan. “Mari kita berbuat dan kerja sebaik-baiknya untuk pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Mempawah dengan mendepankan 4 AS yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas serta kerja ikhlas yang mendasari kegiatan kita,” ucapnya.
Para Ketua Kwarran se Kabupaten Mempawah menerima dana bantuan operasional untuk Kwarran dari Kwarcab Mempawah yang diserahkan Ketua Kwarcab, Kak Rahmad Satria
Ketua Kwarda Kalbar, Suryadi, secara khusus memuji eksistensi Gerakan Pramuka di Kabupaten Mempawah dibawah kepemimpinan Rahmad Satria yang dibantu jajaran pengurus Kwarcab dan Kwarran yang solid. Ia menilai Kwarcab mampu memperlihatkan secara nyata kepada masyarakat program-program kerja dan kegiatan kepramukaan yang terpublikasikan dengan baik melalui media massa.

“Saya senang kwarcab yang melaksanakan kegiatan diekpose di media massa. Dengan demikian orang tahu betapa besar manfaat kegiatan pramuka bagi generasi muda yang sudah terkontaminasi hal-hal yang kita lihat bersama sudah dalam lingkaran merah di Kalbar, kita sangat prihatin. Mari kita rapatkan barisan dan saling mengisi memajukan Gerakan Pramuka di Kalbar dan tanah air,” ucapnya.

Terkait rakercab, dijelaskan Suryadi akan menjadi momen untuk mengevaluasi apa saja yang telah dilakukan dan apa saja yang belum dilaksanakan dimasa mendatang. Dengan demikian kinerja Kwarcab Mempawah akan lebih baik dan tercapai tujuannya. Apalagi, imbuh dia, pramuka ini organisasi suka rela yang harus kita kerjakan dengan ikhlas. Karena, generasi muda diluar sana mengharapkan dan menunggu program-program strategis yang akan dilaksanakan nantinya.

“Saya berharap apa yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk Kwarcab Pramuka Mempawah bisa dioptimalkan sehingga menghasilkan suatu implikasi yang baik untuk pembinaan karakter generasi muda di daerah ini,” ucapnya.
Para peserta Rakercab berfoto bersama dengan Ketua Kwarda, Kak Suryadi dan Ketua Kwarcab, Kak Rahmad Satria serta jajaran pengurus Kwarcab
Sebelumnya Ketua Panitia Rakercab, Daryono, dalam laporannya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan 12-13 April di Sekretariat Kwarcab Mempawah. Peserta Rakercab berjumlah 59 peserta yang terdiri dari pengurus kwarcab 23 orang, ketua dan sekretaris kwarran se Kabupaten Mempawah 18 orang, ketua dan wakil ketua dewan kerja ranting 18 orang.

Pada kesempatan itu, Rahmad Satria yang didampingi Ketua Kwarda juga menyerahkan bantuan dana operasional dari Kwarcab Mempawah untuk Kwarran di sembilan kecamatan sebesar masing-masing Rp 5 juta.

Minggu, 09 April 2017

Rahmad : MTQ Perkuat Syiar Islam

Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyerahkan piala kepada para pemenang lomba MTQ tingkat Kecamatan Mempawah Timur
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXX tingkat Kecamatan Mempawah Timur, Sabtu (8/4) malam, resmi berakhir. Tuan rumah Desa Pasir Palembang untuk pertama kalinya dinobatkan sebagai juara umum oleh dewan hakim yang diketuai Ustaz Muhizam, S.Ag, mengungguli Desa Antibar dan Kelurahan Pasir Wan Salim.

Atas prestasi tersebut Desa Pasir Palembang berhak membawa pulang piala bergilir Camat Mempawah Timur yang diserahkan Camat Hermansyah, S.IP, M.Si. Keberhasilan Pasir Palembang yang memperoleh dua kesuksesan yakni sukses menjadi tuan rumah MTQ dan sukses menjadi juara umum mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Rahmad Satria bersama Camat dan Muspika Kecamatan Mempawah Timur serta tokoh agama
“Selamat kepada Desa Pasir Palembang yang sukses menjadi tuan rumah dan sukses menjadi juara umum pada perhelatan MTQ tingkat Kecamatan Mempawah Timur. Hasil ini tentu jangan membuat saudara berpuas diri tetapi harus lebih ditingkatkan lagi agar mendukung Mempawah Timur menjadi juara umum MTQ tingkat Kabupaten Mempawah di Kecamatan Mempawah Hilir, Juli mendatang,” katanya.

Berkaitan dengan persiapan MTQ tingkat kabupaten, Rahmad Satria, kemudian memotivasi seluruh kafilah untuk terus mengasah kemampuannya dalam membaca ayat suci Alquran. Sebab, mahir membaca alquran bukan hanya kepentingan lomba MTQ melainkan sebagai pegangan hidup baik di dunia maupun akhirat kelak.

“Orang yang mendengarkan pembacaan ayat suci Alquran saja mendapatkan pahala, apalagi yang membacanya. Begitu juga dengan panitia yang telah melaksanakan kegiatan MTQ ini juga mendapatkan pahala, termasuk masyarakat yang hadir menonton,” ujarnya.
Bersama para pemenang MTQ tingkat Kecamatan Mempawah Timur
Rahmad mengatakan membaca Alquran merupakan bentuk dakwah atau syiar Islam di masyarakat. Ia menilai secara tidak langsung para peserta MTQ telah melaksanakan dakwah dan mensyiarkan agama Allah SWT melalui kegiatan ini.

“Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al-Hajj Ayat 32 yang artinya Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. Insya Allah, apa yang telah kita laksanakan ini mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT,” ucapnya yang kemudian di amini masyarakat yang hadir dalam acara penutupan MTQ tersebut.
Rahmad Satria menyaksikan penyerahan piala bergilir Camat Mempawah Timur kepada Kepala Desa Pasir Palembang
Tidak lupa Rahmad Satria berpesan kepada para kafilah yang tampil sebagai juara pada perhelatan MTQ ke-XXX tingkat Kecamatan Mempawah Timur agar terus berlatih dan bekerja keras mempersiapkan diri untuk pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Mempawah. “Dengan demikian kafilah Kabupaten Mempawah dapat terus berprestasi ditingkat kabupaten, provinsi bahkan internasional,” ucapnya. (fsa)

Kamis, 06 April 2017

OSO Layak Pimpin DPD RI

Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH
Politisi yang juga Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menilai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terpilih, Oesman Sapta Odang (OSO) merupakan sosok yang tepat dan layak untuk memimpin DPD-RI. Selain merupakan figur pemimpin yang memiliki inovasi besar, OSO diyakini bisa mendongkrak sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat ramai.

Hal ini disampaikan Rahmad Satria kepada para wartawan di kediaman dinasnya, Rabu (5/4), menyangkut terpilihnya OSO, putra asli Kalimantan Barat asal Kabupaten Kayong Utara, sebagai pimpinan senator di Senayan, Jakarta, baru-baru ini. Ia optimis, OSO mampu memimpin DPD menjadi lembaga yang memiliki peran dan andil besar membangun bangsa di masa mendatang.

“Terutama menyangkut tupoksi DPD menyampaikan aspirasi berkaitan anggaran bisa tersalurkan dengan optimal. Karena, selama ini DPD belum punya kewenangan untuk pembentukan anggaran. Dengan kepemimpinan OSO, saya yakin kepentingan DPD bisa diperjuangkan,” katanya.

Nah menyangkut polemik terkait terpilihnya OSO yang sempat dianggap ilegal, dinilai Rahmad yang juga merupakan seorang akademisi, merupakan sesuatu yang tidak beralasan. Ia menilai proses terpilihnya OSO sudah sesuai aturan dan ketentuan tata tertib (tatib) DPD-RI.

“Kalau diluar sana ada pakar-pakar hukum yang mengatakan pemilihan Ketua DPD ilegal, maka saya membantah pernyataan tersebut. Tolong baca lagi tatib DPD dengan teliti. OSO terpilih sudah sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” tegas Rahmad Satria.

Berbicara soal tatib, menurut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah itu, DPD memiliki tatib tersendiri untuk mengatur urusan ‘rumah tangganya’. Tatib tersebut disahkan dan disepakati bersama oleh seluruh anggota DPD melalui musyawarah. Konsekuensinya, seluruh anggota DPD harus patuh dan taat terhadap tatib yang telah disahkan.

“Kalaulah ada putusan atau fatwa dari MA yang menyatakan kepengurusan DPD menjabat selama 5 tahun, sedangkan dalam tatibnya 2,5 tahun maka semua pihak harus hormati tatib DPD. MA harusnya tidak boleh mengeluarkan suatu keputusan yang bertentangan dengan tatib DPD. Karena, tatib itu dirumuskan melalui musyawarah dan seluruh anggota DPD tunduk pada tatib,” ujarnya.

Ia lantas mencontohkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap lahirnya UU MD3 yang mengatur tentang mekanisme pemilihan Ketua DPR-RI. Dalam ketentuan tatib DPRD disepakati UU MD3 yang mengharuskan Ketua DPR-RI dipilih oleh anggotanya, sedangkan aturan UU sebelumnya partai politik pemenang pemilu yang secara otomatis menjadi Ketua DPR-RI.

“Ketika itu, MK menolak banding atas UU MD3. Karena, hal itu sudah menjadi urusan DPR-RI. Berbeda ditingkat daerah, aturan tentang penetapan Ketua DPRD baik kabupaten maupun kota tetap mengacu pada aturan sebelumnya yakni parpol pemenang secara otomatis akan menduduki kursi Ketua DPRD,” urainya.

Berdasarkan hal itu, sambung Rahmad Satria, maka proses pemilihan yang menetapkan OSO sebagai Ketua DPD-RI sudah benar sesuai dengan ketentuan tatib yang berlaku. Apalagi, terpilihnya OSO berlangsung secara aklamasi dari anggota DPD-RI.

“Kalau OSO menjabat dengan melanggar tatib, maka itu bisa dikatakan ilegal. Tapi ia terpilih sesuai prosedur dalam tatib, maka kebijakan tersebut sah secara hukum dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Terkait sejumlah pihak yang mempermasalahkan jabatan OSO sebagai Ketua DPP Partai Hanura, menurut Rahmad Satria, tidak ada satu pun pun pasal dalam tatib DPD yang melarang jabatan Ketua DPD dijabat oleh seorang ketua partai politik.

“Kalau Pemilu mendatang OSO mewakili parpolnya untuk mencalonkan diri, maka yang bersangkutan tidak boleh menjadi calon pada Pemilu 2019 mendatang. Tetapi itu berlaku pada Pemilu 2019 nanti, kalau untuk sekarang sah-sah saja. Silahkan baca lagi tatib DPD dengan teliti dan seksama,” ucapnya menyarankan.

Kamis, 30 Maret 2017

Rahmad Bangga Futsal Galang Cup Sukses

Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyerahkan trofi kepada pemenang Futsal Galang Cup 2017
Tim futsal Emkace Mempawah berhasil menjadi yang terbaik pada ajang Futsal Galang Cup 2017 yang dilaksanakan di Lapangan Futsal Union Jaya, Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Rabu (29/3) malam. Pada babak final yang disaksikan seribuan penonton tersebut, Emkace berhasil menundukkan tim Subang Jaya Sungai Batang dengan skor meyakinkan 8-2.

Atas hasil tersebut, Emkace berhak membawa pulang Piala Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH beserta uang pembinaan. Sedangkan Subang Jaya harus puas meraih posisi runner up diikuti IPC Sungai Pinyuh dan Segedong FC di urutan ketiga dan keempat. Ketiganya juga mendapatkan trofi dan uang pembinaan.

“Alhamdulillah, Desa Galang kembali berhasil menggelar event olahraga secara tertib, aman dan sukses. Kenapa saya bilang sukses? Karena dari awal pertandingan sampai babak final, wasit hanya mengeluarkan 1 kartu merah saja. Bagi saya hanya 1 kartu merah itu menjadi bukti kualitas permainan sudah semakin bagus,” kata Rahmad Satria saat menutup turnamen tersebut.
Rahmad Satria menyerahkan bola kepada wasit yang memimpin pertandingan
Nah menyangkut keberhasilan penyelenggaraan turnamen itu, menurut Rahmad Satria yang juga Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah ini tak terlepas dari eratnya persatuan antara panitia dan seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

“Kebersamaan itu akhirnya berbuah manis, seluruh rangkaian pertandingan berjalan sukses. Selain itu keikutsertaan peserta juga sangat besar yakni mencapai 100 tim juga menunjukkan kerja keras panitia mempromosikan kegiatan tersebut. Bagi saya jumlah peserta itu suatu yang luar biasa bahkan boleh dikatakan memecahkan rekor turnamen futsal yang sudah saya buka selama ini,” ujarnya.
Sebelum bertanding, Rahmad Satria menyalami satu persatu para pemain dan wasit yang berlaga pada babak final Futsal Galang Cup 2017
Pada kesempatan itu, Rahmad juga meminta para penonton maupun pemain jangan hanya menjadi penonton sejarah, melainkan harus menjadi pelaku sejarah. Dan sejarah telah dicatat, mereka yang menjadi pemenang akan menjadi pelaku sejarah atas prestasi yang diraih. “Saya berharap kedepannya turnamen futsal di Galang dapat kembali dilaksanakan dan tentunya dikemas dengan lebih meriah lagi,” ungkapnya.

Para pemenang Futsal Galang Cup 2017 berfoto bersama Rahmad Satria dan Muspika Sungai Pinyuh
Pada babak final tersebut, Rahmad Satria juga memberikan piagam penghargaan kepada dua pemain futsal berprestasi asal Kabupaten Mempawah. Keduanya adalah Yudi Priatna Utama dan Ando Burhanuddin yang ikut membela tim futsal Kancil BBK yang mewakili Kalimantan Barat pada ajang Liga Futsal Nusantara 2017. Pada ajang tingkat nasional itu, Kancil BBK meraih juara ketiga. Istimewanya lagi, Yudi Priatna Utama terpilih mengikuti seleksi Tim Nasional Futsal Indonesia U-20 beberapa waktu lalu.

“Saya atas nama Askab PSSI Kabupaten Mempawah mengucapkan terima kasih kepada Yudi Priatna Utama dan Ando Burhanuddin. Anda sudah mewakili Kalbar, bahkan masuk seleksi tim nasional dari Liga Futsal Nusantara. Mari kita doakan semoga keduanya senantiasa sehat walafiat, sukses dan membawa nama besar Kalbar dan membawa nama besar kabupaten Mempawah,” ucapnya.
Dua pemain futsal berprestasi asal Kabupaten Mempawah mendapat piagam penghargaan dari Askab PSSI Kabupaten Mempawah
Sebelumnya Adi Mulyadi, selaku ketua panitia dalam laporannya menjelaskan turnamen Futsal Galang Cup 2017 berlangsung sejak 6-29 Maret. Selama babak pertama hingga semifinal, wasit mengeluarkan total 73 kartu kuning dan 1 kartu merah.

“Alhamdulillah turnamen berjalan aman dan lancar. Bagi yang belum berhasil, ini bukan akhir dari segalanya. Masih ada waktu untuk menjadi juara. Sekarang tinggal perjuangan dan doa anda kedepan,” jelasnya.

Senin, 27 Maret 2017

54 Klub Siap Rebut Rahmad Satria Cup

Ketua Askab PSSI dan DPRD Mempawah, Rahmad Satria saat membuka turnamen Rahmad Satria Cup di Lapangan Bola Pontren Nurul Alamiyah, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan
Turnamen sepakbola yang dilaksanakan di Lapangan Sepakbola Pondok Pesantren Nurul Alamiyah, Desa Wajok Hilir, Minggu (26/3), kembali digelar. Memperebutkan Rahmad Satria Cup 2017, turnamen ini diikuti 54 klub dari berbagai daerah di Kalimantan Barat dengan total hadiah mencapai belasan juta rupiah.

Saat membuka turnamen tersebut, Rahmad Satria yang merupakan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah berharap event olahraga itu berlangsung sukses, tertib, aman dan lancar. Ia berharap para kesebelasan peserta dapat berkompetisi secara sportif serta menjunjung tinggi semangat fairplay.

“Suksesnya suatu kegiatan olahraga merupakan tanggungjawab kita bersama. Tidak hanya panitia penyelenggara tetapi juga pemain, penonton serta ofisial yang memimpin pertandingan. Saya ingatkan agar supporter tidak mengintervensi kinerja wasit dilapangan,” kata Rahmad Satria mengawali sambutannya.

Kepada para pemain, Rahmad Satria juga meminta mereka untuk tidak melakukan tindakan yang dilarang dalam dunia olahraga seperti mendorong, memaki apalagi sampai memukul wasit. Sebab, jika hal itu terjadi maka pemain akan dikenakan sanksi tegas berupa pidana dan sanksi larangan bermain. “Sanksi pidana bisa dikenakan kepada supporter dan masyarakat apabila terjadi perkelahian dan pemukulan,” ungkapnya.

Guna menstimulan semangat para peserta, Rahmad Satria yang juga DPRD Kabupaten Mempawah ini telah mempersiapkan piala dan uang pembinaan dengan total Rp 16 juta rupiah bagi para pemenang turnamen tersebut. Pembukaan turnamen sepakbola Rahmad Satria Cup 2017 dihadiri Kepala Desa Wajok Hilir, Abdul Majid, Kapolsek Siantan, Iptu Galih Wicaksono, serta para pengurus Pondok Pesantren Nurul Alamiyah dan masyarakat pecinta sepakbola