Selasa, 10 November 2015

96 Pembina Pramuka Lulus KML


Ketua Kwarcab Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan sertifikat lulus KML kepada perwakilan pembina pramuka se Kabupaten Mempawah.
Sebanyak 96 pembina pramuka se Kabupaten Mempawah, tuntas mengikuti Kursus Mahir Lanjutan (KML). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Mempawah. di Pantai Pasir Panjang 2, Kota Singkawang, 2-7 November resmi ditutup Ketua Kwarcab, H Rahmad Satria, SH, MH, Sabtu (7/11).
Dalam amanatnya Rahmad Satria menjelaskan dilaksanakan KML ini tak terlepas dari kerjasama yang baik antara Disdikpora dan Kwarcab Mempawah. Berbagai kursus yang dilakukan mulai dari Kurus Mahir Dasar, Kursus Mahir Lanjutan dan Kursus Pelatih Dasar, merupakan bentuk perhatian Kwarcab dan Disdkipora terhadap pengembangan gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah.
“Kita komitmen dan serius mengembangkan gerakan pramuka secara berkelanjutan. Dan berbagai pelatihan, pendidikan maupun kursus yang kita laksanakan ini diharapkan menjadikan gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah semakin eksis dan maju terutama dalam mendidik anak bangsa,” ujar dia.
Kepada para peserta, Rahmad berpesan agar dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat selama pelatihan serta melaksanakan amanah UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Tak kalah penting, Rahmad berharap pelatihan dan kursus yang dilaksanakan ini bisa menjawab berbagai persepsi yang salah tentang gerakan pramuka.
“Ketika sebelumnya ada persepsi mengatakan gerakan pramuka tidak ada apa-apanya, hanya tepuk-tepuk tangan, hanya bernyanyi, namun faktanya setelah kita ikut kursus dan pelatihan seperti KML ini, cakrawala pikiran kita terbuka bahwa ternyata pramuka memiliki banyak manfaat,” ucap dia.
Ketua Panitia, Ikwanto, S.AP, dalam laporannya mengatakan KML yang merupakan tindak lanjut dari Kursus Mahir Dasar (KMD) diikuti 92 peserta perwakilan sekolah di Kabupaten Mempawah. Selama kegiatan, para peserta yang terbagi dalam tiga golongan spesialisasi yaitu siaga, penggalang dan penegak ini mendapatkan materi berupa teori maupun praktek di lapangan. “Alhamdulillah selama kurang lebih seminggu mengikuti KML, seluruh peserta dinyatakan lulus,” ungkapnya

Senin, 09 November 2015

Rahmad Satria: Pramuka Pionir Revolusi Mental

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, memasangkan tanda peserta Pansa Scout Camp 2015
Gugus Depan (Gudep) Mempawah 05.001-05.002 Pangeran Antasari yang berpangkalan di SMP Negeri 1 Siantan, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, merayakan ulang tahunnya yang ke-32. Perayaan berbentuk Pansa Scout Camp 2015 atau perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu (Perkajusami) ini diikuti 1.289 anggota pramuka dari puluhan gudep se Kalimantan Barat.
Dipusatkan di Bumi Perkemahan Pansa Garda Kirana Jaya dan Bumi Perkemahan Dharma Bakti Jungkat, Pansa Scout Camp ini dibuka Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, H Rahmad Satria, SH, MH, Jumat (6/11). Turut hadir, jajaran pengurus Mabiran dan Kwarran Siantan.
“Saya mengapresiasi dan mendukung berbagai kegiatan HUT gudep baik yang dilaksanakan Gudep Pangeran Antasari maupun gudep lainnya. Kegiatan ini memiliki banyak manfaat, diantaranya menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif,” katanya.
Pada kesempatan itu, Rahmad Satria menjelaskan tentang keberadaan pramuka dalam perjalanan bangsa Indonesia. Satu diantaranya soal peran dalam mendidik generasi muda untuk senantiasa mencintai negara dan bangsa. Bahkan gerakan pramuka, dinilai Rahmad, sejalan dengan program Presiden Jokowi dan pemerintah saat ini, yaitu soal Gerakan Revolusi Mental dan Bela Negara.
“Jauh sebelum ada revolusi mental dan bela negara yang digaungkan pemerintah saat ini, gerakan pramuka sudah mengenal dan mengenalkannya lebih dulu. Intisari revolusi mental dan bela negara itu sudah ada dalam gerakan pramuka. Berbanggalah yang menjadi anggota pramuka, karena bisa lebih dulu mendapatkan pengetahuan tentang itu,” ujar Rahmad yang disambut tepuk tangan anggota pramuka.
Sebelumnya Ketua Panitia Pansa Scout Camp 2015, Faris Destianda, dalam laporannya mengatakan kegiatan HUT ke-32 Gudep Pangeran Antasari dilaksanakan selama empat hari terhitung 5-8 November. Diisi dengan sejumlah kegiatan lomba tingkat penggalang dan penegak, diantaranya LKBB, kolone tongkat, formasi sandi, semaphore, tali temali, dan hasta karya