Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Mei 2017

Semarak Lomba Senam Maumere

Ketua DPRD, Rahmad Satria, bersama para pemenang lomba senam maumere
Lomba Senam Maumere tingkat Kecamatan Siantan yang dipusatkan di halaman Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin, Desa Wajok Hilir, Minggu (14/5) pagi, berlangsung semarak. Mengenakan beragam atribut dan seragam, ratusan peserta yang terbagi dalam enam regu perwakilan lima desa tampak bersemangat mengikuti lomba yang dirangkaikan dengan Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Expo ini.

Ketua panitia, Hj Erni Suherni, S.Pd, M.Pd, dalam sambutannya sebelum lomba dimulai mengatakan lomba senam maumere ini diikuti perwakilan seluruh desa di Kecamatan Siantan yakni Peniti Luar, Jungkat, Sungai Nipah, Wajok Hilir dan Wajok Hulu. Setiap desa mengirim satu regu, namun ada juga yang lebih. Setiap regu terdiri dari 30 orang. Jadi total peserta lomba 180.

“Kegiatan lomba ini juga kita rangkaikan dengan Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Expo 2017 yang diikuti 30 stan dari berbagai komponen masyarakat. Rencananya tahun depan kegiatan ini akan dilaksanakan untuk tingkat Kalbar,” jelasnya.
Rahmad Satria memberikan sambutan saat membuka lomba senam maumere dan Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Expo 2017
Tidak lupa, Erni atas nama panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini. Terutama ucapan terima kasih diberikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Mempawah yang juga Ketua Yayasan Rahmatan Lil Alamin, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. “Beliau merupakan sponsor utama dan satu-satunya dalam kegiatan ini,” ujar Erni yang disambut tepukan tangan dari peserta dan masyarakat yang hadir dalam kesempatan itu.

Ketua DPRD, Rahmad Satria, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah memberikan sumbangsih ide dan pemikiran hingga tercetuslah kegiatan lomba senam maumere dan expo tersebut. Termasuk ide dari para dosen, mahasiswa, pengurus yayasan dan masyarakat lainnya.

“Terlaksananya kegiatan ini tak terlepas dari ide dan terinspirasi kawan-kawan dosen dan mahasiswa serta pengurus yayasan. Semua ini bermula dari tekad bahwa kita harus menjadi pelaku sejarah bukan sekedar penonton sejarah,” tegasnya.
Juara pertama lomba senam maumere menerima piala dari Rahmad Satria
Terkait dengan hari ini (kemarin, red), dinilai Rahmad Satria menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat di Desa Wajok Hilir dan Kabupaten Mempawah. Sudah tujuh tahun Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin, terbentuk dan berperan aktif mencerdaskan anak bangsa. Ia lantas secara singkat menceritakan perjalanan MA Rahmatan Lil Alamin yang kini telah mengantongi akreditasi B dan tahun ini akan menerima 75 siswa baru.

“Jika ada anak-anak kita yang lulus SMP atau MTs, silahkan daftarkan diri ke MA Rahmatan Lil Alamin. Kami memiliki komitmen yang tinggi untuk andil dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” ungkapnya.
Rahmad Satria berfoto bersama istri dan Kades Wajok Hilir, Abdul Madjid berfoto dengan mahasiswa Fakultas Hukum UPB Pontianak yang menggelar bakti sosial di Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Wajok Hilir
Terkait lomba senam maumere, dijelaskan Rahmad Satria, merupakan wujud komitmennya untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Melalui kegiatan olahraga, imbuh dia, masyarakat bisa hidup sehat dan mampu menjalankan rutinitasnya sehari-hari dengan baik dan bersemangat.


 

"Disamping mengkampanyekan gerakan olahraga, lomba senam maumere ini akan kita tampilkan pada saat pembukaan sepakbola Liga Persiwah U-17 di Mempawah. Nantinya sekitar 200 orang ibu-ibu dari Kecamatan Siantan ini akan bergabung dengan ibu-ibu di Mempawah untuk senam maumere massal di GOR Opu Daeng Manambon. Disana nanti kita akan mencatatkan sejarah,” bebernya.
Rahmad Satria mengunjungi stan-stan pameran UKM yang mengikuti Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Expo
Sedangkan menyangkut kegiatan expo, dimaksudkan Rahmad Satria, untuk menjalin silaturahmi dan persatuan dan kesatuan masyarakat. Termasuk memacu perekonomian para pedagang dan pelaku usaha di Kecamatan Siantan dan Kabupaten Mempawah. Dalam expo ini ada beragam produk baik makanan dan minuman maupun kerajinan tangan yang dijual.

"Tahun depan, saya agendakan kegiatan expo ini diikuti peserta dari seluruh daerah di Kalbar. Dengan demikian akan mendatangkan income untuk yayasan maupun masyarakat guna kemajuan di masa mendatang,” ucapnya.

Pelaksanaan kedua lomba itu mendapat dukungan dari Fakultas Hukum Univesitas Panca Bhakti Pontianak. Dalam kegiatan itu para mahasiswa yang memang hadir melaksanakan bakti sosial selama tiga hari terhitung 12-14 Mei di Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin terlibat langsung ikut menyukseskan kegiatan. Adapun juara lomba senam maumere ini adalah regu senam dari Desa Wajok Hilir yang menjadi juara pertama, juara kedua diraih regu Desa Jungkat dan juara ketiga diraih Desa Sungai Nipah.

Rabu, 26 April 2017

Rahmad Satria Cup Sukses

Ketua DPRD, Rahmad Satria berfoto bersama para pemenang turnamen Rahmad Satria Cup 2017 di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah yang juga Ketua DPRD Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, mengatakan turnamen sepakbola maupun futsal yang diselenggarakannya di beberapa kecamatan di Kabupaten Mempawah merupakan upaya mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga di masyarakat.

Hal ini disampaikan Rahmad Satria usai menutup turnamen Sepakbola Rahmad Satria Cup se-Kabupaten Mempawah tahun 2017 di Lapangan Sepakbola Nurul Alamiah, Simpang Empat, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, belum lama ini.

"Olahraga itu sangat penting bagi manusia. Disamping untuk menjaga kebugaran tubuh, olahraga juga menghindarkan manusia dari hal-hal negatif. Misalnya narkotika, miras dan lainnya. Apalagi saat ini sedang marak-maraknya apa yang saya sebutkan itu,” ujarnya.

Melalui turnamen yang digelarnya ini, Rahmad berharap menjadi wadah bagi PSSI Kabupaten Mempawah untuk menjaring atlet-atlet sepakbola dan futsal berkualitas yang nantinya akan mengharumkan nama daerah dan masyarakat Kabupaten Mempawah diberbagai ajang turnamen sepakbola baik tingkat provinsi bahkan nasional.

“Melalui turnamen ini, saya membuka jalan kita kepada atlet dan masyarakat untuk menyalurkan bakatnya. Bukan tidak mungkin nanti akan lahir atlet sepakbola handal masa depan di cabang sepakbola dan futsal,” katanya.
Rahmad Satria menyerahkan trofi kepada para pemenang turnamen sepakbola Rahmad Satria Cup 2017
 Secara khusus Rahmad bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara, muspika, masyarakat maupun kesebelasan dan supoter peserta turnamen Rahmad Satria Cup 2017. Berkat kerjasama yang kompak dan saling bahu-membahu dan penuh kesadaran, turnamen sepakbola ini dapat berlangsung sukses dan lancar.

“Saya sangat bangga, seluruh pertandingan berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Bahkan, dalam catatan pertandingan hanya ada 70 kartu yang dikuarkan wasit selama pelaksanaan turnamen yang diikuti 70 club. Ini membuktikan para pemain semakin dewasa dan sportif dalam bertanding,” pungkas dia.

Senin, 24 April 2017

Komitmen Rahmad Satria Memasyarakatkan Olahraga

Ketua Askab PSSI sekaligus Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit saat pembukaan turnamen futsal Peniraman Cup 2017
Komitmen Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, DR. H Rahmad Satria, SH, MH untuk memasyarakatkan olahraga terus dibuktikan. Kali ini, Ketua Askab PSSI Mempawah itu menggelar open turnamen futsal 2017 se-Kabupaten Mempawah di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (22/4) malam.

“Banyak sekali tujuan dan manfaat yang kita dapatkan melalui kegiatan-kegiatan olahraga. Salah satunya open turnamen futsal yang sedang kita laksanakan di Desa Peniraman ini,” kata Rahmad Satria dalam sambutannya.

Yakni, lanjut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah itu, untuk menjaring atlet-atlet futsal berkualitas yang nantinya akan mengharumkan nama daerah dan masyarakat Kabupaten Mempawah diberbagai ajang turnamen futsal baik tingkat provinsi bahkan nasional.

“Turnamen ini sekaligus untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Karena, olahraga itu sangat penting. Tidak hanya untuk menjaga stamina dan kesehatan, melainkan juga menghindari kita dari pengaruh negative dilingkungan masyarakat,” tuturnya.
Para pemain futsal disalami Rahmad Satria
Bahkan, masih menurut Politisi Senior Golkar Kabupaten Mempawah itu, gerakan olahraga sebagai upaya untuk mendukung kebijakan Presiden yakni revolusi mental. Karena melalui olahraga, para generasi bangsa ini akan tumbuh menjadi manusia yang sehat dan berkualitas.

“Contohnya saja pada turnamen futsal ini yang mayoritas pesertanya merupakan anak-anak muda. Dengan aktif berolahraga, mereka akan tumbuh sehat dan kuat menjadi generasi yang berkualitas. Mereka-mereka inilah yang nantinya akan melanjutkan estafet pembangunan daerah,” ujarnya.

Bukan hanya itu, masih menurut Rahmad Satria, olahraga juga bagian dari upaya pembentukan mental manusia. Tak hanya untuk pemain atau atlet, termasuk pula para penonton yang menyaksikan pertandingan olahraga itu sendiri.

“Pembinaan olahraga erat kaitannya dengan pembentukan karakter. Pemain sepakbola dan penonton, mental dan emosionalnya harus terjaga. Pemain harus patuh pada aturan main yang ditegakan oleh wasit. Bahkan, bagi pemain yang melanggar aturan main, akan dikenakan sanksi berupa kartu kuning dan merah,” ucapnya.
Rahmad Satria dan muspika Sungai Pinyuh berfoto bersama para pemain futsal peserta Peniraman Cup
Begitu pun para penonton, imbuh Rahmad Satria, harus patuh dan tertib dalam menyaksikan setiap pertandingan. Penonton tidak boleh mencaci maki atau mencerca wasit maupun pemain. Apalagi sampai melakukan tindakan fisik seperti memukul dan lainnya.

“Penonton pun bisa dikenakan sanksi pidana apabila melanggar aturan main yang berlaku. Maka, saya ingatkan kepada seluruh pemain, penonton maupun official harus patuh dan taat terhadap aturan main yang dijalankan oleh wasit. Tidak boleh kita memaksakan kehendak sendiri,” pesannya.

“Saya berharap turnamen futsal ini dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Karena, melalui kegiatan turnamen ini, panitia, pemain dan seluruh masyarakat Desa Peniraman telah mencatatkan sejarah. Mari kita pererat persatuan dan kesatuan serta silahturahmi melalui turnamen futsal ini,” tukasnya.

Kamis, 30 Maret 2017

Rahmad Bangga Futsal Galang Cup Sukses

Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyerahkan trofi kepada pemenang Futsal Galang Cup 2017
Tim futsal Emkace Mempawah berhasil menjadi yang terbaik pada ajang Futsal Galang Cup 2017 yang dilaksanakan di Lapangan Futsal Union Jaya, Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Rabu (29/3) malam. Pada babak final yang disaksikan seribuan penonton tersebut, Emkace berhasil menundukkan tim Subang Jaya Sungai Batang dengan skor meyakinkan 8-2.

Atas hasil tersebut, Emkace berhak membawa pulang Piala Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH beserta uang pembinaan. Sedangkan Subang Jaya harus puas meraih posisi runner up diikuti IPC Sungai Pinyuh dan Segedong FC di urutan ketiga dan keempat. Ketiganya juga mendapatkan trofi dan uang pembinaan.

“Alhamdulillah, Desa Galang kembali berhasil menggelar event olahraga secara tertib, aman dan sukses. Kenapa saya bilang sukses? Karena dari awal pertandingan sampai babak final, wasit hanya mengeluarkan 1 kartu merah saja. Bagi saya hanya 1 kartu merah itu menjadi bukti kualitas permainan sudah semakin bagus,” kata Rahmad Satria saat menutup turnamen tersebut.
Rahmad Satria menyerahkan bola kepada wasit yang memimpin pertandingan
Nah menyangkut keberhasilan penyelenggaraan turnamen itu, menurut Rahmad Satria yang juga Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah ini tak terlepas dari eratnya persatuan antara panitia dan seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

“Kebersamaan itu akhirnya berbuah manis, seluruh rangkaian pertandingan berjalan sukses. Selain itu keikutsertaan peserta juga sangat besar yakni mencapai 100 tim juga menunjukkan kerja keras panitia mempromosikan kegiatan tersebut. Bagi saya jumlah peserta itu suatu yang luar biasa bahkan boleh dikatakan memecahkan rekor turnamen futsal yang sudah saya buka selama ini,” ujarnya.
Sebelum bertanding, Rahmad Satria menyalami satu persatu para pemain dan wasit yang berlaga pada babak final Futsal Galang Cup 2017
Pada kesempatan itu, Rahmad juga meminta para penonton maupun pemain jangan hanya menjadi penonton sejarah, melainkan harus menjadi pelaku sejarah. Dan sejarah telah dicatat, mereka yang menjadi pemenang akan menjadi pelaku sejarah atas prestasi yang diraih. “Saya berharap kedepannya turnamen futsal di Galang dapat kembali dilaksanakan dan tentunya dikemas dengan lebih meriah lagi,” ungkapnya.

Para pemenang Futsal Galang Cup 2017 berfoto bersama Rahmad Satria dan Muspika Sungai Pinyuh
Pada babak final tersebut, Rahmad Satria juga memberikan piagam penghargaan kepada dua pemain futsal berprestasi asal Kabupaten Mempawah. Keduanya adalah Yudi Priatna Utama dan Ando Burhanuddin yang ikut membela tim futsal Kancil BBK yang mewakili Kalimantan Barat pada ajang Liga Futsal Nusantara 2017. Pada ajang tingkat nasional itu, Kancil BBK meraih juara ketiga. Istimewanya lagi, Yudi Priatna Utama terpilih mengikuti seleksi Tim Nasional Futsal Indonesia U-20 beberapa waktu lalu.

“Saya atas nama Askab PSSI Kabupaten Mempawah mengucapkan terima kasih kepada Yudi Priatna Utama dan Ando Burhanuddin. Anda sudah mewakili Kalbar, bahkan masuk seleksi tim nasional dari Liga Futsal Nusantara. Mari kita doakan semoga keduanya senantiasa sehat walafiat, sukses dan membawa nama besar Kalbar dan membawa nama besar kabupaten Mempawah,” ucapnya.
Dua pemain futsal berprestasi asal Kabupaten Mempawah mendapat piagam penghargaan dari Askab PSSI Kabupaten Mempawah
Sebelumnya Adi Mulyadi, selaku ketua panitia dalam laporannya menjelaskan turnamen Futsal Galang Cup 2017 berlangsung sejak 6-29 Maret. Selama babak pertama hingga semifinal, wasit mengeluarkan total 73 kartu kuning dan 1 kartu merah.

“Alhamdulillah turnamen berjalan aman dan lancar. Bagi yang belum berhasil, ini bukan akhir dari segalanya. Masih ada waktu untuk menjadi juara. Sekarang tinggal perjuangan dan doa anda kedepan,” jelasnya.

Senin, 27 Maret 2017

54 Klub Siap Rebut Rahmad Satria Cup

Ketua Askab PSSI dan DPRD Mempawah, Rahmad Satria saat membuka turnamen Rahmad Satria Cup di Lapangan Bola Pontren Nurul Alamiyah, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan
Turnamen sepakbola yang dilaksanakan di Lapangan Sepakbola Pondok Pesantren Nurul Alamiyah, Desa Wajok Hilir, Minggu (26/3), kembali digelar. Memperebutkan Rahmad Satria Cup 2017, turnamen ini diikuti 54 klub dari berbagai daerah di Kalimantan Barat dengan total hadiah mencapai belasan juta rupiah.

Saat membuka turnamen tersebut, Rahmad Satria yang merupakan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah berharap event olahraga itu berlangsung sukses, tertib, aman dan lancar. Ia berharap para kesebelasan peserta dapat berkompetisi secara sportif serta menjunjung tinggi semangat fairplay.

“Suksesnya suatu kegiatan olahraga merupakan tanggungjawab kita bersama. Tidak hanya panitia penyelenggara tetapi juga pemain, penonton serta ofisial yang memimpin pertandingan. Saya ingatkan agar supporter tidak mengintervensi kinerja wasit dilapangan,” kata Rahmad Satria mengawali sambutannya.

Kepada para pemain, Rahmad Satria juga meminta mereka untuk tidak melakukan tindakan yang dilarang dalam dunia olahraga seperti mendorong, memaki apalagi sampai memukul wasit. Sebab, jika hal itu terjadi maka pemain akan dikenakan sanksi tegas berupa pidana dan sanksi larangan bermain. “Sanksi pidana bisa dikenakan kepada supporter dan masyarakat apabila terjadi perkelahian dan pemukulan,” ungkapnya.

Guna menstimulan semangat para peserta, Rahmad Satria yang juga DPRD Kabupaten Mempawah ini telah mempersiapkan piala dan uang pembinaan dengan total Rp 16 juta rupiah bagi para pemenang turnamen tersebut. Pembukaan turnamen sepakbola Rahmad Satria Cup 2017 dihadiri Kepala Desa Wajok Hilir, Abdul Majid, Kapolsek Siantan, Iptu Galih Wicaksono, serta para pengurus Pondok Pesantren Nurul Alamiyah dan masyarakat pecinta sepakbola

Rabu, 08 Maret 2017

100 Tim Tampil di Futsal Galang Cup 2017

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyalami wasit yang memimpin Turnamen Futsal Galang Cup 2017.
Turnamen futsal bergengsi kembali digelar di Kabupaten Mempawah. Kali ini even olahraga itu berlangsung di Lapangan Union Jaya, Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh. Diikuti 100 tim, turnamen yang diberi nama Futsal Galang Cup 2017 ini dibuka Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, Senin (6/3) malam.

Dalam sambutannya, Rahmad Satria itu menilai penyelenggaraan event olahraga tersebut akan semakin mengangkat dan mengharumkan nama Desa Galang di tingkat kabupaten bahkan provinsi. Apalagi, beberapa bulan sebelumnya panitia setempat juga sukses melaksanakan Open Turnamen Sepak Bola di Lapangan Karang Taruna Tunas Baru, Desa Galang.

“Alhamdulillah, event turnamen sebelumnya dapat berjalan sukses, aman dan lancar. Nah, saya berkeyakinan turnamen futsal ini pun dapat berlangsung dengan baik sebagaimana diharapkan,” kata Rahmad Satria.

Lebih lanjut Rahmad berpendapat, suksesnya suatu penyelenggaraan event turnamen itu tidak lepas dari dukungan dan kerjasama yang baik semua pihak. Mulai dari panitia, masyarakat dan seluruh elemen terkait. “Oleh karena itu, saya berharap agar pelaksanaan turnamen futsal ini seluruh elemen masyarakat disini senantiasa menjaga kekompakan demi kemajuan olahraga di Desa Galang,” ujarnya.

Tidak lupa, Rahmad Satria ini berpesan agar seluruh pihak dapat menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas dalam setiap pertandingan, baik itu di dalam maupun di luar lapangan.  Sikap sportif tersebut, imbuh dia, bukan hanya pemain saja, termasuk pula wasit, panitia, ofisial, suporter dan seluruh elemen masyarakat.

“Maka saya ingatkan agar suporter tidak mengintervensi kinerja wasit dilapangan. Karena wasit sudah disumpah untuk memimpin pertandingan dengan seadil-adilnya sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Rahmad Satria mengingatkan.

Begitu pun dengan pemain, lanjut Rahmad Satria, tidak diperbolehkan melakukan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap pengadil lapangan. Sebab, jika hal itu terjadi maka pemain akan dikenakan sanksi tegas berupa pidana dan sanksi larangan bermain. Sanksi pidana pun dikenakan kepada supporter dan masyarakat apabila terjadi perkelahian dan pemukulan.

“Kalau ada penonton yang suka bikin rebut hendaknya laporkan kepada panitia untuk ditindaklanjuti ke pihak kepolisian setempat. Mari kita junjung tinggi sportifitas agar penyelenggaraan event turnamen futsal galang cup 2017 berlangsung sukses, aman dan lancar,” pungkas dia.

Ketua Panitia, H Adi Mulyadi, S.Pd menyebut tingginya animo peserta yang berpartisipasi dalam turnamen futsal galang cup 2017. Bahkan, Adi mengaku penyelenggaraan ini memecahkan rekor dari event-event olahraga sebelumnya di Desa Galang.

“Ini merupakan rekor baru dari penyelenggaraan turnamen yang pernah kami laksanakan. Pesertanya sebanyak 100 tim. Sedangkan total hadiah yang diperebutkan senilai Rp 11 juta. Dengan rincian, Juara I, Rp 5 juta, Juara II Rp 3 Juta, Juara III Rp 2 Juta dan Juara IV Rp 1 Juta,” ungkapnya.

Pembukaan turnamen futsal galang cup 2017 tersebut ditandai dengan penyerahan bola dari Rahmad Satria, kepada wasit. Kemudian dilanjutkan dengan partai pembuka antara club AJK versus Seven Star dengan skor akhir 1-0 untuk kemenangan AJK.

Minggu, 19 Februari 2017

Sukses Gelar Turnamen Futsal

Para pemenang turnamen futsal se Kalbar di Desa Sungai Purun Kecil berfoto bersama Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria dan Muspika Sungai Pinyuh.
Turnamen futsal se Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Lapangan Buana, Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (18/2), resmi berakhir. Memperebutkan piala Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, turnamen ini berhasil dijuarai Yakuza FC Sungai Purun Kecil. Di babak final, Yakuza mengalahkan IPC Sungai Pinyuh dengan skor 3-0.

Atas keberhasilannya menjadi juara turnamen Futsal se Kalbar, Yakuza berhak membawa pulang piala dan uang pembinaan yang diserahkan Ketua Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria. Piala dan uang pembinaan juga diberikan kepada IPC Sungai Pinyuh yang meraih juara kedua, diikuti juara ketiga dirah Segedong FC dan juara keempat tim futsal Polnep Pontianak.
Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit yang memimpin babak final Futsal se Kalbar.
Dihadapan seribuan penonton yang memadati lapangan futsal Buana, Rahmad Satria memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia penyelenggara dan kepala desa serta masyarakat Desa Sungai Purun Kecil yang bahu-membahu mendukung suksesnya penyelenggaraan open turnamen futsal se Kalbar ini.

“Kata bijak mengatakan, kita jangan menjadi penonton sejarah, melainkan harus menjadi pelaku sejarah. Dan sejarah telah dicatat, melalui kerja kerasnya panitia berhasil menyuguhkan hiburan dan tontonan berkualitas bagi masyakat khususnya pecinta futsal di Desa Sungai Purun dan sekitarnya,” tegas Rahmad Satria yang disambut tepuk tangan penonton.
Para pemain Yakuza FC dan IPC Sungai Pinyuh disalami Rahmad Satria sesaat sebelum bertanding
Terkait penyelenggaraan turnamen futsal tersebut, diyakini Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini akan menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif seperti narkoba dan tindakan kriminal lainnya. Karena itu, ia mendorong agar kegiatan turnamen di Lapangan Futsal Buana ini tidak berhenti sampai disini saja tetap digelar secara berkelanjutan.

“Tentu kita berharap pembinaan olahraga seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, jika para pemuda aktif dengan kegiatan yang positif maka hal-hal yang bersifat negatif akan hilang dengan sendirinya,” ucap dia.
Para pemain Yakuza dan IPC berfoto bersama sebelum pertandingan
Sebelumnya Kepala Desa Sungai Purun Kecil, A Rafiq, dalam sambutannya, mengaku bersyukur turnamen futsal yang digelar pihaknya berlangsung tertib, aman dan lancar. Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, beserta seluruh masyarakat Desa Sungai Purun Kecil sehingga kegiatan ini terselenggara dengan sukses.

“Selaku aparatur desa, kami mendukung penuh pelaksanaan kegiatan positif yang dilaksanakan masyarakat, baik kegiataan olahraga, keagamaan dan sosial kemasyarakatan lainnya. Kami ingin merangkul para pemuda di Sungai Purun Kecil dan Karang Taruna agar kedepan bisa mengisi kegiatan dengan hal yang positif dn produktif,” ujarnya.

Camat Sungai Pinyuh, Drs. Rochmat Effendy, MM, menilai turnamen futsal se Kalbar yang digelar Desa Sungai Purun Kecil sukses dari segi penyelenggaraan. Ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang. Ia juga meminta tim yang kalah untuk tidak berkecil hati dan menjadikan kekalahan itu sebagai proses untuk menjadi yang terbaik kedepannya.
Rahmad Satria, saat menutup turnamen Futsal se Kalbar di Lapangan Futsal Buana Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh
“Selaku camat, saya berharap turnamen yang digelar di Sungai Purun Kecil dapat diikuti para kepala desa lainnya di Sungai Pinyuh. Tidak hanya futsal tetapi juga kegiatan olahraga lainnya seperti sepakbola dan voli. Kami berharap dari tempat ini terinsiprasi untuk desa lain meggairahkan kegiatan olahraga sesuai keinginan dan permintaan masyarakat,” pungkas dia.

Aktrasi tari-tarian saat penutupan turnamen Futsal se Kalbar
Penutupan turnamen futsal se Kalbar ini berlangsung semarak. Selain diisi dengan pertandingan final yang berkualitas, masyarakat juga dihibur dengan suara merdu artis ibukota, Vera Borneo yang secara khusus didatangkan Rahmad Satria. Selain itu juga ada penampilan berbagai tarian multi etnis yang disajikan para pelajar dan sanggar tari.

Selasa, 10 Januari 2017

Rahmad Satria : Olahraga Mempersatukan Perbedaan

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit yang memimpin turnamen futsal se Kalbar di Desa Sungai Purun Kcil, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, membuka Open Tournament Futsal 2017 se Kalimantan Barat, di Lapangan Buana, Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Minggu (8/1) malam. Pembukaan ini berlangsung semarak dan meriah. Selain menampilkan atraksi marching band, juga ada pesta kembang api yang berlangsung kurang lebih 15 menit.

Mengawali sambutannya, Rahmad Satria mengapresiasi lapangan penyelenggaraan futsal di Desa Sungai Purun Kecil yang dinilainya memiliki standar lengkap. Ia menjelaskan, untuk membangun lapangan futsal itu tidak asal jadi tetapi harus sesuai aturan yang sudah ditentukan, baik dari ukuran lapangan hingga kelengkapannya seperti tempat duduk penonton, lampu penerangan dan tempat istirahat pemain.

“Saya melihat, syarat-syarat itu sudah dipenuhi Lapangan Futsal Buana ini. Jadi sudah layak menggelar turnamen bergengsi futsal berskala Kalimantan Barat. Kedepan tentu kita berharap turnamen serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.
Para pemain peserta open turnamen futsal se Kalbar mendapat ucapan selamat bertanding dari Ketua Askab, Rahmad Satria

Terkait pelaksanaan open tournament futsal se Kalbar memperebutkan Piala Ketua DPRD Mempawah ini, diungkapkan Rahmad, memiliki dua tujuan utama. Pertama mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga, terutama olahraga futsal. Dan yang kedua adalah memupuk persatuan dan kesatuan, yaitu semangat nasionalisme.

“Melalui kegiatan olahraga ini akan melahirkan semangat nasionalisme yang tinggi, semangat dan cinta tanah air serta menjaga dan menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Tidak ada perbedaan suku, agama dan ras disini. Semua bersatu dan cinta tanah air,” katanya.

Ketua Askab PSSI, Rahmad Satria, menendang bola sebagai pertanda dimulainya open turnamen futsal se Kalbar

Melalui turnamen yang menjadi ajang pencarian bakat atlet futsal dan hiburan untuk masyarakat, diharapkan Rahmad dapat berlangsung tertib, aman dan lancar dari mulai pembukaan hingga penutupan nantinya. Penonton, pemain maupun ofisial diminta untuk menjunjung tinggi semangat fair play dan sportivitas selama berlangsungnya kegiatan.

“Mari kita sama-sama sukseskan Open Tournament Futsal disini. Selain sukses penyelenggaraan juga sukses menjadi juara nantinya. Mari kita junjung sportivitas ikuti dan patuhi aturan permainan futsal yang sudah ditentukan,” ucapnya.

Sebelumnya ketua panitia, Zainul Bahri, atas nama pribadi dan panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan Ketua Askab PSSI yang juga Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, yang dinilainya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pengembangan olahraga futsal di Kabupaten Mempawah termasuk di Desa Sungai Purun Kecil.

“Sejak pertama kali kami menggelar turnamen futsal yang pertama yaitu 10 tahun lalu sampai sekarang, beliau selalu memberikan dukungan. Tentu apa yang dilakukan Pak Rahmad membuktikan bahwa beliau sangat peduli terhadap pengembangan olahraga futsal. Kami berharap turnamen yang diikuti 58 klub ini akan melahirkan atlet futsal berbakat,” ungkap dia.



Unsur Muspika, kepala desa dan masyarakat antusias menghadiri pembukaan open turnamen futsal se Kalbar di Desa Sungai Purun
Senada dengan Zainul, Kepala Desa Sungai Purun Kecil, A Rafik, juga mengakui kepedulian Rahmad Satria terhadap turnamen futsal di desanya begitu tinggi. Kepada Rahmad Satria maupun panitia ia mengucapkan terima kasih sehingga turnamen futsal ini dapat terselenggara dan menjadi hiburan bagi masyarakat

Jumat, 23 Desember 2016

Jaring Pesepakbola Potensial di Liga Persiwah

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria menyerahkan secara simbolis bola kepada wasit yang memimpin Liga Persiwah
Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah kembali menggulirkan kompetisi sepakbola bergengsi. Kali ini turnamen Liga Persiwah yang diikuti 24 klub anggota Askab PSSI Mempawah. Berlangsung sejak 20 Desember 2016-10 Januari, turnamen ini dibuka Ketua Askab PSSI, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, di Stadion Opu Daeng Manambon Mempawah, Selasa (20/12).

Dalam sambutannya, Rahmad Satria menilai turnamen ini memiliki arti yang penting. Selain untuk menghibur masyarakat khususnya pecinta sepakbola juga upaya Askab PSSI untuk menjaring atlet-atlet sepakbola berbakat yang nanti akan menjadi pemain Persiwah Mempawah di berbagai ajang baik regional maupun nasional yang diikuti.

“Kami berharap dengan pelaksanaan turnamen ini semakin menambah gairah dan semangat para insan olahraga untuk terus berkomitmen memajukan pesepakbolaan di Kabupaten Mempawah. Tentu kita ingin kesebelasan Persiwah Mempawah kedepannya menjadi kesebelasan yang semakin solid, berkarakter dan diisi para pemain berbakat,” ujarnya.

Tidak lupa kepada 24 klub peserta, ofisial maupun para penonton dan pendukung setiap kesebelasan yang berlaga, diharapkan Rahmad Satria, dapat menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan semangat fair play. Menurut dia, menang atau kalah itu biasa tetapi yang terpenting punya tujuan yang sama untuk memajukan sepakbola di Kabupaten Mempawah.

“Liga Nusantara ini bukannya tujuan, tetapi alat untuk mencapai tujuan. Tujuannya apa? Tujuannya adalah memajukan sepakbola di Kabupaten Mempawah dan sekaligus mencari bakat-bakat sepakbola di daerah ini untuk kita bina dan dilatih dalam tim yang sama yaitu Persiwah Mempawah,” katanya.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Ismayuda Imran, mengatakan Liga Persiwah ini merupakan bentuk komitmen Askab PSSI Kabupaten Mempawah untuk menggalakkan  kembali semangat sepakbola di Kabupaten Mempawah. Ia berharap turnamen ini akan melahirkan pemain sepakbola bertalenta.

“Ini bukan sekedar kompetisi, tetapi kita akan pantau para pemain potensial yang nanti akan kita tarik bergabung untuk memperkuat Persiwah Mempawah. Ada talent scout atau pencari bakat kita yang bertugas memantau para pemain dari 24 klub yang berlaga di Liga Persiwah,” ucapnya.

Senin, 05 Desember 2016

Rahmad Dukung Futsal se Kalbar

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan hadiah kepada pemenang open turnamen Futsal se Kalbar, Comvany Mempawah
Turnamen futsal antar klub memperebutkan Piala Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, yang digelar Persijura Jungkat, Jumat (2/12) malam, resmi berakhir. Pada babak final yang berlangsung di Lapangan Futsal MJ Jungkat, Kecamatan Siantan, tim Comvany Mempawah berhasil menjadi juara usai menundukkan PSP Pontianak dengan skor 7-3.
Ketua Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, saat menutup kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada Persijura yang dinilainya sanggup dan berhasil melaksanakan turnamen futsal tingkat Kalimantan Barat. Selaku ketua Askab PSSI dan Persiwah Mempawah, Rahmad mendukung turnamen yang digelar Persijura dengan menyediakan piala bergilir dan uang pembinaan.
“Karena ini berbentuk piala bergilir, saya minta tahun depan turnamen ini kembali digelar tentu dengan penyelenggaraan yang lebih besar lagi. Intinya masyarakat, suporter, pemain dan ofisial dapat berpegang teguh pada semangat fair play dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Terkait turnamen futsal ini, diharapkan Rahmad dapat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Melalui open turnamen futsal ini, Rahmad mengajak seluruh pihak senantiasa bersatu dalam perbedaan dan berbeda dalam persatuan. “Disini kita selain berbeda tim, juga berbeda agama, suku dan ras. Meski berbeda kita tetap bersatu dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” ucapnya.
Sebelumya Ketua Panitia, Adi Wasito, dalam laporan singkatnya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, maupun Muspika Siantan yang sudah mendukung dan memberikan bantuan sehingga Open Turnamen Persijura 2016 dapat berjalan dengan sukses, aman dan lancar.
“Kami akui masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan ini, tetapi kami akan berupaya dengan maksimal agar kedepannya turnamen ini dapat kami laksanakan kembali dengan lebih baik lagi. Terima kasih kepada suporter, pemain maupun ofisial dan masyarakat yang sudah bersikap sportif sehingga kegiatan ini berjalan tertib, aman dan lancar” ucapnya.

Jumat, 02 Desember 2016

Dragon Boat Piala Rahmad Satria

Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyerahkan trofi kepada manajer tim dragon boat Elang Putih Mempawah, Anwar
Tim dayung Elang Putih 2 asal Mempawah berhasil menjadi juara pertama Lomba Sampan Dragon Boat Piala Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Berlangsung di Sungai Kuala Mempawah, Kamis (1/12), even lomba yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan even budaya Robo’-Robo ini disaksikan ribuan warga dari berbagai daerah di Kalbar.
Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalbar, Abdi Nurkamil, yang hadir pada even lomba ini mengatakan PODSI memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan Lomba Sampan Dragon Boat yang memperebutkan Piala Ketua DPRD, Rahmad Satria. Sebagai bentuk dukungan, imbuh dia, PODSI Kalbar meminjamkan empat unit dragon boat 22 pedayung.
“Karena PODSI Mempawah belum memiliki dragon boat, maka kami pinjamkan. Sebetulnya kita di PODSI Kalbar juga ada memiliki dragon boat 12 pedayung. Namun karena ada kendala teknis, dragon boat itu saat ini masih berada di Kabupaten Kayong Utara. Terkendala ombak jadi tidak bisa dikirim kesini tepat waktu,” jelasnya.
Terkait PODSI Mempawah yang belum memiliki dragon boat, Abdi kemudian menyarankan pemerintah daerah dan DPRD dapat menganggarkan dana untuk membelinya. Dengan demikian, pembinaan atlet dayung kedepannya akan semakin mudah. “Secara pribadi saya ucapkan terima kasih kepada Bang Rahmad Satria, tentunya tahun depan lomba ini tidak sebatas tingkat tertentu tetapi tingkat se Kalbar, kami akan mendukung,” ucapnya.
Ketua DPRD, Rahmad Satria, saat membuka lomba dragon boat yang diikuti 12 tim ini mengaku baru tahu kalau Mempawah belum memiliki dragon boat dan masih meminjam ke PODSI Kalbar. Meski demikian, ia mengaku siap mengupayakan pengganggaran minimal pada APBD Perubahan 2017. “Kita upayakan 4 sampan dragon untuk latihan maupun lomba. Jadi kita tidak perlu meminjam lagi, sudah punya sendiri,” jelasnya yang disambut tepuk tangan para pedayung.
Terkait even lomba yang diikuti perwakilan Sekadau, Sambas, Kubu Raya, Kota Pontianak dan Mempawah ini, Rahmad berharap dapat kembali digelar, tentu dengan jumlah daerah dan peserta yang lebih banyak. Oleh karena itu, ia menyarankan PODSI Kalbar agar mempercayakan Kabupaten Mempawah sebagai tuan rumah di tingkat provinsi. Mempawah, imbuh Rahmad, siap sebagai tuan rumah.
“Kami minta nanti PODSI Kalbar yang mengundang peserta. Kami yakin jika PODSI Kalbar yang mengundang, maka banyak peserta dari berbagai daerah baik kabupaten/kota se Kalbar bahkan dari luar provinsi yang ambil bagian. Dengan demikian, Mempawah bisa menjadi tempat wisata indah untuk dayung di Kalbar,” katanya.
Usai pembukaan lomba dragon boat, Rahmad Satria kemudian menerima amanah dari Ketua PODSI Kalbar, Abdi Nurkamil untuk menjadi tokoh yang peduli dengan olahraga Dayung Kalbar. Amanah itu ditandai dengan pemasangan secara simbolis tanjak laksamana dan selempang.
Berikut ini juara Lomba Dragon Boat 2016, juara pertama diraih Elang Putih 2 (Mempawah), juara kedua diraih Elang Putih 3 (Mempawah), juara ketiga Landas (Mempawah) dan juara keempat diraih Bintang Hitam Rabin (Mempawah). Selain trofi, Ketua DPRD, Rahmad Satria juga menyediakan total hadiah sebesar Rp 30 juta. 

Senin, 21 November 2016

Persegal Raih Piala Ketua Askab PSSI

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan tropi kepada Kesebelasan Persegal Galang yang menjadi juara
Kesebelasan Persegal Desa Galang berhasil menjadi juara turnamen sepakbola Open Cup Desa Galang yang memperebutkan piala Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Berkat quatrik atau empat gol yang dicetak Adi Satibi, kesebelasan andalan Desa Galang ini berhasil menyudahi perlawan Asasul Mutaqin asal Desa Pasir dengan skor 4-1 pada babak final yang berlangsung di Lapangan Karang Taruna Tunas Baru, Jalan Siliwangi, Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Minggu (20/11) sore.
Turnamen yang berlangsung sejak sebulan lalu itu, ditutup secara resmi oleh Ketua Askab, Rahmad Satria. Usai babak final berakhir, ia atas nama Askab PSSI mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh jajaran Pemerintahan Desa Galang maupun para suporter dan penonton sehingga turnamen ini dapat terlaksana dengan sukses, aman dan lancar.
“Alhamdulillah, keinginan kita agar turnamen ini menjunjung tinggi semangat fair play dapat terwujud. Terima kasih kepada Kepala Desa Galang yang kami nilai punya komitmen penuh pada penyelenggaran turnamen ini. Kami di PSSI punya tugas mengembangkan sepakbola dan kepala desa beserta seluruh aparat Pemerintahan Desa Galang punya semangat untuk membangun olahraga di desanya,” ucapnya.
Pertandingan Persegal melawan Asasul Mutaqin ini berjalan seru. Disaksikan seribuan penonton, kedua kesebelasan sejak peluit dibunyikan wasit Mulyadi, saling jual beli serangan. Hanya saja kerjasama dan mekanisme serangan Persegal lebih terorganisir. Hasilnya, tim kebanggaan masyarakat Galang ini berhasil mencetak gol pertama melalui kepala Adi. Skor 1-0 untuk keunggulan Persegal bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Asasul Mutaqin mulai mengambil inisiatif penyerangan. Namun kerjasama antar pemain selalu kandas di benteng pertahanan Persegal. Tak ingin kecolongan gol, Persegal kemudian balik menyusun serangan. Dan pergerakan Adi lagi-lagi menjadi momok benteng pertahanan Asasul. Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor tiga kali berturut-turut sebelum diperkecil oleh pemain Asasul, Salam. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 4-1.
Atas prestasinya menjadi juara turnamen Open Cup Desa Galang, kesebelasan Persegal berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 10 juta plus trofi dan piala bergilir Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria. Sedangkan Asasul Mutaqin yang meraih juara kedua, mendapat hadiah uang Rp 7 juta beserta trofi.
Sementara itu untuk kuara ketiga diraih Lamambon Anjongan dengan hadiah uang pembinaan Rp 5 juta plus trofi dan juara keempat diraih PSDW Wajok dan berhak mendapat uang pembinaan Rp 3 juta plus trofi. Sedangkan top skor dengan enam gol diraih Welly dari PSM Malikian. ia berhak membawa pulang uang pembinaan Rp 1 Juta.
Ketua panitia, Abdul Holik, mengucapkan terima kasih atas dukungan Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria dan Kepala Desa Galang, Rasidi, beserta seluruh pihak baik moril maupun materil sehingga pelaksanaan Open Cup Desa Galang dapat berjalan sukses, aman dan lancar. “Semoga di tahun mendatang, turnamen ini dapat kembali kita gelar dengan lebih besar lagi,” ucapnya.

Kamis, 27 Oktober 2016

Rahmad: Junjung Tinggi Fair Play

Ketua Askab PSSI, Rahmad Satria, didampingi Muspika Sungai Pinyuh menyerahkan bola kepada wasit saat membuka Turnamen Sepakbola di Desa Galang
Turnamen sepakbola antar klub kembali berlangsung di Kabupaten Mempawah. Kali ini digelar secara gabungan oleh Desa Galang dan Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, di Lapangan Karang Taruna Tunas Baru, Jalan Siliwangi. Dimulai Rabu (26/10) sore, ajang yang diikuti 50 tim se Kalimantan Barat ini dibuka secara resmi oleh Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Di hadapan para penonton, suporter, ofisial, pemain dan pelatih kesebelasan yang ikut turnamen itu, Rahmad Satria atas nama Askab PSSI Kabupaten Mempawah mengapresiasi pelaksanaan open turnamen sepakbola yang digelar secara bersama-sama oleh masyarakat di Desa Galang dan Desa Sungai Rasau.
“Terlaksananya kegiatan ini tentu menjadi bukti bahwa Galang dan Sungai Rasau merupakan desa yang kompak, desa yang tertib, aman dan lancar. Tentu kekompakan ini harus terus dijaga terutama dalam bingkai persatuan dan kesatuan,” katanya.
Sebagai desa yang dinilai sudah mampu melaksanakan turnamen sepakbola bergengsi berskala Kalbar ini, Rahmad Satria kemudian meminta para penonton, suporter maupun pemain tidak melakukan tindakan yang bisa merusak semangat sportivitas dan fairplay yang digaungkan PSSI Kabupaten Mempawah selama ini.
“Jika ada persoalan di dalam lapangan, biarkan kapten masing-masing kesebelasan dan wasit yang menyelesaikannya. Tolong hormati apapun keputusan wasit, karena wasit yang memimpin turnamen ini sudah bersertifikasi dan legalitasnya tidak perlu diragukan lagi. Jadi penonton jangan ikut campur apalagi sampai membuat onar yang bisa merusak semangat sportivitas dan fairplay,” ujarnya berpesan.
Camat Sungai Pinyuh, Drs. Rochmat Effendy, MM, mewakili Bupati Mempawah, Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, mendukung penuh pelaksanaan turnamen sepakbola yang dilaksanakan di Desa Galang itu. Ia berpesan agar momentum turnamen ini dapat menjadi ajang pembinaan sekaligus penjaringan atlet sepakbola yang kelak bisa mewakili Kabupaten Mempawah, Kalbar dan nasional.
“Saya berharap kegiatan ini berjalan dengan baik. Karena keberhasilan ini ditentukan dua faktor, pertama terselenggara dengan baik serta pelaksanaanya berjalan dengan tertib, aman dan lancar hingga selesai nanti. Tentu hal tersebut menjadi keinginan kita bersama,” ucapnya.
Ketua panitia, Abdul Holik, mengatakan turnamen sepakbola antar klub yang diprakarsai Desa Galang dan Desa Rasau itu akan berlangsung selama satu bulan kedepan. Kegiatan ini memperebutkan trofi dan uang pembinaan dari Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria.
“Diikuti 50 klub dari berbagai kabupaten/kota, turnamen ini dibagi dua bagian yaitu pool A dan pool B. Masing-masing pool terdiri dari 25 klub. Klub yang mengikuti kompetisi ini diantaranya dari Kabupaten Landak, Kota Pontianak dan berbagai kecamatan di Kabupaten Mempawah,” ucapnya.

Rabu, 12 Oktober 2016

Persiwah Jawab Tudingan Main Sabun

Ketua Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, beserta pengurus dan pemain Persiwah menggelar konferensi pers
Tudingan Persiwah Mempawah melakukan pengaturan skor dengan memainkan sepakbola gajah maupun “main sabun” sehingga kalah telak 7-0 saat berlaga melawan Porselama Bengkayang di Liga Nusantara Kalimantan Barat di Kabupaten Sintang, beberapa waktu lalu, dibantah secara tegas oleh Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Di hadapan para awak media di kediaman dinasnya, Selasa (11/10) malam, Rahmad Satria mengatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menyikapi isu tak sedap pasca kekalahan telak itu.  Ia bersama pengurus Askab PSSI Kabupaten Mempawah langsung melakukan investigasi secara internal guna menggali informasi yang sebenar-benarnya kepada pemain, pelatih dan ofisial.
“Akhirnya kami mengetahui fakta yang sebenarnya. Jadi tidak benar Persiwah melakukan aksi tidak terpuji seperti mengatur skor. Saya tegaskan, Persiwah tidak akan pernah mencoreng semangat fairplay yang selama ini selalu dijunjung,” katanya.
Hasil dari investigasi itu juga, imbuh Rahmad, PSSI Mempawah akhirnya tahu bahwa kekalahan telak itu merupakan buntut dari banyaknya pemain inti Persiwah yang mengalami cedera. Ketika itu, 10 dari 11 pemain inti Persiwah mengalami cidera berat dan ringan sampai terkena akumulasi kartu. Semua itu didapat saat melawan tuan rumah Persista Sintang. Akibatnya kekuatan Persiwah menjadi timpang.
“Namun, karena kita masih menjunjung tinggi fairplay untuk menuntaskan pertandingan dan kompetisi, kita tetap berupaya tampil maksimal melawan Porselama. Kita jelas mengincar kemenangan, minimal draw kita pasti lolos ke babak grand final bersama Delta. Hanya saja Allah belum mengizinkan kita tampil di babak grand final, kita akhirnya kalah dan Porselama dan Delta yang lolos,” ungkap dia.
Ia juga menyayangkan beredarnya tudingan miring yang menyatakan Persiwah main sabun atau sepakbola gajah pada kompetisi Liga Nusantara melawan Porselama. “Kita menyayangkan tudingan yang mencitrakan Persiwah Mempawah memainkan sepakbola gajah atau main sabun. Mengapa begitu tendensius menjustice Persiwah Mempawah main sabun atau curang tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya,” ungkapnya.
Berbicara soal kekalahan 7-0 yang dianggap bentuk pengaturan skor, Rahmad Satria lantas membandingkan dengan hasil pertandingan Porselama Bengkayang melawan Delta Khatulistiwa Pontianak. Saat itu, imbuh dia, pertandingan berakhir dengan skor telak 6-0 untuk keungulan Delta.
“Kenapa laga tersebut tidak diberikan sanksi fair play dan tidak dikatakan ‘bermain sabun’. Justu Persiwah yang disudutkan. Padahal kalah 6-0 atau 7-0 dalam sepakbola itu hal yang biasa. Karena tidak ada hasil yang pasti dalam bermain sepakbola. Kami bahkan menantang fakta hukum dari pihak-pihak yang menuding Persiwah melakukan pengaturan skor,” beber Rahmad.
Sekretaris Umum Askab PSSI Mempawah, Drs. Ismayuda Imran, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengurus Askab PSSI dan masyarakat Kabupaten Mempawah atas kegagalan Persiwah berprestasi pada Liga Nusantara 2016 di Sintang. Dia mengaku kecewa dengan hasil tersebut, namun dirinya memastikan seluruh pemain telah berjuang maksimal di atas lapangan.
“Apa dasar orang-orang menuduh Persiwah ‘bermain sabun’. Kekalahan telak ini semata-mata akibat ketidakseimbangan tim yang dilanda badai cedera dan akumulasi kartu,” tegas Yuda

Senin, 10 Oktober 2016

Mitra Jasa Juara ISAC Cup 2016

Ketua Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria berfoto bersama para juara ISAC Cup ke-XI
Kejuaraan Invitasi Sepakbola Antar Club (ISAC) ke-XI Satria Buana Cup 2016 yang dilaksanakan di Lapangan Sepakbola Rahmad Satria, Desa Wajok Hilir, Kecamtan Siantan, Minggu (9/10) sore, resmi berakhir. Mitra Jasa berhasil menjadi juara ISAC usai menundukkan Jaya FC dengan skor 2-1 pada partai final yang disaksikan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Jalannya pertandingan yang mempertemukan klub tangguh dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya itu berlangsung seru. Kedua kesebelasan saling adu strategi dan skill dilapangan sehingga menghasilkan pertandingan bermutu yang menghibur ratusan pecinta bola baik para suporter Mitra Jaya maupun Jaya FC maupun penonton tuan rumah.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan wasit Dedi, Mitra Jaya maupun Jaya FC saling melancarkan serangan untuk mencetak gol terlebih dahulu. Sorak sorai penonton bergemuruh ketika kedua kesebelasan mencetak sejumlah peluang. Gol yang ditunggu akhirnya tiba melalui kaki pemain Mitra Jasa yang dikenal dengan nama Tevez pada menit ke-16. Skor bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Herry pelatih Jaya FC, mengintruksikan pemain untuk lebih agresif menyerang guna menyamakan kedudukan. Namun keasyikan menyerang membuat pertahanan Jaya FC lengah dan berhasil dimanfaatkan pemain Mitra Jaya, Rohandi. Melalui tendangan jarak jauh, ia berhasil membobol gawang yang dijaga Hodik sekaligus memperbesar keunggulan timnya menjadi 2-0 pada menit ke-53.
Disisa-sisa pertandingan, Jaya FC terus berupaya menciptakan gol balasan. Upaya itu pun membuahkan hasil. Pada menit ke-75, pemain Jaya FC yaitu Rudi berhasil menciptakan gol ke gawang Mitra Jasa yang dijaga Pay dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Skor ini tidak berubah sampai berakhirnya babak kedua final ISAC ke-XI ini. Atas hasil itu Mitra Jasa berhak atas piala dan uang pembinaan sebesar Rp 12 juta.
Sedangkan sang runner-up Jaya FC, mengantongi uang pembinaan Rp 8 juta, juara ketiga yang diraih Kokonesia Mempawah meraih Rp 6 juta dan juara empat yaitu PSSG FC Rp 4 juta. Top skor diberikan kepada pemain Mitra Jaya FC, Budiman dengan koleksi 12 gol. Untuk best player diraih pemain PSSG FC, Khaoiri.
Ketua Askab Kabupaten Mempawah Rahmad Satria, mengucapkan terimakasih kepada panitia dan semua pihak yang telah berpartisipasi hingga penyelenggaraan ISAC Satria Buana Cup ke-XI berlangsung lancar, tertib dan aman.
“Saya merasa bangga, tahun ini penyelenggaraan ISAC Buana Cup semakin berkualitas. Para pemain sepakbola terbaik di Kalbar banyak yang hadir dan berpartisipasi. Begitu pun dengan para wasit dan perangkat pertandingan. Antusias masyarakat pun semakin meningkat. Tentu kita harapkan pada ajang ISAC berikutnya kualitas pertandingan semakin meningkat,” ujarnya.
Rahmad Satria yang juga Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini kemudian mengucapkan selamat kepada para klub yang tampil sebagai pemenang. Dia menilai, kualitas para pemenang cukup merata dari empat kabupaten peserta ISAC Satria Buana Cup XI. Yakni dari Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah dan Landak.
“Selanjutnya, kita akan melaksanakan pertandingan sepakbola usia 40 tahun. Caranya setiap pemain mendaftarkan diri secara perorangan. Untuk penentuan klub, akan dilakukan melalui cabut undi. Melalui kejuaraan seperti ini kami ingin mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga,” ucap dia.
Sebelumnya Ketua Panitia ISAC Satria Buana Cup ke-XI , Abdul Rani, dalam laporannya mengatakan kejuaraan itu diikuti 82 klub dari empat kabupaten kota di Kalbar. Sejak dimulai sampai berakhir, kejuaraan ini berlangsung selama 41 hari.
“Untuk jumlah kartu kuning sebanyak 100 lembar dan kartu merah 7 lembar dengan produktivitas gol yang diciptakan sepanjang turnamen sebanyak 226 gol. Ini tentu menunjukan kualitas permainan semakin berkualitas dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” ungkap dia. (fsa)

Sabtu, 03 September 2016

Persiwah Lumat Gabsis 4-0

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, tampak gembira seraya menyemangati Ihsan yang sukses mencetak tiga gol ke gawang Gabsis
Laga seru tersaji di Stadion Opu Daeng Manambon Mempawah, Jumat (2/9). Mempertemukan tuan rumah Persiwah Mempawah melawan Gabsis Sambas, Laskar Opu (Julukan Persiwah) akhirnya menuntaskan laga dengan skor telak 4-0 melalui hattrik yang dicetak Ihsan menit 42, 47, 63, dan satu gol dari sang kapten, Hadiman di menit-85.
Jalannya pertandingan Persiwah melawan Gabsis berlangsung ketat. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua kesebelasan saling jual beli serangan. Beberapa kali peluang di depan gawang Gabsis maupun Persiwah selalu kandas di lini pertahanan masing-masing. Persiwah akhirnya berhasil mencuri gol di babak pertama tepatnya di menit 42 melalui gol yang dicetak Ihsan.
Memasuki babak kedua, para pemain Persiwah dan Gabsis tidak mengendurkan serangan. Sorak sorai ribuan penonton kedua kesebelasan membuat pertandingan berjalan seru. Persiwah yang tidak ingin mengecewakan para pendukung setianya akhirnya menambah keunggulan di menit 47 melalui kaki Ihsan.
Ketinggalan 2-0 membuat Gabsis Sambas tersengat. Pergantian pemain pun dilakukan untuk menambah daya gedor dan variasi serangan ke jantung pertahanan Persiwah. Alih-alih memperkecil ketinggalan, justru gawangnya kembali kebobolan. Lagi-lagi gol tercipta melalui kaki pemain bernomor punggung 11, Ihsan. 3-0 untuk keunggulan Persiwah.
Tertinggal tiga gol membuat semangat para pemain Gabsis menurun. Alhasil lima menit jelang babak kedua berakhir, satu gol yang dicetak sang kapten Hadiman akhirnya menutup pesta gol Persiwah ke gawang Gabsis. Skor 4-0 bertahan hingga babak kedua berakhir.
Atas hasil ini Persiwah Mempawah berhasil lolos ke putaran berikutnya sekaligus merebut puncak klasemen Liga Nusantara Regional II Kalbar dari Delta Khatulistiwa Pontianak dengan poin 11. Kesebelasan Elang Khatulistiwa ini harus puas menduduki peringat kedua dengan nilai 10 diikuti Gabsis Sambas dengan 9 poin.
Usai pertandingan, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah yang selama pertandingan terlihat tak henti memberikan semangat ke Persiwah mengaku puas atas kemenangan besar anak asuh Tri Indra Gunawan tersebut. Menurut dia, Persiwah mampu menyajikan pertandingan nan menghibur namun berkelas pada pertandingan melawan Gabsis Sambas.
“Alhamdulillah Mempawah sebagai tuan rumah berhasil mencapai dua target. Pertama target sukses di penyelenggaraan Liga Nusantara Regional II dan target kedua adalah sukses menjadi juara di Regional II. Hasil ini tentu berkat perjuangan para pemain, pelatih dan ofisial, termasuk para suporter yang berhasil menunjukkan sikap yang baik sebagai tuan rumah,” katanya.
Terkait persiapan Persiwah ke putaran berikutnya, Rahmad menyatakan target Persiwah tidak berubah yaitu tetap menjadi juara Liga Nusantara Regional Kalimantan Barat. Ia yakin untuk mewujudkan itu, tim pelatih sudah mempersiapkan komposisi dan taktik menghadapi laga yang dipastikan bakal berjalan ketat.
“Kita juga siap jika kembali dipercaya Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalbar sebagai tuan rumah Liga Nusantara Regional Kalbar. Tentu dengan dukungan dan doa dari masyarakat Kabupaten Mempawah serta perjuangan para pemain, Persiwah Mempawah bisa mewujudkan target juara,” ucapnya.
Pelatih Persiwah, Tri Indra Gunawan, mengaku puas atas perjuangan anak asuhnya menaklukkan Gabsis Sambas sekaligus menjadi juara regional II Liga Nusantara. Meski puas, ia mengaku masih ada beberapa kelemahan Persiwah yang harus diperbaiki guna menghadapi putaran selanjutnya.
“Ada beberapa lini yang perlu ada perbaikan, diantaranya posisi penjaga gawang dan gelandang kanan yang saya nilai masih belum maksimal memberikan suplai bola matang ke penyerang. Meski demikian kelemahan itu akan segera kita benahi,” ucapnya.

Selasa, 23 Agustus 2016

Rahmad Suntik Semangat Persiwah

Ketua Umum Askab PSSI, Rahmad Satria, memotivasi para pemain Persiwah agar tetap optimis meraih juara
Bermain imbang 2-2 melawan PS Kubu Raya pada pertandingan perdana tak menyurutkan langkah Persiwah Mempawah mengejar juara. Sejumlah strategi dipersiapkan pelatih untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan Delta Khatulistiwa Kota Pontianak di Stadion GOR Opu Daeng Manambon, Kamis (25/8).
Terkait persiapan menghadapi Delta Khatulistiwa, para pemain, pelatih dan ofisial Persiwah, Senin (22/8) pagi, mendapat suntikan motivasi dari Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Motivasi diberikan Rahmad Satria yang datang langsung ke lokasi latihan Persiwah agar pemain mampu tampil trengginas dan percaya diri.
“Terus jaga semangat dan tekad untuk menang. Kalau semangat menang ada, semangat berjuang ada dan kerja keras ada maka kita bisa mengalahkan kesebelasan manapun. Semangat itu penting dalam suatu pertandingan, karena itu merupakan modal dasar kita untuk menjadi yang terbaik,” katanya.
Tidak lupa, Rahmad meminta seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah dapat memberikan dukungan dan doa agar Persiwah Mempawah mampu menjadi juara dan maju ke putaran berikutnya mewakili Kalimantan Barat ke tingkat nasional. “Dukungan dan doa dari masyarakat bakal menjadi sumber semangat para pemain Persiwah untuk meraih kesuksesan,” ujarnya.
Pelatih Persiwah Mempawah, Tri Indra Gunawan, mengaku pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi para pemain Delta Khatulistiwa. Rentang waktu dua hari sebelum pertandingan, pihaknya juga akan membenahi berbagai kelemahan yang ada ditubuh Persiwah saat bermain imbang 2-2 melawan PS Kubu Raya.
“Kita benahi berbagai kekurangan yang ada, satu diantaranya meningkatkan kemampuan pemain di posisi sayap agar tidak lengah saat diserang pemain lawan. Untuk menghadapi pertandingan berikutnya kita harus fokus agar bisa meraih hasil terbaik,” ucapnya.

Senin, 22 Agustus 2016

Liga Nusantara Regional II Dimulai

Wakil Bupati Gusti Ramlana didampingi Ketua PSSI Kalbar, Adang Gunawan, dan Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit
Liga Nusantara Regional II Kalimantan Barat di Stadion Opu Daeng Manambon Kabupaten Mempawah, Minggu (21/8), resmi dimulai. Dibuka Wakil Bupati, Gusti Ramlana, S.Sos, pertandingan pertama kompetisi yang diikuti enam kabupaten/kota se Kalbar ini mempertemukan tuan rumah Persiwah Mempawah melawan PS Kubu Raya dengan skor akhir imbang 2-2.
Dalam sambutannya, Gusti Ramlana atas nama pemerintah daerah menyambut baik dan mendukung pelaksanaan kompetisi Liga Nusantara 2016 di Kabupaten Mempawah. Ia menilai kompetisi ini penting karena menjadi bagian tak terpisahkan dari suatu tahapan pembinaan para atlet di cabang olahraga sepakbola.
“Kepada kesebelasan yang bertanding, tetap jaga fair play dan sportivitas. Dan kepada masyarakat Kabupaten Mempawah, jadilah tuan rumah yang baik. Sambut tamu dari beberapa kabupaten/kota dengan ramah dan senyum, tunjukkan kita pecinta sepakbola sejati yang menjunjung prilaku yang sopan dan santun,” ucapnya.
Ketua Umum Asosiasi PSSI Kalimantan Barat, Adang Gunawan, mengatakan Liga Nusantara merupakan agenda yang termasuk dalam kalender kegiatan PSSI dari pusat ke provinsi dan digelar di tingkat kabupaten/kota. “Dibagi dua regional untuk menghemat waktu dan biaya, Liga Nusantara kita gelar di Kabupaten Sintang dan Mempawah,” jelasnya.
Adang secara khusus meminta maaf kepada masyarakat terutama Kabupaten Mempawah atas terhentinya penyelenggaraan Liga Nusantara Region Kalbar beberapa tahun silam. Ia menjelaskan, permasalahan di tubuh PSSI Pusat akibat pembekuan yang dilakukan pemerintah, berimbas ke PSSI di Kalbar.
Akibatnya Liga Nusantara yang saat itu dijuarai Kabupaten Mempawah harus terhenti dan hanya berlangsung satu putaran saja. “Alhamdulillah, sekarang pemerintah dan FIFA sudah mencabut pembekuan atas PSSI. Dengan demikian, kita akhirnya bisa kembali menggelar Liga Nusantara Region Kalimantan Barat,” ungkap dia.
Sebelumnya Ketua Panitia, Heri Ismail, SH, dalam laporannya mengatakan Liga Nusantara  Kalbar dibagi dalam dua regional. Regional pertama diikuti Kabupaten Sintang sebagai tuan rumah, Melawi, Bengkayang, Landak, Sanggau dan Sekadau. Sedangkan regional II diikuti Mempawah selaku tuan rumah, Sambas, Kubu Raya, Ketapang, Kota Singkawang dan Pontianak.
“Pertandingan Liga Nusantara ini menggunakan sistem kompetisi penuh. Dengan peringkat tiga terbaik masing-masing zona akan maju ke babak selanjutnya yang akan dilaksanakan di Kota Pontianak,” jelas dia.
Terkait penunjukkan Mempawah sebagai tuan rumah ini, dinilai Heri, patut disyukuri masyarakat Kabupaten Mempawah. Karena itu bentuk kepercayaan dan amanah Asosiasi PSSI Kalimantan Barat. “Kepercayaan ini tentu harus kita jaga dan laksanakan dengan baik. Satu diantaranya dengan menjadi tuan rumah yang baik dan sportif. Semoga Mempawah menjadi juara dan mewakili Kalbar ke ajang serupa tingkat nasional yang memperebutkan Piala Presiden,” ucapnya.
Pembukaan Liga Nusantara ini ditandai dengan penyerahan bola kepada wasit yang dilakukan Wakil Bupati Gusti Ramlana didampingi Ketua Umum Asosiasi PSSI Kalbar, Adang Gunawan, Ketua Umum Asosiasi Kabupaten PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Turut hadir Sekda Mempawah, Drs. H. Mochrizal, Sekda Singkawang, Drs. Syech Bandar, M.Si, Ketua KONI Mempawah, Drs. HM Ali Bakar dan pejabat SKPD Mempawah.

Senin, 01 Agustus 2016

Turnamen Bergengsi ISAC XI Dimulai

Wakil Bupati, Gusti Ramlana, bersama Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, Ketua KONI, Ali Bakar mengangkat bola bersama wasit ISAC ke-XI
Turnamen sepakbola Invitasi Sepakbola Antar Club (ISAC) ke-XI Satria Buana Cup se Kalimantan Barat, di Lapangan Rahmad Satria, Parit Wak Dongkak, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Sabtu (30/7) sore, resmi dimulai. Diikuti 82 kesebelasan dari berbagai kabupaten/kota di Kalbar, turnamen ini dibuka Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, S.Sos.
Peserta yang ambil bagian dalam turnamen ini juga bukan kesebelasan sembarangan, tapi merupakan tim unggulan yang sengaja di undang panitia. Tak heran, turnamen bergengsi yang sempat vakum sekitar 2 tahun ini, menarik perhatian ribuan masyarakat pecinta sepakbola di Kalimantan Barat.
Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menilai turnamen ini berbeda daripada yang lain. Kenapa dikatakan lain? Karena jika biasanya suatu turnamen sepakbola dibuka secara umum melalui sistem pendaftaran dan diikuti tim mana saja, maka sistem berbeda diterapkan panitia ISAC.
“Disini  kita undang kesebelasan yang tangguh dan memiliki track record yang baik, tak hanya dari sisi tingkah laku pemain tetapi juga suporter. Jadi jika ada kesebelasan atau supoter yang suka membuat kericuhan atau masalah selama turnamen ini berlangsung, maka jangan harap pada penyelenggaraan ISAC selanjutnya akan diundang lagi,” tegas dia.
Rahmad menilai, turnamen ISAC ke-XI ini tak hanya menjadi ajang menjalin silaturahmi antar kesebelasan, tetapi juga mencari bibit-bibit pemain berbakat khususnya di Kabupaten Mempawah yang nanti bisa diseleksi masuk ke tim Persiwah Mempawah di ajang kompetisi tingkat daerah maupun nasional kedepannya.
“Kepada penonton, saya minta untuk tetap santun dan mempercayakan semua proses pertandingan kepada wasit. Karena jika penonton atau suporter sudah terlibat, maka disitu awal dari kericuhan. Mari kita sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Menang kalah itu biasa, tetapi bagaimana kita memajukan sepakbola di Kalbar, khususnya di Kabupaten Mempawah,” ucapnya.

Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, S.Sos, atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah menyambut baik dan memberikan dukungan penuh penyelenggaraan turnamen ISAC ke-XI. Ia menilai turnamen ini menjadi ajang untuk melihat potensi sekaligus sebagai evaluasi perkembangan kemajuan dan upaya untuk memajukan pesepakbolaan di Kabupaten Mempawah.

“Saya berharap turnamen ini berlangsung tertib, aman dan lancar, serta melahirkan pesepakbola handal Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat. Selamat bertanding, tetap jaga sportivitas,” ujarnya berpesan.

Pembukaan turnamen ISAC Satria Buana Cup ke-X yang menggunakan sistem gugur ini, ditandai dengan pertandingan perdana antara kesebelasan Mandiri Kota Pontinak melawan Persipon Allstar. Pertandingan ini akhirnya dimenangkan Persipon Allstar melalui drama adu penalti dengan skor 4-1, setelah hasil imbang 2-2 pada waktu normal 2x45 menit.

Pembukaan ISAC ke-XI Satria Buana Cup turut dihadiri Ketua KONI Kabupaten Mempawah, Drs. HM Ali Bakar, Ketua Harian PSSI Kabupaten Mempawah, Drs. Jailani, MM, Kepala BNN Kabupaten Mempawah, AKBP H Abdul Haris Daulay, SH, Muspika Kecamatan Siantan, pimpinan SKPD, serta para tamu undangan lainnya.

Rabu, 20 Juli 2016

Mempawah Tuan Rumah Liga Nusantara

Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, memimpin rapat persiapan Liga Nusantara Regional Kalbar
Dunia sepakbola Kabupaten Mempawah kembali menggeliat. Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah ditunjuk Asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalimantan Barat, sebagai tuan rumah penyelenggara Kompetisi Sepakbola Liga Nusantara Regional II Kalimantan Barat tahun 2016, di Stadion Opu Daeng Manambon Mempawah, 21 Agustus mendatang.
Kabar penunjukkan Kabupaten Mempawah sebagai tuan rumah event sepakbola tingkat provinsi tentu menjadi kabar gembira bagi seluruh pecinta olahraga paling populer ini. Bagaimana tidak, Mempawah akan menjadi panggung adu skill dan taktik kesebelasan tangguh perwakilan dari enam kabupaten/kota di Kalbar.
Ketika dikonfirmasi, Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, membenarkan Kabupaten Mempawah dipercaya Asosisasi PSSI Kalbar menjadi penyelenggara Kompetisi Sepakbola Liga Nusantara Regional II Kalimantan Barat 2016. “Penunjukkan itu berdasarkan hasil rapat di tingkat PSSI Kalbar, 5 Juni lalu,” jelas dia.
Menindaklanjuti penunjukkan itu, Rahmad mengatakan pihaknya langsung menggelar rapat bersama pengurus Askab PSSI Kabupaten Mempawah, belum lama ini. Rapat itu dihadiri Ketua Harian Askab PSSI Kabupaten Mempawah, Drs. Jailani, MM, serta sejumlah pengurus lainnya diantaranya, Drs. Ismayuda Imran, Heri Ismail, SH, Herman AP, SE, dan Munir Putra, ST, M.Si.
“Kepercayaan ini tentu menjadi bukti bahwa Mempawah dianggap mampu melaksanakan event olahraga di tingkat regional. Kepercayaan ini tentu tidak akan kita sia-siakan, kita siap menjadi tuan rumah yang baik demi suksesnya penyelenggaraan tersebut,” katanya kepada para wartawan di ruang kerjanya, baru-baru ini.
Dengan dicabutnya pembekuan PSSI di tingkat nasional oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), beberapa waktu lalu, dinilai Rahmad menjadi angin segar bagi PSSI di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Mempawah. Kini, imbuh dia, Askab PSSI Kabupaten Mempawah kembali bisa leluasa melaksanakan berbagai program untuk pengembangan sepakbola di daerah ini.
“Nah, dihelatnya Liga Nusantara ini kita berharap dapat melahirkan bibit-bibit pesepakbola handal yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Mempawah, Kalbar bahkan Nasional. Mari kita bersama-sama menyukseskan kompetisi sepakbola ini,” pungkas dia.