Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Mei 2017

Santri Diminta Manfaatkan Waktu Luang

Ketua DPRD, Rahmad Satria, berfoto bersama santri dan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Desa Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat
Perbedaan antara orang sukses dengan tidak sukses terletak pada pemanfataan waktu luangnya. Bagi pelajar atau santri yang bisa memanfaatkan waktu luang sekecil apapun untuk menambah kualitas diri dan keimanan dengan belajar dan beribadah akan membawa kesuksesan bagi dirinya. Tak hanya dunia tetapi juga akhirat.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, saat memberikan sambutan pada acara milad ke-XII sekaligus pelepasan santri tingkat akhir di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Sabtu (13/5) malam.

“Perbedaan mencolok antara orang yang sukses dan tidak sukses ada terletak pada pemanfaatan waktu luang. Dan saya melihat santri-santri di Pontren Al-Mukhlisin sudah diajarkan untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Mereka digembleng secara ketat untuk menuntut ilmu dunia dan akhirat. Pola pendidikan disini tentu berbeda dengan pendidikan formal lainnya,” jelas dia.
Rahmad Satria memotivasi para santri Pontren Al-Mukhlisin
Rahmad mengungkapkan, metode pemanfaatan waktu luang dengan sebaik-baiknya sudah dirasakan manfaat oleh dirinya. Terbukti, disela-sela kesibukannya sebagai Ketua DPRD dan organisasi lainnya ia masih bisa meluangkan waktu untuk belajar dan kuliah di program doktoral Universitas Diponegoro, Jawa Tengah.

“Saya salahsatu contoh orang yang bisa memanfaatkan waktu luang untuk belajar dan beribadah. Alhamdulillah usaha keras ini berbuah manis sehingga saya bisa menuntaskan pendidikan doktoral dengan predikat cum laude. Ini tentu bisa menjadi motivasi kalian agar bisa menjadi orang sukses dan mewujudkan cita-cita,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini juga memotivasi para santri untuk belajar dari pelaut yang handal. Seperti yang terungkap dalam kata-kata bijak yakni pelaut yang handal itu bukan berasal dari ombak yang tenang, tetapi lahir dari lautan yang penuh ombak dan badai. Dan ia menilai para santri yang lulus ini telah melewati ombak dan badai untuk menuju kesuksesan.

“Dengan semangat untuk belajar, kalian berhasil menuntaskan pendidikan di pondok sini. Kualitas jebolan pesantren itu tidak diragukan lagi, karena ilmunya melebihi anak-anak di pendidikan formal lainnya. Selama di pontren, kalian digembleng baik ilmu akademik juga ilmu agama,” ungkapnya.
Para santri tingkat akhir menyalami Rahmad Satria
Pimpinan Pontren Al-Mukhlisin, Ustaz Zakaria MS, S.HI, dalam sambutannya mengatakan pola pendidikan yang dilaksanakan pihaknya yaitu formal dan non formal merupakan bentuk pembekalan bagi generasi muda khususnya para santri. Mereka dipersiapkan dalam rangka menuju kehidupan di tengah masyarakat.

“Saat ini mereka belum bisa dikatakan berhasil. Karena keberhasilan mereka ini bukan saat berada di pondok atau lembaga pendidikan tetapi setelah keluar dari dari sini. Apakah nantinya bermanfaat dan berguna bagi masyarakat. Kami disini hanya membekali ilmu, membimbing akhlak dan moralitas, tetapi keberhasilan anak-anak nantinya terlihat ketika merka sudah kembali ke masyarakat,” ucapnya.
Rahmad Satria bersama pimpinan pontren, camat, kapolsek dan tokoh agama dan masyarakat
Tidak lupa, Zakaria atas nama yayasan dan para santri mengucapkan terima kasih kepada Rahmad Satria yang sudah hadir dan berbagi ilmu kepada para santri di pontren yang ia pimpin. Ia menilai apa yang disampaikan Rahmad itu bisa menjadi modal motivasi bagi para santri baik yang sudah lulus maupun mereka yang saat ini masih mengenyam pendidikan di pontren.

Senin, 01 Mei 2017

Lulusan MAS Rahmatan Lil Alamin Diminta Lanjutkan Pendidikan

Rahmad Satria bersama KH Adnan Kasogi pada peringatan Isra Miraj Rasulullah yang dirangkai pelepasan siswa kelas XII MAS Rahmatan Lil Alamin, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah
Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Rahmatan Lil ‘Alamin, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, kembali melepas siswa-siswinya yang duduk di bangku kelas XII. Pelepasan para siswa ini dilakukan Ketua Lembaga Rahmatan Lil ‘Alamin, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, yang didampingi kepala madrasah, Nur’Aini, S.Ag, M.Pd.I, di halaman MAS tersebut, Sabtu (29/4) malam.

Pelepasan para siswa ini terasa istimewa karena selain dihadiri para orangtua dan wali, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1438 H yang dihadiri seribuan umat muslim dan menghadirkan ulama asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, KH Adnan Kasogi, S.Pd.I. Ia merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Amin Kudus.
Rahmad Satria memberikan sambutan saat melepas para siswa kelas XII
Dalam tausiahnya, Adnan Kasogi memaparkan secara jelas makna yang terkandung dalam perjalanan Isra Miraj Rasulullah SAW yakni Isra yang merupakan momen baginda nabi "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Miraj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi.

“Di sini beliau, Baginda Rasul junjungan kita mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan kewajiban salat lima waktu. Perjalanan Isra Miraj Nabi Allah ini harus kita imani dan percaya, karena bentuk kuasa Allah yang jika sudah keinginan-Nya, maka dengan mudah dilakukan,” katanya.

Berkaitan dengan makna Isra Miraj dan perintah salat, dijelaskan Adnan Kasogi, ada terletak pada perjalanan Rasulullah dari masjid ke masjid yang dilakukan pada saat malam hari. Ia kemudian menjelaskan ke seluruh jemaah yang hadir yakni mengenai makna Isra yang dilakukan nabi yang dimulai dari Masjidil Haram dari Madinah menuju Masjidil Aqsa di Palestina/Yerusallem.

“Kenapa tidak dari rumah ke rumah atau dari istana ke istana? Nah disini Allah dan Rasulullah mendidik kita untuk memperbanyak beribadah secara berjemaah di masjid, sering-sering ke masjid agar hidup kita diberkahi Allah SWT,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat mendengarkan sambutan Rahmad Satria
Kemudian berkenaan dengan perjalanan Isra Miraj Rasulullah SAW yang dilakukan pada malam hari bukan pada pagi atau siang hari, diterangkan Adnan Kasogi, merupakan edukasi bagi umat Muslim untuk senantiasa bangun pada malam hari untuk melaksanakan ibadah. “Malam hari merupakan waktu yang mustajab untuk kita beribadah, berdoa dan memohon kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ketua Lembaga Rahmatan Lil ‘Alamin, Rahmad Satria, dalam sambutannya berharap masyarakat yang hadir pada peringatan Isra Miraj ini dapat keberkahan dari Allah SWT dan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW. “Yang terpenting dari peringatan Isra Miraj ini adalah upaya kita untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas ibadah salat kita agar semakin bertakwa dan beriman kepada Allah SWT,” katanya.

Kepada siswa kelas XII yang baru saja dilepas ini, didoakan Rahmad agar lulus semua. Ia juga meminta kepada orangtua siswa untuk melanjutkan pendidikan anak ke jenjang yang lebih tinggi. Apalagi sudah banyak siswa disini yang masuk di beragam bidang profesi pekerjaan dan melanjutkan pendidikan di bangku kuliah.

“Bagi siswa yang berprestasi terutama dari kalangan tak mampu yang ingin kuliah tetapi tidak ada biaya, jangan khawatir. Kita ada kontrak beasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi diantaranya Universitas Panca Bhakti Pontianak dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini.
Para siswa kelas XII berfoto bersama Rahmad Satria, KH Adnan Kasogi dan Kepala MAS Rahmatan Lil Alamin, Nur'aini
Tidak lupa, Rahmad berharap kepada para orangtua apabila ada anaknya mendapat hukuman dari guru selama mengenyam pendidikan di MAS Rahmatan Lil ‘Alamin, untuk memakluminya. Rahmad meyakinkan bahwa apa yang dilakukan para guru atau pengajar itu semata-mata demi kebaikan peserta didik agar menjadi anak yang baik, berguna bagi orangtua, agama serta nusa dan bangsa.

“Guru yang menghukum atau memberi sanksi pasti ada alasan, itu semua demi kebaikan siswa dan sanksi yang diberikan juga sifatnya mendidik. Jadi bukan bentuk pelanggaran HAM. Apa yang dilakukan guru tentu harus kita hargai dan kita ucapkan terima kasih. Karena berkat mereka, para siswa tak hanya mendapat ilmu akademik tetapi juga ilmu agama serta budi pekerti,” ucapnya.
Penyerahan cinderamata kepada Ketua Lembaga Rahmatan Lil Alamin, Rahmad Satria, dari perwakilan siswa kelas XII
Sebelumnya Kepala MAS Rahmatan Lil ‘Alamin, Nur’aini, dalam laporannya mengatakan jumlah siswa kelas XII tahun ajarang 2016/2017 yang dilepas ada 49 orang. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada para orangtua yang sudah menitipkan anaknya di madarasah yang ia pimpin, apabila ada perbuatan atau yang menyingung orangtua siswa.

“Maksud kami tak lain dan tak bukan adalah membentuk dan membina akhlakul kharimah pada anak didik kami. Hari ini, kami kembalikan anak bapak dan ibu untuk dididik lebih lanjut. Semoga MAS Rahmatan Lil Alamin semakin eksis dan siswanya berprestasi seperti yang dilakukan siswa kita baru-baru ini yakni juara kedua Olimpiade Sains tingkat kabupaten dan lulus seleksi Paskibra tingkat kabupaten,” pungkas dia.

Selasa, 07 Maret 2017

Duduk Bersama Bicarakan Pembangunan Kabupaten Mempawah

Ketua DPRD, Rahmad Satria, menghadiri diskusi yang digelar Primakama di Aula Asrama Mahasiswa Galaherang di Pontianak
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menghadiri diskusi dan sharing bersama yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Mempawah (Primakama), Aula Asrama Mahasiswa Galaherang di Pontianak, Minggu (5/3) malam. Dalam diskusi ini Rahmad berhasil menjaring aspirasi mahasiswa terkait upaya untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraaan masyarakat.

Dihadapan puluhan mahasiswa asal Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria mengaku bangga dan terharu dengan mereka. Rahmad menilai mereka sebagai generasi yang begitu antusias terhadap kemajuan dan perkembangan daerah. “Dan selama ini, para mahasiswa ini ikut memberikan kontribusi berupa pemikiran untuk membangun daerah,” kata Rahmad Satria kepada wartawan usai diskusi.

Dalam pelaksanaan diskusi tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah itu mengaku banyak mendapatkan saran, masukan hingga kritikan terkait sejumlah kebijakan pemerintah daerah. Rahmad pun tidak menampik, dalam proses kepemimpinan pasti ada kelebihan dan kekurangannya.

“Kita mendengarkan seluruh masukan, saran dan evaluasi yang disampaikan rekan-rekan Primakama. Karena, sumbangsih saran dan pemikiran ini memiliki satu tujuan yakni memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Mempawah,” ujarnya.

Selama dua periode kepemimpinan Bupati Ria Norsan, dinilai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah terbukti mampu membawa kemajuan dan perubahan yang positif untuk pembangunan di Kabupaten Mempawah. Dia pun berharap keberhasilan tersebut dapat dilanjutkan dan ditingkatkan lagi oleh pemimpin mendatang.

“Oleh karena itu untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan tersebut kami membutuhkan pendapat, masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat termasuk kalangan mahasiswa. Sebagai kaum intelektual, kami berkeyakinan mahasiswa mampu memberikan ide dan gagasan yang kreatif dan cemerlang,” ungkapnya.

Terkait aspirasi yang disampaikan mahasiswa, Rahmad Satria mengatakan sebagian telah diakomidir melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang akan dibahas dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Kabupaten Mempawah tahun 2017 ini.

“Misalnya aspirasi berkenaan dengan masalah kemiskinan, pemerintahan desa, BPD dan lainnya. Bahkan, kami memberikan porsi besar terhadap permasalahan Pemerintahan Desa. Hal itu kami lakukan untuk menindaklanjuti program Presiden yakni nawacita yang ke-3, yakni membangun dari pinggiran,” bebernya.

Lebih jauh, Rahmad Satria mengaku dirinya sangat pro aktif dalam mendukung kegiatan kemahasiswaan. Termasuk jika ada keinginan dari Primakama untuk menggelar acara diskusi maupun seminar. Ia mengatakan, DPRD siap menyediakan fasilitas dan segala keperluan lainnya.

“Tentunya kami akan mendukung setiap kegiatan yang sifatnya positif. Silahkan, kapan saja kami siap menyediakan fasilitas di Gedung DPRD Mempawah. Dengan demikian kegiatan tersebut akan menghasilkan suatu pemikiran yang positif untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mempawah,” pungkasnya

Senin, 27 Februari 2017

Rahmad : DPRD Siap Dukung Porsema

Rahmad Satria bersama Kekanwil Kemenag Kalbar, Syahrul Yadi, serta Kepala Kemenang Mempawah, Isriyah, melepas balon saat pembukaan Porsema di MAN Mempawah
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menghadiri pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (Porsema) ke-IV se Kabupaten Mempawah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah, Sabtu (25/2). Kegiatan ini dibuka secara resmi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kalimantan Barat, Drs. Syahrul Yadi, M.Si.

Rahmad Satria yang mendapat kesempatan memberikan sambutan, memuji dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Porsema yang kini sudah memasuki edisi ke-IV. Ia berharap kegiatan yang menjadi wadah bagi para santri untuk bertanding secara sportif dibidang seni dan olahraga itu dapat terus dipertahankan dan semakin dikemas menarik kedepannya.

“Kami di lembaga DPRD yang merupakan bagian dari Pemerintahan Kabupaten Mempawah membuka diri untuk ikut berpartisipasi. Bisa diajukan proposal penyelenggaraan kegiatan ke DPRD. Kita upayakan bantu melalui dana hibah atau bansos. Hanya saja memang tidak bisa setiap tahun berturut-turut. Tetapi kita coba carikan solusi kedepannya,” ujar dia.
Rahmad Satria memberikan sambutan dihadapan Kakanwil Kemenag Kalbar, Syahrul Yadi
Terkait Porsema ini, dinilai Rahmad Satria, suatu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para pelajar maupun santri. Selain menjalin silaturahmi antar madrasah aliyah baik negeri maupun swasta di Kabupaten Mempawah, juga menjadi wadah untuk memupuk rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa, cinta tanah air dan patriotisme.

“Kita tentu berharap Porsema ini menghasilkan atlet-atlet berbakat maupun talenta dibidang seni seperti kaligrafi kontemporer, syahril quran dan campuran yang bisa mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih tinggi,” ucapnya yang disambut tepuk tangan para peserta Porsema.

Kakanwil Kemenag Kalimantan Barat, Syahrul Yadi, dalam sambutannya menyambut baik dukungan dan kepedulian yang diberikan Ketua DPRD, Rahmad Satria terhadap keberadaan lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Mempawah.

“Kita tahu Pak Rahmad Satria ternyata berjiwa madrasah aliyah. Tak heran beliau juga dipercaya menjadi Ketua Yayasan Rahmatan Lil Alamin (Madrasah Aliyah Rahmatan Lil Alamin Desa Wajok Hilir),” ungkap Syahrul Yadi.

Berbicara soal Porsema, menurut Syahrul Yadi, hanya merupakan instrumen. Bukan hanya olahraga untuk olahraga, bukan hanya seni untuk seni. Tetapi yang diharapkan adalah target goal dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Nah, target goal kali ini berhasil dicapai. Diantaranya Porsema bisa menghadirkan seorang Ketua DPRD yakni Bapak Rahmad Satria. Dan beliau bersedia mengalokasikan anggaran untuk kegiatan ini kedepannya,” ujarnya memuji.
Para pengajar di Madrasah Rahmatan Lil Alamin Wajok Hilir berfoto bersama Kakanwil Kemenag Kalbar, Syahrul Yadi dan Ketua DPRD Mempawah, Rahmad Satria.
Mengenai Porsema yang diklaim Syahrul Yadi hanya ada di Kabupaten Mempawah, diharapkannya dapat menjadi ajang untuk menggali potensi para pelajar madrasah aliyah. Yakni potensi intelektual, emosional dan leadership atau kepemimpinan. Ia juga mendorong pelajar aliyah agar dapat terus berprestasi, apalagi pemerintah pusat terus memantau perkembangan pelajar aliyah untuk diberikan reward.

“Banyak pelajar aliyah di Kalbar yang berprestasi di tingkat provinsi dan nasional. Secara institusi, kami bangga ada anak aliyah yang mampu mendongkrak nama baik Kemenag Kalbar di kancah nasional. Harapan kami begitu besar kepada kalian, karena kalian kelak yang akan menggantikan posisi kami sebagai pemimpin,”ucapnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Porsema di MAN Mempawah, H Gusti Yudi Aryanto, dalam laporan singkatnya mengatakan kegiatan ini diikuti 19 dari 20 madrasah aliyah negeri dan swasta di Kabupaten Mempawah. Adapun kegiatan yang berlangsung selama dua hari terhitung 25-26 Februari yakni bola voli, tenis meja, lari 100 meter dan lompat, MTQ, kaligrafi kontemporer, pidato bahasa Indonesia, dan Syahril Quran campuran.

Pembukaan Porsema ke-IV ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD, Indaryani, Kepala Kantor Kemenang Mempawah, Dra. Hj Isriyah, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, Firman Juli Purnama, S.Sos, M.Si. Kegiatan pembukaan diisi dengan atraksi tari-tarian daerah, serta Marching Band MAN Mempawah, Birama Luthfi.

Senin, 24 Oktober 2016

Marching Band Bangun Karakter Generasi Muda

Peserta Parade Marching Band yang dilepas Ketua DPRD, Rahmad Satria, di Sungai Pinyuh
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H Rahmad Satria, SH, MH, melepas Parade Marching Band di Komplek Pasar Patoka, Sungai Pinyuh Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (22/10). Pelaksanaan parade ini dinilai Rahmad, sebagai bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat bagi para pelajar disamping Gerakan Pramuka.
“Mengikuti marching band sangat baik bagi para pelajar. Selain sebagai sarana belajar musik, marching band juga memiliki dampak positif terhadap pembangunan karakter anak-anak dan remaja,” kata Rahmad Satria, sebelum melepas kegiatan Parade Marching Band.
Berlatih marching band, dijelaskan Rahmad, memiliki banyak manfaat bagi para pelajar maupun generasi muda. Mulai dari berlatih kekompakan dan kerjasama tim, melatih disiplin, aktualisasi diri, hingga belajar manajemen tim dan event. Oleh karena itu, atas nama Pemerintahan Kabupaten Mempawah ia menyambut baik dilaksanakannya Parade Marching Band ini.
“Semoga kegiatan ini dapat terus terlaksana dan diikuti lebih banyak peserta kedepannya. Tentunya dikemas dengan konsep yang lebih menarik lagi, mengedukasi, semarak, meriah dan menghibur seluruh masyarakat,” ujar dia.
Kepada para peserta, Ketua DPD Partai Golkar ini berpesan agar menjadikan raihan juara Parade Marching Band ini sebagai alat untuk mencapai tujuan. Tujuannya yaitu meningkatkan mutu dan kualitas pelajar dalam memainkan alat musik secara berkolaborasi sehingga kedepannya bisa berprestasi hingga ditingkat provinsi dan nasional.

Senin, 26 September 2016

Membina Pramuka Harus Ikhlas

Para peserta dan pelatih KML berfoto bersama Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, di Palm Beach Singkawang
Kwartib Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mempawah, kembali menggelar Kursus Mahir Lanjutan (KML) bagi para pembina pramuka. Diikuti 95 peserta, KML yang berlangsung dari 24-29 September di Palm Beach Singkawang ini dibuka Ketua Kwarcab Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, Sabtu (24/9).
Dalam sambutannya, Rahmad Satria berpesan kepada para peserta KML untuk senantiasa menanamkan sikap ikhlas dalam setiap melaksanakan tugas kepramukaan. Sikap ikhlas itu, imbuh Rahmad, bahkan tertuang secara jelas dalam moto pelatih atau pembina pramuka yaitu Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana.
“Jadi untuk menjadi seorang pembina pramuka, harus ada sikap ikhlas dalam hati maupun tingkah laku. Meski tidak mudah, namun harus kita miliki. Karena dengan ikhlas kita bisa membina bangsa dan mengisi pembangunan bangsa dan negara,” katanya.
Berbicara soal gerakan pramuka, dinilai Rahmad, sejalan dengan program Presiden Jokowi dan pemerintah saat ini, yaitu soal Gerakan Revolusi Mental. Ia mengungkapkan jauh sebelum ada revolusi mental yang digaungkan pemerintah saat ini, gerakan pramuka sudah mengenal dan mengenalkannya lebih dulu.
“Intisari revolusi mental itu sudah ada dalam gerakan pramuka, baik di dalam Tri Satya maupun Dasa Dharma. Kalau keduanya diamalkan maka sudah ada revolusi mental, maka berbanggalah yang menjadi anggota pramuka, karena bisa lebih dulu mendapatkan pengetahuan tentang itu,” ujar Rahmad Satria.
Tidak lupa kepada para peserta KML, untuk terus meningkatkan kemampuan diri dengan memperkaya ilmu pengetahuan tentang kepramukaan terutama Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. “Silahkan didownload di internet dan pelajari dengan seksama UU tersebut untuk menjadi bekal kita agar lebih terarah membina gerakan pramuka kepada peserta didik,” ujarnya.
Sebelumnya Ketua Panitia KML, Dra Hj Zaitin Noor, dalam laporannya mengatakan KML ini bertujuan untuk memberi bekal pengetahuan dan pengalaman praktis, serta membina pramuka kepada pembina yang telah menyelesaikan Kursus Mahir Dasar (KMD) khususnya bagi para guru di wilayah Kwarcab Mempawah.
Setelah mengikuti KML, imbuh Zaitin Noor, peserta wajib mampu memahami, menghayati dan melaksanakan AD/ART Gerakan Pramuka, menjelaskan tentang kepramukaan dan perkembangannya, menerapkan kepramukaan secara efektif dan efisien dalam membina pramuka sesuai golongannya, serta mengelola program kegiatan peserta didik (Prodik) sesuai golongannya.
“Pelaksanaan KML ini dibagi dalam tiga golongan yaitu siaga, penggalang dan penegak dengan jumlah 95 orang yang berasal dari seluruh kecamatan atau kwartir ranting,” ucap dia. Pembukaan KML ini turut dihadiri Kepala Disdikpira Kabupaten Mempawah, Firman Juli Purnama, S.Sos, M.Si.

Minggu, 17 Juli 2016

Dorong Anak Menyukai Bahasa Inggris

Ketua DPRD Rahmad Satria menyerahkan hadiah kepada para pemenang English Singing Competition
Siapa bilang belajar bahasa inggris itu membosankan, apalagi sulit. Asalkan ada kemauan dan tentu dikemas dengan sesuatu yang menarik, maka belajar bahasa Inggris menjadi suatu hal yang menyenangkan. Nah, hal inilah yang mendorong Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, untuk mengajak anak-anak sejak dini untuk menyukai bahasa Inggris.
Melalui English Singing Competition atau kompetisi bernyanyi menggunakan bahasa Inggris yang dilaksanakan American English Courses di Gedung BLPP Anjongan Kecamatan Anjongan, Jumat (15/7) malam, Rahmad Satria yang menjadi sponsor utama kegiatan itu berharap anak-anak dapat belajar bahasa Inggris sambil bernyanyi.
Tak tanggung-tanggung, juri yang dihadirkan dalam kompetisi ini tak hanya berasal dari orang Indonesia, tetapi juga asing yang berasal dari Amerika Serikat dan Filipina. Total ada empat juri yang memberikan penilaian terhadap peserta yaitu Ronald W Mclure dari Amerika Serikat, Lady Angelina Medina dari Filipina, Niki Wu dari Pontianak dan Magles Lawkabessy dari Ambon.
“Kegiatan ini positif, karena bisa mendidik anak-anak untuk bisa dan pandai berbahasa Inggris. Jadi sambil bernyanyi, anak-anak bisa sambil belajar bahasa Inggris. Lagu ini kan sifatnya universal, setiap orang menyukai lagu, nah anak-anak akan lebih tertarik belajar bahasa Inggris melalui musik ataupun lagu,” katanya.
Lebih lanjut Rahmad mengatakan, selama mengikuti kompetisi bernyanyi lagu bahasa Inggris ini, selain memperhatikan olah vokal, pronoun, intonasi, ekspresi, para peserta juga diminta memahami arti dan makna lagu yang dinyanyikan. “Jika mereka sudah memahami, maka secara otomatis peserta dapat meresapi dan menjiwai lagu yang dibawakan saat kompetisi ini,” ujarnya.
Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Mempawah ini juga berharap, kompetisi menyanyi berbahasa Inggris seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dalam event yang lebih besar yang dilaksanakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
“Selain kompetisi bernyanyi, Disdikpora juga bisa menggelar pidato atau diskusi menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian nanti akan bermunculan bakat besar yang mahir dan fasih berbahasa Inggris di Kabupaten Mempawah,” ucap dia.
Ketua panitia yang juga pengelola American English Courses, Fransiska, menjelaskan English Singing Competition yang dibagi dalam dua kategori yaitu dewasa dan anak-anak merupakan bentuk motivasi kepada generasi muda untuk mencintai bahasa Inggris.  “Digelarnya kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian pihaknya dalam mencerdaskan anak bangsa. Tugas kita disini membantu Pemerintah Kabupaten Mempawah,” imbuhnya.
Adapun juara English Singing Competition untuk kategori anak-anak diraih Jenny sebagai juara pertama, Gracia juara kedua, Monica juara ketiga dan best performance diraih Inez. Sedangkan kategori dewasa, juara pertama diraih Grace, Ahmad juara kedua, Gegi juara ketiga dan best performance diraih Cam-Cam.

Jumat, 27 Mei 2016

Rahmad Satria Buka Jamran Tosa

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, memasangkan tanda peserta Jambore Ranting Gabungan Toho, Anjongan dan Sadaniang di SMAN 1 Toho
Kwartir Ranting (Kwarran) tiga kecamatan, yaitu Toho, Anjongan dan Sadaniang (Tosa) melaksanakan jambore ranting (jamran) gabungan. Kegiatan pesta pramuka penggalang yang dipusatkan di Bumi Perkemahan SMAN 1 Toho dan SMPN 1 Toho, 26-28 Mei, dibuka Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, Kamis (26/5) sore.
Dalam sambutannya, Kak Rahmad Satria berpesan kepada peserta jamran maupun kegiatan kepramukaan lainnya untuk tidak melupakan tugas pokoknya sebagai pelajar yaitu menuntut ilmu di sekolah. Menurut dia, sebagai organisasi yang senantiasa sejalan dengan proses belajar siswa di sekolah, tentu Gerakan Pramuka memotivasi anggotanya untuk berprestasi secara akademik.
“Jadilah anggota pramuka yang berprestasi, tidak hanya  kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka tetapi juga di akademik. Selama mengikuti kegiataan kepramukaan, selalu sempatkan diri untuk belajar. Jangan lupa senantiasa jaga kesehatan dan jaga waktu,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini memotivasi anggota pramuka agar selalu bersemangat dan mengembangkan diri selama mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan. Ia juga mengajak para peserta jamran memanfaatkan momen pesta pramuka penggalang ini sebagai sarana silaturahmi dan bertukar informasi dan pengalaman.
“Saya menilai pelaksanaan jamran gabungan di tiga kecamatan ini sebagai suatu kegiatan yang besar. Kenapa? Karena selama saya membuka Jamran ini hanya Kwarran Toho, Anjongan dan Sadaniang yang mampu dan bisa melaksanakan secara gabungan. Mari kita berikan aplaus untuk Tosa,” ucap Rahmad yang disambut tepuk tangan peserta dan undangan.
Ketua Kwarran Toho, Agus Subagio, didampingi Ketua Kwarran Anjongan, Mahudi, dan Kwarran Sadaniang, Idawati, menjelaskan terselenggaranya jamran gabungan ini merupakan bentuk kekompakan ketiga kwarran dalam upaya memajukan dan mengembangkan Gerakan Pramuka di Kabupaten Mempawah, khususnya di Kecamatan Toho, Anjongan dan Sadaniang.
“Ini bukan kali pertama kami bekerjasama, tetapi sering dilaksanakan di berbagai kegiatan kepramukaan. Nah, di even yang lebih besar ini kami kembali berkolaborasi untuk mengembangkan kepramukaan tingkat penggalang di tiga kecamatan. Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan saya di Kwarran Anjongan dan Sadaniang,” jelas dia.
Pembukan Jamran gabungan Toho, Anjongan dan Sadaniang ini sempat diwarnai hujan deras. Meski demikian, peserta yang jumlahnya 310 orang itu tetap menunjukkan semangat tinggi. Bahkan aktraksi marching band yang dibawakan pelajar SDN 10 Anjongan, berlangsung di tengah guyuran hujan. Dengan penuh semangat, para pelajar itu menunjukkan kepiawaiannya memainkan alat musik dan baton atau tongkat mayoret.

Kamis, 26 Mei 2016

Rahmad Satria Tularkan Teknik Mencuri Waktu

Peserta Jesoefa Camp dikalungi tanda peserta oleh Ketua Kwarcab, Rahmad Satria
Momen peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-9 Gugus Depan (Gudep) Pramuka Jendral Soeharto-Fatmawati (Jesoefa) pangkalan SMPN 2 Segedong, Rabu (25/5), dimanfaatkan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, berbagi tips sukses. Di hadapan ratusan anggota pramuka, ia mengajarkan tentang teknik mencuri waktu.
“Teknik mencuri waktu tentu tidak melanggar hukum. Orang yang pandai mencuri waktu akan menjadi orang yang sukses. Pengalaman saya selama mengenyam pendidikan sekolah dan kuliah adalah mencuri waktu di setiap kesempatan yang ada untuk belajar. Alhamdulillah, saya bisa menjadi seperti sekarang, berkat teknik mencuri waktu itu,” kata Rahmad.
Dihadapan para anggora pramuka, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah tiga periode ini kemudian berbagi cara mencuri waktu atau memanfaatkan waktu untuk menghadapi ujian sekolah. Siswa, dimintanya untuk senantiasa membawa buku pelajaran.
“Dengan selalu membawa buku pelajaran, maka siswa bisa mencuri-curi waktu untuk selalu belajar dimana dan kapanpun. Walau di sela-sela kegiatan lain, seperti kepramukaan kita harus selalu menyempatkan diri untuk belajar. Berprestasi di bidang ekstrakurikuler, juga berprestasi di bidang akademik di sekolah,” ujarnya.
Bagi pelajar yang bisa memanfaatkan waktu, Rahmad meyakini, akan membawa kesuksesan bagi dirinya. Waktu yang dimanfaatkan dengan baik merupakan kunci menuju sukses. Tak hanya dunia tetapi juga akhirat. Menurut Ketua ORARI Lokal Mempawah ini, ada perbedaan mencolok antara orang yang sukses dan tidak sukses.
“Bisa kita lihat dari cara orang itu memanfaatkan waktu luang. Orang yang sukses, dia selalu meanfaatkan waktu luang dengan sebaik mungkin untuk belajar dan hal bermanfaat lainnya. Sebaliknya, orang yang gagal tidak mampu memanfaatkan waktu luang. Waktunya akan menjadi sia-sia karena tidak dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya.
Terkait pelaksanaan kegiatan perkemahan dengan tajuk Jesoefa Scout Camp 2016, Rahmad Satria mengingatkan peserta agar menjadi pramuka modern, yang bisa memanfaatkan waktu sesuai dengan kemanfaatannya. “Misalnya, cuaca panas maka manfaatkan untuk kegiatan didalam ruangan. Nah, kalau cuaca sudah teduh barulah laksanakan aktivitas diluar ruangan,” jelas dia.
Ketua Panitia Jesoefa Camp 2016, Awaluddin dalam laporannya mengatakan kegiatan perkemahan ini sudah memasuki tahun pelaksanaan kedua. Perkemahan pramuka penggalang SD/MI tingkat Kabupaten Mempawah itu dilaksanakan dalam rangka HUT ke-9 Gudep Jendral Soeharto-Fatmawati yang berpangkalan di SMPN 2 Segedong. Kegiatan berlangsung 24-28 Mei.
“Jenis lomba yang akan diikuti para peserta seperti, LKBB dasar, jesoefa smart competion, vokal grup, karnaval poin, pionering poin, semapore competion, formasi sandi, hasta karya, morse, puisi dan tali temali,” ujarnya.

Jumat, 06 Mei 2016

Anggota Pramuka Cinta Tanah Air

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, memasangkan tanda peserta Jambore Ranting Sungai Pinyuh
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, Kamis (5/5), membuka pesta pramuka tingkat penggalang Jambore Ranting (Jamran) Kecamatan Sungai Pinyuh. Kegiatan yang dipusatkan di Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) Sungai Bakau Besar Laut, diikuti 160 pramuka dari sepuluh Gugus Depan (Gudep) di Kecamatan Sungai Pinyuh.
Dalam sambutannya, Kak Rahmad Satria, mengatakan, Jamran maupun berbagai kegiatan kepramukaan lainnya, memiliki manfaat yang besar terutama dalam upaya melahirkan generasi muda yang memiliki karakter bangsa, termasuk diantaranya menanamkan semangat dan kecintaan terhadap tanah air.
“Dengan merah putih yang dikenakan di leher kita ini  menandakan bahwa anggota pramuka cinta terhadap tanah air. Karena banyak generasi-generasi bangsa saat ini yang lupa dengan kewajibannya untuk mencintai tanah air. Makanya melalui gerakan pramuka ini, kita tanamkan semangat dan kecintaan terhadap tanah air sejak dini,” katanya.
Berbicara soal Jamran, dijelaskan Rahmad, merupakan satu diantara persyaratan bagi para anggota pramuka untuk menjadi seorang pramuka garuda. Dia kemudian mengajak seluruh pramuka penggalang baik tingkat ramu, rakit dan terap terus aktif di berbagai kegiatan kepramukaan agar bisa menjadi pramuka garuda.
“Jambore ini merupakan bagian dari pesta pramuka di tingkat penggalang. Khusus jambore ranting ini sangat penting, karena untuk menyongsong jambore yang lebih tinggi, termasuk untuk syarat meraih Syarat Kecakapan Umum, Syarat Kecakapan Khusus, dan Pramuka Garuda,” jelas dia.
Lebih lanjut, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah itu kembali menegaskan tekad Kwarcab Pramuka Mempawah dalam mempertahankan prestasi yang telah dicapai pada 2015 lalu. Yakni sebagai Kwarcab Tergiat se-Kalbar periode 2015-2020.
“Dengan kerja sama dari seluruh pengurus Kwarcab, Kawaran, Pembina, Pelatih dan Gudep, saya yakin kita mampu mempertahankan predikat tersebut dimasa mendatang. Selamat kepada Kwaran, Panitia dan seluruh peserta Jambran Pramuka Kecamatan Sungai Pinyuh,” ucapnya mengakhiri.
Sebelumnya Ketua Panitia Jamran tingkat Penggalang Kecamatan Sungai Pinyuh, Muhammad Anwar mengatakan, jambore yang diikuti 160 anggota pramuka tersebut merupakan kali pertama dilaksanakan di kecamatan itu. Jambore, menurut dia, bertujuan untuk membentuk karakter positif para anggota pramuka sekaligus wadah silaturahmi.
“Selama Jamran yang dilaksanakan tiga hari, 5-7 Mei, para peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti karnaval, Isra Miraj, pentas seni, hasta karya, seminar lalu lintas, seminar HIV/AIDS dan narkoba, permainan, bakti lingkungan dan api unggun,” katanya.
Pembukaan Jamran pramuka Kecamatan Sungai Pinyuh itu dihadiri Ketua Mabiran Sungai Pinyuh, Drs. Rochmat Effendy, MM, beserta jajaran Mabiran, Ketua Kwarran Sungai Pinyuh, Fuadi, serta para pembina pramuka di Kecamatan Sungai Pinyuh.

Siswa Madrasah Jadi Manusia Bermanfaat

Ketua Lembaga Rahmatan 'Lil Alamin Wajok Hilir, Rahmad Satria, melepas 65 siswa-siswi MA Rahmatan 'Lil Alamin di Gedung UPLKB Jungkat
Madrasah Aliah (MA) Rahmatan 'Lil Alamin, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kamis (5/5), melepas 65 siswa kelas XII. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Unit Pendidikan dan Latihan Kerja Bersama (UPLKB) Kalimantan Barat di Desa Jungkat ini turut dihadiri Ketua Lembaga Rahmatan 'Lil Alamin, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Dihadapan para siswa yang akan dilepas, Rahmad Satria menekankan pada 3 hal, yaitu impian, potensi dan takwa. Itu sejalan dengan tema penglepasan siswa MA Rahmatan 'Lil Alamin tahun ajaran 2015/2016, yaitu “Genggamlah Dunia dengan Impianmu, Ubah Dunia dengan Potensimu dan Capai Akhirat dengan Takwamu”.
Hal pertama berkaitan dengan impian. Siswa menurut Rahmad, harus mempunyai impian yaitu menjadi orang yang bermanfaat dan bermakna bagi orang lain. Kemudian yang kedua dan ketiga adalah tentang potensi dan takwa. Berbicara soal potensi besar, imbuh Rahmad, ada dalam hati setiap siswa.
“Nah berbicara soal hati, maka satu diantara potensi yang besar itu menyangkut soal keikhlasan. Keikhlasan itu tidak bisa lepas dari ketakwaan. Dan orang-orang yang bertakwa maka mencapai tingkatan iman yang tertinggi yaitu muttaqin. Ketiga hal ini harus kalian tanamkan dalam hati,” katanya.
Tidak lupa, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini meminta kepada para siswa yang lulus untuk tidak melupakan jasa para guru dan pengurus lembaga yang sudah berjuang tanpa lelah. Guru, tambah Rahmad, dengan penuh ikhlas memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat kepada para siswa untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
“Jika ingin sukses dunia dan akhirat, maka kalian harus selalu menyayangi kedua orang tua, guru serta orang yang berjasa padamu. Jangan sampai seperti kacang lupa kulitnya. Karena tanpa kedua orang tua dan guru, kalian tidak akan menjadi apa-apa, “ ujarnya berpesan.
Sebelumnya, Kepala MA Rahmatan ‘Lil Alamin, Nur’aini, dalam laporannya mengatakan, proses penglepasan 65 siswa MA Rahmatan ‘Lil Alamin angkatan ketiga tahun ini terasa istimewa, karena jumlahnya paling banyak dibanding tahun sebelumnya. “Alhamdulillah selama mengenyam pendidikan disini, para siswa tidak ada yang tersangkut kasus kriminal, narkoba maupun perkelahian,” ungkapnya.
Mengakhiri laporannya, Nur’aini atas nama pribadi, guru dan pengurus lembaga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada siswa dan orang tua apabila selama proses pembelajaran ada kesalahan baik kata ataupun sikap dari para guru.
“Jika nanti lulus tidak ada pamrih yang kami minta kalian membalasnya. Kami hanya mengharapkan pahala. Harapan kami, kalian selalu mendoakan kami agar selalu sehat dan diberi limpahan rezeki dari Allah SWT,” ucapnya.
Penglepasan 65 siswa MA Rahmatan ‘Lil Alamin turut dihadiri Kepala Desa Wajok Hilir, Abdul Madjid, Kepala KUA Kecamatan Siantan, Mahmud Jayadi yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, dewan guru, pengurus lembaga, para orang tua dan wali siswa, serta ratusan siswa MA Rahmatan ‘Lil Alamin.

Minggu, 27 Maret 2016

Jambore Ranting Mempawah Hilir Semarak

Peserta Jambore Ranting Mempawah Hilir menerima tanda peserta yang dikalungkan Ketua Kwarcab Mempawah, Rahmad Satria
Ratusan anggota pramuka dari 25 gugus depan (gudep) di Kecamatan Mempawah Hilir, Mempawah Timur dan Sungai Pinyuh, ambil bagian mengikuti Jambore Ranting (Jamran) tingkat Kecamatan Mempawah Hilir. Dipusatkan di Bumi Perkemahan SMP Negeri 2 Mempawah Hilir, 24-27 Maret, Jamran dibuka Ketua Kwarcab Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Mengawali sambutannya, Rahmad Satria mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana Jamran Kecamatan Mempawah, mulai dari jajaran Kwartir Ranting Kecamatan Mempawah Hilir termasuk Mabiran dan gugus depan yang ada.
“Jambore ranting ini merupakan satu diantara kegiatan kepramukaan di tingkat kecamatan. Dan ini merupakan program Kwartir Cabang Kabupaten Mempawah yang akan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Mempawah,” katanya.
Nah, berbicara soal kegiatan Jamran di seluruh kecamatan termasuk di Mempawah Hilir, dijelaskan Rahmad Satria, selain wadah membentuk watak dan akhlak generasi muda juga upaya Kwarcab untuk terus meningkatkan eksistensi gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah.
“Melalui Jamran Mempawah Hilir ini kita berharap kedepannya tepatnya lima tahun kedepan Kwarcab Mempawah kembali mendapat predikat Tergiat I se Kalimantan Barat seperti yang kita raih 2015 lalu. Saya yakin dengan kerjasama yang baik antara jajaran Kwarcab, Kwarran, pembina, pelatih dan seluruh gugus depan tunggul tergiat itu kembali kita dapatkan,” ujarnya memotivasi.
Pada kesempatan itu, Rahmad Satria juga menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan alat untuk generasi muda mencapai tujuan. Apa tujuannya?Tujuan adalah tujuan gerakan pramuka dan tujuan bangsa Indonesia.
“Pramuka merupakan wadah membentuk fisik dan mental generasi muda agar memiliki jiwa dan karakter bangsa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, patriotik, taat hukum, dan disiplin. Pramuka juga membentuk pribadi generasi muda yang menjunjung tinggi nilai keluhuran bangsa Indonesia,” ucapnya.
Sebelumnya Ketua Panitia Jamran Mempawah Hilir, Hifni, S.Pd, dalam laporannya menjelaskan, kegiatan berbentuk perkemahan dan keterampilan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian, kepemimpinan, keterampilan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang serta memiliki komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan kode kehormatan pramuka yaitu Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

Senin, 29 Februari 2016

Rahmad Satria Doktor Cum Laude Ilmu Hukum

Ketua DPRD, Rahmad Satria, usai meraih gelar doktor berfoto bersama dengan promotor dan anggota penguji Fakultas Hukum Undip Semarang

Proses ujian terbuka Rahmad Satria pada Program Doktor Ilmu Hukum Undip Semarang.

Bupati Ria Norsan dan Ketua TP PKK, Erlina, beserta Sekda Mempawah Mochrizal berfoto bersama Rahmad Satria dan istri usai ujian terbuka.

Rahmad Satria dan istri mendapat ucapan selamat dari promotor dan tim penguji usai meraih gelar doktor dengan predikat cum laude.

Rahmad Satria berfoto bersama jajaran Forkorpimda Mempawah, yakni Kasdim Mayor Agus Tanra dan Ketua Pengadilan Mempawah, Agung Sulisyono.
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, meraih gelar doktor ilmu hukum pada Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dengan predikat lulus cumlaude. Ujian promosi terbuka ini dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana Undip di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/2).
Dalam ujian terbuka itu, Rahmad Satria berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Konfigurasi Politik Pemerintahan Daerah dan Keberpihakan Peraturan Daerah pada Masyarakat Marjinal (Studi Terhadap Pengaturan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya di Provinsi Kalimantan Barat)”.
Bertindak sebagai promotor Prof Dr. Yusriyadi, SH, MS, Prof. Dr. Rahayu SH, M.Hum, dan Hasyim Asy’ari, SH, M.Si, Ph.D, dengan delapan penguji yakni Prof. Dr. Juanda, SH, MH, Budi Setiono S.Sos, M.Pol Admm Ph.D, Dr. Retno Saraswati, SH, M.Hum, Dr. Lita Tyesta ALW, SH, M.Hum, Dr. Budi Ispriyarso, SH, M.Hum, Prof Dr. Yusriyadi, SH, MS, Prof. Dr. Rahayu SH, M.Hum, dan Hasyim Asy’ari, SH, M.Si, Ph.D.
Dalam disertasinya, Rahmad Satria mengungkapkan keprihatinannya konfigurasi politik Pemerintahan Daerah Kalimantan Barat yang tergolong demokratis dewasa ini, ternyata masih belum mampu melahirkan peraturan daerah yang berpihak (responsif) pada pemenuhan hak-hak ekonomi, sosial dan budaya (ekosob) masyarakat marjinal.
Menurut Rahmad, berdasarkan penelitiannya, hal tersebut disebabkan konfigurasi politik Pemerintahan Daerah Kalimantan Barat yang demokratis tidak serta merta melahirkan peraturan daerah yang responsif bagi pemenuhan hak-hak ekosob. Kemudian, tidak adanya kemauan politik, sifat peraturan daerah yang masih sporadis, sebatas respons untuk mengatasi permasalahan jangka pendek dan tidak masuk kategori sistemik.
“Kemudian, saat ini juga masih banyak ditemukan regulasi yang tumpang tindih dan inkonsisten sehingga menimbulkan problematika regulasi, persepsi terhadap hak ekosob yang masih rendah dan masalah pemerataan dan pemberdayaan,” jelasnya.
Hadir dalam ujian terbuka tersebut Dekan Fakultas Hukum Undip Semarang, Prof. Dr. R. Benny Riyanto, SH, CN, M.Hum, Bupati Mempawah, Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mempawah, Hj. Erlina, SH, MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Drs. H. Mochrizal, Ketua Kwarda Kalbar, Drs. H. Suryadi, M.Si, jajaran Forkorpimda Kabupaten Mempawah, dan para kolega serta keluarga Rahmad Satria.

Selasa, 10 November 2015

96 Pembina Pramuka Lulus KML


Ketua Kwarcab Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan sertifikat lulus KML kepada perwakilan pembina pramuka se Kabupaten Mempawah.
Sebanyak 96 pembina pramuka se Kabupaten Mempawah, tuntas mengikuti Kursus Mahir Lanjutan (KML). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Mempawah. di Pantai Pasir Panjang 2, Kota Singkawang, 2-7 November resmi ditutup Ketua Kwarcab, H Rahmad Satria, SH, MH, Sabtu (7/11).
Dalam amanatnya Rahmad Satria menjelaskan dilaksanakan KML ini tak terlepas dari kerjasama yang baik antara Disdikpora dan Kwarcab Mempawah. Berbagai kursus yang dilakukan mulai dari Kurus Mahir Dasar, Kursus Mahir Lanjutan dan Kursus Pelatih Dasar, merupakan bentuk perhatian Kwarcab dan Disdkipora terhadap pengembangan gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah.
“Kita komitmen dan serius mengembangkan gerakan pramuka secara berkelanjutan. Dan berbagai pelatihan, pendidikan maupun kursus yang kita laksanakan ini diharapkan menjadikan gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah semakin eksis dan maju terutama dalam mendidik anak bangsa,” ujar dia.
Kepada para peserta, Rahmad berpesan agar dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat selama pelatihan serta melaksanakan amanah UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Tak kalah penting, Rahmad berharap pelatihan dan kursus yang dilaksanakan ini bisa menjawab berbagai persepsi yang salah tentang gerakan pramuka.
“Ketika sebelumnya ada persepsi mengatakan gerakan pramuka tidak ada apa-apanya, hanya tepuk-tepuk tangan, hanya bernyanyi, namun faktanya setelah kita ikut kursus dan pelatihan seperti KML ini, cakrawala pikiran kita terbuka bahwa ternyata pramuka memiliki banyak manfaat,” ucap dia.
Ketua Panitia, Ikwanto, S.AP, dalam laporannya mengatakan KML yang merupakan tindak lanjut dari Kursus Mahir Dasar (KMD) diikuti 92 peserta perwakilan sekolah di Kabupaten Mempawah. Selama kegiatan, para peserta yang terbagi dalam tiga golongan spesialisasi yaitu siaga, penggalang dan penegak ini mendapatkan materi berupa teori maupun praktek di lapangan. “Alhamdulillah selama kurang lebih seminggu mengikuti KML, seluruh peserta dinyatakan lulus,” ungkapnya

Senin, 09 November 2015

Rahmad Satria: Pramuka Pionir Revolusi Mental

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, memasangkan tanda peserta Pansa Scout Camp 2015
Gugus Depan (Gudep) Mempawah 05.001-05.002 Pangeran Antasari yang berpangkalan di SMP Negeri 1 Siantan, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, merayakan ulang tahunnya yang ke-32. Perayaan berbentuk Pansa Scout Camp 2015 atau perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu (Perkajusami) ini diikuti 1.289 anggota pramuka dari puluhan gudep se Kalimantan Barat.
Dipusatkan di Bumi Perkemahan Pansa Garda Kirana Jaya dan Bumi Perkemahan Dharma Bakti Jungkat, Pansa Scout Camp ini dibuka Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, H Rahmad Satria, SH, MH, Jumat (6/11). Turut hadir, jajaran pengurus Mabiran dan Kwarran Siantan.
“Saya mengapresiasi dan mendukung berbagai kegiatan HUT gudep baik yang dilaksanakan Gudep Pangeran Antasari maupun gudep lainnya. Kegiatan ini memiliki banyak manfaat, diantaranya menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif,” katanya.
Pada kesempatan itu, Rahmad Satria menjelaskan tentang keberadaan pramuka dalam perjalanan bangsa Indonesia. Satu diantaranya soal peran dalam mendidik generasi muda untuk senantiasa mencintai negara dan bangsa. Bahkan gerakan pramuka, dinilai Rahmad, sejalan dengan program Presiden Jokowi dan pemerintah saat ini, yaitu soal Gerakan Revolusi Mental dan Bela Negara.
“Jauh sebelum ada revolusi mental dan bela negara yang digaungkan pemerintah saat ini, gerakan pramuka sudah mengenal dan mengenalkannya lebih dulu. Intisari revolusi mental dan bela negara itu sudah ada dalam gerakan pramuka. Berbanggalah yang menjadi anggota pramuka, karena bisa lebih dulu mendapatkan pengetahuan tentang itu,” ujar Rahmad yang disambut tepuk tangan anggota pramuka.
Sebelumnya Ketua Panitia Pansa Scout Camp 2015, Faris Destianda, dalam laporannya mengatakan kegiatan HUT ke-32 Gudep Pangeran Antasari dilaksanakan selama empat hari terhitung 5-8 November. Diisi dengan sejumlah kegiatan lomba tingkat penggalang dan penegak, diantaranya LKBB, kolone tongkat, formasi sandi, semaphore, tali temali, dan hasta karya

Jumat, 04 September 2015

Rahmad Satria Puji Semangat Pramuka

Ketua Kwarcab Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, memotong tumpeng saat membuka Gelegar HUT Gudep Gadjah Mada-Dara Juanti di halaman Disdikpora
Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah semakin menggeliat. Pekan lalu gawe kepanduan dilaksanakan Gugus depan (Gudep) Ki Hajar Dewantara, kali ini giliran Gudep Gadjah Mada-Dara Juanti yang berpangkalan di SMA Negeri 1 Mempawah Hilir. Kegiatan ulang tahun ke-31 berbentuk Perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu (Perkajusami) ini dilaksanakan mulai 3-6 September.
Ketika membuka kegiatan ulang tahun yang diberi nama Gelegar ke-31 Gudep 01.019-01.020 Gadjah Mada-Dara Juanti di halaman Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kamis (3/9), Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, H. Rahmad Satria, SH, MH, tak sungkan memberikan pujian dan apresiasi. “Saya menilai gelegar ulang tahun ini merupakan bukti kekompakan dan semangat gudep menggerakkan organisasi pramuka di Kabupaten Mempawah,” katanya.
Rahmad juga berharap kedepannya kegiatan kepramukaan tidak hanya dilaksanakan ditingkat gugus depan tetapi juga di tingkat ranting, satu diantaranya Jambore Ranting. “Kenapa Jambore Ranting ini penting?Karena menjadi satu diantara syarat untuk menjadi Pramuka Garuda. Syarat lainnya adalah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum atau SKU dan memiliki Tanda Kecakapan Khusus atau TKK,” ungkapnya.
Berbicara soal SKU, Rahmad Satria menyebutnya sebagai kurikulum pendidikan kepramukaan yang harus dipenuhi anggota pramuka baik tingkat siaga, penggalang, penegak maupun pandega untuk mendapatkan tanda kecakapan umum atau TKU. Dan layaknya kurikulum pendidikan, keberadaan SKU itu juga menjadi target yang harus dicapai pembina pramuka.
“Contohnya SKU tingkat Siaga untuk mendapat Mula, Bantu dan Tata. Kemudian tingkat Penggalang ada Ramu, Rakit dan Terap. Selanjutnya tingkat Penegak ada Bantara dan Laksana, terakhir ada tingkat Pandega. Semoga semakin banyak anggota pramuka di Kabupaten Mempawah yang meraih predikat Pramuka Garuda,” ucapnya.
Gelegar ulang tahun ke-31 Gudep Gadjah Mada-Dara Juanti diikuti 1216 anggota pramuka dari 30 gudep di empat kabupaten/kota se Kalimantan Barat. Selama empat hari, panitia melaksanakan 11 kegiatan tingkat penggalang dan penegak.

Senin, 24 Agustus 2015

Semarak HUT Pramuka di Mempawah

Ketua Pesuruhjaya Pengakap Sabah Malaysia, DR Awang Zaini Suntim, memberikan ucapan selamat kepada Ketua Kwarcab Mempawah, H. Rahmad Satria, SH, MH, usai menyerahkan pingat kebesaran.

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, melakukan salam komando dengan Ketua Mabicab Mempawah, Ria Norsan

Rahmad Satria menaiki pionering berbentuk jembatan

Anggota Saka Bhayangkara mendapatkan aplaus dari Rahmad Satria

Rahmad Satria mengacak senjata yang akan dipasang dengan mata tertutup oleh Anggota Saka Wira Kartika

Zulkarnain, dilantik sebagai Ketua Kwarran Mempawah Timur oleh Rahmad Satria
Kabupaten Mempawah sukses menjadi tuan rumah upacara Peringatan Hari Pramuka-54 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Jumat pekan lalu. Atraksi ketangkasan yang dibawakan ribuan anggota pramuka mulai dari tingkat siaga, penggalang, dan penegak mampu memukau ribuan tamu undangan, termasuk pengakap (pramuka) dari Sabah, Malaysia yang khusus hadir di Mempawah.
Adapun atraksi yang ditampilkan anggota pramuka perwakilan satuan karya yang ada di Mempawah, mulai dari tari-tarian multi etnis, kolone tongkat, senam lantas, senam pramuka, senam senjata, bongkar pasang senjata dengan mata tertutup, pionering, semaphore, serta atraksi pertolongan pertama pada kecelakaan. Atraksi ini secara apik dan cekatan dibawakan anggota pramuka yang sudah terlatih.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, H Rahmad Satria, SH, MH, menilai kesuksesan ini tak terlepas dari dukungan seluruh anggota pramuka Kabupaten Mempawah. Mulai dari peserta didik, gugus depan, pembina pramuka, pengurus ranting, dan pengurus cabang yang sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari.
“Saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kekompakan yang ditunjukkan anggota pramuka Kabupaten Mempawah. Kita bersyukur, sebagai tuan rumah kita mampu mengemban amanah yang sudah dipercayakan Kwartir Daerah Kalbar,” katanya.
Pada momen itu, Rahmad Satria dianugerahi Pingat Kebesaran Malaysia yang diserahkan Ketua Pesuruhjaya Pengakap Negeri Sabah Malaysia, Datuk DR Awang Zaini Suntim. Pingat ini merupakan bentuk pengakuan terhadap eksistensi Gerakan Pramuka di Kabupaten Mempawah yang semakin eksis, maju dan berkembang. “Pingat Kebesaran Malaysia ini menjadi kebanggaan bagi Pramuka Kabupaten Mempawah,” ucapnya mengakhiri.