Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2016

Bijaksana Menggunakan Medsos

Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH
Ketua DPRD Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, meminta kepada masyarakat untuk bijaksana dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial, misalnya facebook, twitter, instagram dan lain sebagainya.
“Keberadaan media sosial sebagai wadah untuk mencari informasi, patut kita acungi jempol. Pelbagai peristiwa yang terjadi di manapun, akan lebih cepat kita ketahui dari medsos, daripada media online maupun elektronik. Sangat Up to Date!” jelasnya ketika menjadi narasumber Diskusi Panel Jurnalis Santun dan Beretika yang digagas Ikatan Jurnalis Bestari (I-JARI) Mempawah di ruang rapat DPRD Kabupaten Mempawah, Rabu (7/12).
Dari media sosial pula, tambah Rahmad, kita bisa terhubung dengan dunia luar, bahkan mampu terkoneksi dengan banyak hal, termasuk menambah pergaulan dengan teman-teman yang berada sangat jauh dan sudah terpisah cukup lama. “Bahkan kita bisa menjalin silaturahmi dengan teman-teman alumni semaasa sekolah di SD, SMP, SMA bahkan waktu kuliah,” ujarnya seraya tersenyum.
Pun demikian, bukan berarti media sosial tidak memiliki efek negatif. Rahmad Satria memaparkan soal banyaknya peristiwa yang merugikan orang lain juga terjadi di media sosial, misalnya menjadi ajang fitnah, menyebarkan berita bohong, dan tindak kriminal penipuan.
“Karena itu, melalui diskusi panel ini, saya berharap rekan-rekan media dapat mentransfer pengetahuan akan bahaya media sosial, dan memberikan pencerahan agar masyarakat dapat bijaksana menggunakannya,” ucapnya.
Dan yang wajib diketahui masyarakat adalah soal revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eletronik (UU ITE) yang mulai diberlakukan sejak 28 Nopember kemarin. Salahsatu isi revisi UU ITE tersebut adalah, petugas kepolisian berhak melakukan penggeledahan, penyitaan, penangkapan dan penahanan tanpa harus menunggu izin dan ketetapan dari Pengadilan. Petugas kepolisian dapat melaksanakan tugasnya sesuai laporan pelapor pelanggaran UU ITE dengan ketentuan KUHAP.
“Jadi saya ingatkan kembali, bijaksana dan hati-hati menggunakan media sosial. Jangan jadikan akun media sosial untuk menfitnah, menyebarkan kabar bohong ataupun menjadi ajang untuk melakukan kejahatan,” tegasnya.

Kamis, 27 Oktober 2016

Kejutan I-JARI untuk Ketua DPRD

Kru I-JARI Mempawah bersama Sekretaris DPRD, Anwar, memberikan ucapan selamat ulangtahun kepada Ketua DPRD, Rahmad Satria
Langkah Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Kamis (26/10) pagi, tiba-tiba terhenti di pintu masuk gedung wakil rakyat. Ia yang ketika itu akan memimpin rapat badan musyawarah (banmus) DPRD, dihadang para awak media yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Bestari (I-JARI) Mempawah. Mengira akan diwawancarai, rupanya ia mendapat kejutan tak terduga dari I-JARI.
Surprise! Begitu ucapan dari awak media kepada Rahmad Satria. Hari itu Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini merayakan ulang tahunnya yang ke-47. Kejutan berupa pemberian kue ulang tahun dengan lilin angka 47. Diiringi lagu selamat ulang tahun, Rahmad Satria langsung berdoa dan meniup lilin yang tertancap diatas kue.
“Selamat ulang tahun ya we (panggilan akrab Rahmad Satria, red), semoga panjang umur dan selalu sehat dan cita-citanya tercapai,” ucap Ketua I-JARI Mempawah, Dian Sastra, yang diamini awak media lainnya.
Tak mengira mendapat ucapan selamat ulang tahun. Rahmad mengaku bahagia. Ia tak menyangka ulang tahunnya kali ini mendapat kejutan tak terduga dari para awak media. Dengan ucapan yang tulus, ia kemudian mengucapkan terima kasih atas doa dan kejutan yang diberikan. “Tentu momentum ulang tahun ini terus meningkatkan kebersamaan kita dalam upaya memajukan Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai perjalanan hidup, Ketua Askab PSSI Kabupaten Mempawah ini mengatakan bahwa secara hakikat, ia menjalani hidup ini air yang mengalir, apa adanya. Secara prinsip, dirinya menyatakan hidup itu harus jujur, amanah, komitmen dan konsekuen. Apalagi jika ditakdirkan Allah SWT untuk mengabdi, dapat berbuat yang terbaik bagi masyarakat.
“Kita tentu menjalani hidup dan pekerjaan harus tulus dan ikhlas. Buat saya hidup itu harus sederhana. Tapi cita-cita tidak boleh sederhana. Kita harus jadi diri sendiri, tidak boleh memainkan sandiwara,” ujar politisi dan doktor ilmu hukum kelahiran Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan ini.
Selain dari awak media, Rahmad juga mendapatkan ucapan selamat dari Sekretaris DPRD Kabupaten Mempawah, H Anwar, S.IP, M.Si, beserta staf dan jajarannya. Di media sosial, ucapan ulang tahun beserta doa terbaik juga terus mengalir memenuhi dinding Facebook milik Rahmad Satria dari para sahabat dan para keluarga.

Senin, 26 September 2016

Rahmatan 'Lil Alamin Gelar Khitanan Massal

Ketua DPRD, Rahmad Satria, didampingi istri menyaksikan prosesi khitanan massal yang digelar di MA Rahmatan 'Lil Alamin, Desa Wajok Hilir
Khitanan massal yang digelar Lembaga Rahmatan 'Lil Alamin, di gedung Madrasah Aliah (MA) Rahmatan 'Lil Alamin, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Minggu (25/9), disambut antusias anak-anak dari kalangan keluarga tak mampu. Dengan penuh semangat, mereka yang didampingi orangtua berbondong-bondong mengikuti aksi sosial yang diprakarsai ketua lembaga, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Ketua Lembaga Rahmatan 'Lil Alamin, Rahmad Satria, mengatakan khitanan massal dalam rangka menyambut 1 Muharram 1438 H ini merupakan bentuk kepedulian lembaganya untuk turut serta meringankan beban masyarakat tak mampu, terutama yang ingin anaknya dikhitan tanpa harus mengeluarkan biaya seperserpun.
“Sunatan massal ini gratis, terselenggara atas kerjasama saya selaku Ketua DPRD dan pimpinan Lembaga Rahmatan ‘Lil Alamin dengan kepala sekolah, guru dan pelajar MA Rahmatan ‘Lil Alamin. Selain bebas biaya, anak-anak yang disunat juga menerima tali asih,” kata Rahmad Satria.
Terkait pelaksanaan khitanan massal ini, Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Mempawah ini secara singkat memaparkan manfaat khitan dari segi kesehatan. Menurut dia, khitan dari sisi kesehatan adalah wajib, tujuannya untuk membersihkan diri dari sesuatu yang kotor sehingga mereka yang melakukannya terhindar dari penyakit.
“Sementara dari segi agama, khitan merupakan bagian dari syariat Islam. Khitan dalam agama Islam termasuk bagian dari fitrah,” jelas dia.
Rahmad menyebut khitanan massal ini merupakan program sosial yang dilaksanakan secara terencana oleh Lembaga Rahmatan ‘Lil Alamin. Tujuannya selain lebih mendekatkan diri kepada masyarakat juga mengedukasi para pelajar MA Rahmatan ‘Lil Alamin untuk mengetahui dan peka terhadap kondisi sosial di masyarakat.
“Nah melalui khitanan massal ini kita ingin para pelajar MA Rahmatan ‘Lil Alamin selain sukses dibidang pendidikan, juga sukses di program sosial. Tentunya kita berharap MA Rahmatan ‘Lil Alamin terus menelurkan para siswa yang berkualitas dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini juga berharap melalui khitanan massal ini mengantarkan pengurus lembaga maupun para siswa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. “Mari kita menjadi insan yang bermanfaat bagi lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas dia.

Jumat, 15 Juli 2016

Rahmad Minta Usaha Keramba Dilindungi

Dr. H. Rahmad Satria SH MH
Kualitas air yang tiba-tiba memburuk akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan penangkapan ikan menggunakan tuba atau racun menjadi momok para pengusaha keramba jaring apung di Kabupaten Mempawah. Mereka kerap menanggung rugi akibat banyaknya ikan yang dibudidayakan mati.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menyarankan instansi terkait dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) dan Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Daerah (BLHPBD) Kabupaten Mempawah dapat melakukan tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Misalnya melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak melakukan penangkapan ikan menggunakan tuba atau racun. Apalagi pemerintah secara tegas melarang penggunaan racun atau setrum saat menangkap ikan maupun udang, karena selain bisa merusak ekosistem biota sungai, juga mengakibatkan air tercemar dan berbahaya jika dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Selain sosialisasi, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini menilai juga perlu diadakannya aksi di lapangan oleh BLHPBD terkait aktivitas PETI. Menurut Rahmad, keberadaan PETI selama ini sudah mencemari sungai. Imbasnya tak hanya mengancam kelangsungan hidup biota air tetapi juga kesehatan manusia, termasuk keberadaan keramba yang ada di sepanjang Sungai Mempawah.
“Pelaku PETI bisa dijerat Undang-Undang tentang Lingkungan Hidup, karena telah dianggap melakukan pencemaran dan telah merugikan masyarakat dan negara. Padahal saat ini negara sedang berupaya untuk membangun dunia usaha yang ramah lingkungan,” ucapnya.
Terkait keberadaan keramba di sepanjang Sungai Mempawah, dinilai Rahmad merupakan bukti Sungai Mempawah merupakan sumber penghasilan masyarakat, tak hanya bagi nelayan yang menangkap ikan menggunakan jala atau pancing, tapi juga para pengusaha keramba jaring apung yang banyak menjalankan usahanya di sepanjang sungai
“Oleh karena itu, keramba yang termasuk dalam kategori usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perlu dilindungi. Dengan demikian kedepannya, sektor usaha ini terus ada dan semakin berkembang dalam upaya meningkatan derajat hidup dan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Tidak lupa Rahmad berpesan kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan potensi besar yang ada di Sungai Mempawah sesuai aturan yang berlaku. Ia juga menuntut kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem di sungai agar hasilnya tetap bisa dinikmati hingga anak cucu.
“Saya berharap kesadaran masyarakat untuk memelihara sungai dapat terbangun. Agar kondisinya tetap terjaga sebagai sungai yang sehat. Kalau bukan dari kesadaran masyarakat menjaganya, siapa lagi yang akan memelihara sungai kita,” pungkas dia.

Senin, 04 Juli 2016

Ketua DPRD Siap Anggarkan Festival Tanglong

Antusiasme ratusan warga mengikuti Festival Tanglong ke-II di Kuala Mempawah

Ketua DPRD, Rahmad Satria, memotong pita sebagai tanda dimulainya Festival Tanglong ke-II
Menyemarakan ramadhan 1437 H, Pemuda Kreatif Kuala Mempawah menggelar festival tanglong atau keriang bandong ke-II tahun 2016, Sabtu (2/7) malam di Kuala Mempawah. Festival yang dibuka Ketua DPRD, Dr. H Rahmad Satria, SH, MH diikuti lebih dari 500 peserta.
Pembukaan festival tanglong ke-II ditandai dengan pemotongan pita oleh Rahmad Satria yang juga Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Mempawah. Selanjutnya, ratusan peserta dengan membawa aneka ragam tanglong berjalan kaki mengelilingi Pasar Kuala Mempawah. Untuk menentukan pemenang festival, panitia menggunakan sistem undian. Pemenang festival berhak membawa pulang beragam hadiah doorprize yang  telah disiapkan panitia.
“Saya prihatin dengan pelaksanaan festival tanglong ini. Dengan segala keterbatasannya, panitia tetap berusaha keras untuk memaksimalkan penyelenggaraan festival ini. Kegiatan seperti ini harus kita dukung,” tegas Rahmad Satria.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini menerangkan, tanglong atau lebih dikenal keriang bandong menjadi salah satu alat penerangan bagi masyarakat ketika belum ada jaringan listrik. Terutama pada bulan ramadhan, tanglong menjadi salah satu tradisi dikalangan masyarakat muslim.
“Festival tanglong ini salah satu bentuk perayaan untuk memeriahkan bulan ramadhan dilingkungan masyarakat. Nah, kegiatan ini sangat positif dan kreatif makanya perlu kita dukung bersama,” tegas Legislator Golkar Kabupaten Mempawah itu.
Sebab, sambung Rahmad Satria, festival tanglong memberikan nilai edukasi sekaligus bentuk pelestarian tradisi masyarakat Kabupaten Mempawah dalam memeriahkan ramadhan. Rahmad pun mengaku dirinya siap memberikan dukungan dalam bentuk anggaran.
“Insha allah, kedepan saya akan memfasilitasi agar festival ini menjadi agenda kabupaten dengan tampilan yang lebih semarak dan meriah. Tolong nanti diusulkan proposal dan lengkapi syaratnya, agar bisa mendapatkan anggaran dari pemerintah daerah,” pesan Rahmad sembari disambut tepuk tangan ratusan peserta festival tanglong.
Selain memastikan dukungan anggaran, Rahmad Satria pun secara spontanitas memberikan tambahan hadiah bagi pemenang festival. Dengan tambahan hadiah itu, dirinya beserta para peserta semakin bersemangat dan antusias menyemarakan penyelenggaraan festival tanglong ke-II tahun 2016.
“DPRD mendukung sepunuhnya kegiatan positif yang dilaksanakan remaja di Kabupaten Mempawah. Pemuda-pemuda di Kabupaten Mempawah harus kreatif dan inovatif. Karena pemuda inilah yang akan mejnadi generasi penerus tongkat estafet pembangunan daerah dimasa mendatang,” tukasnya.

Minggu, 27 Maret 2016

Rahmad Satria Kembali Dipercaya Pimpin ORARI Lokal Mempawah

Ketua ORARI Lokal Mempawah terpilih, Rahmad Satria (kanan), menyerahkan berkas hasil musyawarah lokal ORARI Lokal Mempawah kepada Ketua ORARI Daerah Kalbar, Ade Asnan Arifin.
Ketua Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) Lokal Mempawah masa bakti 2016-2019, Dr. H Rahmad Satria, SH, MH, menyatakan tekadnya untuk meningkatkan eksistensi ORARI Lokal Mempawah. Mulai dari pembinaan keanggotaan, silaturahmi hingga kegiatan yang berdampak langsung ke masyarakat.
Hal ini diungkapkan Rahmad Satria saat Musyawarah Lokal (Muslok) ORARI Mempawah yang dilaksanakan di ruang rapat Seketariat DPRD Kabupaten Mempawah, Rabu (23/3) malam. Adapun hasil muslok yang dibuka Ketua ORARI Daerah (Orda) Kalbar, H. Ade Asnan Arifin, SH, menetapkan secara aklamasi Rahmad Satria sebagai ketua terpilih.
Berbicara soal kegiatan, Rahmad Satria yang memiliki callsign YB7DR mengakui bahwa pada tahun-tahun lalu kegiatan ORARI Lokal Mempawah memang kurang begitu aktif. Dan prolematika ini, diungkapkan Rahmad, sama dengan yang dihadapi seluruh ORARI di Kalbar.
“Satu kendala yang kita hadapi berkaitan dengan kemajuan teknologi dibidang komunikasi yang semakin berkembang pesat. Dimulai dari HP, kemudian BBM, Whatapps, FB, email dan lainnya. Imbasnya keberadaan komunikasi melalui radio mulai ditinggalkan,” ujarnya.
Meski demikian, tambah Rahmad, kemajuan teknologi tersebut tidak harus menjadi suatu masalah yang menghambat eksistensi ORARI. Menurutnya, hal penting yang bisa didapat adalah radio masih menjadi sarana komunikasi yang murah meriah tanpa tergantung dengan pulsa bila dibandingkan dengan alat komunikasi lainnya.
“Nah, kita ingin radio selalu ada dan dapat dimanfaatkan untuk sarana komunikasi yang mudah dan murah terutama untuk menjalin silaturahmi antar satu daerah dengan daerah lainnya. Kedepan, ORARI akan melaksanakan berbagai aktivitas yang membumi berbentuk kegiatan sosial kemasyarakatan termasuk perayaan HUT ORARI Daerah Kalbar di Mempawah,” katanya.
Sedangkan Ketua ORARI Daerah Kalbar, Ade Asnan Arifin (YB7FBI), dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap ORARI Lokal Mempawah di bawah kepemimpinan Rahmad Satria. Mantan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mempawah itu berharap kepengurusan ORARI Lokal Mempawah dapat memajukan organisasi di masa mendatang.
“Saya minta para pengurus ORARI Lokal Mempawah senantiasa memanfaatkan sarana komunikasi radio untuk berhubungan dengan sesama anggota di Mempawah maupun anggota ORARI dari daerah lainnya. Jangan terpaku pada HP maupun alat komunikasi masa kini lainnya,” ujarnya berpesan.
Terkait kegiatan yang akan dilaksanakan ORARI Lokal Mempawah seperti perayaan ulang tahun ORARI tingkat provinsi di Mempawah, Ade Asnan Arifin menyatakan kesiapan Orda Kalbar membantu pendanaan.
“Walau tidak banyak, saya berharap bantuan itu dapat mendukung kegiatan ORARI Lokal Mempawah. Kalau tidak melalui dana kas, uang pribadi Ade Asnan Arifin siap membantu,” ungkapnya yang langsung disambut tepuk tangkan para peserta muslok.

Selasa, 09 Juni 2015

Dukung Kehadiran Serikat Pekka


Serikat Pekka di Kabupaten Mempawah saat beraudiensi dengan Ketua DPRD, Rahmad Satria
Berbicara soal organisasi pemberdayaan wanita, semua orang tahu keberadaan Tim Penggerak PKK, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Dharma Wanita. Tetapi ada satu lagi organisasi yang juga menaungi para kaum perempuan yaitu Serikat Pekka (Perempuan Kepala Keluarga). Meski belum terlalu dikenal di Kabupaten Mempawah, namun eksistensinya tidak perlu diragukan lagi.
Sesuai definisinya, Pekka adalah perempuan dengan tingkat ekonomi kebawah yang menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai pencari nafkah, pengelola rumah tangga, penjaga keberlangsungan kehidupan diri, keluarga dan pengambil keputusan dalam keluarganya. Saat ini Serikat Pekka sudah terbentuk di 19 provinsi di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat yang dibentuk 2003 silam.
Siapa yang bisa menjadi anggota Serikat Pekka? Dijelaskan Dani adalah perempuan yang ditinggal suami, baik dikarenakan meninggal dunia, masalah perceraian dan lain-lain. Umumnya mereka bekerja sebagai buruh, petani, pekerja rumah tangga, penjahit, tukang cuci, guru ngaji, nelayan, cleaning servis, dan lain-lain.
“Secara keseluruhan anggota Serikat Pekka di Kalbar sudah mencapai 1.845 orang. Sedangkan di Mempawah anggotanya sudah mencapai 175 orang,” kata Fasilitator Lapangan Pengembangan Program Pekka di Kabupaten Mempawah, Dani Fitria, saat beraudiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, H Rahmad Satria, SH, MH, Kamis (4/60.
Terkait dengan kedatangannya bersama rombongan di DPRD, dijelaskan Dani Fitria, untuk mengenalkan dan mensosialisasikan Serikat Pekka, sekaligus menyampaikan sejumlah masukan dan saran kepada pimpinan lembaga legislatif.
“Kita juga menyampaikan apa yang menjadi tantangan Pekka di daerah dan tantangan anggota Pekka sebagai perempuan kepala keluarga. Kita berharap kedepannya Serikat Pekka dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan pembangunan, terutama yang berkaitan dengan kaum perempuan,” ujar dia.
Keberadaan Serikat Pekka di Kabupaten Mempawah, diungkapkan Dani Fitria, baru terbentuk di beberapa desa di Kecamatan Sungai Pinyuh dan Siantan. Di Kecamatan Siantan tepatnya di Desa Wajok Hilir, Serikat Pekka baru memiliki tiga kelompok dan Sungai Pinyuh ada delapan kelompok.
“Dengan jumlah kelompok dan anggota yang belum banyak, kita masih belum bisa maksimal memperjuangkan Serikat Pekka. Meski demikian, kita sudah melaksanakan sejumlah program diantaranya pemberdayaan ekonomi melalui mekanisme kegiatan simpan pinjam,” jelasnya.
Kehadiran Serikat Pekka untuk beraudiensi dengan DPRD, Rahmad Satria menyambut baik dan mendukung kehadiran Pekka ditengah-tengah masyarakat. Sebagai organisasi yang belum dikenal secara luas di Kabupaten Mempawah, Rahmad meminta jajaran pengurus dan anggota Serikat Pekka terus mensosialisasikannya ke masyarakat.
“Di Kabupaten Mempawah cukup banyak perempuan yang menjadi kepala keluarga dengan bidang pekerjaan yang disebutkan pengurus Serikat Pekka tadi. Kita berharap kehadiran organisasi ini bisa mewadahi perempuan kepala keluarga agar bisa mandiri dan mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya dan keluarga,” ucap Rahmad.
Menyikapi tantangan Pekka kedepan, Rahmad Satria sebagai pimpinan lembaga legislatif berupaya mencarikan solusi program yang tepat, baik melalui dinas terkait maupun hibah atau bantuan sosial (bansos). 
“Kami akan pelajari dan bahas lebih lanjut mengenai Pekka ini dalam rapat-rapat DPRD. Selaku wakil rakyat, kami setuju jika Serikat Pekka yang selama ini kehadirannya masih termarjinalkan, juga dilibatkan dalam kegiatan pembangunan daerah, misalnya musrenbang dan lain sebagainya,” pungkas Rahmad.

Minggu, 24 Mei 2015

Intensifkan Pengawasan Beras Sintetis

H Rahmad Satria SH MH
Mencuatnya kasus beras sintetis berbahan plastik yang beredar sejumlah daerah di tanah air, disikapi secara serius oleh Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, H Rahmad Satria, SH, MH. Karena dianggap meresahkan masyarakat, ia lantas meminta pemerintah melakukan pengawasan intensif di pasaran.
“Memang di Kabupaten Mempawah belum ada laporan mengenai adanya beras sintetis tersebut. Tapi pastinya pemerintah jangan terlena, harus dilakukan pengawasan ke pasar dan toko penjual beras. Jangan sampai kecolongan beredar dan dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Rahmad mengatakan, peredaran beras yang terbuat dari plastik tersebut tentunya akan merugikan masyarakat. Tak hanya dari segi materi, namun juga dari kesehatan yang pastinya akan sangat berpengaruh.
“Di dalam plastik tentu mengandung zat yang merugikan kesehatan. Kalau sempat dikonsumsi, masyarakat lah yang menjadi korban. Pemerintah harus segera menindaklanjuti permasalahan ini,” tegasnya.
Terkait masuknya beras yang diduga berasal dari luar negeri tersebut ke Indonesia, dinilai Rahmad, merupakan kesalahan pemerintah. Karena proses masuknya barang dari luar negeri tentu melalui proses yang sudah ditentukan seperti pengawasan mutu dan kualitas secara ketat.
“Kita juga heran, kenapa beras seperti itu bisa masuk ke Indonesia, padahal terdapat prosedur ketat apabila akan memasukkan barang dari luar negeri, tapi ini (beras sintetis) kok bisa lolos. Permasalahan ini harus diusut tuntas. Pelaku harus dihukum berat,” harap dia.
Untuk mencegah peredaran beras sintetis tersebut, Rahmad mengatakan penyampaian informasi dari semua pihak mulai dari pedagang sangat penting. “Apabila ditemukannya beras tersebut di wilayah Kabupaten Mempawah, maka harus dilaporkan dan segera ditindaklanjuti. Dengan demikian daerah kita bisa terbebas dari beras yang berbahaya untuk dikonsumsi itu,” ujarnya.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Ribuan Warga Wajok Hilir Meriahkan HUT RI

Tokoh masyarakat Wajok Hilir, Rahmad Satria, menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba peringatan HUT RI di Desa Wajok Hilir
Hiburan rakyat yang menutup rangkaian semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Jumat (22/8) malam, berlangsung meriah. Menghadirkan dua artis dangdut ibukota, hiburan rakyat ini mampu menarik perhatian ribuan masyarakat yang sudah memadai Balai Desa Wajok Hilir, tempat berlangsungnya kegiatan.
Selain hiburan rakyat, momen tersebut juga diisi dengan penyerahan hadiah terhadap para pemenang pelbagai ragam lomba yang dilaksanakan panitia, seperti futsal wanita, tarik tambang, lomba sampan, dan lain sebagainya. Hadiah diserahkan  tokoh masyarakat Desa Wajok Hilir, H Rahmad Satria SH MH, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pada kesempatan itu Rahmad Satria yang juga Ketua DPRD Kabupaten Pontianak ini menilai momen peringatan kemerdekaan ini bukan hanya sebuah perayaan ulang tahun rutin atau kenangan perjuangan masa lalu saja, tetapi juga perenungan tentang apa yang telah masyarakat lakukan untuk mengisi kemerdekaan.
“Mari kita bersama-sama menanamkan spirit kemerdekaan di jiwa masing-masing sebagai bekal resolusi untuk lebih baik lagi kedepannya. Dan tak kalah penting, kita isi kemerdekaan dengan hal-hal positif  dan berguna untuk sekitar kita dalam bentuk apapun,” katanya.
Sebelumnya Kepala Desa Wajok Hilik, Abdul Majid, mengatakan pesta rakyat yang diisi dengan berbagai lomba dan kesenian serta ditutup dengan hiburan rakyat, diharapkan mampu menjadi hiburan bagi masyarakat dan menjadi ajang untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan.
Tidak lupa atas nama pribadi dan desa Wajok Hilir, ia mengucapkan terima kasih atas dukungan panitia, masyarakat serta staf desa yang bahu membahu menyukseskan kegiatan ini. “Ucapan yang sama juga kami sampaikan kepada Pak Rahmad Satria yang mendukung penuh kegiatan ini. Mohon maaf jika dalam pelaksanaanya masih ada kekurangan,” ucap dia.

Selasa, 19 Agustus 2014

Semarak HUT Kemerdekaan di Wajok Hilir

Tokoh masyarakat Wajok Hilir, Rahmad Satria, dan Kepala Desa Wajok Hilir, Abdul Majid, membaur bersama ribuan masyarakat saat mengikuti jalan sehat
Tak hanya di tingkat kabupaten, kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia juga terasa di tingkat desa, satu diantaranya di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan. Di desa yang dipimpin Abdul Madjid ini, pemerintah desa menggelar sejumlah kegiatan hiburan, mulai dari permainan tradisional rakyat, jalan sehat sampai panggung hiburan.
Khusus jalan sehat, kegiatan yang mengambil start di depan SPBU Wajok Hilir dan finish di Balai Desa Wajok Hilir, Senin (18/8), diikuti sekitar seribuan masyarakat termasuk Kepala Desa Wajok Hilir, Abdul Madjid dan tokoh masyarakat setempat, H Rahmad Satria SH MH. Untuk kegiatan ini, panitia menyediakan banyak doorprize menarik.
Kepala Desa Wajok Hilir, Abdul Madjid menerangkan, kegiatan jalan sehat maupun kegiatan hiburan lainnya merupakan satu dari sekian kegiatan hiburan yang digelar pemerintah desa untuk memeriahkan HUT ke-69 RI sekaligus menghibur masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kita ingin menjalin silaturahmi antar warga dan aparatur pemerintah desa agar tercipta hubungan yang harmonis dan sinergis untuk kemajuan Desa Wajok Hilir,” katanya.
Sedangkan Rahmad Satria selaku tokoh masyarakat di Desa Wajok Hilir, mengajak masyarakat untuk menggelorakan semangat nasionalisme dan partriotisme, sebagai wujud penghargaan kepada jasa para pahlawan yang telah berjuang nyawa dan harta demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
“Jangan lihat besar kecil hadiahnya, tapi semangat kebersamaan dan gotong royong yang dapat kita tunjukkan dalam kegiatan ini. Mari kita bersama-sama ikut membangun bangsa ini dan meneruskan perjuangan para pahlawan,” ujar dia.