Tampilkan postingan dengan label Generasi Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Generasi Muda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 November 2009

Rahmad Satria Terima Adhikarya Satya Bhakti

Sebagai 10 Terbaik se Indonesia

Mempawah - Bukan sesuatu yang tabu atau berlebihan, jika seorang Rahmad Satria SH MH, Ketua DPRD Kabupaten Pontianak terpilih sebagai salah satu putra Kalbar yang masuk nominasi 10 terbaik Ketua DPRD se Indonesia.

Karena itulah, Rahmad Satria dianugerahkan penghargaan Adhikarya Satya Bhakti 2006, oleh Citra Karya Abdi Pembangunan di Hotel Golden Boutique Jakarta Pusat, Sabtu (9/9) pukul 19.30 WIB. Lembaga yang memberikan anugerah Citra Karya Abdi Pembangunan Indonesia (CKAPI) sudah yang keenam kalinya diberikan kepada putra-putri terbaik bangsa ini.

Penganugerahan penghargaan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap mereka yang dianggap penggores prestasi yang patut menjadi panutan. Penghargaan yang diberikan itu bertaraf nasional yang secara khusus diberikan oleh CKAPI. Selain itu penghargaan yang diberikan sebagai bentuk resmi atas keberhasilan dalam karya dan pengabdian yang telah atau sedang dibaktikan seseorang bagi kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah. "Pengabdian dan perjuangan sebenarnya tidak akan berakhir selama Tuhan masih perkenankan kita hidup dan melakukan sesuatu," tegas Direktur CKAPI seperti disampaikan Rahmad yang menerima penghargaan pada koran ini.

Namun yang penting lanjut Direktur CKAPI, mau atau maunya seseorang untuk melakukan yang baik bagi sesama. Tergantung apakah kita memiliki rasa kepedulian bagi kepentingan orang lain yang tidak saja berusaha untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Dikatakan, kalau pihaknya merasa bangga atas keberhasilan para tokoh dimaksud. Selain itu juga kagum atas keberhasilan mereka dalam karya dan pengabdiannya yang tanpa pamrih. Sebagai manusia, lanjut dia, kita memiliki kewajiban untuk turut membangun negeri ini agar kelak dapat menikmati hasilnya secara bersama-sama.

"Kiranya keberhasilan ini akan tergores selamanya dalam sejarah pembangunan daerah masing-masing. CKAPI berharap kiranya pembangunan yang diberikan ini tidak dianggap sebagai sebuah lambang kebesaran, namun harus dilihat dan dianggap sebagai pendorong semangat untuk dapat melakukan yang terbaik bagi kepentingan bangsa dan negara demi masa depan anak-anak kita dan generasi muda," tukasnya.

Panitia sendiri memberikan empat kategori tokoh terbaik. Masing-masing untuk Ketua DPRD, eksekutif, Sekretaris Daerah, dan Ketua Tim Penggerak PKK. Sepuluh penerima lainnya bersama Rahmad Satria SH MH yang mendapatkan penghargaan sebagai 10 Ketua DPRD Terbaik. Mereka adalah Drs Melkianus Adoe (NTT), Ir HM Nur Syafriadi (Kepri), Drs Asyrofi (Kudus Jateng), Drs HI Adnan (Kota Makasar Sulsel). Selain itu juga H Prayogo Prayitno (Magetan Jatim), HM Nawawi Hamid BA (Muaro Jambi), Yohanes Pasti SH (Bengkayang Kalbar), HM Harris (Pelalawan Riau) dan H Rus'Hanul Ulum (Tasikmalaya Jabar).

"Alhamdulilah, penghargaan bukan sesuatu yang begitu istimewa. Namun patut untuk disyukuri sebagai suatu penilaian dari pihak lain atas apa yang kita perbuat selama ini," aku Rahmad Satria merendah. Selain itu tuturnya pula selain merasa senang, bahagia sekaligus beban moral.

Sebab, penghargaan terbaik tentu saja diikuti dengan tanggungjawab yang berat pula. "Semua ini terjadi berkat dukungan teman-teman, keluarga dan semua pihak yang peduli," kata Rahmad. (ham)

***Terbit 17 September, Pontianak Post 2006

Sabtu, 17 Mei 2008

Dukung Penuh Ayu Sonata

Johan Wahyudi
Borneo Tribune, Mempawah

Dukungan terus mengalir untuk penyanyi dangdut berbakat Kabupaten Pontianak, Ayu Sonata, yang berhasil menuju ke Gerbang Kontes Dangdut TPI (TPI) 5. Dimana dukungan tersebut juga hadir dari Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH.

“DPRD mewakili Pemda Kabupaten Pontianak, melepas keberangkatan, Ayu Sonata masuk dalam Gerbang KDI 5. Dimana audisinya akan dimulai 20 April sampai 3 Mei di Jakarta. Sedangkan masuk ke asrama KDI sudah mulai hari ini (Minggu kemarin) dan di karantina selama 7 hari. Dimana tanggal 30 April nanti Ayu Sonata akan tampil di TPI. Dan semoga saja seluruh masyarakat kita yaitu Kalbar mendukung Ayu Sonata dengan cara mengetik KDI spasi Ayu kirim ke 6288,” kata Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, ditemui di kediaman pribadinya saat melepas keberangkatan, Ayu Sonata, dengan dirangkai kegiatan syukuran, Minggu (13/4), kemarin.

Selain itu, Rahmad, juga mengharapkan masyarakat bisa memberikan dukungan untuk keberhasilan, Ayu Sonata, yang dinilai memiliki potensi yang perlu didukung, apalagi membawa nama baik Kabupaten Pontianak dan Kalbar.

“Semoga saja banyak dukungan yang akan diraih, sehingga Ayu dapat meraih 20 besar, kemudian 8 besar dan sampai ke 5 besar, Untuk itu diharapkan masyarakat Kabupaten Pontianak dan Kalbar secara umum untuk mendoakan keberhasilan Ayu. Dan kita akan lakukan nonton bareng bersama masyarakat dan mahasiswa asal dari Kalbar untuk memberikan dukungan baik itu berupa SMS, maupun dukung suporter dan kita upayakan mereka bisa datang di TPI, maka dari itu juga sudah siapkan pakaian, spanduk, dan fasilitas-fasilitas yang lainnya untuk mendukungnya,” katanya

Sedangkan, Ayu Sonata, sendiri saat dikonfirmasi, keberhasilan menuju ke gerbang KDI 5 tidak terlepas dari dukungan orang tua dan keluarganya yang selalu memberikan motivasi agar bisa tampil dengan baik.

“Persaingan menuju Gerbang KDI 5, cukup berat karena harus mebnyisihkan sekitar 500 peserta Se-Kalbar. Apalagi selama ini saya hanya menyanyi di rumah melalui karokean dan tampil diacara kawinan, panggung rakyat. Dan tidak pernah melakukan latihan khusus seperti menggunakan pelatih vokal. Untuk itu saya mohon doa restu seluruh masyarakat Kalbar, khususnya Kabupaten Pontianak untuk keberhasilan Ayu,” harapnya.

Selasa, 11 Maret 2008

*Open Turnamen Sepak Bola Persikas

32 Club Memperebutkan Piala Bergilir “Rahmad Satria Cup”


PEMBUKAAN
Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, menendang bola bertanda dimulainya Open Turnamen Sepak Bola Persikas merebutkan piala bergilir Rahmad Satria Cup. Foto: Johan Wahyudi/Borneo Tribune.

Johan Wahyudi
Borneo Tribune, Mempawah


Open Turnamen Sepak Bola Persatuan Sepak Bola Kuala Secapah (Persikas) merebutkan piala bergilir Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, dimulai Minggu (9/3), kemarin di Lapangan Persikas, Kecamatan Mempawah Hilir, dengan diikuti 32 klub Se-Kabupaten Pontianak.

Di mana Rahmad Satria, yang membuka langsung pertandingan dengan menendang bola pertama tanda dimulainya pertandingan antara Mnetos Kuala Secapah Vs Klub Kelurahan Tengah, Mempawah Hilir. Open turnamen ini memiliki nilai untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan sportivitas, kedisiplinan yang tinggi, sehingga adanya rasa persaudaraan bagi pemuda, khususnya di Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir, selain itu juga mencari bibit-bibit andal pesepak bola Kabupaten Pontianak.


“Melalui open tournament ini, kita berharap muncul pemain-pemain sepak bola berbakat Kabupaten Pontianak, sehingga persepakbolaan Kabupaten Pontianak terus maju dan berkembang,” kata Rahmad, yang juga selaku Ketua PSSI Kabupaten Pontianak.

Sebagai bentuk dukungan dalam menyukseskan turnamen tersebut, Legislator Partai Golkar tersebut, telah menyediakan hadiah dan bonus bagi setiap klub dan pemain. Sehingga para pemain dan pengurus klub, bisa bermain dalam arti tetap meningkatkan dan menjaga sportivitas. Selain itu, melalui olahraga banyak tindakan-tindakan negatif dapat terhindar seperti minum-minuman, keras, bahkan menggunakan narkoba atau obat-obatan terlarang

“Persikas sebagai tuan rumah dan melakukan open turnamen Persikas ini tentu akan menjaga keamanan, Persikas juga merupakan klub yang sering menjuarai open-open turnamen yang dilaksanakan di Kabupaten Pontianak, maka saat Persikas melaksanakan open ini, saya selaku Ketua PSSI Kabupaten Pontianak sangat mendukung sekali. Dan dari lapangan ini kita juga berharap bersama kinerja dan kesatuan dan persatuan bagi masyarakat di Kabupaten Pontianak bisa terwujud,” katanya.

Sedangkan Ketua Panitia, Jumiadi, dikonfirmasi open turnamen tersebut, akan menggunakan sistem setengah kompetisi, di mana untuk juara pertama memperoleh piala bergilir dan tetap, serta uang pembinaan Rp2 juta, juara dua memperoleh piala tetap dan uang Rp1,5 juta, juara ketiga meraih piala tetap dan uang pembinaan Rp1 juta, sedangkan juara empat meraih piala tetap dan uang pembinaan Rp500 ribu.

“32 klub yang mengikuti kompetisi ini, akan menggunakan sistem setengah kompetisi, dengan dibagi beberapa grub, sehingga satu tim bisa bermain sampai tiga kali dan diperkirakan turnamen ini berakhir sebulan lamanya. Dan untuk uang pembinaan kemungkinan bisa bertambah jika ada donator atau sponsor yang siap memberikan uang pembinaan bagi para juara,” katanya.■

Jumat, 11 Januari 2008

TPA Motivasi Anak-Anak


Wisuda TPA
Teks: Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, menggelar wisuda gabungan. Sebanyak 150 santri TPA Kecamatan Siantan dan Segedong di kediaman pribadinya di Wajok Hilir. Foto: Johan Wahyudi/Borneo Tribune


Johan Wahyudi
Borneo Tribune, Mempawah


Sebanyak 150 santri Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Kecamatan Siantan dan Kecamatan Segedong, Kamis (10/1), kemarin, melaksanakan wisuda gabungan yang dilaksanakan di kediaman Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, di Wajok Hilir. Dalam acara tersebut juga hadir Kepala Kandepag Kabupaten Pontianak. Drs. H. Andi Jafar Harun, dan Kadis Pendidikan Kabupaten Pontianak, H. Syahril, S.Pi, serta tokoh masyarakat maupun agama.

Sebelum diwisuda, terlebih dahulu dilaksanakan pawai dengan kendaraan. Pawai dimulai dari rumah kediaman pribadi Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, langsung menuju Kantor Camat Jungkat, setelah itu kembali ke tampat asal.

Wajah anak-anak yang menggunakan toga dan baju khas wisuda TPA, terlihat gembira. Orang tua mereka juga hadir di acara tersebut.

“TPA Kabupaten Pontianak harus berkembang dan lebih maju lagi dalam mendidik anak-anak, untuk mengetahui baca tulis Al-Quran secara cepat,” kata Rahmad Satria, selaku pembina TPA Kecamatan Siantan dan Segedong. Bahkan, ia juga telah mengupayakan dalam APBD, setiap kegiatan TPA di surau, masjid atau di mana saja, akan mendapat uang pembinaan, untuk mengembangkan dan memajukan TPA.

Kedepannya, ia berharap masyarakat dan seluruh elemen masyarakat, bisa memberikan motifasi bagi seluruh TPA. Peranan TPA bagi anak-anak sangat penting, untuk baca tulis Al-Quran.

Kegiatan ini juga dikaitkan dengan menyambut tahun baru Islam 1429 Hijriah. Kamis (9/1) malam diadakan syukuran bersama. Semalam, Jum’at (10/1) malam, juga telah digelar zepin bersama anak-anak TPA untuk mengembangkan seni budaya yang bernafas Islam di Kabupaten Pontianak.

Ada peningkatan jumlah anak yang di wisuda. Bila jumlah siswa yang diwisuda pada 2007 sebanyak 60 orang, pada tahun 2008, meningkat menjadi 150. Ini menunjukkan, TPA mendapat perhatian baik. Orang tua murid dan masyarakat memercayakan anaknya untuk dididik di TPA.

“Wisuda gabungan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Dengan banyaknya jumlah wisuda, kita harap lebih memotivasi anak-anak untuk lebih intensif mempelajari baca tulis Al-Quran,” kata Rahmad Satria.□

Selasa, 06 November 2007

Generasi Muda Harus Menjadi Pelaku Sejarah

Oleh: Johan Wahyudi
Borneo Tribune, Mempawah

Bangsa yang besar merupakan bangsa yang menghargai sejarah dan jasa-jasa para pahlawan. Suatu bangsa akan menjadi kecil dan kerdil jika tidak menghargai jasa-jasa para pejuang yang telah merelakan harta dan jiwanya dalam merebut kemerdekaan ini. Melalui momen Hari Pahlawan, 10 November, nanti, generasi muda dapat menjadi pelaku sejarah bukan penonton.

“Jasa para pahlawan perlu kita hargai selain itu dan termasuk menghargai semua budaya yang ada, termasuk hubungan silaturahmi, rasa persatuan dan kesatuan sehingga tidak terjadi perpecahan di mana telah diperjuangkan para Pahlawan terdahulu dalam merebut Negara Kesatuan Republik Indonesia dari penjajah,” kata H Rahmd Satria SH MH.
Ketua DPRD ini mengatakan, dengan hari pahlawan mari kita tingkatkan kesadaran nasionalisme, mencintai dan menghormati para pejuang sehingga kita tidak dikatakan orang yang lupa sejarah.

Oleh karena itu, generasi muda harus bisa menjadi pelaku sejarah bukan menjadi penonton atau pembaca sejarah. Terpenting menjadi pelaku sejarah dengan membuat catatan emas dengan berprestasi di segala bidang baik olahraga, kesenian, ekonomi dan sosial politik untuk mengisi kemerdekaan ini.

“Kita mengangkat sejarah dengan memberikan prestasi terbaik jangan hanya menjadi penonton, membaca buku tapi tidak ada tindakan yang menunjukkan kita sebagai pelaku sejarah. Dimana seorang pelaku sejarah bisa membuat suatu terobosan yang baru dan yang penting bisa berprestasi di bidang sosial dan ilmiah untuk melanjutkan jasa-jasa para pejuang,” katanya.

Momen pesta demokrasi bagi masyarakat Kalbar saat ini yang juga bertepatan di Hari Pahlawan, maka sebagai generasi muda harus bisa menunjukkan semangat kepahlawanan dengan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan sehingga tidak terjadi perpecahan akibat mendukung salah satu kandidat.

“Dalam Pilkada Gubernur ini bertepatan hari pahlawan ini mari kita tunjukkan semangat kepahlawanan jangan sampai kita terpecah-belah oleh ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab, apalagi hanya memilih satu orang pemimpin Kalbar. Siapapun gubernur terpilih harus kita dukung bersama sepanjang dilakukan sesuai dengan proses demokrasi dan hukum yang berlaku,” katanya.

Selain itu, dia menilai semangat kepahlawanan masyarakat sangat kurang maka dari itu diperlukannya dorong pemerintah untuk memberikan motivasi sehingga jiwa kepahlawanan jangan sampai tenggelam.

“Pemerintah harus bisa mendorong masyarakat untuk mencintai semangat kepahlawanan contohnya dengan memasang bendera merah putih dalam menyambut hari pahlawan sehingga nilai juang, cinta tanah air dan rela berkorban bisa tertanam dalam tubuh masyarakat maka pemerintah harus bisa memotivasi masyarakat yang kadang kala disibukkan oleh aktivitas sehari-hari sehingga semangat jiwa kepahlawanan seakan tenggelam,” ujarnya.□

*Borneo Tribune 5 November 2007