Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Mei 2017

Santri Diminta Manfaatkan Waktu Luang

Ketua DPRD, Rahmad Satria, berfoto bersama santri dan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Desa Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat
Perbedaan antara orang sukses dengan tidak sukses terletak pada pemanfataan waktu luangnya. Bagi pelajar atau santri yang bisa memanfaatkan waktu luang sekecil apapun untuk menambah kualitas diri dan keimanan dengan belajar dan beribadah akan membawa kesuksesan bagi dirinya. Tak hanya dunia tetapi juga akhirat.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, saat memberikan sambutan pada acara milad ke-XII sekaligus pelepasan santri tingkat akhir di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Sabtu (13/5) malam.

“Perbedaan mencolok antara orang yang sukses dan tidak sukses ada terletak pada pemanfaatan waktu luang. Dan saya melihat santri-santri di Pontren Al-Mukhlisin sudah diajarkan untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Mereka digembleng secara ketat untuk menuntut ilmu dunia dan akhirat. Pola pendidikan disini tentu berbeda dengan pendidikan formal lainnya,” jelas dia.
Rahmad Satria memotivasi para santri Pontren Al-Mukhlisin
Rahmad mengungkapkan, metode pemanfaatan waktu luang dengan sebaik-baiknya sudah dirasakan manfaat oleh dirinya. Terbukti, disela-sela kesibukannya sebagai Ketua DPRD dan organisasi lainnya ia masih bisa meluangkan waktu untuk belajar dan kuliah di program doktoral Universitas Diponegoro, Jawa Tengah.

“Saya salahsatu contoh orang yang bisa memanfaatkan waktu luang untuk belajar dan beribadah. Alhamdulillah usaha keras ini berbuah manis sehingga saya bisa menuntaskan pendidikan doktoral dengan predikat cum laude. Ini tentu bisa menjadi motivasi kalian agar bisa menjadi orang sukses dan mewujudkan cita-cita,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini juga memotivasi para santri untuk belajar dari pelaut yang handal. Seperti yang terungkap dalam kata-kata bijak yakni pelaut yang handal itu bukan berasal dari ombak yang tenang, tetapi lahir dari lautan yang penuh ombak dan badai. Dan ia menilai para santri yang lulus ini telah melewati ombak dan badai untuk menuju kesuksesan.

“Dengan semangat untuk belajar, kalian berhasil menuntaskan pendidikan di pondok sini. Kualitas jebolan pesantren itu tidak diragukan lagi, karena ilmunya melebihi anak-anak di pendidikan formal lainnya. Selama di pontren, kalian digembleng baik ilmu akademik juga ilmu agama,” ungkapnya.
Para santri tingkat akhir menyalami Rahmad Satria
Pimpinan Pontren Al-Mukhlisin, Ustaz Zakaria MS, S.HI, dalam sambutannya mengatakan pola pendidikan yang dilaksanakan pihaknya yaitu formal dan non formal merupakan bentuk pembekalan bagi generasi muda khususnya para santri. Mereka dipersiapkan dalam rangka menuju kehidupan di tengah masyarakat.

“Saat ini mereka belum bisa dikatakan berhasil. Karena keberhasilan mereka ini bukan saat berada di pondok atau lembaga pendidikan tetapi setelah keluar dari dari sini. Apakah nantinya bermanfaat dan berguna bagi masyarakat. Kami disini hanya membekali ilmu, membimbing akhlak dan moralitas, tetapi keberhasilan anak-anak nantinya terlihat ketika merka sudah kembali ke masyarakat,” ucapnya.
Rahmad Satria bersama pimpinan pontren, camat, kapolsek dan tokoh agama dan masyarakat
Tidak lupa, Zakaria atas nama yayasan dan para santri mengucapkan terima kasih kepada Rahmad Satria yang sudah hadir dan berbagi ilmu kepada para santri di pontren yang ia pimpin. Ia menilai apa yang disampaikan Rahmad itu bisa menjadi modal motivasi bagi para santri baik yang sudah lulus maupun mereka yang saat ini masih mengenyam pendidikan di pontren.

Minggu, 09 April 2017

Rahmad : MTQ Perkuat Syiar Islam

Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyerahkan piala kepada para pemenang lomba MTQ tingkat Kecamatan Mempawah Timur
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXX tingkat Kecamatan Mempawah Timur, Sabtu (8/4) malam, resmi berakhir. Tuan rumah Desa Pasir Palembang untuk pertama kalinya dinobatkan sebagai juara umum oleh dewan hakim yang diketuai Ustaz Muhizam, S.Ag, mengungguli Desa Antibar dan Kelurahan Pasir Wan Salim.

Atas prestasi tersebut Desa Pasir Palembang berhak membawa pulang piala bergilir Camat Mempawah Timur yang diserahkan Camat Hermansyah, S.IP, M.Si. Keberhasilan Pasir Palembang yang memperoleh dua kesuksesan yakni sukses menjadi tuan rumah MTQ dan sukses menjadi juara umum mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Rahmad Satria bersama Camat dan Muspika Kecamatan Mempawah Timur serta tokoh agama
“Selamat kepada Desa Pasir Palembang yang sukses menjadi tuan rumah dan sukses menjadi juara umum pada perhelatan MTQ tingkat Kecamatan Mempawah Timur. Hasil ini tentu jangan membuat saudara berpuas diri tetapi harus lebih ditingkatkan lagi agar mendukung Mempawah Timur menjadi juara umum MTQ tingkat Kabupaten Mempawah di Kecamatan Mempawah Hilir, Juli mendatang,” katanya.

Berkaitan dengan persiapan MTQ tingkat kabupaten, Rahmad Satria, kemudian memotivasi seluruh kafilah untuk terus mengasah kemampuannya dalam membaca ayat suci Alquran. Sebab, mahir membaca alquran bukan hanya kepentingan lomba MTQ melainkan sebagai pegangan hidup baik di dunia maupun akhirat kelak.

“Orang yang mendengarkan pembacaan ayat suci Alquran saja mendapatkan pahala, apalagi yang membacanya. Begitu juga dengan panitia yang telah melaksanakan kegiatan MTQ ini juga mendapatkan pahala, termasuk masyarakat yang hadir menonton,” ujarnya.
Bersama para pemenang MTQ tingkat Kecamatan Mempawah Timur
Rahmad mengatakan membaca Alquran merupakan bentuk dakwah atau syiar Islam di masyarakat. Ia menilai secara tidak langsung para peserta MTQ telah melaksanakan dakwah dan mensyiarkan agama Allah SWT melalui kegiatan ini.

“Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al-Hajj Ayat 32 yang artinya Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. Insya Allah, apa yang telah kita laksanakan ini mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT,” ucapnya yang kemudian di amini masyarakat yang hadir dalam acara penutupan MTQ tersebut.
Rahmad Satria menyaksikan penyerahan piala bergilir Camat Mempawah Timur kepada Kepala Desa Pasir Palembang
Tidak lupa Rahmad Satria berpesan kepada para kafilah yang tampil sebagai juara pada perhelatan MTQ ke-XXX tingkat Kecamatan Mempawah Timur agar terus berlatih dan bekerja keras mempersiapkan diri untuk pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Mempawah. “Dengan demikian kafilah Kabupaten Mempawah dapat terus berprestasi ditingkat kabupaten, provinsi bahkan internasional,” ucapnya. (fsa)

Senin, 14 November 2016

Bangun Komunikasi dan Kekompakan

Ketua DPRD, Rahmad Satria, memberikan sambutan pada kegiatan tasyakuran yang digelar Kades Mendalok
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, Minggu (13/11), menjalin silaturahmi dengan masyarakat Desa Mendalok, Kecamatan Sungai Kunyit. Politikus dari Partai Golkar menghadiri tasyakuran yang digelar Kepala Desa Mendalok, Ilham M Amin, yang akan berangkat umrah ke tanah suci bersama sang istri, Neti Indriyani.
Di hadapan seribuan masyarakat yang hadir, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini mengajak warga Desa Mendalok untuk memanfaatkan setiap waktu untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, terutama atas berkat limpahan rahmat, nikmat, dan rezeki-Nya.
“Termasuk bersyukur atas kesempatan menunaikan ibadah umrah di tanah suci yang didapat Pak Ilham M Amin. Saya mendoakan, semoga bapak dan ibu di sini bisa mengikuti beliau, diberikan rezeki untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji,” ucap Rahmad yang diamini seluruh masyarakat yang hadir.
Pada kesempatan itu, Rahmad Satria mengajak masyarakat Desa Mendalok untuk tidak memutus komunikasi atau hubungan yang baik kepada sesama manusia (hablum minannas) maupun kepada Allah (hablum minallah). Menurut Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Mempawah itu, untuk sukses harus pandai dan rajin membangun komunikasi.
“Komunikasi sesama manusia harus baik dan komunikasi kepada Allah SWT juga harus lebih baik. Nah khusus kepada sesama manusia, kita harus membangun komunikasi bersama sahabat, keluarga, tetangga, dan masyarakat. Jika sudah terjalin komunikasi yang baik, maka kita semakin kompak. Apa yang kita inginkan dapat tercapai termasuk sukses membangun desa,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Rahmad Satria atas nama Pemerintahan Kabupaten Mempawah kemudian mengajak masyarakat Desa Mendalok maupun masyarakat desa lainnya untuk membangun kebersamaan dan kekompakan. “Jika kita sudah kompak maka mudah bagi kita baik pemerintah maupun masyarakat melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan,” ucapnya.
Sebelumnya Kepala Desa Mendalok, Ilham M Amin menjelaskan tasyakuran memiliki arti istimewa bagi dirinya sekeluarga. Selain bentuk syukur kepada Allah SWT atas kesempatan melaksanakan ibadah umrah, juga dihari yang sama dirinya dan sang anak merayakan ulang tahun. Istimewanya lagi, imbuh dia, tanggal 13 November ini juga bertepatan dengan ulang tahun pernikahannya.
“Bulan November ini begitu istimewa bagi saya. Karena di bulan ini juga saya pertama kali dilantik sebagai Kepala Desa Mendalok pada 2006 silam dan di bulan ini juga usia kepemimpinan saya di Mendalok mencapai 10 tahun. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat Mendalok yang ikut membantu saya membangun desa ini,” ujarnya.
Terkait jelang keberangkatannya melaksanakan ibadah umrah, Ilham menyampaikan permohonan maaf jika selama dirinya menjabat sebagai kepala desa ada berbuat salah atau bertutur kata yang menyakiti hati. “Saya berdoa, semoga bapak dan ibu dapat diberi kesempatan oleh Allah untuk beribadah ke tanah suci, walau belum bisa haji tetapi ada kesempatan melaksanakan umrah,” katanya.
Tasyakuran di kediaman Ilham M Amin, turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Mempawah Dapil Sungai Kunyit, Toho dan Anjongan dari Partai Golkar, Syarif M Shaleh. Bertindak sebagai penceramah, Drs. Arif Sofyan, M.Si. Kegiatan ini dihadiri seribuan masyarakat Desa Mendalok dan sekitarnya.

Senin, 25 Juli 2016

Pembinaan Rohani Cegah Pelanggaran Hukum

Ketua DPRD, Rahmad Satria, bersama alim ulama dan jemaah mengumandangkan shalawat
Berbicara soal hukum kenegaraan, hukum itu tujuannya untuk mengatur dan aturan itu tujuannya untuk membahagiakan. Dan pada intinya hukum itu untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Hukum bukan untuk menakuti-nakuti, tetapi hukum memberi rasa keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, bukan hanya kepastian hukum.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, di hadapan ratusan jemaah di Kecamatan Anjongan dan sekitarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan Halal Bihalal Majelis Nurul Mustofa, Kecamatan Anjongan, Sabtu (24/7) malam.
“Meski banyak yang sudah mempelajari aturan hukum, namun kenyataan di lapangan masih banyak terjadi berbagai pelanggaran hukum. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan rohani kita seperti kegiatan zikrullah dan salawat pada malam hari ini serta kegiatan majelis ilmu lainnya,” kata Rahmad Satria.
Nah berbicara soal salawat kepada Rasulullah, imbuh Rahmad, merupakan perintah langsung Allah SWT. Walaupun tidak termasuk dalam rukun Islam tetapi jelas ditegaskan Allah melalui Surat Al-Ahzâb ayat 56 yang isinya mengatakan “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
“Allah saja bersalawat kepada nabi, kenapa kita tidak. Membaca salawat merupakan satu diantara refleksi dari kecintaan seseorang kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Dan salawat memiliki banyak keutamaan yang akan didapat oleh orang-orang yang mengamalkannya,” katanya.
Adapun keutamaan salawat bagi yang mengamalkannya, dipaparkan Rahmad Satria, diantaranya doanya dikabulkan Allah, pahala berlipat, ditingkatkan derajatnya, dikumpulkan di surga bersama Rasulullah, serta mendapat syafaat dari Rasulullah. “Semoga Allah senantiasa meringankan lisan kita untuk selalu membaca salawat kepada Rasulullah SAW dan meraih keutamaannya. Aamiin,” ucapnya.
Terkait halal bihalal seperti yang dilaksanakan Majelis Nurul Mustofa, meski tidak ada aturan hukum dalam fiqih maupun kitab lainnya, namun Rahmad Satria menilai itu merupakan ciptaan bangsa Indonesia yang memiliki manfaat terutama untuk menjadi ajang silaturahim antara satu dengan yang lain.
“Mungkin ada diantara kita yang belum sempat bertemu dan saling memaafkan, maka melalui majelis ilmu ini kita buka pintu hati selebar-lebarnya untuk saling bermaaf-maafan,” pungkas Rahmad.
Kegiatan ini turut menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Fatimatuz Zahroh Kota Pontianah, Habib Umar Bin Hasyim Alqadrie, sebagai penceramah. Tampak juga hadir para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Anjongan.

Minggu, 17 Juli 2016

Shalawat Raih Rahmat Allah

Pembukaan dan halalbihalal Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah yang dihadiri Ketua DPRD, Rahmad Satria di Wajok Hilir
Lantunan Zikir dan Shalawat nan menyejukkan menggema di Desa Wajok Hilirdan Desa Wajok Hulu Kecamatan Siantan, Sabtu (16/7) malam. Dengan tajuk Pembukaan dan Halal Bihalal Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, mengajak umat muslim terus memperdalam ilmu Islam dan iman.
“Satu diantaranya dengan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah. Dengan shalawat, kita akan memperoleh syafaat dari baginda Rasulullah SAW. Kenapa syafaat Rasulullah itu penting?Karena seorang muslim tidak dapat mengandalkan amalan amaliyahnya semata di hari kiamat tanpa adanya syafaat dari dari Rasulullah,” katanya dihadapan ratusan jemaah.
Mengingat begitu pentingnya syafaat, imbuh Rahmad, maka mencarinya merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh setiap muslim, jika ingin selamat di hadapan Allah SWT kelak. Ia melanjutkan, syafaat Nabi Muhammad SAW merupakan sesuatu yang diimpikan oleh setiap muslim. Oleh karena itu, Rahmad mengajak umat muslim khususnya generasi muda memperbanyak shalawat kepada Rasulullah.
“Dengan perantara shalawat inilah, Insya Allah seseorang akan selamat dari berbagai fitnah di dunia maupun di akhirat. Saya yakin Kabupaten Mempawah pada umumnya dan Desa Wajok Hilir pada khususnya akan selalu tentram dan kondusif selama banyak warganya yang menyukai zikir dan bershalawat,” ujar Rahmad.
Pada kesempatan itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini mengapresiasi dan mendukung penuh keberadaan Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah yang dipimpin Ustaz Shahibul Hil, ditengah-tengah masyarakat. Ia meyakini, majelis tersebut akan menjadi wadah generasi muda menghindari narkoba, miras maupun kenakalan remaja lainnya.
“Mari kita tanamkan cinta yang sesungguhnya atau mahabbah kepada Rasulullah dan Allah SWT. Tanpa mahabbah jangan harap kita mendapat rida dari Allah dan juga syafaat dari Rasullah. Dengan mahabbah, kita bisa melaksanakan hakekat Islam yang sebenar-benarnya,” ucapnya seraya mengucapkan minal aidin wal faidzin kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan para jemaah yang hadir.
Sebelumnya pengasuh Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah, Ustaz Shahibul Hill, mengatakan kehadiran majelis yang ia pimpin ini merupakan wujud atau bukti kecintaan kepada Rasulullah.
“Dengan bekumandangnya shalawat, maka Allah akan menurunkan rahmat dimana saja. Kita berharap dengan bergemanya shalawat di Desa Wajok Hilir seluruh masyarakat semuanya mendapat Rahmat dari Allah,” katanya.
Pada kesempatan itu, Shahibul Hil mengucapkan terima kasih kepada sesepuh Desa Wajok Hilir, yang sudah memberikan motivasi kepada dirinya maupun rekan-rekannya untuk membentuk Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah.
“Alhamdulillah, majelis ini sudah berjalan setengah tahun dan diadakan kegiatan setiap dua minggu sekali. Mudah-mudahan semakin banyaknya shawalat yang digemakan di Desa Wajok Hilir, desa kita maupun anak-anak muda kita selalu dirahmati Allah SWT,” ucapnya yang diamini para jemaah.

Senin, 04 Juli 2016

Ketua DPRD Siap Anggarkan Festival Tanglong

Antusiasme ratusan warga mengikuti Festival Tanglong ke-II di Kuala Mempawah

Ketua DPRD, Rahmad Satria, memotong pita sebagai tanda dimulainya Festival Tanglong ke-II
Menyemarakan ramadhan 1437 H, Pemuda Kreatif Kuala Mempawah menggelar festival tanglong atau keriang bandong ke-II tahun 2016, Sabtu (2/7) malam di Kuala Mempawah. Festival yang dibuka Ketua DPRD, Dr. H Rahmad Satria, SH, MH diikuti lebih dari 500 peserta.
Pembukaan festival tanglong ke-II ditandai dengan pemotongan pita oleh Rahmad Satria yang juga Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Mempawah. Selanjutnya, ratusan peserta dengan membawa aneka ragam tanglong berjalan kaki mengelilingi Pasar Kuala Mempawah. Untuk menentukan pemenang festival, panitia menggunakan sistem undian. Pemenang festival berhak membawa pulang beragam hadiah doorprize yang  telah disiapkan panitia.
“Saya prihatin dengan pelaksanaan festival tanglong ini. Dengan segala keterbatasannya, panitia tetap berusaha keras untuk memaksimalkan penyelenggaraan festival ini. Kegiatan seperti ini harus kita dukung,” tegas Rahmad Satria.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini menerangkan, tanglong atau lebih dikenal keriang bandong menjadi salah satu alat penerangan bagi masyarakat ketika belum ada jaringan listrik. Terutama pada bulan ramadhan, tanglong menjadi salah satu tradisi dikalangan masyarakat muslim.
“Festival tanglong ini salah satu bentuk perayaan untuk memeriahkan bulan ramadhan dilingkungan masyarakat. Nah, kegiatan ini sangat positif dan kreatif makanya perlu kita dukung bersama,” tegas Legislator Golkar Kabupaten Mempawah itu.
Sebab, sambung Rahmad Satria, festival tanglong memberikan nilai edukasi sekaligus bentuk pelestarian tradisi masyarakat Kabupaten Mempawah dalam memeriahkan ramadhan. Rahmad pun mengaku dirinya siap memberikan dukungan dalam bentuk anggaran.
“Insha allah, kedepan saya akan memfasilitasi agar festival ini menjadi agenda kabupaten dengan tampilan yang lebih semarak dan meriah. Tolong nanti diusulkan proposal dan lengkapi syaratnya, agar bisa mendapatkan anggaran dari pemerintah daerah,” pesan Rahmad sembari disambut tepuk tangan ratusan peserta festival tanglong.
Selain memastikan dukungan anggaran, Rahmad Satria pun secara spontanitas memberikan tambahan hadiah bagi pemenang festival. Dengan tambahan hadiah itu, dirinya beserta para peserta semakin bersemangat dan antusias menyemarakan penyelenggaraan festival tanglong ke-II tahun 2016.
“DPRD mendukung sepunuhnya kegiatan positif yang dilaksanakan remaja di Kabupaten Mempawah. Pemuda-pemuda di Kabupaten Mempawah harus kreatif dan inovatif. Karena pemuda inilah yang akan mejnadi generasi penerus tongkat estafet pembangunan daerah dimasa mendatang,” tukasnya.

Senin, 27 Juni 2016

Gebyar Ramadan di Wajok Hilir

Ketua DPRD, Rahmad Satria, memperkenalkan Shasa, kontestan AKSI Indosiar 2016, di hadapan ribuan warga Kecamatan Siantan
Seribuan umat muslim di Kecamatan Siantan dan sekitarnya memadati halaman Masjid Nurul Islam, Desa Wajok Hilir, Sabtu (25/6) malam. Kehadiran umat muslim itu untuk menyaksikan kegiatan Gebyar Ramadan sekaligus malam Nuzulul Quran. Kegiatan yang dilaksanakan sejak 19-25 Juni mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Dalam sambutannya, Rahmad Satria memuji peran aktif Remaja Masjid (Remas) Nurul Islam yang dinilainya mampu menggelar kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin ditingkatkan kedepannya.
“Apa yang dilakukan Remas Nurul Islam ini patut dicontoh generasi muda lainnya. Saya berharap apa yang dilakukan mereka ini dapat mendorong generasi muda lainnya untuk tampil dan berperan aktif diberbagai aspek yang positif. Misalnya kegiatan remaja masjid, kepramukaan, PMR dan lain sebagainya,” katanya.
Tidak lupa, Rahmad berharap momen bulan suci Ramadan yang tak lama lagi akan berakhir ini dapat dimanfaatkan umat muslim di Kabupaten Mempawah, khususnya Kecamatan Siantan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. “Jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan Allah untuk kita beribadah kepada-Nya,” ujar Rahmad.
Sebelumnya Ketua Panitia, Satria Mahatika mengungkapkan pelasanaan kegiatan Nuzulul Quran ini merupakan kegiatan Gebyar Ramadan yang diisi dengan berbagai kegiatan lomba. “Ada lomba adzan, kaligrafi, lomba ceramah, cerdas cermat serta di tutup dengan pelaksanaan Nuzulul Quran,” jelasnya
Kegiatan malam Nuzulul Quran di Masjid Nurul Islam, juga diisi dengan penampilan peserta Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2016 Indosiar asal Kabupaten Mempawah, Khansa Qonitah atau akrab disapa Shasa. Ia kemudian berbagi pengalaman dengan mengajak teman sebayanya siap menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dengan memanfaatkan waktu untuk belajar dan memperdalam agama, serta berdakwah atau mengajak kepada kebaikan.
Selain Sasha juga ada ceramah agama yang disampaikan hakim syariah yang juga ulama Malaysia,  Drs. Arif Sofian. Dalam tausiahnya ia meminta umat muslim senantiasa memupuk Ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan ibadah serta selalu berpedoman pada akidah Islam. Selain itu, ia juga mendorong generasi muda untuk tidak ragu tampil dan menjadi pemimpin.
“Generasi muda merupakan calon pemimpin masa depan yang harus siap menjadi agen perubahan dan harapan bagi masyarakat,” ucapnya seraya mengajak umat muslim memperbanyak ibadah qiyamullail serta terus mencari malam Lailatur Qadar  atau malam seribu bulan.

Senin, 06 Juni 2016

Rahmad Satria: Makmurkan dan Ramaikan Masjid!

Ketua DPRD Rahmad Satria (duduk) menyaksikan proses penyerahan wakaf dari Suharso kepada pengurus Masjid Ulul Albab Al Jihad, Desa Dema
Umat muslim di Desa Dema Kecamatan Anjongan sedang berbahagia. Dalam beberapa waktu kedepan, desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Landak ini akan berdiri satu masjid. Dibangun secara swadaya, keberadaan masjid yang diberi nama Ulul Albab Al Jihad ini mendapat dukungan dan restu dari Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Di hadapan puluhan umat muslim di Desa Dema, Jumat (3/6) sore, Rahmad Satria mengatakan dirinya menyambut baik rencana pendirian rumah ibadah di desa itu, termasuk di berbagai daerah di Kabupaten Mempawah. Apalagi, imbuh dia, Pemerintahan Kabupaten Mempawah baik eksekutif maupun legislatif, senantiasa peduli terhadap keberadaan rumah ibadah.
“Dalam pengganggaran APBD, alokasi dana untuk membantu rumah ibadah tidak hanya diberikan kepada satu agama tertentu, tetapi juga untuk agama lainnya sesuai porsinya masing-masing. Nah, inilah wujud perhatian daerah terhadap penganut agama sekaligus bentuk pelaksanaan amanah UUD 1945 dan Pancasila,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini.
Rahmad yang juga Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Mempawah ini berharap keberadaan masjid di Desa Dema dapat menjadi momentum umat muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Ia juga meminta umat muslim setempat senantiasa menjaga kerukunan dan toleransi antar umat Islam, pemerintah dan penganut agama lainnya.
“Berbicara soal toleransi, Indonesia adalah negara yang paling toleransi. Kenapa? Karena kita punya dasar negara yang kuat yaitu UUD 1945 dan Pancasila sehingga umat beragama dilindungi oleh negara dapat melaksanakan ibadah serta keyakinannya dengan aman dan tenteram,” jelas dia.
Tidak lupa Rahmad berpesan kepada pengurus Masjid Ulul Albab Al-Jihad yang diketuai Thamrin Leman, jika nanti bangunan rumah ibadah umat Islam itu sudah berdiri diharapkan dapat dimakmurkan dan diramaikan, tidak hanya saat tarawih atau salat ied saja tetapi juga salat lima waktu.
“Bentuk majelis pengajian serta aktifkan remaja masjid. Saya juga meminta pengurus masjid dapat segera mengurus legalitas pembangunan masjid ini agar nanti bisa mendapat bantuan hibah melalui APBD,” ucapnya berpesan.
Rencana pembangunan Masjid Ulul Albab Al-Jihad di Desa Dema ini dimulai pasca diwakafkannya sebidang lahan milik Suharso seluas 576 meter persegi. Saat ini panitia sedang mengupayakan agar pembangunan masjid yang nanti memiliki luas 12x18 meter persegi dan mampu menampung puluhan jemaah tersebut dapat segera dilakukan.
Sebelum menghadiri proses pernyataan ijab antara wakif atau pemberi wakaf dengan majelis masjid Ulul Albab Al-Jihad, Rahmad Satria berkesempatan menjadi khatib salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Desa Ngarak Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Disana Ketua DPRD tiga periode ini mengajak umat muslim senantias meningkatkan keimanan dan ketakwaan untuk menuju derajat mutaqqin.

Senin, 07 Maret 2016

Rahmad Satria Buka Festival Pasalan Maulid

Ketua DPD Partai Golkar, Rahmad Satria, memukul beduk saat membuka Festival Pasalan Maulid di Sungai Kunyit
Agenda dua tahunan Festival Pasalan Maulid se Kecamatan Sungai Kunyit kembali digelar DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah, di kediaman Syarif Shaleh, Desa Sungai Kunyit Laut, Kecamatan Sungai Kunyit, 4-13 Maret. Sebanyak 36 regu ambil bagian pada kegiatan yang pembukaannya dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah, Jumat (5/3)) malam.
Ketua panitia, Syarif Shaleh dalam laporannya mengatakan bertujuan untuk memupuk secara vertikal kecintaan kepada baginda Rasululullah SAW. Untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.
“Sedangkan secara horizontal, kegiatan ini untuk memupuk rasa persaudaraan, membangun ukhuwah Islamiyah demi kebesaran Islam dan kemaslahatan umat, khususnya di Kecamatan Sungai Kunyit,” katanya.
Pada kesempatan itu, Shaleh atas nama pribadi dan panitia memohon maaf kepada masyarakat maupun para peserta apabila pelaksanaan Festival Pasalan Maulid masih terdapat kekurangan. Meski demikian, ia mengharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.“Semoga kegiatan ini dapat memberikan keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, yang membuka Festival Pasalan Maulid se Kecamatan Sungai Kunyit, mengharapkan kegiatan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi ajang umat muslim meningkatkan kecintaannya pada Rasulullah.
“Jangan pikirkan kalah atau menang, karena itu hanya merupakan alat untuk kita mencapai tujuan. Tujuannya apa? Yaitu melaksanakan syiar Islam sekaligus mengharapkan rida Allah Taala dan syafaat dari Rasulullah. Mari sebagai umat Muslim, kita senantiasa memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.
Pembukaan Festival Pasalan Maulid yang memperebutkan piala bergilir Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah dan piala bergilir Ketua Fraksi Partai Golkar, dihadiri Ketua DPD Partai PAN Kabupaten Mempawah, Ridhuan Ismail, SH, Ketua DPC PPP, Basri, SP, Legislator Partai Demokrat, Abdul Syakur, Legislator PPP, Endang Puspahadi, Legislator Partai Golkar, Herman, AP, SE, dan ribuan warga Sungai Kunyit. Acara diisi juga dengan ceramah agama yang disampaikan Ustaz Atho’illah dari Kota Pontianak.

Senin, 18 Mei 2015

Rahmad Lepas Siswa MA Rahmatan ‘Lil Alamin

Rahmad Satria berbicang dengan Kepala Kantor Kemenag Mempawah, Kasiman, sebelum pelepasan siswa MA Rahmatan 'Lil Alamin
Pelajar Madrasah Rahmatan ‘Lil Alamin menyerahkan cinderamata kepada Ketua Lembaga Rahmatan ‘Lil Alamin, Rahmad Satria, didampingi kepala sekolah, Nur’aini, di Gedung UPLKB Jungkat.
Siswa-siswi kelas XII angkatan ke-2 Madrasah Rahmatan ‘Lil Alamin, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, tuntas mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Meski sudah dinyatakan lulus, mereka diminta untuk terus belajar termasuk mengamalkan setiap ilmu pengetahuan yang didapat demi keselamatan dunia dan akhirat.
“Kepada para siswa, teruslah belajar karena perjalanan kalian masih panjang. Tuntutlah ilmu baik secara formal maupun informal dengan tujuan mendapat ridha dari Allah Taala,” kata Ketua Lembaga Rahmatan ‘Lil Alamin, H Rahmad Satria, SH, MH, saat acara syukuran dan pelepasan siswa kelas XII MA Rahmatan ‘Lil Alamin, di Gedung UPLKB Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kamis (14/5).
Berbicara soal niat mengejar akhirat dalam pengaplikasian ilmu pendidikan yang didapat para siswa, diharapkan Rahmad, dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menjalani hidup di dunia maupun menuju kehidupan di akhirat selanjutnya. “Jika niat kita belajar demi mengejar akhirat, maka Insya Allah dunia akan mengikuti,” ujar dia.
Tidak lupa Rahmad Satria, mengucapkan terima kasih kepada tuan-tuan dan puan-puan guru MA Rahmatan ‘Lil Alamin, yang penuh dedikasi dan semangat memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Mempawah, khususnya di Kecamatan Siantan.
“Terima kasih sudah membantu anak-anak mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan mumpuni sebagai bekal pada kehidupan di dunia dan di akhirat. Semoga amal ibadah tuan dan puan guru mendapat pahala dari Allah,” ucapnya.
Kepala MA Rahmatan ‘Lil Alamin, Nur'aini, meminta kepada siswa yang lulus untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu mereka juga diminta untuk ikut andil membangun dan memajukan MA Rahmatan ‘Lil Alamin agar semakin baik kedepannya.
“Pintu sekolah selalu terbuka untuk kalian. Jika ada yang punya kemampuan di bidang kepramukaan, marching band atau ekstrakurikuler lainnya, silahkan bantu sekolah melatih adik-adik kelas kalian,” tuturnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Drs H Kasiman, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi kepada MA Rahmatan ‘Lil Alamin yang dinilainya berperan aktif mengembangkan pendidikan keagamaan di Kecamatan Siantan. Ia berharap kedepannya, Kecamatan Siantan bisa menjadi Kota Santri di Kabupaten Mempawah.
“Pendidikan di madrasah satu diantaranya Rahmatan ‘Lil Alamin, memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Selain ilmu pengetahuan umum, siswa madrasah juga dibekali ilmu agama yang bisa menangkal terjadinya dekadensi moral yang saat ini semakin mengkhawatirkan. Kepada para orang tua, saya minta jangan ragu memasukkan anak ke sekolah agama,” ucap dia.

Senin, 26 Januari 2015

Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar dan Maulid Nabi

Ulama kondang Jawa Timur, Ahmad Darmawan, memberikan tausiah di hadapan ribuan umat muslim.

Rahmad Satria selaku Pembina Kelompok Pengajian Al-Hidayah mengapresiasi kehadiran ribuan jamaah pada peringatan Maulid Nabi

Ahmad Darmawan dan Rahmad Satria berfoto bersama sebelum Peringatan Maulid Nabi yang digelar Pengajian Al-Hidayah dimulai.

Antusiasme ribuan kaum muslimin untuk mengikuti tabligh akbar di kediaman Rahmad Satria

Ahmad Darmawan dan Rahmad Satria bersalaman dengan para jemaah.

Pengurus Kelompok Pengajian Al-Hidayah berfoto bersama dengan Ahmad Darmawan dan Rahmad Satria
Ribuan umat muslim dari pelbagai penjuru Kabupaten Mempawah memadati halaman kediaman pribadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah, H Rahmad Satria SH MH, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Minggu (25/1). Kehadiran umat muslim ini dalam rangka menghadiri tabligh akbar dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 Hijriah.
Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah ternama dari Kota Surabaya, Jawa Timur, Dr H  Habib Ahmad Darmawan, S.Hi, M.Hi, digelar organisasi sayap Partai Golkar, Kelompok Pengajian DPD Al Hidayah Kabupaten Mempawah.
Dalam sambutanya, Pembina Kelompok Pengajian Al-Hidayah, Rahmad Satria, mengajak seluruh umat muslim di Kabupaten Mempawah mengambil intisari dan melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam dari apa yang sudah disampaikan penceramah. “Momen maulid ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengingat sekaligus senantiasa menteladani sifat dan perilaku Rasulullah,” katanya.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Ahmad Darmawan, menitikberatkan pada mengapa dan apa yang harus dicontoh umat muslim dari Rasulullah. “Mengapa kita mencontoh Rasulullah?Karena Rasul merupakan manusia yang istimewa, apa yang diucapkan dan dilakukan Rasul semua atas kehendak Allah Taala, serta Rasul selalu menerima pemberian Allah dengan ikhlas,” katanya.
Selain itu, tambah Ahmad Darmawan, Rasulullah juga tidak memiliki sifat sombong, dengki, irihati dan dendam. Ia mencontohkan Rasulullah yang selalu mendapat hinaan dan cacian dari kaum Quraisy, namun tidak pernah merasa dendam justru selalu memaafkan. “Sifat-sifat ini yang harus kita tiru dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya
Pada kesempatan itu, ia juga meminta umat muslim senantiasa menjaga hati, perilaku dan tutur kata serta selalu mengingat Allah Taala. Umat muslim diingatkan untuk senantiasa mensyukuri apa yang sudah Allah berikan. “Jangan sekali-kali kita kufur atau membenci dan menghina apa yang sudah Allah ciptakan. Mari kita selalu berzikir tidak hanya lisan namun juga hati,” ucap dia.