Tampilkan postingan dengan label Harian BERKAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harian BERKAT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 April 2017

Program Kwarcab Mempawah Nyata di Masyarakat

Ketua Kwarcab, Kak Rahmad Satria, saat memberikan sambutan pada Rakercab Kwarcab Mempawah 2017
Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, menggelar agenda tahunan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) tahun 2017 di Sekretariat Kwarcab Mempawah, Jalan Raden Kusno, Rabu (12/4). Diikuti 59 peserta dari Kwarcab, Kwartir Ranting (Kwarran) dan Dewan Kerja Ranting (DKR), Rakercab dibuka Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Kalimantan Barat, Drs. H. Suryadi MS, M.Si.

Ketua Kwarcab Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, dalam sambutannya mengatakan Rakercab ini merupakan agenda tahunan. Tujuannya untuk menyusun dan mempersiapkan program-program kegiatan kepramukaan khususnya di Kwarcab Mempawah kedepan.

“Secara luas Rakercab ini tujuannya bagaimana menjadikan seluruh anggota Gerakan Pramuka memiliki karakter bangsa yang kuat sesuai dengan program Presiden RI, Joko Widodo yakni Revolusi Mental,” katanya.
Ketua Kwarda, Kak Suryadi, membuka secara resmi Rakercab Kwarcab Mempawah
Pada kesempatan itu, Rahmad Satria secara khusus mengatakan kepramukaan tidak terlepas dari input, proses, output dan outcome. Untuk input, imbuh dia, bisa diperoleh dari kegiatan Rakercab seperti ini. Masukan-masukan yang didapat selama rakercab kemudian diproses dan menghasilkan suatu output yaitu kegiatan-kegiatan kepramukaan.

“Nah persoalan yang kita hadapi adalah outcome adalah bagaimana implikasinya dari kepramukaan terhadap peserta didik agar memiliki karakter bangsa. Ini tantangan besar bagi kita. Kalau menyangkut ouput, tidak ada masalah. Banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan yang imbasnya kita memperoleh predikat Kwarcab Tergiat I se Kalimantan Barat dari Kwarda Kalbar, beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Tidak lupa Rahmad mengajak jajaran pengurus Kwarcab dan Kwarran dapat melaksanakan kegiatan kepramukaan dengan aktif sampai di tingkat gugus depan. “Mari kita berbuat dan kerja sebaik-baiknya untuk pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Mempawah dengan mendepankan 4 AS yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas serta kerja ikhlas yang mendasari kegiatan kita,” ucapnya.
Para Ketua Kwarran se Kabupaten Mempawah menerima dana bantuan operasional untuk Kwarran dari Kwarcab Mempawah yang diserahkan Ketua Kwarcab, Kak Rahmad Satria
Ketua Kwarda Kalbar, Suryadi, secara khusus memuji eksistensi Gerakan Pramuka di Kabupaten Mempawah dibawah kepemimpinan Rahmad Satria yang dibantu jajaran pengurus Kwarcab dan Kwarran yang solid. Ia menilai Kwarcab mampu memperlihatkan secara nyata kepada masyarakat program-program kerja dan kegiatan kepramukaan yang terpublikasikan dengan baik melalui media massa.

“Saya senang kwarcab yang melaksanakan kegiatan diekpose di media massa. Dengan demikian orang tahu betapa besar manfaat kegiatan pramuka bagi generasi muda yang sudah terkontaminasi hal-hal yang kita lihat bersama sudah dalam lingkaran merah di Kalbar, kita sangat prihatin. Mari kita rapatkan barisan dan saling mengisi memajukan Gerakan Pramuka di Kalbar dan tanah air,” ucapnya.

Terkait rakercab, dijelaskan Suryadi akan menjadi momen untuk mengevaluasi apa saja yang telah dilakukan dan apa saja yang belum dilaksanakan dimasa mendatang. Dengan demikian kinerja Kwarcab Mempawah akan lebih baik dan tercapai tujuannya. Apalagi, imbuh dia, pramuka ini organisasi suka rela yang harus kita kerjakan dengan ikhlas. Karena, generasi muda diluar sana mengharapkan dan menunggu program-program strategis yang akan dilaksanakan nantinya.

“Saya berharap apa yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk Kwarcab Pramuka Mempawah bisa dioptimalkan sehingga menghasilkan suatu implikasi yang baik untuk pembinaan karakter generasi muda di daerah ini,” ucapnya.
Para peserta Rakercab berfoto bersama dengan Ketua Kwarda, Kak Suryadi dan Ketua Kwarcab, Kak Rahmad Satria serta jajaran pengurus Kwarcab
Sebelumnya Ketua Panitia Rakercab, Daryono, dalam laporannya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan 12-13 April di Sekretariat Kwarcab Mempawah. Peserta Rakercab berjumlah 59 peserta yang terdiri dari pengurus kwarcab 23 orang, ketua dan sekretaris kwarran se Kabupaten Mempawah 18 orang, ketua dan wakil ketua dewan kerja ranting 18 orang.

Pada kesempatan itu, Rahmad Satria yang didampingi Ketua Kwarda juga menyerahkan bantuan dana operasional dari Kwarcab Mempawah untuk Kwarran di sembilan kecamatan sebesar masing-masing Rp 5 juta.

Kamis, 27 Oktober 2016

Rahmad: Junjung Tinggi Fair Play

Ketua Askab PSSI, Rahmad Satria, didampingi Muspika Sungai Pinyuh menyerahkan bola kepada wasit saat membuka Turnamen Sepakbola di Desa Galang
Turnamen sepakbola antar klub kembali berlangsung di Kabupaten Mempawah. Kali ini digelar secara gabungan oleh Desa Galang dan Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, di Lapangan Karang Taruna Tunas Baru, Jalan Siliwangi. Dimulai Rabu (26/10) sore, ajang yang diikuti 50 tim se Kalimantan Barat ini dibuka secara resmi oleh Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Di hadapan para penonton, suporter, ofisial, pemain dan pelatih kesebelasan yang ikut turnamen itu, Rahmad Satria atas nama Askab PSSI Kabupaten Mempawah mengapresiasi pelaksanaan open turnamen sepakbola yang digelar secara bersama-sama oleh masyarakat di Desa Galang dan Desa Sungai Rasau.
“Terlaksananya kegiatan ini tentu menjadi bukti bahwa Galang dan Sungai Rasau merupakan desa yang kompak, desa yang tertib, aman dan lancar. Tentu kekompakan ini harus terus dijaga terutama dalam bingkai persatuan dan kesatuan,” katanya.
Sebagai desa yang dinilai sudah mampu melaksanakan turnamen sepakbola bergengsi berskala Kalbar ini, Rahmad Satria kemudian meminta para penonton, suporter maupun pemain tidak melakukan tindakan yang bisa merusak semangat sportivitas dan fairplay yang digaungkan PSSI Kabupaten Mempawah selama ini.
“Jika ada persoalan di dalam lapangan, biarkan kapten masing-masing kesebelasan dan wasit yang menyelesaikannya. Tolong hormati apapun keputusan wasit, karena wasit yang memimpin turnamen ini sudah bersertifikasi dan legalitasnya tidak perlu diragukan lagi. Jadi penonton jangan ikut campur apalagi sampai membuat onar yang bisa merusak semangat sportivitas dan fairplay,” ujarnya berpesan.
Camat Sungai Pinyuh, Drs. Rochmat Effendy, MM, mewakili Bupati Mempawah, Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, mendukung penuh pelaksanaan turnamen sepakbola yang dilaksanakan di Desa Galang itu. Ia berpesan agar momentum turnamen ini dapat menjadi ajang pembinaan sekaligus penjaringan atlet sepakbola yang kelak bisa mewakili Kabupaten Mempawah, Kalbar dan nasional.
“Saya berharap kegiatan ini berjalan dengan baik. Karena keberhasilan ini ditentukan dua faktor, pertama terselenggara dengan baik serta pelaksanaanya berjalan dengan tertib, aman dan lancar hingga selesai nanti. Tentu hal tersebut menjadi keinginan kita bersama,” ucapnya.
Ketua panitia, Abdul Holik, mengatakan turnamen sepakbola antar klub yang diprakarsai Desa Galang dan Desa Rasau itu akan berlangsung selama satu bulan kedepan. Kegiatan ini memperebutkan trofi dan uang pembinaan dari Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria.
“Diikuti 50 klub dari berbagai kabupaten/kota, turnamen ini dibagi dua bagian yaitu pool A dan pool B. Masing-masing pool terdiri dari 25 klub. Klub yang mengikuti kompetisi ini diantaranya dari Kabupaten Landak, Kota Pontianak dan berbagai kecamatan di Kabupaten Mempawah,” ucapnya.

Senin, 26 September 2016

Membina Pramuka Harus Ikhlas

Para peserta dan pelatih KML berfoto bersama Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, di Palm Beach Singkawang
Kwartib Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mempawah, kembali menggelar Kursus Mahir Lanjutan (KML) bagi para pembina pramuka. Diikuti 95 peserta, KML yang berlangsung dari 24-29 September di Palm Beach Singkawang ini dibuka Ketua Kwarcab Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, Sabtu (24/9).
Dalam sambutannya, Rahmad Satria berpesan kepada para peserta KML untuk senantiasa menanamkan sikap ikhlas dalam setiap melaksanakan tugas kepramukaan. Sikap ikhlas itu, imbuh Rahmad, bahkan tertuang secara jelas dalam moto pelatih atau pembina pramuka yaitu Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana.
“Jadi untuk menjadi seorang pembina pramuka, harus ada sikap ikhlas dalam hati maupun tingkah laku. Meski tidak mudah, namun harus kita miliki. Karena dengan ikhlas kita bisa membina bangsa dan mengisi pembangunan bangsa dan negara,” katanya.
Berbicara soal gerakan pramuka, dinilai Rahmad, sejalan dengan program Presiden Jokowi dan pemerintah saat ini, yaitu soal Gerakan Revolusi Mental. Ia mengungkapkan jauh sebelum ada revolusi mental yang digaungkan pemerintah saat ini, gerakan pramuka sudah mengenal dan mengenalkannya lebih dulu.
“Intisari revolusi mental itu sudah ada dalam gerakan pramuka, baik di dalam Tri Satya maupun Dasa Dharma. Kalau keduanya diamalkan maka sudah ada revolusi mental, maka berbanggalah yang menjadi anggota pramuka, karena bisa lebih dulu mendapatkan pengetahuan tentang itu,” ujar Rahmad Satria.
Tidak lupa kepada para peserta KML, untuk terus meningkatkan kemampuan diri dengan memperkaya ilmu pengetahuan tentang kepramukaan terutama Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. “Silahkan didownload di internet dan pelajari dengan seksama UU tersebut untuk menjadi bekal kita agar lebih terarah membina gerakan pramuka kepada peserta didik,” ujarnya.
Sebelumnya Ketua Panitia KML, Dra Hj Zaitin Noor, dalam laporannya mengatakan KML ini bertujuan untuk memberi bekal pengetahuan dan pengalaman praktis, serta membina pramuka kepada pembina yang telah menyelesaikan Kursus Mahir Dasar (KMD) khususnya bagi para guru di wilayah Kwarcab Mempawah.
Setelah mengikuti KML, imbuh Zaitin Noor, peserta wajib mampu memahami, menghayati dan melaksanakan AD/ART Gerakan Pramuka, menjelaskan tentang kepramukaan dan perkembangannya, menerapkan kepramukaan secara efektif dan efisien dalam membina pramuka sesuai golongannya, serta mengelola program kegiatan peserta didik (Prodik) sesuai golongannya.
“Pelaksanaan KML ini dibagi dalam tiga golongan yaitu siaga, penggalang dan penegak dengan jumlah 95 orang yang berasal dari seluruh kecamatan atau kwartir ranting,” ucap dia. Pembukaan KML ini turut dihadiri Kepala Disdikpira Kabupaten Mempawah, Firman Juli Purnama, S.Sos, M.Si.

Selasa, 23 Agustus 2016

Rahmad Suntik Semangat Persiwah

Ketua Umum Askab PSSI, Rahmad Satria, memotivasi para pemain Persiwah agar tetap optimis meraih juara
Bermain imbang 2-2 melawan PS Kubu Raya pada pertandingan perdana tak menyurutkan langkah Persiwah Mempawah mengejar juara. Sejumlah strategi dipersiapkan pelatih untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan Delta Khatulistiwa Kota Pontianak di Stadion GOR Opu Daeng Manambon, Kamis (25/8).
Terkait persiapan menghadapi Delta Khatulistiwa, para pemain, pelatih dan ofisial Persiwah, Senin (22/8) pagi, mendapat suntikan motivasi dari Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Motivasi diberikan Rahmad Satria yang datang langsung ke lokasi latihan Persiwah agar pemain mampu tampil trengginas dan percaya diri.
“Terus jaga semangat dan tekad untuk menang. Kalau semangat menang ada, semangat berjuang ada dan kerja keras ada maka kita bisa mengalahkan kesebelasan manapun. Semangat itu penting dalam suatu pertandingan, karena itu merupakan modal dasar kita untuk menjadi yang terbaik,” katanya.
Tidak lupa, Rahmad meminta seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah dapat memberikan dukungan dan doa agar Persiwah Mempawah mampu menjadi juara dan maju ke putaran berikutnya mewakili Kalimantan Barat ke tingkat nasional. “Dukungan dan doa dari masyarakat bakal menjadi sumber semangat para pemain Persiwah untuk meraih kesuksesan,” ujarnya.
Pelatih Persiwah Mempawah, Tri Indra Gunawan, mengaku pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi para pemain Delta Khatulistiwa. Rentang waktu dua hari sebelum pertandingan, pihaknya juga akan membenahi berbagai kelemahan yang ada ditubuh Persiwah saat bermain imbang 2-2 melawan PS Kubu Raya.
“Kita benahi berbagai kekurangan yang ada, satu diantaranya meningkatkan kemampuan pemain di posisi sayap agar tidak lengah saat diserang pemain lawan. Untuk menghadapi pertandingan berikutnya kita harus fokus agar bisa meraih hasil terbaik,” ucapnya.

Senin, 22 Agustus 2016

Liga Nusantara Regional II Dimulai

Wakil Bupati Gusti Ramlana didampingi Ketua PSSI Kalbar, Adang Gunawan, dan Ketua Askab PSSI Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit
Liga Nusantara Regional II Kalimantan Barat di Stadion Opu Daeng Manambon Kabupaten Mempawah, Minggu (21/8), resmi dimulai. Dibuka Wakil Bupati, Gusti Ramlana, S.Sos, pertandingan pertama kompetisi yang diikuti enam kabupaten/kota se Kalbar ini mempertemukan tuan rumah Persiwah Mempawah melawan PS Kubu Raya dengan skor akhir imbang 2-2.
Dalam sambutannya, Gusti Ramlana atas nama pemerintah daerah menyambut baik dan mendukung pelaksanaan kompetisi Liga Nusantara 2016 di Kabupaten Mempawah. Ia menilai kompetisi ini penting karena menjadi bagian tak terpisahkan dari suatu tahapan pembinaan para atlet di cabang olahraga sepakbola.
“Kepada kesebelasan yang bertanding, tetap jaga fair play dan sportivitas. Dan kepada masyarakat Kabupaten Mempawah, jadilah tuan rumah yang baik. Sambut tamu dari beberapa kabupaten/kota dengan ramah dan senyum, tunjukkan kita pecinta sepakbola sejati yang menjunjung prilaku yang sopan dan santun,” ucapnya.
Ketua Umum Asosiasi PSSI Kalimantan Barat, Adang Gunawan, mengatakan Liga Nusantara merupakan agenda yang termasuk dalam kalender kegiatan PSSI dari pusat ke provinsi dan digelar di tingkat kabupaten/kota. “Dibagi dua regional untuk menghemat waktu dan biaya, Liga Nusantara kita gelar di Kabupaten Sintang dan Mempawah,” jelasnya.
Adang secara khusus meminta maaf kepada masyarakat terutama Kabupaten Mempawah atas terhentinya penyelenggaraan Liga Nusantara Region Kalbar beberapa tahun silam. Ia menjelaskan, permasalahan di tubuh PSSI Pusat akibat pembekuan yang dilakukan pemerintah, berimbas ke PSSI di Kalbar.
Akibatnya Liga Nusantara yang saat itu dijuarai Kabupaten Mempawah harus terhenti dan hanya berlangsung satu putaran saja. “Alhamdulillah, sekarang pemerintah dan FIFA sudah mencabut pembekuan atas PSSI. Dengan demikian, kita akhirnya bisa kembali menggelar Liga Nusantara Region Kalimantan Barat,” ungkap dia.
Sebelumnya Ketua Panitia, Heri Ismail, SH, dalam laporannya mengatakan Liga Nusantara  Kalbar dibagi dalam dua regional. Regional pertama diikuti Kabupaten Sintang sebagai tuan rumah, Melawi, Bengkayang, Landak, Sanggau dan Sekadau. Sedangkan regional II diikuti Mempawah selaku tuan rumah, Sambas, Kubu Raya, Ketapang, Kota Singkawang dan Pontianak.
“Pertandingan Liga Nusantara ini menggunakan sistem kompetisi penuh. Dengan peringkat tiga terbaik masing-masing zona akan maju ke babak selanjutnya yang akan dilaksanakan di Kota Pontianak,” jelas dia.
Terkait penunjukkan Mempawah sebagai tuan rumah ini, dinilai Heri, patut disyukuri masyarakat Kabupaten Mempawah. Karena itu bentuk kepercayaan dan amanah Asosiasi PSSI Kalimantan Barat. “Kepercayaan ini tentu harus kita jaga dan laksanakan dengan baik. Satu diantaranya dengan menjadi tuan rumah yang baik dan sportif. Semoga Mempawah menjadi juara dan mewakili Kalbar ke ajang serupa tingkat nasional yang memperebutkan Piala Presiden,” ucapnya.
Pembukaan Liga Nusantara ini ditandai dengan penyerahan bola kepada wasit yang dilakukan Wakil Bupati Gusti Ramlana didampingi Ketua Umum Asosiasi PSSI Kalbar, Adang Gunawan, Ketua Umum Asosiasi Kabupaten PSSI Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Turut hadir Sekda Mempawah, Drs. H. Mochrizal, Sekda Singkawang, Drs. Syech Bandar, M.Si, Ketua KONI Mempawah, Drs. HM Ali Bakar dan pejabat SKPD Mempawah.

Senin, 08 Agustus 2016

Rahmad Lepas Kontingen Jamnas

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, menyalami kontingen Jamnas Kabupaten Mempawah
Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) Kabupaten Mempawah dipastikan ambil bagian mengikuti Jamnas ke-X di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 14-21 Agustus 2016. Berkekuatan total 97 personil, kontingen resmi dilepas Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH di Sekretariat Kwarcab Jalan Raden Kusno Mempawah, Minggu (7/8) siang.
Prosesi pelepasan kontingen Jamnas Kabupaten Mempawah ditandai dengan upacara di halaman Kwarcab Mempawah, yang dilanjutkan dengan penyerahan bendera kontingen dari Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, kepada H Dudung Agus Suharto, S.Sos, selaku pimpinan kontingen. Menurut jadwal rombongan akan bertolak ke Cibubur dari Pelabuhan Dwikora Pontianak, Senin (8/8) malam.
Dalam amanatnya, Rahmad Satria, merasa bangga sekaligus terharu atas kesiapan dan persiapan yang matang dari panitia, pimpinan kontingen, pendamping dan peserta yang berpartisipasi kesekian kalinya pada perhelatan Jamnas ke-X di Bumi Perkemahan Cibubur 2016.
“Kepada anggota kontingen, saya berpesan agar senantiasa menunjukkan sikap terpuji dan kekompakan  selama mengikuti Jamnas. Buktikan kalau pramuka Kabupaten Mempawah lebih mantap dibanding daerah lainnya,” katanya.
Tidak lupa, Rahmad berpesan kepada anggota kontingen untuk mengikuti semua jadwal selama Jamnas. Mereka juga diminta menjaga kesehatan, kedisiplinan, dan kekompakan selama mengikuti berbagai kegiatan Jamnas. “Tolong jaga nama baik Kabupaten Mempawah. Karena daerah kita dari dulu dikenal eksis selalu mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan di tingkat nasional,” ucapnya.
Sebelumnya Ketua Panitia Jamnas Kabupaten Mempawah, Herman AP, SE, dalam laporannya mengatakan rombongan Jamnas Kabupaten Mempawah berjumlah total 97 orang. Terdiri dari peserta sebanyak 32 orang yang dibagi empat regu yaitu dua regu putra dan dua regu putri. Setiap regu terdiri dari orang. Selama disana mereka didampingi 8 orang pendamping. Selain itu juga ada 41 peninjau dan 16 pembina pramuka termasuk Ketua Kwarcab, Rahmad Satria.

Senin, 25 Juli 2016

Pembinaan Rohani Cegah Pelanggaran Hukum

Ketua DPRD, Rahmad Satria, bersama alim ulama dan jemaah mengumandangkan shalawat
Berbicara soal hukum kenegaraan, hukum itu tujuannya untuk mengatur dan aturan itu tujuannya untuk membahagiakan. Dan pada intinya hukum itu untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Hukum bukan untuk menakuti-nakuti, tetapi hukum memberi rasa keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, bukan hanya kepastian hukum.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, di hadapan ratusan jemaah di Kecamatan Anjongan dan sekitarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan Halal Bihalal Majelis Nurul Mustofa, Kecamatan Anjongan, Sabtu (24/7) malam.
“Meski banyak yang sudah mempelajari aturan hukum, namun kenyataan di lapangan masih banyak terjadi berbagai pelanggaran hukum. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan rohani kita seperti kegiatan zikrullah dan salawat pada malam hari ini serta kegiatan majelis ilmu lainnya,” kata Rahmad Satria.
Nah berbicara soal salawat kepada Rasulullah, imbuh Rahmad, merupakan perintah langsung Allah SWT. Walaupun tidak termasuk dalam rukun Islam tetapi jelas ditegaskan Allah melalui Surat Al-Ahzâb ayat 56 yang isinya mengatakan “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
“Allah saja bersalawat kepada nabi, kenapa kita tidak. Membaca salawat merupakan satu diantara refleksi dari kecintaan seseorang kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Dan salawat memiliki banyak keutamaan yang akan didapat oleh orang-orang yang mengamalkannya,” katanya.
Adapun keutamaan salawat bagi yang mengamalkannya, dipaparkan Rahmad Satria, diantaranya doanya dikabulkan Allah, pahala berlipat, ditingkatkan derajatnya, dikumpulkan di surga bersama Rasulullah, serta mendapat syafaat dari Rasulullah. “Semoga Allah senantiasa meringankan lisan kita untuk selalu membaca salawat kepada Rasulullah SAW dan meraih keutamaannya. Aamiin,” ucapnya.
Terkait halal bihalal seperti yang dilaksanakan Majelis Nurul Mustofa, meski tidak ada aturan hukum dalam fiqih maupun kitab lainnya, namun Rahmad Satria menilai itu merupakan ciptaan bangsa Indonesia yang memiliki manfaat terutama untuk menjadi ajang silaturahim antara satu dengan yang lain.
“Mungkin ada diantara kita yang belum sempat bertemu dan saling memaafkan, maka melalui majelis ilmu ini kita buka pintu hati selebar-lebarnya untuk saling bermaaf-maafan,” pungkas Rahmad.
Kegiatan ini turut menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Fatimatuz Zahroh Kota Pontianah, Habib Umar Bin Hasyim Alqadrie, sebagai penceramah. Tampak juga hadir para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Anjongan.

Minggu, 17 Juli 2016

Dorong Anak Menyukai Bahasa Inggris

Ketua DPRD Rahmad Satria menyerahkan hadiah kepada para pemenang English Singing Competition
Siapa bilang belajar bahasa inggris itu membosankan, apalagi sulit. Asalkan ada kemauan dan tentu dikemas dengan sesuatu yang menarik, maka belajar bahasa Inggris menjadi suatu hal yang menyenangkan. Nah, hal inilah yang mendorong Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, untuk mengajak anak-anak sejak dini untuk menyukai bahasa Inggris.
Melalui English Singing Competition atau kompetisi bernyanyi menggunakan bahasa Inggris yang dilaksanakan American English Courses di Gedung BLPP Anjongan Kecamatan Anjongan, Jumat (15/7) malam, Rahmad Satria yang menjadi sponsor utama kegiatan itu berharap anak-anak dapat belajar bahasa Inggris sambil bernyanyi.
Tak tanggung-tanggung, juri yang dihadirkan dalam kompetisi ini tak hanya berasal dari orang Indonesia, tetapi juga asing yang berasal dari Amerika Serikat dan Filipina. Total ada empat juri yang memberikan penilaian terhadap peserta yaitu Ronald W Mclure dari Amerika Serikat, Lady Angelina Medina dari Filipina, Niki Wu dari Pontianak dan Magles Lawkabessy dari Ambon.
“Kegiatan ini positif, karena bisa mendidik anak-anak untuk bisa dan pandai berbahasa Inggris. Jadi sambil bernyanyi, anak-anak bisa sambil belajar bahasa Inggris. Lagu ini kan sifatnya universal, setiap orang menyukai lagu, nah anak-anak akan lebih tertarik belajar bahasa Inggris melalui musik ataupun lagu,” katanya.
Lebih lanjut Rahmad mengatakan, selama mengikuti kompetisi bernyanyi lagu bahasa Inggris ini, selain memperhatikan olah vokal, pronoun, intonasi, ekspresi, para peserta juga diminta memahami arti dan makna lagu yang dinyanyikan. “Jika mereka sudah memahami, maka secara otomatis peserta dapat meresapi dan menjiwai lagu yang dibawakan saat kompetisi ini,” ujarnya.
Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Mempawah ini juga berharap, kompetisi menyanyi berbahasa Inggris seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dalam event yang lebih besar yang dilaksanakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
“Selain kompetisi bernyanyi, Disdikpora juga bisa menggelar pidato atau diskusi menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian nanti akan bermunculan bakat besar yang mahir dan fasih berbahasa Inggris di Kabupaten Mempawah,” ucap dia.
Ketua panitia yang juga pengelola American English Courses, Fransiska, menjelaskan English Singing Competition yang dibagi dalam dua kategori yaitu dewasa dan anak-anak merupakan bentuk motivasi kepada generasi muda untuk mencintai bahasa Inggris.  “Digelarnya kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian pihaknya dalam mencerdaskan anak bangsa. Tugas kita disini membantu Pemerintah Kabupaten Mempawah,” imbuhnya.
Adapun juara English Singing Competition untuk kategori anak-anak diraih Jenny sebagai juara pertama, Gracia juara kedua, Monica juara ketiga dan best performance diraih Inez. Sedangkan kategori dewasa, juara pertama diraih Grace, Ahmad juara kedua, Gegi juara ketiga dan best performance diraih Cam-Cam.

Shalawat Raih Rahmat Allah

Pembukaan dan halalbihalal Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah yang dihadiri Ketua DPRD, Rahmad Satria di Wajok Hilir
Lantunan Zikir dan Shalawat nan menyejukkan menggema di Desa Wajok Hilirdan Desa Wajok Hulu Kecamatan Siantan, Sabtu (16/7) malam. Dengan tajuk Pembukaan dan Halal Bihalal Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, mengajak umat muslim terus memperdalam ilmu Islam dan iman.
“Satu diantaranya dengan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah. Dengan shalawat, kita akan memperoleh syafaat dari baginda Rasulullah SAW. Kenapa syafaat Rasulullah itu penting?Karena seorang muslim tidak dapat mengandalkan amalan amaliyahnya semata di hari kiamat tanpa adanya syafaat dari dari Rasulullah,” katanya dihadapan ratusan jemaah.
Mengingat begitu pentingnya syafaat, imbuh Rahmad, maka mencarinya merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh setiap muslim, jika ingin selamat di hadapan Allah SWT kelak. Ia melanjutkan, syafaat Nabi Muhammad SAW merupakan sesuatu yang diimpikan oleh setiap muslim. Oleh karena itu, Rahmad mengajak umat muslim khususnya generasi muda memperbanyak shalawat kepada Rasulullah.
“Dengan perantara shalawat inilah, Insya Allah seseorang akan selamat dari berbagai fitnah di dunia maupun di akhirat. Saya yakin Kabupaten Mempawah pada umumnya dan Desa Wajok Hilir pada khususnya akan selalu tentram dan kondusif selama banyak warganya yang menyukai zikir dan bershalawat,” ujar Rahmad.
Pada kesempatan itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini mengapresiasi dan mendukung penuh keberadaan Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah yang dipimpin Ustaz Shahibul Hil, ditengah-tengah masyarakat. Ia meyakini, majelis tersebut akan menjadi wadah generasi muda menghindari narkoba, miras maupun kenakalan remaja lainnya.
“Mari kita tanamkan cinta yang sesungguhnya atau mahabbah kepada Rasulullah dan Allah SWT. Tanpa mahabbah jangan harap kita mendapat rida dari Allah dan juga syafaat dari Rasullah. Dengan mahabbah, kita bisa melaksanakan hakekat Islam yang sebenar-benarnya,” ucapnya seraya mengucapkan minal aidin wal faidzin kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan para jemaah yang hadir.
Sebelumnya pengasuh Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah, Ustaz Shahibul Hill, mengatakan kehadiran majelis yang ia pimpin ini merupakan wujud atau bukti kecintaan kepada Rasulullah.
“Dengan bekumandangnya shalawat, maka Allah akan menurunkan rahmat dimana saja. Kita berharap dengan bergemanya shalawat di Desa Wajok Hilir seluruh masyarakat semuanya mendapat Rahmat dari Allah,” katanya.
Pada kesempatan itu, Shahibul Hil mengucapkan terima kasih kepada sesepuh Desa Wajok Hilir, yang sudah memberikan motivasi kepada dirinya maupun rekan-rekannya untuk membentuk Majelis Zikir dan Shalawat Al Madad Ya Rasulullah.
“Alhamdulillah, majelis ini sudah berjalan setengah tahun dan diadakan kegiatan setiap dua minggu sekali. Mudah-mudahan semakin banyaknya shawalat yang digemakan di Desa Wajok Hilir, desa kita maupun anak-anak muda kita selalu dirahmati Allah SWT,” ucapnya yang diamini para jemaah.

Jumat, 15 Juli 2016

Rahmad Minta Usaha Keramba Dilindungi

Dr. H. Rahmad Satria SH MH
Kualitas air yang tiba-tiba memburuk akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan penangkapan ikan menggunakan tuba atau racun menjadi momok para pengusaha keramba jaring apung di Kabupaten Mempawah. Mereka kerap menanggung rugi akibat banyaknya ikan yang dibudidayakan mati.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menyarankan instansi terkait dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) dan Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Daerah (BLHPBD) Kabupaten Mempawah dapat melakukan tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Misalnya melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak melakukan penangkapan ikan menggunakan tuba atau racun. Apalagi pemerintah secara tegas melarang penggunaan racun atau setrum saat menangkap ikan maupun udang, karena selain bisa merusak ekosistem biota sungai, juga mengakibatkan air tercemar dan berbahaya jika dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Selain sosialisasi, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini menilai juga perlu diadakannya aksi di lapangan oleh BLHPBD terkait aktivitas PETI. Menurut Rahmad, keberadaan PETI selama ini sudah mencemari sungai. Imbasnya tak hanya mengancam kelangsungan hidup biota air tetapi juga kesehatan manusia, termasuk keberadaan keramba yang ada di sepanjang Sungai Mempawah.
“Pelaku PETI bisa dijerat Undang-Undang tentang Lingkungan Hidup, karena telah dianggap melakukan pencemaran dan telah merugikan masyarakat dan negara. Padahal saat ini negara sedang berupaya untuk membangun dunia usaha yang ramah lingkungan,” ucapnya.
Terkait keberadaan keramba di sepanjang Sungai Mempawah, dinilai Rahmad merupakan bukti Sungai Mempawah merupakan sumber penghasilan masyarakat, tak hanya bagi nelayan yang menangkap ikan menggunakan jala atau pancing, tapi juga para pengusaha keramba jaring apung yang banyak menjalankan usahanya di sepanjang sungai
“Oleh karena itu, keramba yang termasuk dalam kategori usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perlu dilindungi. Dengan demikian kedepannya, sektor usaha ini terus ada dan semakin berkembang dalam upaya meningkatan derajat hidup dan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Tidak lupa Rahmad berpesan kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan potensi besar yang ada di Sungai Mempawah sesuai aturan yang berlaku. Ia juga menuntut kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem di sungai agar hasilnya tetap bisa dinikmati hingga anak cucu.
“Saya berharap kesadaran masyarakat untuk memelihara sungai dapat terbangun. Agar kondisinya tetap terjaga sebagai sungai yang sehat. Kalau bukan dari kesadaran masyarakat menjaganya, siapa lagi yang akan memelihara sungai kita,” pungkas dia.

Senin, 27 Juni 2016

Gebyar Ramadan di Wajok Hilir

Ketua DPRD, Rahmad Satria, memperkenalkan Shasa, kontestan AKSI Indosiar 2016, di hadapan ribuan warga Kecamatan Siantan
Seribuan umat muslim di Kecamatan Siantan dan sekitarnya memadati halaman Masjid Nurul Islam, Desa Wajok Hilir, Sabtu (25/6) malam. Kehadiran umat muslim itu untuk menyaksikan kegiatan Gebyar Ramadan sekaligus malam Nuzulul Quran. Kegiatan yang dilaksanakan sejak 19-25 Juni mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Dalam sambutannya, Rahmad Satria memuji peran aktif Remaja Masjid (Remas) Nurul Islam yang dinilainya mampu menggelar kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin ditingkatkan kedepannya.
“Apa yang dilakukan Remas Nurul Islam ini patut dicontoh generasi muda lainnya. Saya berharap apa yang dilakukan mereka ini dapat mendorong generasi muda lainnya untuk tampil dan berperan aktif diberbagai aspek yang positif. Misalnya kegiatan remaja masjid, kepramukaan, PMR dan lain sebagainya,” katanya.
Tidak lupa, Rahmad berharap momen bulan suci Ramadan yang tak lama lagi akan berakhir ini dapat dimanfaatkan umat muslim di Kabupaten Mempawah, khususnya Kecamatan Siantan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. “Jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan Allah untuk kita beribadah kepada-Nya,” ujar Rahmad.
Sebelumnya Ketua Panitia, Satria Mahatika mengungkapkan pelasanaan kegiatan Nuzulul Quran ini merupakan kegiatan Gebyar Ramadan yang diisi dengan berbagai kegiatan lomba. “Ada lomba adzan, kaligrafi, lomba ceramah, cerdas cermat serta di tutup dengan pelaksanaan Nuzulul Quran,” jelasnya
Kegiatan malam Nuzulul Quran di Masjid Nurul Islam, juga diisi dengan penampilan peserta Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2016 Indosiar asal Kabupaten Mempawah, Khansa Qonitah atau akrab disapa Shasa. Ia kemudian berbagi pengalaman dengan mengajak teman sebayanya siap menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dengan memanfaatkan waktu untuk belajar dan memperdalam agama, serta berdakwah atau mengajak kepada kebaikan.
Selain Sasha juga ada ceramah agama yang disampaikan hakim syariah yang juga ulama Malaysia,  Drs. Arif Sofian. Dalam tausiahnya ia meminta umat muslim senantiasa memupuk Ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan ibadah serta selalu berpedoman pada akidah Islam. Selain itu, ia juga mendorong generasi muda untuk tidak ragu tampil dan menjadi pemimpin.
“Generasi muda merupakan calon pemimpin masa depan yang harus siap menjadi agen perubahan dan harapan bagi masyarakat,” ucapnya seraya mengajak umat muslim memperbanyak ibadah qiyamullail serta terus mencari malam Lailatur Qadar  atau malam seribu bulan.

Minggu, 27 Maret 2016

Jambore Ranting Mempawah Hilir Semarak

Peserta Jambore Ranting Mempawah Hilir menerima tanda peserta yang dikalungkan Ketua Kwarcab Mempawah, Rahmad Satria
Ratusan anggota pramuka dari 25 gugus depan (gudep) di Kecamatan Mempawah Hilir, Mempawah Timur dan Sungai Pinyuh, ambil bagian mengikuti Jambore Ranting (Jamran) tingkat Kecamatan Mempawah Hilir. Dipusatkan di Bumi Perkemahan SMP Negeri 2 Mempawah Hilir, 24-27 Maret, Jamran dibuka Ketua Kwarcab Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH.
Mengawali sambutannya, Rahmad Satria mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana Jamran Kecamatan Mempawah, mulai dari jajaran Kwartir Ranting Kecamatan Mempawah Hilir termasuk Mabiran dan gugus depan yang ada.
“Jambore ranting ini merupakan satu diantara kegiatan kepramukaan di tingkat kecamatan. Dan ini merupakan program Kwartir Cabang Kabupaten Mempawah yang akan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Mempawah,” katanya.
Nah, berbicara soal kegiatan Jamran di seluruh kecamatan termasuk di Mempawah Hilir, dijelaskan Rahmad Satria, selain wadah membentuk watak dan akhlak generasi muda juga upaya Kwarcab untuk terus meningkatkan eksistensi gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah.
“Melalui Jamran Mempawah Hilir ini kita berharap kedepannya tepatnya lima tahun kedepan Kwarcab Mempawah kembali mendapat predikat Tergiat I se Kalimantan Barat seperti yang kita raih 2015 lalu. Saya yakin dengan kerjasama yang baik antara jajaran Kwarcab, Kwarran, pembina, pelatih dan seluruh gugus depan tunggul tergiat itu kembali kita dapatkan,” ujarnya memotivasi.
Pada kesempatan itu, Rahmad Satria juga menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan alat untuk generasi muda mencapai tujuan. Apa tujuannya?Tujuan adalah tujuan gerakan pramuka dan tujuan bangsa Indonesia.
“Pramuka merupakan wadah membentuk fisik dan mental generasi muda agar memiliki jiwa dan karakter bangsa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, patriotik, taat hukum, dan disiplin. Pramuka juga membentuk pribadi generasi muda yang menjunjung tinggi nilai keluhuran bangsa Indonesia,” ucapnya.
Sebelumnya Ketua Panitia Jamran Mempawah Hilir, Hifni, S.Pd, dalam laporannya menjelaskan, kegiatan berbentuk perkemahan dan keterampilan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian, kepemimpinan, keterampilan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang serta memiliki komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan kode kehormatan pramuka yaitu Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

Rahmad Satria Kembali Dipercaya Pimpin ORARI Lokal Mempawah

Ketua ORARI Lokal Mempawah terpilih, Rahmad Satria (kanan), menyerahkan berkas hasil musyawarah lokal ORARI Lokal Mempawah kepada Ketua ORARI Daerah Kalbar, Ade Asnan Arifin.
Ketua Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) Lokal Mempawah masa bakti 2016-2019, Dr. H Rahmad Satria, SH, MH, menyatakan tekadnya untuk meningkatkan eksistensi ORARI Lokal Mempawah. Mulai dari pembinaan keanggotaan, silaturahmi hingga kegiatan yang berdampak langsung ke masyarakat.
Hal ini diungkapkan Rahmad Satria saat Musyawarah Lokal (Muslok) ORARI Mempawah yang dilaksanakan di ruang rapat Seketariat DPRD Kabupaten Mempawah, Rabu (23/3) malam. Adapun hasil muslok yang dibuka Ketua ORARI Daerah (Orda) Kalbar, H. Ade Asnan Arifin, SH, menetapkan secara aklamasi Rahmad Satria sebagai ketua terpilih.
Berbicara soal kegiatan, Rahmad Satria yang memiliki callsign YB7DR mengakui bahwa pada tahun-tahun lalu kegiatan ORARI Lokal Mempawah memang kurang begitu aktif. Dan prolematika ini, diungkapkan Rahmad, sama dengan yang dihadapi seluruh ORARI di Kalbar.
“Satu kendala yang kita hadapi berkaitan dengan kemajuan teknologi dibidang komunikasi yang semakin berkembang pesat. Dimulai dari HP, kemudian BBM, Whatapps, FB, email dan lainnya. Imbasnya keberadaan komunikasi melalui radio mulai ditinggalkan,” ujarnya.
Meski demikian, tambah Rahmad, kemajuan teknologi tersebut tidak harus menjadi suatu masalah yang menghambat eksistensi ORARI. Menurutnya, hal penting yang bisa didapat adalah radio masih menjadi sarana komunikasi yang murah meriah tanpa tergantung dengan pulsa bila dibandingkan dengan alat komunikasi lainnya.
“Nah, kita ingin radio selalu ada dan dapat dimanfaatkan untuk sarana komunikasi yang mudah dan murah terutama untuk menjalin silaturahmi antar satu daerah dengan daerah lainnya. Kedepan, ORARI akan melaksanakan berbagai aktivitas yang membumi berbentuk kegiatan sosial kemasyarakatan termasuk perayaan HUT ORARI Daerah Kalbar di Mempawah,” katanya.
Sedangkan Ketua ORARI Daerah Kalbar, Ade Asnan Arifin (YB7FBI), dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap ORARI Lokal Mempawah di bawah kepemimpinan Rahmad Satria. Mantan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mempawah itu berharap kepengurusan ORARI Lokal Mempawah dapat memajukan organisasi di masa mendatang.
“Saya minta para pengurus ORARI Lokal Mempawah senantiasa memanfaatkan sarana komunikasi radio untuk berhubungan dengan sesama anggota di Mempawah maupun anggota ORARI dari daerah lainnya. Jangan terpaku pada HP maupun alat komunikasi masa kini lainnya,” ujarnya berpesan.
Terkait kegiatan yang akan dilaksanakan ORARI Lokal Mempawah seperti perayaan ulang tahun ORARI tingkat provinsi di Mempawah, Ade Asnan Arifin menyatakan kesiapan Orda Kalbar membantu pendanaan.
“Walau tidak banyak, saya berharap bantuan itu dapat mendukung kegiatan ORARI Lokal Mempawah. Kalau tidak melalui dana kas, uang pribadi Ade Asnan Arifin siap membantu,” ungkapnya yang langsung disambut tepuk tangkan para peserta muslok.

Selasa, 15 Desember 2015

Kwarcab Mempawah Tergiat I se Kalimantan Barat

Ketua Kwarcab Mempawah, Rahmad Satria (kanan), bersama Ketua Kwarda Kalbar, Suryadi (tengah) usai menerima penghargaan Kwarcab Tergiat 1 se Kalbar
Prestasi membanggakan ditorehkan pramuka Kabupaten Mempawah. Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka baru saja dianugerahi Kwarcab Tergiat I Se Kalimantan Barat oleh Kwartir Daerah (Kwarda). Anugerah lima tahunan ini diserahkan Ketua Kwarda Kalbar, Drs. H. Suryadi, kepada Ketua Kwarcab Mempawah, H. Rahmad Satria, SH, MH, di Hotel Borneo Pontianak, Jumat (11/12).
Kepada para wartawan, Rahmad Satria, mengaku bersyukur, Kwarcab Kabupaten Mempawah untuk kali pertama berhasil meraih predikat terbaik di kategori Kwarcab Tergiat I dari Kwarda Kalbar. Berdasarkan hasil penilaian langsung tim penilai dari Kwarda, Kwarcab Mempawah mendapat poin tertinggi dibanding Kwarcab Sambas, Sekadau dan Sintang, yang secara berurutan meraih juara II-IV.
“Prestasi yang kita raih ini tidak gampang dan tidaklah instan. Butuh lima tahun persiapan sehingga Anugerah Kwarcab Tergiat I se Kalbar berhasil kita raih. Penilaiannya juga tidak main-main tetapi dilakukan tim penilai Kwarda secara ketat,” katanya usai acara syukuran atas keberhasilan Kwarcab Mempawah meraih predikat Tergiat I, di Sekretariat Kwarcab Mempawah, Senin (14/12).
Adapun aspek yang dinilai Kwarda, ungkap Rahmad, diantaranya ketersediaan gedung sekretariat berikut kelengkapannya seperti barang inventaris maupun ruangan ketua, tata usaha, pelatih, serta ruangan lainnya. “Kemudian tata kelola administrasi baik surat-menyurat maupun pelaporan keuangan juga tak luput dari penilaian,” ujar dia.
Selain itu, tambah Rahmad, tim penilai yang beranggotakan 12 orang itu juga menilai keaktifan Kwarcab Mempawah selama lima tahun terakhir, terutama menyangkut pelaksanaan kegiatan kepramukaan seperti Kursus Mahir Dasar (KMD), Kursus Mahir Lanjutan (KMLP), serta Kursus Pelatih Dasar atau KPD.
“Khusus KPD, kita sudah melaksanakannya selama dua kali. Dan KPD ini tidak setiap daerah bisa melaksanakannya. Biasanya hanya dilaksanakan di tingkat Kwarda, tetapi kita membuktikan bahwa Kwarcab Mempawah mampu melakukannya,” jelas Rahmad.
Terkait keberhasilan ini, Rahmad menilai tak terlepas dari dukungan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Mempawah, Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mempawah, Drs. H. Zulkifli Salim, M.Si, jajaran Kwartir Ranting (Kwarran), pelatih pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) Kwarcab Mempawah, serta instruktur satuan karya atau saka.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Mabicab, Kadisdikpora, seluruh jajaran Kwarcab, Kwarran, pembina dan masyarakat. Tanpa dukungan seluruh elemen tersebut, maka kita tidak akan bisa meraih predikat Kwarcab Tergiat I se Kalbar,” pungkas dia


Selasa, 10 November 2015

96 Pembina Pramuka Lulus KML


Ketua Kwarcab Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan sertifikat lulus KML kepada perwakilan pembina pramuka se Kabupaten Mempawah.
Sebanyak 96 pembina pramuka se Kabupaten Mempawah, tuntas mengikuti Kursus Mahir Lanjutan (KML). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Mempawah. di Pantai Pasir Panjang 2, Kota Singkawang, 2-7 November resmi ditutup Ketua Kwarcab, H Rahmad Satria, SH, MH, Sabtu (7/11).
Dalam amanatnya Rahmad Satria menjelaskan dilaksanakan KML ini tak terlepas dari kerjasama yang baik antara Disdikpora dan Kwarcab Mempawah. Berbagai kursus yang dilakukan mulai dari Kurus Mahir Dasar, Kursus Mahir Lanjutan dan Kursus Pelatih Dasar, merupakan bentuk perhatian Kwarcab dan Disdkipora terhadap pengembangan gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah.
“Kita komitmen dan serius mengembangkan gerakan pramuka secara berkelanjutan. Dan berbagai pelatihan, pendidikan maupun kursus yang kita laksanakan ini diharapkan menjadikan gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah semakin eksis dan maju terutama dalam mendidik anak bangsa,” ujar dia.
Kepada para peserta, Rahmad berpesan agar dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat selama pelatihan serta melaksanakan amanah UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Tak kalah penting, Rahmad berharap pelatihan dan kursus yang dilaksanakan ini bisa menjawab berbagai persepsi yang salah tentang gerakan pramuka.
“Ketika sebelumnya ada persepsi mengatakan gerakan pramuka tidak ada apa-apanya, hanya tepuk-tepuk tangan, hanya bernyanyi, namun faktanya setelah kita ikut kursus dan pelatihan seperti KML ini, cakrawala pikiran kita terbuka bahwa ternyata pramuka memiliki banyak manfaat,” ucap dia.
Ketua Panitia, Ikwanto, S.AP, dalam laporannya mengatakan KML yang merupakan tindak lanjut dari Kursus Mahir Dasar (KMD) diikuti 92 peserta perwakilan sekolah di Kabupaten Mempawah. Selama kegiatan, para peserta yang terbagi dalam tiga golongan spesialisasi yaitu siaga, penggalang dan penegak ini mendapatkan materi berupa teori maupun praktek di lapangan. “Alhamdulillah selama kurang lebih seminggu mengikuti KML, seluruh peserta dinyatakan lulus,” ungkapnya

Senin, 09 November 2015

Rahmad Satria: Pramuka Pionir Revolusi Mental

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, memasangkan tanda peserta Pansa Scout Camp 2015
Gugus Depan (Gudep) Mempawah 05.001-05.002 Pangeran Antasari yang berpangkalan di SMP Negeri 1 Siantan, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, merayakan ulang tahunnya yang ke-32. Perayaan berbentuk Pansa Scout Camp 2015 atau perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu (Perkajusami) ini diikuti 1.289 anggota pramuka dari puluhan gudep se Kalimantan Barat.
Dipusatkan di Bumi Perkemahan Pansa Garda Kirana Jaya dan Bumi Perkemahan Dharma Bakti Jungkat, Pansa Scout Camp ini dibuka Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, H Rahmad Satria, SH, MH, Jumat (6/11). Turut hadir, jajaran pengurus Mabiran dan Kwarran Siantan.
“Saya mengapresiasi dan mendukung berbagai kegiatan HUT gudep baik yang dilaksanakan Gudep Pangeran Antasari maupun gudep lainnya. Kegiatan ini memiliki banyak manfaat, diantaranya menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif,” katanya.
Pada kesempatan itu, Rahmad Satria menjelaskan tentang keberadaan pramuka dalam perjalanan bangsa Indonesia. Satu diantaranya soal peran dalam mendidik generasi muda untuk senantiasa mencintai negara dan bangsa. Bahkan gerakan pramuka, dinilai Rahmad, sejalan dengan program Presiden Jokowi dan pemerintah saat ini, yaitu soal Gerakan Revolusi Mental dan Bela Negara.
“Jauh sebelum ada revolusi mental dan bela negara yang digaungkan pemerintah saat ini, gerakan pramuka sudah mengenal dan mengenalkannya lebih dulu. Intisari revolusi mental dan bela negara itu sudah ada dalam gerakan pramuka. Berbanggalah yang menjadi anggota pramuka, karena bisa lebih dulu mendapatkan pengetahuan tentang itu,” ujar Rahmad yang disambut tepuk tangan anggota pramuka.
Sebelumnya Ketua Panitia Pansa Scout Camp 2015, Faris Destianda, dalam laporannya mengatakan kegiatan HUT ke-32 Gudep Pangeran Antasari dilaksanakan selama empat hari terhitung 5-8 November. Diisi dengan sejumlah kegiatan lomba tingkat penggalang dan penegak, diantaranya LKBB, kolone tongkat, formasi sandi, semaphore, tali temali, dan hasta karya

Jumat, 04 September 2015

Rahmad Satria Puji Semangat Pramuka

Ketua Kwarcab Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, memotong tumpeng saat membuka Gelegar HUT Gudep Gadjah Mada-Dara Juanti di halaman Disdikpora
Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah semakin menggeliat. Pekan lalu gawe kepanduan dilaksanakan Gugus depan (Gudep) Ki Hajar Dewantara, kali ini giliran Gudep Gadjah Mada-Dara Juanti yang berpangkalan di SMA Negeri 1 Mempawah Hilir. Kegiatan ulang tahun ke-31 berbentuk Perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu (Perkajusami) ini dilaksanakan mulai 3-6 September.
Ketika membuka kegiatan ulang tahun yang diberi nama Gelegar ke-31 Gudep 01.019-01.020 Gadjah Mada-Dara Juanti di halaman Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kamis (3/9), Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, H. Rahmad Satria, SH, MH, tak sungkan memberikan pujian dan apresiasi. “Saya menilai gelegar ulang tahun ini merupakan bukti kekompakan dan semangat gudep menggerakkan organisasi pramuka di Kabupaten Mempawah,” katanya.
Rahmad juga berharap kedepannya kegiatan kepramukaan tidak hanya dilaksanakan ditingkat gugus depan tetapi juga di tingkat ranting, satu diantaranya Jambore Ranting. “Kenapa Jambore Ranting ini penting?Karena menjadi satu diantara syarat untuk menjadi Pramuka Garuda. Syarat lainnya adalah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum atau SKU dan memiliki Tanda Kecakapan Khusus atau TKK,” ungkapnya.
Berbicara soal SKU, Rahmad Satria menyebutnya sebagai kurikulum pendidikan kepramukaan yang harus dipenuhi anggota pramuka baik tingkat siaga, penggalang, penegak maupun pandega untuk mendapatkan tanda kecakapan umum atau TKU. Dan layaknya kurikulum pendidikan, keberadaan SKU itu juga menjadi target yang harus dicapai pembina pramuka.
“Contohnya SKU tingkat Siaga untuk mendapat Mula, Bantu dan Tata. Kemudian tingkat Penggalang ada Ramu, Rakit dan Terap. Selanjutnya tingkat Penegak ada Bantara dan Laksana, terakhir ada tingkat Pandega. Semoga semakin banyak anggota pramuka di Kabupaten Mempawah yang meraih predikat Pramuka Garuda,” ucapnya.
Gelegar ulang tahun ke-31 Gudep Gadjah Mada-Dara Juanti diikuti 1216 anggota pramuka dari 30 gudep di empat kabupaten/kota se Kalimantan Barat. Selama empat hari, panitia melaksanakan 11 kegiatan tingkat penggalang dan penegak.

Jumat, 28 Agustus 2015

Pacu Semangat Gugus Depan



Ketua Kwarcab Rahmad Satria memukul gong saat membuka HUT Gudep Ki Hajar Dewantara Pangkalan SMKN 1 Mempawah Hilir

Ribuan anggota pramuka dari lima kabupaten/kota se Kalimantan Barat, menghadiri peringatan hari ulang tahun ke-13 Gugus Depan 01.011-01.012 Ki Hajar Dewantara (KHD) yang berpangkalan di SMK Negeri 1 Mempawah Hilir. Diisi dengan perkemahan dan sejumlah kegiatan lomba, HUT Gudep KHD ini dibuka Ketua Kwartir Cabang Mempawah, H. Rahmad Satria, SH, MH, Kamis (27/8).
Mengawali sambutannya, Rahmad Satria mengaku bangga peringatan HUT Gudep Ki Hajar Dewantara dihadiri ribuan anggota pramuka dari luar Kabupaten Mempawah. Ia menilai kehadiran itu merupakan bentuk pengakuan terhadap eksistensi gerakan pramuka di Mempawah, satu diantaranya yang tengah digalakkan SMKN 1 Mempawah Hilir melalui Gudep Ki Hajar Dewantara.
“Saya atas nama pribadi dan Kwarcab Kabupaten Mempawah memberikan apresiasi atas kepedulian seluruh warga SMKN 1 dan Gudep Ki Hajar Dewantara yang rutin hampir setiap tahun mengadakan kegiatan kepramukaan di sekolah. Semoga pramuka disini semakin sukses dan maju,” katanya.
Rahmad juga menilai keaktifan gugus depan di Kabupaten Mempawah termasuk Ki Hajar Dewantara menggelar kegiatan perkemahan dan sejumlah lomba, tak terlepas dari inovasi, kreativitas dan kerja keras kepala sekolah selaku Ketua Mabigus, dewan guru, panitia pelaksana, serta anggota pramuka yang terlibat didalamnya.
“Semoga kegiatan seperti ini semakin memacu semangat seluruh gugus depan yang ada di Kabupaten Mempawah untuk semakin eksis dengan menggelar berbagai kegiatan kepramukaan. Tak kalah penting jadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk bersilaturahmi dengan sesama anggota pramuka,” ujarnya menyemangati.
Pada kesempatan itu, Rahmad Satria juga menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan alat untuk generasi muda mencapai tujuan. Apa tujuannya?Tujuan adalah tujuan gerakan pramuka dan tujuan bangsa Indonesia.
“Pramuka merupakan wadah membentuk fisik dan mental generasi muda agar memiliki jiwa dan karakter bangsa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, patriotik, taat hukum, dan disiplin. Pramuka juga membentuk pribadi generasi muda yang menjunjung tinggi nilai keluhuran bangsa Indonesia,” ucapnya.
Pembukaan HUT Gudep Ki Hajar Dewantara ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 13 kali oleh Rahmad Satria. Ia didampingi Ketua Mabigus Ki Hajar Dewantara, Drs. Abdul Fattah, M.MPd, Kabid Pendidikan Menengah Disdipora Mempawah, Drs. H. Djoko Ichwanto, M.Pd. Ketua Mabiran Mempawah Hilir, Drs. Rohmat Effendy, MM, Ketua Kwartir Ranting Mempawah Hilir, H Gusti Yudi Arianto, SE.
Selain Perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu atau Perkajusami, HUT Gudep yang dihadiri 43 gudep penggalang dan penegak, panitia pelaksana juga menggelar pelbagai lomba kepramukaan, diantaranya LKBB, semaphore dan morse,  kolone tongkat, formasi sandi, pioneering dan lain sebagainya.

Senin, 24 Agustus 2015

Semarak HUT Pramuka di Mempawah

Ketua Pesuruhjaya Pengakap Sabah Malaysia, DR Awang Zaini Suntim, memberikan ucapan selamat kepada Ketua Kwarcab Mempawah, H. Rahmad Satria, SH, MH, usai menyerahkan pingat kebesaran.

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, melakukan salam komando dengan Ketua Mabicab Mempawah, Ria Norsan

Rahmad Satria menaiki pionering berbentuk jembatan

Anggota Saka Bhayangkara mendapatkan aplaus dari Rahmad Satria

Rahmad Satria mengacak senjata yang akan dipasang dengan mata tertutup oleh Anggota Saka Wira Kartika

Zulkarnain, dilantik sebagai Ketua Kwarran Mempawah Timur oleh Rahmad Satria
Kabupaten Mempawah sukses menjadi tuan rumah upacara Peringatan Hari Pramuka-54 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Jumat pekan lalu. Atraksi ketangkasan yang dibawakan ribuan anggota pramuka mulai dari tingkat siaga, penggalang, dan penegak mampu memukau ribuan tamu undangan, termasuk pengakap (pramuka) dari Sabah, Malaysia yang khusus hadir di Mempawah.
Adapun atraksi yang ditampilkan anggota pramuka perwakilan satuan karya yang ada di Mempawah, mulai dari tari-tarian multi etnis, kolone tongkat, senam lantas, senam pramuka, senam senjata, bongkar pasang senjata dengan mata tertutup, pionering, semaphore, serta atraksi pertolongan pertama pada kecelakaan. Atraksi ini secara apik dan cekatan dibawakan anggota pramuka yang sudah terlatih.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, H Rahmad Satria, SH, MH, menilai kesuksesan ini tak terlepas dari dukungan seluruh anggota pramuka Kabupaten Mempawah. Mulai dari peserta didik, gugus depan, pembina pramuka, pengurus ranting, dan pengurus cabang yang sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari.
“Saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kekompakan yang ditunjukkan anggota pramuka Kabupaten Mempawah. Kita bersyukur, sebagai tuan rumah kita mampu mengemban amanah yang sudah dipercayakan Kwartir Daerah Kalbar,” katanya.
Pada momen itu, Rahmad Satria dianugerahi Pingat Kebesaran Malaysia yang diserahkan Ketua Pesuruhjaya Pengakap Negeri Sabah Malaysia, Datuk DR Awang Zaini Suntim. Pingat ini merupakan bentuk pengakuan terhadap eksistensi Gerakan Pramuka di Kabupaten Mempawah yang semakin eksis, maju dan berkembang. “Pingat Kebesaran Malaysia ini menjadi kebanggaan bagi Pramuka Kabupaten Mempawah,” ucapnya mengakhiri.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Mabiran dan Kwarran Dilantik

Ketua Kwarcab Rahmad Satria menyematkan tanda jabatan Ketua Mabiran Sungai Pinyuh
Momen peringatan Hari Pramuka ke-54 tingkat Kalimantan Barat di Kabupaten Mempawah, juga dimanfaatkan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, melantik jajaran Pengurus Majelis Pembimbing Ranting dan Kwartir Ranting se Kabupaten Mempawah. Pelantikan yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Mempawah, Jumat (21/8), dilakukan Ketua Kwartir Cabang, H Rahmad Satria, SH, MH.
Rangkaian pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan tentang pengurus Mabiran dan Kwarran se Kabupaten Mempawah masa bakti 2015-2010, tanya jawab pelantikan yang diajukan Rahmad Satria kepada Mabiran dan Kwarran. Kemudian dilanjutkan pengucapan Tri Satya dan Ikrar, penandatangan berita acara pelantikan, serta terakhir penyematan tanda jabatan.
Usai pelantikan, Rahmad Satria berharap kepada jajaran pengurus Mabiran dan Kwarran dapat melaksanakan tugas dengan baik dan bisa mengembangkan gerakan pramuka di kecamatan masing-masing. “Tak kalah penting, aktifkan keberadaan gugus depan di setiap satuan pendidikan,” ujarnya berpesan.
Tidak lupa, Rahmad Satria mengucapkan selamat mengabdi dan bekerja selama masa bakti 2015-2020 kepada pengurus Mabiran maupun Kwarran se Kabupaten Mempawah. “Semoga keberadaan pengurus baru ini mampu menghadirkan suasana baru yang menjadikan gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah semakin eksis dan segar,” pungkas dia