Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2017

Cap Go Meh Wadah Pemersatu

Rahmad Satria menyaksikan pawai tatung dan naga pada perayaan Cap Go Meh di Sungai Pinyuh
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menilai perayaan Cap Go Meh (CGM) 2017 di Kecamatan Sungai Pinyuh, menjadi wadah pemersatu sekaligus sarana memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar etnis di Kabupaten Mempawah. Persatuan, dinilainya, menjadi modal dan model untuk meraih kemajuan, keadilan dan kemakmuran di Indonesia khususnya di Kabupaten Mempawah.

“Sebagai daerah yang sejak dulu dihuni bermacam suku, agama dan ras, Mempawah mampu menjunjung dan mengedepankan toleransi dan semangat serta rasa kebersamaan. Tidak pernah ada konflik yang melibatkan SARA di Kabupaten Mempawah selama ini. Kondisi ini tentu harus kita pertahankan sampai kapanpun,” katanya usai menghadiri perayaan CGM Kabupaten Mempawah di Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (11/2).

Terkait perayaan CGM ini, dinilai Rahmad juga bentuk pelestarian sejarah, adat istiadat dan kebudayaan untuk generasi berikutnya. Perayaan CGM di Indonesia dilaksanakan secara turun menurun dan sudah ada sejak ratusan tahun silam. “Sebagai bagian dari budaya Indonesia, CGM perlu kita lestarikan agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Berbicara soal pelestarian adat budaya, Rahmad Satria menegaskan komitmen DPRD bersama pemerintah daerah. Apalagi sejak beberapa tahun terakhir, semakin beragam even budaya yang dilaksanakan di Kabupaten Mempawah. Diantaranya Robo’-Robo’, Naik Dango, Sedekah Bumi, Karapan Sapi dan perayaan CGM.

“Hampir semua suku di Kabupaten Mempawah ada kegiatan budayanya. Dan itu kita dukung melalui APBD. Kedepan tentu kita berharap suntikan dana dalam APBD untuk berbagai even budaya termasuk CGM ini semakin besar, sehingga dapat dikemas semakin menarik dan minat kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara semakin tinggi,” ucapnya seraya memuji perayaan CGM di Sungai Pinyuh berlangsung meriah dibanding tahun sebelumnya

Rabu, 09 Januari 2013

Jadikan Robo'-Robo' Sebagai Ikon Nasional

Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria SH MH (paling kanan) bersama pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Pontianak, dan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, menghadiri perayaan Robo'-Robo' di Kuala Mempawah, Kabupaten Pontianak
Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, menyambut gembira even budaya Robo’-Robo’ sebagai ritual napak tilas kedatangan Opu Daeng Manambon ke Kota Mempawah pada Rabu terakhir bulan Safar 1448 H/1737 M.
Menurut Rahmad Satria, lembaga DPRD sangat mendukung kegiatan ini, dan berharap eksistensinya dapat terus ditingkatkan, sehingga Robo’-Robo’ menjadi salahsatu ikon nasional dan dikenal hingga ke mancanegara.
“Robo’-Robo’ ini saya nilai sangat unik, lantaran dirayakan masyarakat sebagian daerah di Kalimantan Barat dengan makna yang luas. Tidak hanya mengenang kedatangan Opu Daeng Manambon untuk mendirikan Kerajaan Mempawah, tapi juga sarana menggelar ritual tolak bala/musibah di bulan Safar dalam kalender Islam,” beber Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak ini.
Uniknya lagi, karena mengikuti kalender Islam, maka dalam tahun 2013 ini, perayaan Robo’-Robo’ bakal digelar dua kali. Yang pertama pada hari ini, 9 Januari, dan kali kedua akan dilaksanakan di bulan Desember mendatang.
Mewakili lembaga DPRD dan seluruh masyarakat Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria yang dianugerahi gelar kehormatan Pangeran Nata Laksana dari Istana Amantubillah Mempawah pada tahun 2011 lalu, mengucapkan selamat datang di Bumi Opu Daeng Manambon Mempawah kepada seluruh undangan.
Ia berharap, semaraknya even Robo’-Robo’ maupun keramahtamahan masyarakat Kabupaten Pontianak menjadi kenangan indah dan tak terlupakan. Namun apabila ada kekurangan selama acara ini, diharapkan dapat jadi masukan untuk perbaikan di masa mendatang.