Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2017

Rahmad Satria Presentasi ke Jepang

Rahmad Satria saat menyampaikan presentasi di 3td Internasional Conference 2017 on Global Issues In Multidisciplinary Academic Research (GIMAR 2017) yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang
Ajang bertaraf internasional dan bergengsi yakni 3td Internasional Conference 2017 on Global Issues In Multidisciplinary Academic Research (GIMAR 2017) yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang, akan diikuti Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Kehadirannya ke ajang yang sudah memasuki edisi ketiga itu untuk mewakili Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak.
Rahmad Satria bersama rombongan akan bertolak ke Jepang
Kepada para wartawan sesaat sebelum berangkat ke negeri Sakura itu, Rahmad Satria yang juga dosen tetap di UPB ini mengaku siap dan optimis mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dalam ajang bertaraf internasional itu.

“Alhamdulillah, saya siap dan sangat bersemangat mengikuti GIMAR-2017 di Jepang yang diselenggarakan organisasi Global Illuminator yang bekerjasama dengan UPB. Secara keseluruhan, segala persiapan sudah dilakukan dengan sebaik mungkin,” tegas Rahmad Satria.
Rahmad Satria bersama para peserta GIMAR 2017
Lebih lanjut pria yang juga Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini mengungkapkan, dirinya beserta tim telah mempersiapkan makalah yang nantinya akan dipresentasikan dan diseminarkan di Jepang. Penelitian yang akan dipresentasikannya nanti, imbuh dia, menyangkut keberpihakan peraturan daerah dan berkenaan dengan program nawacita yang digagas Presiden RI, Joko Widodo.

“Sesuai mandat dari fakultas hukum UPB, saya ditugaskan menjadi presenter dalam kegiatan GIMAR 2017 tersebut. Satu diantara tugas saya nantinya, menyampaikan pemikiran permasalahan yang akan diseminarkan,” bebernya.
Rahmad Satria usai mengikuti GIMAR 2017
Rahmad Satria mengaku sangat bersukur mendapatkan kesempatan untuk tampil pada kegiatan bertaraf internasional itu. Selain menambah wawasan dan pengalaman, kegiatan tersebut akan memberikan output dan input terhadap penelitian yang dipresentasikan.

“Nantinya akan ada masukan dan tanggapan dari peserta dari universitas luar negeri lainnya. Juga dilakukan pertukaran makalah dengan seluruh peserta. Dengan demikian kita akan mendapatkan materi akademik baru hasil penelitian universitas luar negeri peserta GIMAR-2017. Ilmu tersebut tentu akan sangat berharga,” ungkap dia.
Bersama rekan-rekannya di UPB, Rahmad menyempatkan diri menikmati keindahan Jepang
Tidak lupa, Rahmad Satria mengucapkan terimakasih kepada UPB Pontianak yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk tampil dalam kegiatan GIMAR-2017 di Jepang. Dirinya berjanji akan melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan sebaik mungkin.

“Terimakasih kepada UPB yang telah memberikan kesempatan, termasuk pula mendanai seluruh keikutsertaan ini. Melalui forum ini juga akan mempromosikan daerah dan kultur masyarakat Kabupaten Mempawah khususnya dan Kalbar umumnya di mata internasional,” ucapnya.

Sebelumnya Dekan Fakultas Hukum UPB Pontianak, Yenni AS, SH, MH kepada wartawan, mengatakan kehadirannya pihaknya bekerjasama dengan Global Iluminator, Malaysia di Jepang ini  untuk menggelar GIMAR-2017 yang akan dilakasnakan, Rabu (1/2). Kegiatan yang melibatkan universitas negara-negara asia itu mengangkat isu berkaitan dengan disiplin ilmu secara global.

“Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya kita ikuti. Kali ini, kami tidak hanya sebagai peserta melainkan juga panitia penyelenggara. Maka kita bekerjasama dengan Global Iluminator untuk mempersiapkan kegiatan ini,” ujar dia.
Mengunjungi Fujisan World Heritage Center
Yenni menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka penelitian perguruan tinggi se-dunia. Mulai dari Indonesia, Malaysia, India, China, Korea Selatan dan Jepang. Hasil penelitian kampus-kampus dunia itu perlu dipresentasikan dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal internasional.

“Nah, pemblikasian ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai prediat guru besar atau professor. Untuk tahun ini, UPB akan mengirim sejumlah dosen salah satunya DR. H Rahmad Satria, SH, MH,” ungkapnya.

Dalam internasional konfres tersebut, lanjut Yenni, pihaknya akan mempresentasikan 12 paper yang terdiri dari 7 paper bidang hukum dan 5 paper bidang ekonomi. Dirinya optimis, Rahmad Satria, mampu melakukan presentasi dengan baik di hadapan perwakilan dari perguruan tinggi lainnya.

“Melalui keikutsertaan ini, semoga Pak Rahmad Satria bisa mencapai tujuan akademiknya yakni menjadi guru besar atau professor. Namun tetap masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui untuk mencapai gelar professor,” tuturnya.

Lebih jauh, secara pribadi Yenni menilai sosok Rahmad Satria memiliki kredibilitas yang tinggi. Walau latar belakangnya bukan akademisi, melainkan parlemen atau politisi tetapi kiprah akademiknya sudah tidak diragukan lagi. Rahmad Satria terbukti berhasil mendapatkan gelar Doktor pada tahun lalu.

“Saat ini, Pak Rahmad Satria sudah terdaftar sebagai dosen tetap UPB yang juga ketua parlemen di Kabupaten Mempawah,” lanjutnya.

Disinggung output dari kegiatan internasional itu, dijelaskan Yenni, untuk mencapai kredibilitas bahwa UPB Pontianak lebih maju dan unggul di bandingkan dengan universitas atau perguruan tinggi lain.

“Karena tidak mudah untuk menyelenggarakan internasional konfres ini. Harus bisa megakomodir semua perguruan tinggi dari luar negeri. Maka persiapannya pun harus matang. Kami mempersiapkan ini sejak November 2016 lalu,” pungkas dia.

Senin, 25 Juli 2016

Pembinaan Rohani Cegah Pelanggaran Hukum

Ketua DPRD, Rahmad Satria, bersama alim ulama dan jemaah mengumandangkan shalawat
Berbicara soal hukum kenegaraan, hukum itu tujuannya untuk mengatur dan aturan itu tujuannya untuk membahagiakan. Dan pada intinya hukum itu untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Hukum bukan untuk menakuti-nakuti, tetapi hukum memberi rasa keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, bukan hanya kepastian hukum.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, di hadapan ratusan jemaah di Kecamatan Anjongan dan sekitarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan Halal Bihalal Majelis Nurul Mustofa, Kecamatan Anjongan, Sabtu (24/7) malam.
“Meski banyak yang sudah mempelajari aturan hukum, namun kenyataan di lapangan masih banyak terjadi berbagai pelanggaran hukum. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan rohani kita seperti kegiatan zikrullah dan salawat pada malam hari ini serta kegiatan majelis ilmu lainnya,” kata Rahmad Satria.
Nah berbicara soal salawat kepada Rasulullah, imbuh Rahmad, merupakan perintah langsung Allah SWT. Walaupun tidak termasuk dalam rukun Islam tetapi jelas ditegaskan Allah melalui Surat Al-Ahzâb ayat 56 yang isinya mengatakan “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
“Allah saja bersalawat kepada nabi, kenapa kita tidak. Membaca salawat merupakan satu diantara refleksi dari kecintaan seseorang kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Dan salawat memiliki banyak keutamaan yang akan didapat oleh orang-orang yang mengamalkannya,” katanya.
Adapun keutamaan salawat bagi yang mengamalkannya, dipaparkan Rahmad Satria, diantaranya doanya dikabulkan Allah, pahala berlipat, ditingkatkan derajatnya, dikumpulkan di surga bersama Rasulullah, serta mendapat syafaat dari Rasulullah. “Semoga Allah senantiasa meringankan lisan kita untuk selalu membaca salawat kepada Rasulullah SAW dan meraih keutamaannya. Aamiin,” ucapnya.
Terkait halal bihalal seperti yang dilaksanakan Majelis Nurul Mustofa, meski tidak ada aturan hukum dalam fiqih maupun kitab lainnya, namun Rahmad Satria menilai itu merupakan ciptaan bangsa Indonesia yang memiliki manfaat terutama untuk menjadi ajang silaturahim antara satu dengan yang lain.
“Mungkin ada diantara kita yang belum sempat bertemu dan saling memaafkan, maka melalui majelis ilmu ini kita buka pintu hati selebar-lebarnya untuk saling bermaaf-maafan,” pungkas Rahmad.
Kegiatan ini turut menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Fatimatuz Zahroh Kota Pontianah, Habib Umar Bin Hasyim Alqadrie, sebagai penceramah. Tampak juga hadir para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Anjongan.