Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 November 2017

Masyarakat Dorong R2 Maju Pilkada

Balon Bupati, Rahmad Satria didampingi Balon Wabup, Ridwan Rusli, menyerahkan berkas syarat minimal dukungan ke KPU
RASA - Aktivis dan politikus handal, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, yang berduet dengan mantan birokrat, H. Ridwan Rusli, SH, MM, siap maju pada Pilkada Kabupaten Mempawah, 27 Juni 2018. Untuk memuluskan perjuangan tersebut, pasangan bakal calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mempawah ini, maju melalui jalur perseorangan.

Sebagai langkah awal untuk maju melalui jalur perseorangan tersebut, Paslon R2 yang merupakan singkatan dari Rahmad Satria-Ridwan Rusli, menyerahkan syarat dukungan minimal kepada KPU Kabupaten Mempawah, Sabtu (25/11). Keduanya bersama para pendukung, menyerahkan 22.700 dukungan masyarakat yang tersebar di 9 kecamatan.
Balon Bupati Mempawah, Rahmad Satria didampingi Balon Wabup, Ridwan Rusli, saat berbicara di depan awak media
Bukti dukungan berupa fotokopi e-KTP atau surat keterangan (suket) pengganti e-KTP itu diterima Ketua KPU, Kusnandi beserta jajaran komisioner KPU Mempawah. Usai berkas diterima KPU, Rahmad dihadapan awak media optimis 100 persen akan lolos dan ditetapkan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Mempawah.

“Insya Allah pada tanggal 8 Januari 2018 nanti kami akan resmi mendaftar di KPU,” tegas Rahmad Satria didampingi Ridwan Rusli dan ratusan massa pendukungnya usai menyerahkan syarat dukungan minimal di Kantor KPU Mempawah.

Pada kesempatan itu, Rahmad Satria menegaskan, dirinya tampil dan maju sebagai peserta Pilkada Bupati Mempawah 2018 bukan atas dasar keinginan pribadi. Melainkan dorongan dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Mempawah. Dukungan itu, imbuh dia, dibuktikan dengan form dukungan yang terkumpul sebanyak 31 ribu lebih.

“Namun setelah kami lakukan verifikasi dan seleksi ulang, jumlah dukungan yang masuk sebanyak 22.700. Dan hari ini dukungan tersebut telah kami serahkan ke KPU untuk ditindaklanjuti sesuai tahapan Pilkada yang sedang berlangsung,” ucapnya.
KPU Kabupaten Mempawah saat menerima kehadiran paslon Bupati dan Wakil Bupati, Rahmad Satria-Ridwan Rusli
Karena merupakan dorongan masyarakat, maka Rahmad Satria menyatakan dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk melaksanakan amanah masyarakat yang menginginkan dirinya ikut pada kontestasi di Pilkada Bupati Mempawah 2018. Dia juga memastikan tidak pernah memberikan sepeser pun uang sebagai imbalan dari dukungan dari masyarakat.

“Bahkan posko masyarakat yang mendukung tidak ada di rumah saya, tetapi di tempat lain. Termasuk pula struktur ketua tim pemenangan yang hingga kini belum dibentuk. Yang sudah ada saat ini hanya ketua LO atau perwakilan,” jelasnya.
Balon Bupati dan Wakil Bupati Mempawah, Rahmad Satria-Ridwan Rusli yang disingkat R2 diantar para pendukungnya ke KPU
Apa program yang nanti menjadi “nilai jual” ke masyarakat, Rahmad menegaskan dirinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin meningkatkan sektor pertanian, ketahanan pangan dan menyangkut kebutuhan pokok masyarakat, infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Dibawah kepemimpinan kami, Mempawah harus makmur,” pungkasnya.

Kamis, 06 April 2017

OSO Layak Pimpin DPD RI

Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH
Politisi yang juga Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menilai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terpilih, Oesman Sapta Odang (OSO) merupakan sosok yang tepat dan layak untuk memimpin DPD-RI. Selain merupakan figur pemimpin yang memiliki inovasi besar, OSO diyakini bisa mendongkrak sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat ramai.

Hal ini disampaikan Rahmad Satria kepada para wartawan di kediaman dinasnya, Rabu (5/4), menyangkut terpilihnya OSO, putra asli Kalimantan Barat asal Kabupaten Kayong Utara, sebagai pimpinan senator di Senayan, Jakarta, baru-baru ini. Ia optimis, OSO mampu memimpin DPD menjadi lembaga yang memiliki peran dan andil besar membangun bangsa di masa mendatang.

“Terutama menyangkut tupoksi DPD menyampaikan aspirasi berkaitan anggaran bisa tersalurkan dengan optimal. Karena, selama ini DPD belum punya kewenangan untuk pembentukan anggaran. Dengan kepemimpinan OSO, saya yakin kepentingan DPD bisa diperjuangkan,” katanya.

Nah menyangkut polemik terkait terpilihnya OSO yang sempat dianggap ilegal, dinilai Rahmad yang juga merupakan seorang akademisi, merupakan sesuatu yang tidak beralasan. Ia menilai proses terpilihnya OSO sudah sesuai aturan dan ketentuan tata tertib (tatib) DPD-RI.

“Kalau diluar sana ada pakar-pakar hukum yang mengatakan pemilihan Ketua DPD ilegal, maka saya membantah pernyataan tersebut. Tolong baca lagi tatib DPD dengan teliti. OSO terpilih sudah sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” tegas Rahmad Satria.

Berbicara soal tatib, menurut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah itu, DPD memiliki tatib tersendiri untuk mengatur urusan ‘rumah tangganya’. Tatib tersebut disahkan dan disepakati bersama oleh seluruh anggota DPD melalui musyawarah. Konsekuensinya, seluruh anggota DPD harus patuh dan taat terhadap tatib yang telah disahkan.

“Kalaulah ada putusan atau fatwa dari MA yang menyatakan kepengurusan DPD menjabat selama 5 tahun, sedangkan dalam tatibnya 2,5 tahun maka semua pihak harus hormati tatib DPD. MA harusnya tidak boleh mengeluarkan suatu keputusan yang bertentangan dengan tatib DPD. Karena, tatib itu dirumuskan melalui musyawarah dan seluruh anggota DPD tunduk pada tatib,” ujarnya.

Ia lantas mencontohkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap lahirnya UU MD3 yang mengatur tentang mekanisme pemilihan Ketua DPR-RI. Dalam ketentuan tatib DPRD disepakati UU MD3 yang mengharuskan Ketua DPR-RI dipilih oleh anggotanya, sedangkan aturan UU sebelumnya partai politik pemenang pemilu yang secara otomatis menjadi Ketua DPR-RI.

“Ketika itu, MK menolak banding atas UU MD3. Karena, hal itu sudah menjadi urusan DPR-RI. Berbeda ditingkat daerah, aturan tentang penetapan Ketua DPRD baik kabupaten maupun kota tetap mengacu pada aturan sebelumnya yakni parpol pemenang secara otomatis akan menduduki kursi Ketua DPRD,” urainya.

Berdasarkan hal itu, sambung Rahmad Satria, maka proses pemilihan yang menetapkan OSO sebagai Ketua DPD-RI sudah benar sesuai dengan ketentuan tatib yang berlaku. Apalagi, terpilihnya OSO berlangsung secara aklamasi dari anggota DPD-RI.

“Kalau OSO menjabat dengan melanggar tatib, maka itu bisa dikatakan ilegal. Tapi ia terpilih sesuai prosedur dalam tatib, maka kebijakan tersebut sah secara hukum dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Terkait sejumlah pihak yang mempermasalahkan jabatan OSO sebagai Ketua DPP Partai Hanura, menurut Rahmad Satria, tidak ada satu pun pun pasal dalam tatib DPD yang melarang jabatan Ketua DPD dijabat oleh seorang ketua partai politik.

“Kalau Pemilu mendatang OSO mewakili parpolnya untuk mencalonkan diri, maka yang bersangkutan tidak boleh menjadi calon pada Pemilu 2019 mendatang. Tetapi itu berlaku pada Pemilu 2019 nanti, kalau untuk sekarang sah-sah saja. Silahkan baca lagi tatib DPD dengan teliti dan seksama,” ucapnya menyarankan.

Minggu, 19 Februari 2017

Golkar Mempawah Bulat Dukung Ria Norsan

Jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah dan kecamatan menyatakan dukungan kepada Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, sebagai Ketua DPD Golkar Kalbar dan Calon Gubernur Kalbar
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Mempawah secara bulat mendukung dan memilih Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, menjadi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat periode 2016-2021.

Dukungan tersebut disampaikan melalui surat pernyataan bersama yang dibacakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, dalam rapat pleno diperluas di Sekretariat Golkar Mempawah, Sabtu (18/2).

“Dukungan ini kami berikan usai rapat pleno Pengurus Harian DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah pada 12 Januari lalu. Pernyataan dukungan ini kemudian kami pertegas lagi dengan rapat pleno diperluas bersama ketua-ketua kecamatan pada hari Sabtu, 18 Februari,” katanya saat jumpa pers dengan para wartawan.
Ketua DPD Partai Golkar Mempawah, Rahmad Satria, bersama jajaran pengurus menggelar rapat pleno konsolidasi terkait dukungan terhadap Ria Norsan
Tak hanya mendukung Ria Norsan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Rahmad Satria juga menegaskan dukungan DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah kepada Bupati Mempawah dua periode tersebut untuk menjadi Calon Gubernur Kalbar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang.

Terkait dukungannya untuk Ria Norsan baik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalbar maupun Calon Gubernur pada Pilkada Kalbar nanti, menurut Rahmad Satria, merupakan keputusan yang tepat. DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah menilai Ria Norsan terbukti memiliki kemampuan mumpuni membesarkan Partai Golkar dan membangun daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Secara bulat pengurus Golkar tingkat kecamatan mendukung Ria Norsan
“Harapan kita dukungan yang diberikan ini dapat semakin membesarkan Partai Golkar kedepannya dan menjadikan orang Kabupaten Mempawah menjadi Gubernur Kalbar. Karena kita ketahui bersama selain menjabat sebagai Bupati Mempawah, Pak Ria Norsan juga pengurus Partai Golkar yang kemampuan dan semangatnya membesarkan partai ini tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya berpendapat.

Lebih jauh, Rahmad Satria menilai Ria Norsan merupakan sosok pemimpin muda yang berhasil mewujudkan perubahan besar di Kabupaten Mempawah. Melalui kepemimpinannya, Kabupaten Mempawah saat ini menjadi daerah yang maju dan berkembang. “Terbukti, sektor pembangunan infrastruktur dan kemasyarakatan mampu dilaksanakan dengan baik,” bebernya.
Komitmen dan dukungan DPD Partai Golkar Mempawah mendukung Ria Norsan
Selama memimpin Kabupatan Mempawah, Rahmad menilai Ria Norsan telah membuktikan diri mampu memenuhi janjinya kepada masyarakat. Sebagai buktinya pembangunan infrastruktur, kesejahteraan serta kegiatan keagamaan, olahraga, kepemudaan semakin berkembang di Mempawah.

“Nah, semangat dan kemampuan membangun inilah yang kita harapkan dapat terus beliau lakukan untuk wilayah yang lebih besar yakni Kalimantan barat. Dengan kepemimpinan beliau nantinya, kita berharap Kalimantan Barat menjadi provinsi yang semakin disegani,” pungkas dia.

Jumat, 11 November 2016

Sesalkan Penundaan Pilkades Serentak

Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH
Penundaan jadwal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 19 desa dari semula Desember 2016 menjadi tahun 2017, membuat Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, kecewa. Kepada para wartawan, Rahmad menilai penundaan ini sudah mengangkangi hak masyarakat yang ingin kepala desa definitif.
“Masyarakat tentu kecewa atas penundaan Pilkades serentak ini. Padahal Pilkades itu adalah hak masyarakat untuk mendapatkan kepala desa yang definitif,” kata Rahmad Satria saat ditemui di kediaman dinasnya, Kamis (10/11).
Terkait adanya penundaan ini, Rahmad menilai perlu ada klarifikasi. Dimana letak kesalahan dan kekeliruan atas penundaan Pilkades serentak itu sehingga tidak merugikan masyarakat. “Penundaan ini tentu membuat masyarakat merasa dirugikan. Saya menilai instansi terkait telah melakukan pembiaran hingga terjadi penundaan,” ujar dia.
Lebih lanjut, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini mengatakan, kalau memang pemerintah daerah tidak sanggup, desa bisa melaksanakan Pilkades secara mandiri. “Hanya saja karena ada aturan yang mengharuskan Pilkades dibantu melalui dana APBD Kabupaten, maka desa tidak mengupayakan untuk mencari biaya sendiri untuk Pilkades,” ungkapnya.
Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Mempawah ini menilai tidak ada alasan bagi instansi terkait untuk melakukan penundaan. Sebab, penyelenggaraan Pilkades serentak telah masuk dalam program kerja pemerintah daerah dan telah mendapatkan alokasi anggaran melalui APBD 2016. Artinya, secara persiapan telah disusun dengan matang sejak jauh hari.
“Ini membuktikan instansi terkait tidak memiliki manajemen yang baik. Sehingga tidak mampu mengaplikasikan program kerja daerah yang telah disusun dan dianggarkan. Penundaan pilkades serentak ini tentu akan mempengaruhi kemajuan desa,” beber dia.
Belum lagi, imbuh dia, keberadaan penjabat (Pj) kepala desa yang ditempatkan pemerintah daerah untuk mengisi kekosongan posisi kepala desa, yang tidak dapat membuat suatu kebijakan yang bersifat global. Melainkan untuk kegiatan yang besifat rutinitas. Sementara penyerapan ADD maupun dana desa seharusnya dapat dimaksimalkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Penundaan ini tentu memicu pertanyaan, ada apanya ini? Kenapa disaat jabatan kepala desa sudah banyak yang berakhir dan ditempatkan Pj Kades, malah Pilkadesnya serentaknya yang tidak jadi tahun ini,” ucapnya heran.

Kamis, 03 November 2016

Rahmad Dukung Norsan Ketua Golkar Kalbar

Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah, DR H Rahmad Satria, SH.MH, mengatakan mendukung sepenuhnya Ria Norsan (Bupati Mempawah) menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalbar definitif, yang sebelumnya sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalbar (transisi).
Rahmad mendukung Ria Norsan karena melihat hasil Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis), konsulidasi organisasi, pemenangan Pemilu dan Pilkada Partai Golkar di Sulawesi Selatan, Sabtu (29/10) malam di di Hotel Grand Clarion Makassar.
Menurut Rahmad Satria yang juga Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini, Ria Norsan layak dan pantas memimpin DPD Partai Golkar Kalbar pasti bisa membesarkan partai Golkar Kalbar kedepan.
"Namun, saya menghargai sikap politik Ketua DPD partai Golkar kabupaten dan kota yang lain, jika ada pendapat dan pilihan yang berbeda, karena ini adalah demokrasi," tegas Rahmad.
Yang jelas, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah 3 Periode ni, menegaskan sependapat dengan kawan-kawan yang mendukung Ria Norsan menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalbar definitif.
"Ini pilihan politik, apapun resikonya kita siap menghadapinya, yang jelas sikap DPD Golkar Mempawah jelas mendukung Ria Norsan menjadi Ketua DPD Partai Golkar periode 2016-2021," tegas Rahmad.
Rahmad mengatakan sudah berkerjasama dengan beliau selama hampir 2 periode kepemimpinan Ria Norsan di Mempawah. Apalagi Ria Norsan adalah kader dan juga diusung menjadi bupati 2 periode di Mempawah dari Partai Golkar.
"Tidak hanya itu komunikasi dan komitmennya di pemerintahan jelas membangun Mempawah dan kesejahteraan masyarakat, itu sangat kita dukung dan layak menjadi Ketua Golkar," tegas Rahmad.
Harapan DPD Golkar Mempawah, kedepan beliau bisa terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalbar dan bisa menyatukan perbedaan pendapat demi kemajuan Partai Golkar di Kalbar.
Sementara itu Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sekadau, H Mulyadi H Yamin mengatakan, sangat mendukung Ria Norsan untuk menjadi calon Gubernur Kalbar dari Partai Golkar.
"Ria Norsan sangat layak menjadi Calon Gubernur Kalbar dari Partai Golkar, beliau punya pengalaman 2 periode di Kabupaten Mempawah, punya elaktabilitas tinggi, dan tidak diragukan lagi apabila kedepan memimpin Kalbar," katannya.
Kepemimpinan Ria Norsan di Kabupaten Mempawah sudah terbukti dan teruji, pembangunan meningkat,  kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya.
Sementara itu, Selasa (1/11) Ketua DPD Partai Golkar, Marwan mengatakan, setelah melaksanakan rapat koordinasi teknis dan setelah rapat dengan pimpinan kecamatan dan desa se-Kabupaten Landak, pihaknya sangat mendukung Ria Norsan menjadi ketua DPD Partai Golkar Kalbar.
"Bukan hanya 100 persen, tetapi 200 persen," kata Marwan melalui telepone.
Ria Norsan, jelas Marwan adalah kader Partai Golkar, dan layak memimpin Golkar Kalbar, terlebih dengan pengalaman beliau menjadi Bupati Kabupaten Mempawah II periode, artinya tidak diragukan lagi kepemimpinan beliau.

Senin, 24 Oktober 2016

MKGR Gelar Khitanan Massal

Pengurus DPP MKGR, Chairuddin Simatupang, bersama Ketua DPD Partai Golkar, Rahmad Satria, dan Ketua DPD MKGR Kalbar, Prabasa Anantatur,  menyaksikan proses khitanan massal di Sungai Kunyit.
Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Partai Golkar, DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah bersama organisasi sayapnya yaitu Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) menggelar khitanan massal di Kecamatan Sungai Kunyit, Sabtu (22/10). Kegiatan sosial ini terasa istimewa karena dihadiri Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP MKGR, Dr. Chairuddin Simatupang, SE, MM.
Kepada para wartawan, Chairuddin yang juga Dewan Pakar DPP Partai Golkar ini memberikan apresiasi dan dukungan terhadap bakti sosial khitanan massal yang digelar DPD Partai Golkar dan MKGR Kabupaten Mempawah ini. Ia menilai kegiatan sosial tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari organisasi kemasyarakatan MKGR yang mengambil peran Partai Golkar di bidang sosial kemasyarakatan.
“MKGR adalah salahsatu organisasi pendiri Golkar sebagai partai politik. Bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, MKGR menjadi basis terdepan untuk mensosialisasikan Partai Golkar dan program-programnya,” kata Chairuddin seraya berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan dan lokasi pelaksanaannya lebih luas lagi.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, mengatakan pelaksanaan bakti sosial khitanan massal ini merupakan upaya untuk memberdayakan organisasi sayap Partai Golkar, satu diantaranya MKGR. Dengan demikian melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, eksistensi MKGR di masyarakat dapat terus terjaga.
“Kita terus berdayakan organisasi sayap Partai Golkar melalui berbagai kegiatan sosial seperti khitanan massal, gotong royong dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Kita berharap peran aktif organisasi sayap ini dapat terus membesarkan Partai Golkar,” katanya.
Terkait khitanan massal yang dilaksanakan di kediaman pribadi Ketua DPC MKGR Kabupaten Mempawah, Syarif M Shaleh, dinilai Rahmad Satria memiliki arti penting. “Selain tujuan utamanya membantu masyarakat kurang mampu, kegiatan sosial ini juga menjadi ajang silaturami menjalin kebersamaan antara Partai Golkar, MKGR bersama masyarakat,” ujar dia.
Syarif M Shaleh ketika dikonfirmasi mengatakan, khitanan massal ini merupakan bentuk kepedulian Partai Golkar dan MKGR kepada masyarakat kurang mampu terutama di Kecamatan Sungai Kunyit. “Alhamdulillah, antusiasme anak-anak mengikuti khitanan ini luar biasa. Lebih 200 anak hadir disini. Kami senang bisa berperan aktif membantu masyarakat,” ucapnya

Senin, 27 Juni 2016

Legislatif-Eksekutif Kedepankan Pelayanan Publik

Ketua DPRD Rahmad Satria membagikan tali asih kepada anak yatim saat menggelar reses di Masjid Nurul Islam Anjongan
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, menegaskan bahwa proses realisasi pembangunan di Kabupaten Mempawah sudah merata di seluruh kecamatan. Meski ada beberapa daerah yang tetap memerlukan perhatian lebih, namun Rahmad menilai legislatif bersama eksekutif terus berupaya memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat.
Hal ini disampaikan Rahmad Satria saat menggelar reses di Masjid Nurul Islam, Kelurahan Anjongan Melancar Kecamatan Anjongan, Jumat (24/6) sore. Pada kegiatan itu, Rahmad berhasil menjaring sejumlah masukan, diantaranya soal keinginan masyarakat agar program pembangunan dari pemerintah daerah berjalan merata.
“Dari hasil reses ini saya menangkap keinginan masyarakat soal pemerataan pembangunan. Karena, selama ini mereka merasa pembangunan masih didomisili wilayah perkotaan. Sehingga belum menyentuh pada kepentingan masyarakat pinggiran atau marginal,” ungkap Rahmad Satria kepada para wartawan.
Rahmad mengungkapkan, pada prinsipnya pemerintah daerah ingin membangun seluruh wilayahnya dengan adil dan merata. Hanya saja, realisasinya di lapangan tetap harus memperhitungkan kondisi keuangan daerah. “Keterbatasan anggaran yang ada, membuat kami harus menetapkan skala prioritas dalam proses pembangunan di masyarakat,” jelas dia.
Terkait penetapan prioritas pembangunan, Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Mempawah ini menyebut pihaknya saat ini mengedepankan program pelayanan publik. Artinya, pembangunan infrastruktur terkait pelayanan publik akan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Mempawah.
“Misalnya pembangunan gedung puskesmas. Kalau fasilitasnya kurang baik, maka dapat menghambat akses pelayanan kesehatan masyarakat. Makanya fasilitas tersebut harus ditingkatkan supaya derajat kesehatan masyarakat semakin baik,” ungkapnya.
Prioritas selanjutnya, imbuh Rahmad, difokuskan pada pembangunan kantor camat. Pada tahun anggaran 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Mempawah mulai membangun Kantor Camat Mempawah Hilir. Pembangunan tersebut, dinilai Rahmad akan dapat memaksimalkan pelayanan pihak kecamatan kepada masyarakat.
“Sebelum Kantor Camat Mempawah Hilir, kita sudah membangun Kantor Camat Sungai Pinyuh, Siantan, Mempawah Timur, dan Toho. Kantor-kantor camat tersebut sudah layak dibangun baru, karena kondisi sebelumnya sudah memprihatinkan dan bisa membahayakan pegawai maupun masyarakat yang datang,” ucapnya.
Di samping pembangunan fasilitas publik, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini mengatakan infrastruktur jalan juga masuk dalam skala prioritas program pembangunan daerah. Sebab pembangunan infrastruktur jalan dipastikan akan membuka akses daerah terisolir sekaligus mempermudah transportasi masyarakat.
“Pada tahun ini, anggaran daerah sudah mencapai Rp 1 triliun. Kita akan upayakan semaksimal mungkin agar program pembangunan direalisasikan secara adil dan merata diseluruh wilayah di Kabupaten Mempawah,” pungkas dia.
Pada pelaksanan reses itu, pria yang merupakan calon kuat Bupati Mempawah juga menyerahkan tali asih kepada puluhan anak yatim. Setelah itu dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan Ustaz Sahibul Hil dari Desa Wajok Hilir. Turut hadir dalam kegiatan itu, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mempawah.

Jumat, 17 Juni 2016

Rahmad Satria Dianugerahi Awards Of Parliament 2016

Ketua DPRD Mempawah, Rahmad Satria, menerima penghargaan Indonesian Awards Of Parliament 2016 dari Yayasan Anugrah Prestasi Insani (YAPI), di The Grand Ballroom Lumire Hotel Jakarta
Prestasi membanggakan ditorehkan Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH. Dianggap sudah berkarya nyata buat bangsa dan negara sesuai dengan bidangnya, ia dianugerahi penghargaan Indonesian Awards Of Parliament 2016 dari Yayasan Anugrah Prestasi Insani (YAPI), di The Grand Ballroom Lumire Hotel Jakarta, Sabtu (11/6).
Tidak mudah mendapatkan penghargaan bergengsi ini. Untuk menetapkan penerima penghargaan tersebut, YAPI melakukan seleksi ketat dengan memperhatikan kegiatan yang dilakukan di daerah dimana calon penerima anugerah bertugas, baik melalui publikasi media massa, baik media cetak ataupun media elektronik.
Setelah itu dilakukan survei ke kabupaten/kota se-Indonesia. YAPI kemudian menetapkan dan memilih Rahmad Satria sebagai satu diantara sekian figur yang berhak menerima penghargaan. Istimewanya lagi, Rahmad Satria menjadi satu-satunya unsur legislatif di Kalbar yang menerima Indonesian Awards Of Parliament 2016.
Meski penghargaan itu secara khusus ditujukan kepada dirinya, namun Rahmad Satria secara bijak mengatakan Indonesian Awards Of Parliament 2016 bukan hanya untuk dirinya secara pribadi tetapi untuk DPRD Kabupaten Mempawah secara keseluruhan. “Indonesian Awards Of Parliament 2016 ini bukan semata untuk seorang Rahmad Satria, tetapi juga untuk DPRD Kabupaten Mempawah,” katanya seraya tersenyum.
Terkait adanya penghargaan ini, Rahmad Satria mengaku tidak pernah menyangka sedikitpun. Ia bahkan tidak mengetahui sejak kapan YAPI melakukan penilaian terhadap kinerjanya. Menurut dia, selama ini dia hanya menjalankan apa yang sudah menjadi tugas dan kewajibannya sebagai wakil rakyat.
“Penghargaan itu tentu menjadi motivasi saya juga rekan-rekan di DPRD. Perlu ada keaktifan seluruh anggota dan melaksanakan tupoksinya masing-masing. Misalnya Komisi tupoksinya apa, Badan Legislasi tugasnya apa. Dan kedepannya kita harus lebih baik lagi, meski sekarang kita sudah dianggap baik,” ucapnya.
Sekedar informasi, Lembaga Anugerah Prestasi Insani atau YAPI adalah lembaga independent, non politik, non profit oriented, dan sebagai mitra pemerintah RI, pemantau SDM, melalui pemberian penghargaan kepada figur atau tokoh masyarakat. Dengan membentuk panitia dan dibantu oleh tim pengamat, YAPI memberikan penghargaan kepada pelaku pembangunan disegala bidang.

Senin, 07 Maret 2016

Siap Berjuang Menuju Kursi 1 B

Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, mengungkapkan pernyataan menarik ketika membuka kegiatan Pasalan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar DPD Partai Golkar di Sungai Kunyit, Jumat malam lalu.
Di hadapan ribuan masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit, Rahmad Satria, secara pribadi mendeklarasikan tekadnya untuk maju sebagai bakal calon Bupati Mempawah pada Pilkada Kabupaten Mempawah yang akan dihelat 9 Juni 2018 mendatang.
Menurutnya, tekad untuk maju menuju Kursi 1 B ini, didasarkan banyaknya aspirasi masyarakat yang disampaikan kepadanya agar bersedia mencalonkan diri sebagai Bupati Mempawah periode 2019-2024 mendatang.
“Begitu banyaknya aspirasi yang masuk, baik dari masyarakat, simpatisan maupun kader Partai Golkar, maka setelah melaksanakan Shalat Istikharah, saya saat ini menyatakan siap maju sebagai bakal calon Bupati Mempawah,” ungkapnya yang kontan disambut tepuk tangan dari ribuan masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit.
Ia menegaskan, jika terpilih sebagai Bupati Mempawah, dirinya akan langsung melanjutkan program-program Bupati Ria Norsan yang dinilai sudah sangat baik untuk membangun Kabupaten Mempawah.  
“Program pembangunan di segala bidang yang dilaksanakan Bupati Ria Norsan sudah merata dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Jadi jika saya terpilih, saya tinggal melanjutkan program bupati sebelumnya agar terus berkesinambungan, tinggal memperbaiki pelaksanaan program yang masih kurang,” tegasnya.
Rahmad Satria lantas menepis kekhawatiran elemen masyarakat terkait berkembangnya rumor ganti pemimpin, bakal ganti program pembangunan. Menurutnya, hal tersebut tidak akan terjadi pada masa kepemimpinannya. Sebab bergantinya program akan mempersulit proses percepatan pembangunan di Kabupaten Mempawah.
“Jika ganti pemimpin, ganti program, maka pembangunan Kabupaten Mempawah tentu mulai dari nol lagi. Ini jelas akan merugikan masyarakat dan tekad untuk memajukan daerah tidak akan tercapai,” ujarnya.
Diungkapkan pula, banyak program pembangunan Bupati Ria Norsan yang akan dilanjutkan oleh Rahmad Satria jika ia terpilih sebagai Bupati Mempawah kedepan. Misalnya, sektor ekonomi, yakni pembangunan pelabuhan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pangan dan perumahan rakyat.
“Insya Allah, tekad Bupati Ria Norsan yang juga akan mewujudkan Kota Mempawah sebagai Kota Ilmu akan menjadi fokus saya untuk melanjutkannya,” pungkas Rahmad Satria.

Rahmad Satria Buka Festival Pasalan Maulid

Ketua DPD Partai Golkar, Rahmad Satria, memukul beduk saat membuka Festival Pasalan Maulid di Sungai Kunyit
Agenda dua tahunan Festival Pasalan Maulid se Kecamatan Sungai Kunyit kembali digelar DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah, di kediaman Syarif Shaleh, Desa Sungai Kunyit Laut, Kecamatan Sungai Kunyit, 4-13 Maret. Sebanyak 36 regu ambil bagian pada kegiatan yang pembukaannya dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah, Jumat (5/3)) malam.
Ketua panitia, Syarif Shaleh dalam laporannya mengatakan bertujuan untuk memupuk secara vertikal kecintaan kepada baginda Rasululullah SAW. Untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.
“Sedangkan secara horizontal, kegiatan ini untuk memupuk rasa persaudaraan, membangun ukhuwah Islamiyah demi kebesaran Islam dan kemaslahatan umat, khususnya di Kecamatan Sungai Kunyit,” katanya.
Pada kesempatan itu, Shaleh atas nama pribadi dan panitia memohon maaf kepada masyarakat maupun para peserta apabila pelaksanaan Festival Pasalan Maulid masih terdapat kekurangan. Meski demikian, ia mengharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.“Semoga kegiatan ini dapat memberikan keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, yang membuka Festival Pasalan Maulid se Kecamatan Sungai Kunyit, mengharapkan kegiatan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi ajang umat muslim meningkatkan kecintaannya pada Rasulullah.
“Jangan pikirkan kalah atau menang, karena itu hanya merupakan alat untuk kita mencapai tujuan. Tujuannya apa? Yaitu melaksanakan syiar Islam sekaligus mengharapkan rida Allah Taala dan syafaat dari Rasulullah. Mari sebagai umat Muslim, kita senantiasa memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.
Pembukaan Festival Pasalan Maulid yang memperebutkan piala bergilir Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah dan piala bergilir Ketua Fraksi Partai Golkar, dihadiri Ketua DPD Partai PAN Kabupaten Mempawah, Ridhuan Ismail, SH, Ketua DPC PPP, Basri, SP, Legislator Partai Demokrat, Abdul Syakur, Legislator PPP, Endang Puspahadi, Legislator Partai Golkar, Herman, AP, SE, dan ribuan warga Sungai Kunyit. Acara diisi juga dengan ceramah agama yang disampaikan Ustaz Atho’illah dari Kota Pontianak.

Jumat, 05 Juni 2015

Rahmad Satria Terima Audiensi KPU Soal Pilkada


Ketua DPRD, Rahmad Satria, saat menerima audiensi KPU Kabupaten Mempawah terkait Pilkada
Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mempawah masih tiga tahun lagi atau tepatnya Juni 2018. Namun berbagai persiapan sudah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mempawah agar pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tersebut dapat berjalan sukses dan lancar.
Langkah yang diambil KPU diantaranya mensosialiasikan Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas UU No 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi UU, serta soal rencana pengajuan anggaran pelaksanaan Pilkada ke Pemerintah Kabupaten Mempawah.
Persiapan tersebut kemudian disampaikan Ketua KPU, Kusnandi, SE, M.Si, saat menggelar audiensi dengan pimpinan legislatif, yaitu Ketua DPRD, H Rahmad Satria, SH, MH, bersama kedua wakil DPRD, Indaryani dan Rajuini, di ruang kerja ketua DPRD, Kamis (4/6).
“Terkait UU Pilkada tersebut, kita di KPU memiliki kewajiban untuk segera mensosialisasikannya kepada pihak terkait dalam hal ini Bupati Mempawah dan Ketua DPRD. Kita bersama eksekutif dan legislatif punya tanggung jawab untuk mensosialisasikan hal ini,” katanya.
Berbicara soal penganggaran untuk pelaksanaan tahapan Pilkada, dijelaskan Kusnadi, memang sengaja disampaikan pihaknya sejak dini guna memberitahu eksekutif dan legislatif. Apalagi UU sudah mengatur bahwa soal penganggaran untuk Pilkada merupakan kewenangan pemerintah daerah.
“Meski Pilkada Kabupaten Mempawah baru berlangsung 2018 mendatang, tetapi alangkah baiknya kita dari awal sudah membangun komunikasi dengan eksekutif maupun legislatif agar pengajuan anggaran tersebut tidak mepet dan pemerintah daerah punya persiapan membahasnya,” ujar dia.
Pada kesempatan yang sama, Kusnandi juga membahas soal upaya pihaknya mengisi waktu selama tidak adanya tahapan pemilu. Seperti terus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk dapat menggunakan hak suaranya pada setiap perhelatan pesta demokrasi, baik ditingkat daerah maupun nasional.
“Kita juga sudah meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk terus melakukan penyempurnaan data penduduk. Apalagi jumlah penduduk kita sudah hampir 300 ribu. Jika nanti jumlah penduduk sudah mencapai jumlah tersebut bahkan lebih, maka keterwakilan rakyat di lembaga DPRD akan bertambah dari 30 menjadi 35 anggota,” jelas Kusnandi.
Mengenai kehadiran KPU beraudiensi dengan DPRD, Rahmad Satria selaku pimpinan legislatif memberian apresiasi dan dukungan. Khusus penyampaian KPU soal Pilkada, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah ini menyambut baik.
“Persiapan Pilkada harus dilakukan sejak dini agar perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya benar dan tidak melanggar aturan yang berlaku. Kami berharap dalam melaksanakan tahapan Pilkada, KPU bersinergi dengan DPRD, terutama untuk pengajuan soal anggaran Pilkada,” bebernya.
Sehubungan dengan penganggaran pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang, Rahmad Satria menyarankan KPU mengajukannya sejak 2016 agar bisa masuk dalam APBD Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2017. Hal ini tak terlepas dari tahapan Pilkada yang sudah dimulai Oktober 2017 sampai Juni 2018. “Kita di DPRD hanya bisa membantu soal penganggaran, soal teknis Pilkada tentu menjadi kewenangan KPU,” ucap dia.
Sedangkan untuk penyempurnaan database kependudukan dalam hal ini daftar pemilih tetap (DPT), Rahmad Satria meminta agar diperhatikan sejak sekarang terutama pendataan yang berkaitan jumlah penduduk dan maupun penduduk yang sudah memiliki hak pilih.
“Untuk mendapatkan data kependudukan yang valid, kita meminta RT untuk berperan aktif mendatanya. Karena RT pasti mengetahui siapa penduduknya yang sudah meninggal, lahir atau pindah domisili. Informasi tersebut tentu harus segera disampaikan ke Dinas Dukcapil agar tidak ada lagi kekeliruan DPT kedepannya,” pungkas Rahmad.

Jumat, 08 Mei 2015

Siswa Sesko AD Kunjungi DPRD


Perwira Siswa Sesko AD berbincang dengan Ketua DPRD Rahmad Satria
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, H Rahmad Satria, SH, MH, didampingi Wakil Ketua DPRD, Rajuini, dan anggota DPRD, menerima kunjungan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Sesko AD). Selain silaturahmi, pertemuan yang  berlangsung penuh kekeluargaan ini juga diisi dengan sesi wawancara serta pengisian angket.
Ketua Rombongan Mayor Inf. Denny Noviandi menjelaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari kuliah kerja lapangan (KKL) studi pertahanan wilayah dan pembinaan satuan di Kabupaten Mempawah yang merupakan program pendidikan reguler Sesko AD tahun 2015.
“Program ini berlangsung di di seluruh Indonesia. Adapun peserta KKL di Kalimantan Barat ada 15 perwira siswa berpangkat mayor dengan 4 personel pendamping yang terdiri atas 3 perwira kolonel dan 1 pakar penelitan dari Universitas Padjajaran Bandung,” jelas dia.
Denny berharap kegiatan studi yang dilaksanakan di Kabupaten Mempawah ini sangat penting guna memberikan kesempatan kepada para perwira siswa untuk mempelajari, memahami dan mengkaji kondisi satuan serta mengkaji potensi suatu wilayah dengan berbagai permasalahan yang dihadapi. “Kami berharap kegiatan ini dapat terlaksana sesuai rencana, dan membawa hasil yang diinginkan,” katanya.
Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan perwira siswa Sesko AD di Kabupaten Mempawah, khususnya di DPRD Mempawah. “Sebagai tuan rumah, kami persilahkan para Pasis berkoresponden kepada kami. Jika ada informasi yang bisa kami berikan, akan kami berikan,” ujarnya.
Kegiatan KKL di ruang rapat DPRD Mempawah, diisi dengan pemaparan dari Rahmad Satria, tentang profil daerah dan sejarah singkat Kabupaten Mempawah termasuk keberadaan kerajaan Mempawah tempo dulu. “Sejarah Mempawah tak terlepas dari peran Opu Daeng Manambon yang merupakan raja pertama Mempawah,” imbuh dia.

Rabu, 26 November 2014

Rahmad Satria Resmi Pimpin DPRD Kabupaten Mempawah

Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda Pengambilan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Kabupaten Mempawah

Tiga pimpinan DPRD, yakni Ketua, Rahmad Satria (kiri), Wakil Ketua, Indaryani, dan Wakil Ketua Rajuini

Ketua Pengadilan Negeri, Agung Sulistiyono, mengambil sumpah/janji jabatan tiga pimpinan DPRD Kabupaten Mempawah

Wakil Gubernur, Christiandy Sanjaya, menyerahkan SK Penetapan Pimpinan DPRD kepada Ketua DPRD, Rahmad Satria

Ketua DPRD, Rahmad Satria, menandatangani berita acara Pengambilan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Kabupaten Mempawah

Pimpinan DPRD usai diambil sumpah/janji, mendapat ucapan selamat dari Wagub Christiandy dan istri, beserta Bupati Ria Norsan, Wabup Gusti Ramlana, unsur Muspida dan para pejabat Pemkab dan Anggota DPRD Mempawah
Tiga pimpinan DPRD Kabupaten Mempawah masa jabatan 2014-2019 yang diketuai H Rahmad Satria SH MH, resmi diambil sumpah/janji jabatan sebagai Ketua dan Wakil Ketua DPRD. Pengambilan sumpah/janji yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Mempawah, Agung Sulistiyono ini dilakukan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Selasa (25/11).
Rapat Paripurna Istimewa Pengambilan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Kabupaten Mempawah ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs Christiandy Sanjaya SE MM, Bupati Mempawah, Drs H Ria Norsan MM MH, Wakil Bupati Gusti Ramlana, S.Sos, pimpinan DPRD kabupaten/kota se Kalimantan Barat, Muspida Kabupaten Mempawah, serta pimpinan SKPD Kabupaten Mempawah.
Rangkaian acara pengambilan sumpah/janji pimpinan DPRD Kabupaten Mempawah dimulai dengan pidato Ketua Sementara DPRD, Rahmad Satria, terkait tugas pokok dan fungsi unsur pimpinan DPRD. Kemudian dilanjutkan pengambilan sumpah/janji jabatan, serta penandatanganan Surat Keputusan (SK) Penetapan yang kemudian SK tersebut diserahkan Wakil Gubernur, Christiandy Sanjaya, yang mewakili Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH.
Dalam sambutannya, wagub meminta pimpinan DPRD untuk senantiasa membangun pola sinergis antar pimpinan DPRD dan bupati guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, DPRD juga diminta untuk mensosialisasikan ke masyarakat terkait kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM.
“Kenaikan ini bukan tanpa alasan, tetapi melalui pemikiran dan perhitungan yang cermat dan matang. Kenaikan BBM ini bisa menghemat anggaran untuk pembangunan Indonesia kedepannya. Berikan penjelasan kepada masyarakat,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, menjelaskan, usai dilantik sebagai pimpinan DPRD definitif tugas berat sudah menanti, diantaranya pembuatan Peraturan Daerah terkait Susunan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis (Renstra) dan pembahasan dan pengesahan APBD tahun anggaran 2015.
“Semua agenda itu harus selesai bulan Desember ini. Berarti tinggal sekitar satu bulan lagi. Walau berat tapi kita akan berusaha untuk menyelesaikannya sesuai waktu yang ditentukan,” ujar Rahmad Satria.
Adapun komposisi pimpinan DPRD Kabupaten Mempawah masa jabatan 2014-2019 meliputi Ketua, Rahmad Satria, dari Partai Golkar, Wakil Ketua, Indaryani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Rajuini dari Partai Demokrat.