Senin, 11 Februari 2013

Sembilan Pengurus Kecamatan Al-Hidayah Dikukuhkan

Ketua DPD Al-Hidayah Kabupaten Pontianak, Maisyum, melantik sembilan DPC Al-Hidayah se Kabupaten Pontianak

Dewan Penasehat Al-Hidayah, Ria Norsan, didampingi istri, Erlina, dan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, turut hadir pada Rakerda Al-Hidayah

Ketua DPD Partai Golkar, Rahmad Satria, memberikan sambutan pada pembukaan Rakerda Al-Hidayah

Ketua DPD Al-Hidayah Kabupaten Pontianak, Maisyum, menyerahkan bahan rakerda kepada peserta

Para peserta dan pengurus tampak antusias Rakerda Al-Hidayah di Gedung Kartini Mempawah
DPD Al-Hidayah Kabupaten Pontianak, kemarin pagi, melaksanakan rapat kerja daerah (Rakerda), sekaligus pelantikan sembilan pengurus kecamatan DPC Al-Hidayah periode 2012-2017, di Gedung Kartini Mempawah.
Pelantikan yang dilakukan Ketua DPD Al-Hidayah Kabupaten Pontianak, Hj Maisyum, itu turut dihadiri Dewan Penasihat DPD Al Hidayah, Drs H Ria Norsan, MM MH, dan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria SH MH.
Maisyum dalam sambutannya, berpesan kepada pengurus yang dilantik agar dapat menjalankan roda organisasi dengan baik, berperan penting bagi masyarakat, serta menjadi ujung tombak dalam membantu pemerintah dalam pembangunan, dan pembinaan akhlak melalui pengajian di pelbagai tempat dan tingkatan.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria, mengharapkan, Rakerda yang dilaksanakan Al Hidayah sebagai salahsatu organisasi binaan Partai Golkar, bisa disusun program kerja dan kegiatan organisasi yang terencana untuk tahun ini maupun lima tahun kedepan.
“Di samping pengajian, Al Hidayah diharapkan bisa melaksanakan kegiatan di bidang lainnya seperti pendidikan, kesehatan, maupun kegiatan pemberdayaan perempuan dalam rangka mendukung pendidikan karakter bangsa,” ujarnya.
Sedangkan Bupati Ria Norsan yang merupakan Dewan Pembina Al Hidayah, memberikan apresiasi terhadap kegiatan pengajian Al Hidayah. Bupati berharap para pengurus dan anggota pengajian Al Hidayah, bisa menjalankan amanah organisasi dengan baik, berpegang teguh pada Al-Quran dan Al Hadits, serta menjalin silahturahim dan kebersamaan dengan organisasi pengajian lainnya.
“Sebagai organisasi yang besar, saya berharap keberadaan Al Hidayah dapat membantu pembangunan Kabupaten Pontianak, serta pembinaan akhlak masyarakat,” ucapnya

Rabu, 09 Januari 2013

Jadikan Robo'-Robo' Sebagai Ikon Nasional

Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria SH MH (paling kanan) bersama pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Pontianak, dan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, menghadiri perayaan Robo'-Robo' di Kuala Mempawah, Kabupaten Pontianak
Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, menyambut gembira even budaya Robo’-Robo’ sebagai ritual napak tilas kedatangan Opu Daeng Manambon ke Kota Mempawah pada Rabu terakhir bulan Safar 1448 H/1737 M.
Menurut Rahmad Satria, lembaga DPRD sangat mendukung kegiatan ini, dan berharap eksistensinya dapat terus ditingkatkan, sehingga Robo’-Robo’ menjadi salahsatu ikon nasional dan dikenal hingga ke mancanegara.
“Robo’-Robo’ ini saya nilai sangat unik, lantaran dirayakan masyarakat sebagian daerah di Kalimantan Barat dengan makna yang luas. Tidak hanya mengenang kedatangan Opu Daeng Manambon untuk mendirikan Kerajaan Mempawah, tapi juga sarana menggelar ritual tolak bala/musibah di bulan Safar dalam kalender Islam,” beber Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak ini.
Uniknya lagi, karena mengikuti kalender Islam, maka dalam tahun 2013 ini, perayaan Robo’-Robo’ bakal digelar dua kali. Yang pertama pada hari ini, 9 Januari, dan kali kedua akan dilaksanakan di bulan Desember mendatang.
Mewakili lembaga DPRD dan seluruh masyarakat Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria yang dianugerahi gelar kehormatan Pangeran Nata Laksana dari Istana Amantubillah Mempawah pada tahun 2011 lalu, mengucapkan selamat datang di Bumi Opu Daeng Manambon Mempawah kepada seluruh undangan.
Ia berharap, semaraknya even Robo’-Robo’ maupun keramahtamahan masyarakat Kabupaten Pontianak menjadi kenangan indah dan tak terlupakan. Namun apabila ada kekurangan selama acara ini, diharapkan dapat jadi masukan untuk perbaikan di masa mendatang.

Selasa, 01 Januari 2013

Kabupaten Pontianak Harus Lebih Baik

Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyalakan kembang api menjelang detik-detik pergantian tahun. FOTO PISA
Tahun 2012 telah berganti. Meski di bawah guyuran hujan deras, namun tak menghalangi ribuan warga turun ke jalan merayakan pergantian tahun dengan suasana yang sangat meriah. Seperti yang terjadi di Kota Mempawah, warga menyalakan kembang api, begitu detik-detik pergantian tahun menjadi 2013 tiba.
Langit Kota Mempawah yang hitam, sontak terang berwarna-warni. Ribuan kembang api menghiasi langit. Di sepanjang ruas jalan di Kota Mempawah, masyarakat merayakan pergantian tahun dengan menyalakan ratusan kembang api dan petasan. Begitulah suasana meriah menyambut tahun baru 2013.
Di Kabupaten Pontianak, perayaan malam pergantian tahun dilaksanakan di sejumlah daerah, salahsatunya di kediaman dinas Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria SH MH. Dengan iringan musik dari organ tunggal, Rahmad bersama keluarga dan sejumlah anggota DPRD tampak bersuka cita menyambut datangnya tahun baru.
“Alhamdullillah, saat ini hampir 80 persen aspirasi masyarakat dapat tertampung dan kita berharap  pada 2013 ini pembangunan Kabupaten Pontianak harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi saya melihat saat ini sudah banyak kemajuan yang dicapai daerah ini,” kata Rahmad.
Tidak lupa, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak ini berharap masyarakat terus mendukung proses pembangunan demi kemajuan daerah, sehingga visi dan misi mewujudkan masyarakat Kabupaten Pontianak yang sejahtera dapat terwujud. “Jadikan pergantian tahun ini sebagai momen mengintrospeksi diri dan memperbaiki kinerja. Terutama lembaga DPRD agar terus memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ucap Rahmad.
Tidak lupa, atas nama lembaga DPRD Kabupaten Pontianak dan keluarga, Rahmad Satria mengucapkan selama tahun baru bagi seluruh masyarakat. “Mudah-mudahan di tahun baru ini segala kehidupan kita menjadi lebih baik. Mari kita bersama-sama terus membangun Kabupaten Pontianak,” pungkasnya.

Kamis, 27 Desember 2012

Ormas-Mahasiswa Dukung Mempawah

Sosialisasi perubahan nama kabupaten Pontianak menjadi Mempawah oleh Badan Legislasi DPRD Kabupaten Pontianak. FOTO FISA
 
Dukungan terhadap perubahan nama Kabupaten Pontianak menjadi Kabupaten Mempawah semakin tak terbendung. Usai perangkat desa dan kecamatan, kali ini giliran organsisasi kemasyarakatan dan mahasiswa yang mendukung Kabupaten Mempawah.
Hal ini terungkap saat sosialisasi yang digelar DPRD Kabupaten Pontianak melalui Badan Legislasi bersama ormas seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah (STAIM), dan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pontianak, di Ruang Rapat DPRD, pagi kemarin.
Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria SH MH, yang didampingi Anggota DPRD, H Trisna Jaya, S.Mn, dan Rahmah H Latif, mengatakan, sosialisasi ini merupakan salahsatu syarat yang harus dipenuhi dalam rangka pengajuan perubahan nama Kabupaten Pontianak menjadi Kabupaten Mempawah.
“Kita beberapa waktu lalu sudah menggelar konsultasi publik yang melibatkan masyarakat, kepala desa, lurah dan camat se Kabupaten Pontianak. Kita berharap melalui sosialisasi ini tidak menimbulkan resistensi di masyarakat terkait perubahan nama tersebut,” kata Rahmad.
Rahmad Satria berharap seluruh proses perubahan nama daerah ini bisa berjalan lancar dan mendapat persetujuan Kemendagri, apalagi masyarakat sudah mendukung nama Kabupaten Mempawah. “Banyak keuntungan yang didapatkan daerah atas perubahan nama tersebut, diantaranya Mempawah semakin eksis dan kebudayaan kita semakin dikenal luas tanpa dibayangi embel-embel nama Pontianak,” ujarnya.
Rahmad juga menegaskan, perubahan nama Kabupaten Pontianak menjadi Kabupaten Mempawah tidak akan menimbulkan konflik sosial, agama, ras dan suku, mengingat nama tersebut merupakan salahsatu sejarah yang dimiliki Kabupaten Pontianak. “Nama baru, tentu akan semakin memberikan semangat kita untuk fokus membangun daerah,” ucapnya.
Sedangkan Ketua FKUB Kabupaten Pontianak, Syarif Ismail Alqadri, sangat mendukung perubahan nama daerah menjadi Kabupaten Mempawah, mengingat ada makna yang melekat pada kata Mempawah yang harus menjadi bahan pertimbangan. “Secara historis Mempawah lebih tua dari Kota Pontianak, maka sudah selayaknya nama Mempawah menjadi nama kabupaten kita,” pungkasnya

Kamis, 20 Desember 2012

Kemah Bhakti Ditutup, Pramuka Satu-satunya Organisasi Terstruktur

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, berfoto bersama para pembina dan peserta Kemah Bhakti Pramuka 2012 di Bumi Perkemahan SMKN 1 Mempawah Timur. FOTO PISA
 
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, siang kemarin, resmi menutup kegiatan Kemah Bhakti Pramuka 2012, yang dipusatkan di Bumi Perkemahan SMK Negeri 1 Mempawah Timur.
Di hadapan ratusan anggota pramuka dari puluhan gugus depan se Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, mengatakan gerakan pramuka merupakan wadah pendidikan karakter, untuk menempa generasi muda agar menjadi sosok yang terampil, tangguh, dan berkarakter dalam mengisi pembangunan di Indonesia.
Gerakan pramuka, tambah Rahmad, merupakan organisasi terstruktur dan memiliki tingkatan dalam mendidik dan melatih generasi muda yang dimulai dari Siaga, Penggalang, dan Penegak. Bahkan pendidikan kepramukaan juga sampai ke tingkat dewasa, dimana ada Kursus Mahir Dasar (KMD), Kursus Mahir Lanjutan (KML), Kursus Pelatih Dasar dan Kursus Pelatih Lanjutan.
“Tidak ada organisasi lain di negara ini yang memiliki tingkatan seperti pramuka. Hanya pramuka yang mampu mendidik dan melatih generasi muda secara bertahap dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut Rahmad mengatakan, gerakan pramuka bukan hanya sekedar tepuk-tepuk tangan atau menyanyi saja, tapi ada makna dan manfaat yang luas yang terkandung di dalamnya.  Di pramuka, generasi muda bisa belajar berorganisasi dan berdemokrasi, belajar memimpin dan dipimpin, belajar berbicara dan mendengarkan orang berbicara.
“Begitu banyaknya manfaat dan nilai-nilai kehidupan yang didapat selama mengikuti pramuka, saya minta para generasi muda tidak meninggalkannya (pramuka, red),” katanya.
Tidak lupa, Rahmad berpesan, melalui Kemah Bhakti Pramuka yang mengambil tema ‘Kita Ciptakan Generasi Muda yang Terampil Tangguh dan Berkarakter’ diharapkan menciptakan sosok terampil, tangguh dan berkarakter generasi muda di Kabupaten Pontianak, dan mengaktualisasikan kembali Dasa Dharma dan Tri Satya pramuka ketengah-tengah masyarakat dan sekolah-sekolah.