Minggu, 27 Maret 2016

Rahmad Satria Kembali Dipercaya Pimpin ORARI Lokal Mempawah

Ketua ORARI Lokal Mempawah terpilih, Rahmad Satria (kanan), menyerahkan berkas hasil musyawarah lokal ORARI Lokal Mempawah kepada Ketua ORARI Daerah Kalbar, Ade Asnan Arifin.
Ketua Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) Lokal Mempawah masa bakti 2016-2019, Dr. H Rahmad Satria, SH, MH, menyatakan tekadnya untuk meningkatkan eksistensi ORARI Lokal Mempawah. Mulai dari pembinaan keanggotaan, silaturahmi hingga kegiatan yang berdampak langsung ke masyarakat.
Hal ini diungkapkan Rahmad Satria saat Musyawarah Lokal (Muslok) ORARI Mempawah yang dilaksanakan di ruang rapat Seketariat DPRD Kabupaten Mempawah, Rabu (23/3) malam. Adapun hasil muslok yang dibuka Ketua ORARI Daerah (Orda) Kalbar, H. Ade Asnan Arifin, SH, menetapkan secara aklamasi Rahmad Satria sebagai ketua terpilih.
Berbicara soal kegiatan, Rahmad Satria yang memiliki callsign YB7DR mengakui bahwa pada tahun-tahun lalu kegiatan ORARI Lokal Mempawah memang kurang begitu aktif. Dan prolematika ini, diungkapkan Rahmad, sama dengan yang dihadapi seluruh ORARI di Kalbar.
“Satu kendala yang kita hadapi berkaitan dengan kemajuan teknologi dibidang komunikasi yang semakin berkembang pesat. Dimulai dari HP, kemudian BBM, Whatapps, FB, email dan lainnya. Imbasnya keberadaan komunikasi melalui radio mulai ditinggalkan,” ujarnya.
Meski demikian, tambah Rahmad, kemajuan teknologi tersebut tidak harus menjadi suatu masalah yang menghambat eksistensi ORARI. Menurutnya, hal penting yang bisa didapat adalah radio masih menjadi sarana komunikasi yang murah meriah tanpa tergantung dengan pulsa bila dibandingkan dengan alat komunikasi lainnya.
“Nah, kita ingin radio selalu ada dan dapat dimanfaatkan untuk sarana komunikasi yang mudah dan murah terutama untuk menjalin silaturahmi antar satu daerah dengan daerah lainnya. Kedepan, ORARI akan melaksanakan berbagai aktivitas yang membumi berbentuk kegiatan sosial kemasyarakatan termasuk perayaan HUT ORARI Daerah Kalbar di Mempawah,” katanya.
Sedangkan Ketua ORARI Daerah Kalbar, Ade Asnan Arifin (YB7FBI), dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap ORARI Lokal Mempawah di bawah kepemimpinan Rahmad Satria. Mantan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mempawah itu berharap kepengurusan ORARI Lokal Mempawah dapat memajukan organisasi di masa mendatang.
“Saya minta para pengurus ORARI Lokal Mempawah senantiasa memanfaatkan sarana komunikasi radio untuk berhubungan dengan sesama anggota di Mempawah maupun anggota ORARI dari daerah lainnya. Jangan terpaku pada HP maupun alat komunikasi masa kini lainnya,” ujarnya berpesan.
Terkait kegiatan yang akan dilaksanakan ORARI Lokal Mempawah seperti perayaan ulang tahun ORARI tingkat provinsi di Mempawah, Ade Asnan Arifin menyatakan kesiapan Orda Kalbar membantu pendanaan.
“Walau tidak banyak, saya berharap bantuan itu dapat mendukung kegiatan ORARI Lokal Mempawah. Kalau tidak melalui dana kas, uang pribadi Ade Asnan Arifin siap membantu,” ungkapnya yang langsung disambut tepuk tangkan para peserta muslok.

Senin, 07 Maret 2016

Siap Berjuang Menuju Kursi 1 B

Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, mengungkapkan pernyataan menarik ketika membuka kegiatan Pasalan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar DPD Partai Golkar di Sungai Kunyit, Jumat malam lalu.
Di hadapan ribuan masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit, Rahmad Satria, secara pribadi mendeklarasikan tekadnya untuk maju sebagai bakal calon Bupati Mempawah pada Pilkada Kabupaten Mempawah yang akan dihelat 9 Juni 2018 mendatang.
Menurutnya, tekad untuk maju menuju Kursi 1 B ini, didasarkan banyaknya aspirasi masyarakat yang disampaikan kepadanya agar bersedia mencalonkan diri sebagai Bupati Mempawah periode 2019-2024 mendatang.
“Begitu banyaknya aspirasi yang masuk, baik dari masyarakat, simpatisan maupun kader Partai Golkar, maka setelah melaksanakan Shalat Istikharah, saya saat ini menyatakan siap maju sebagai bakal calon Bupati Mempawah,” ungkapnya yang kontan disambut tepuk tangan dari ribuan masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit.
Ia menegaskan, jika terpilih sebagai Bupati Mempawah, dirinya akan langsung melanjutkan program-program Bupati Ria Norsan yang dinilai sudah sangat baik untuk membangun Kabupaten Mempawah.  
“Program pembangunan di segala bidang yang dilaksanakan Bupati Ria Norsan sudah merata dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Jadi jika saya terpilih, saya tinggal melanjutkan program bupati sebelumnya agar terus berkesinambungan, tinggal memperbaiki pelaksanaan program yang masih kurang,” tegasnya.
Rahmad Satria lantas menepis kekhawatiran elemen masyarakat terkait berkembangnya rumor ganti pemimpin, bakal ganti program pembangunan. Menurutnya, hal tersebut tidak akan terjadi pada masa kepemimpinannya. Sebab bergantinya program akan mempersulit proses percepatan pembangunan di Kabupaten Mempawah.
“Jika ganti pemimpin, ganti program, maka pembangunan Kabupaten Mempawah tentu mulai dari nol lagi. Ini jelas akan merugikan masyarakat dan tekad untuk memajukan daerah tidak akan tercapai,” ujarnya.
Diungkapkan pula, banyak program pembangunan Bupati Ria Norsan yang akan dilanjutkan oleh Rahmad Satria jika ia terpilih sebagai Bupati Mempawah kedepan. Misalnya, sektor ekonomi, yakni pembangunan pelabuhan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pangan dan perumahan rakyat.
“Insya Allah, tekad Bupati Ria Norsan yang juga akan mewujudkan Kota Mempawah sebagai Kota Ilmu akan menjadi fokus saya untuk melanjutkannya,” pungkas Rahmad Satria.

Rahmad Satria Buka Festival Pasalan Maulid

Ketua DPD Partai Golkar, Rahmad Satria, memukul beduk saat membuka Festival Pasalan Maulid di Sungai Kunyit
Agenda dua tahunan Festival Pasalan Maulid se Kecamatan Sungai Kunyit kembali digelar DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah, di kediaman Syarif Shaleh, Desa Sungai Kunyit Laut, Kecamatan Sungai Kunyit, 4-13 Maret. Sebanyak 36 regu ambil bagian pada kegiatan yang pembukaannya dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah, Jumat (5/3)) malam.
Ketua panitia, Syarif Shaleh dalam laporannya mengatakan bertujuan untuk memupuk secara vertikal kecintaan kepada baginda Rasululullah SAW. Untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.
“Sedangkan secara horizontal, kegiatan ini untuk memupuk rasa persaudaraan, membangun ukhuwah Islamiyah demi kebesaran Islam dan kemaslahatan umat, khususnya di Kecamatan Sungai Kunyit,” katanya.
Pada kesempatan itu, Shaleh atas nama pribadi dan panitia memohon maaf kepada masyarakat maupun para peserta apabila pelaksanaan Festival Pasalan Maulid masih terdapat kekurangan. Meski demikian, ia mengharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.“Semoga kegiatan ini dapat memberikan keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, yang membuka Festival Pasalan Maulid se Kecamatan Sungai Kunyit, mengharapkan kegiatan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi ajang umat muslim meningkatkan kecintaannya pada Rasulullah.
“Jangan pikirkan kalah atau menang, karena itu hanya merupakan alat untuk kita mencapai tujuan. Tujuannya apa? Yaitu melaksanakan syiar Islam sekaligus mengharapkan rida Allah Taala dan syafaat dari Rasulullah. Mari sebagai umat Muslim, kita senantiasa memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.
Pembukaan Festival Pasalan Maulid yang memperebutkan piala bergilir Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah dan piala bergilir Ketua Fraksi Partai Golkar, dihadiri Ketua DPD Partai PAN Kabupaten Mempawah, Ridhuan Ismail, SH, Ketua DPC PPP, Basri, SP, Legislator Partai Demokrat, Abdul Syakur, Legislator PPP, Endang Puspahadi, Legislator Partai Golkar, Herman, AP, SE, dan ribuan warga Sungai Kunyit. Acara diisi juga dengan ceramah agama yang disampaikan Ustaz Atho’illah dari Kota Pontianak.

Senin, 29 Februari 2016

Rahmad Satria Doktor Cum Laude Ilmu Hukum

Ketua DPRD, Rahmad Satria, usai meraih gelar doktor berfoto bersama dengan promotor dan anggota penguji Fakultas Hukum Undip Semarang

Proses ujian terbuka Rahmad Satria pada Program Doktor Ilmu Hukum Undip Semarang.

Bupati Ria Norsan dan Ketua TP PKK, Erlina, beserta Sekda Mempawah Mochrizal berfoto bersama Rahmad Satria dan istri usai ujian terbuka.

Rahmad Satria dan istri mendapat ucapan selamat dari promotor dan tim penguji usai meraih gelar doktor dengan predikat cum laude.

Rahmad Satria berfoto bersama jajaran Forkorpimda Mempawah, yakni Kasdim Mayor Agus Tanra dan Ketua Pengadilan Mempawah, Agung Sulisyono.
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, meraih gelar doktor ilmu hukum pada Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dengan predikat lulus cumlaude. Ujian promosi terbuka ini dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana Undip di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/2).
Dalam ujian terbuka itu, Rahmad Satria berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Konfigurasi Politik Pemerintahan Daerah dan Keberpihakan Peraturan Daerah pada Masyarakat Marjinal (Studi Terhadap Pengaturan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya di Provinsi Kalimantan Barat)”.
Bertindak sebagai promotor Prof Dr. Yusriyadi, SH, MS, Prof. Dr. Rahayu SH, M.Hum, dan Hasyim Asy’ari, SH, M.Si, Ph.D, dengan delapan penguji yakni Prof. Dr. Juanda, SH, MH, Budi Setiono S.Sos, M.Pol Admm Ph.D, Dr. Retno Saraswati, SH, M.Hum, Dr. Lita Tyesta ALW, SH, M.Hum, Dr. Budi Ispriyarso, SH, M.Hum, Prof Dr. Yusriyadi, SH, MS, Prof. Dr. Rahayu SH, M.Hum, dan Hasyim Asy’ari, SH, M.Si, Ph.D.
Dalam disertasinya, Rahmad Satria mengungkapkan keprihatinannya konfigurasi politik Pemerintahan Daerah Kalimantan Barat yang tergolong demokratis dewasa ini, ternyata masih belum mampu melahirkan peraturan daerah yang berpihak (responsif) pada pemenuhan hak-hak ekonomi, sosial dan budaya (ekosob) masyarakat marjinal.
Menurut Rahmad, berdasarkan penelitiannya, hal tersebut disebabkan konfigurasi politik Pemerintahan Daerah Kalimantan Barat yang demokratis tidak serta merta melahirkan peraturan daerah yang responsif bagi pemenuhan hak-hak ekosob. Kemudian, tidak adanya kemauan politik, sifat peraturan daerah yang masih sporadis, sebatas respons untuk mengatasi permasalahan jangka pendek dan tidak masuk kategori sistemik.
“Kemudian, saat ini juga masih banyak ditemukan regulasi yang tumpang tindih dan inkonsisten sehingga menimbulkan problematika regulasi, persepsi terhadap hak ekosob yang masih rendah dan masalah pemerataan dan pemberdayaan,” jelasnya.
Hadir dalam ujian terbuka tersebut Dekan Fakultas Hukum Undip Semarang, Prof. Dr. R. Benny Riyanto, SH, CN, M.Hum, Bupati Mempawah, Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mempawah, Hj. Erlina, SH, MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Drs. H. Mochrizal, Ketua Kwarda Kalbar, Drs. H. Suryadi, M.Si, jajaran Forkorpimda Kabupaten Mempawah, dan para kolega serta keluarga Rahmad Satria.

Selasa, 15 Desember 2015

Kwarcab Mempawah Tergiat I se Kalimantan Barat

Ketua Kwarcab Mempawah, Rahmad Satria (kanan), bersama Ketua Kwarda Kalbar, Suryadi (tengah) usai menerima penghargaan Kwarcab Tergiat 1 se Kalbar
Prestasi membanggakan ditorehkan pramuka Kabupaten Mempawah. Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka baru saja dianugerahi Kwarcab Tergiat I Se Kalimantan Barat oleh Kwartir Daerah (Kwarda). Anugerah lima tahunan ini diserahkan Ketua Kwarda Kalbar, Drs. H. Suryadi, kepada Ketua Kwarcab Mempawah, H. Rahmad Satria, SH, MH, di Hotel Borneo Pontianak, Jumat (11/12).
Kepada para wartawan, Rahmad Satria, mengaku bersyukur, Kwarcab Kabupaten Mempawah untuk kali pertama berhasil meraih predikat terbaik di kategori Kwarcab Tergiat I dari Kwarda Kalbar. Berdasarkan hasil penilaian langsung tim penilai dari Kwarda, Kwarcab Mempawah mendapat poin tertinggi dibanding Kwarcab Sambas, Sekadau dan Sintang, yang secara berurutan meraih juara II-IV.
“Prestasi yang kita raih ini tidak gampang dan tidaklah instan. Butuh lima tahun persiapan sehingga Anugerah Kwarcab Tergiat I se Kalbar berhasil kita raih. Penilaiannya juga tidak main-main tetapi dilakukan tim penilai Kwarda secara ketat,” katanya usai acara syukuran atas keberhasilan Kwarcab Mempawah meraih predikat Tergiat I, di Sekretariat Kwarcab Mempawah, Senin (14/12).
Adapun aspek yang dinilai Kwarda, ungkap Rahmad, diantaranya ketersediaan gedung sekretariat berikut kelengkapannya seperti barang inventaris maupun ruangan ketua, tata usaha, pelatih, serta ruangan lainnya. “Kemudian tata kelola administrasi baik surat-menyurat maupun pelaporan keuangan juga tak luput dari penilaian,” ujar dia.
Selain itu, tambah Rahmad, tim penilai yang beranggotakan 12 orang itu juga menilai keaktifan Kwarcab Mempawah selama lima tahun terakhir, terutama menyangkut pelaksanaan kegiatan kepramukaan seperti Kursus Mahir Dasar (KMD), Kursus Mahir Lanjutan (KMLP), serta Kursus Pelatih Dasar atau KPD.
“Khusus KPD, kita sudah melaksanakannya selama dua kali. Dan KPD ini tidak setiap daerah bisa melaksanakannya. Biasanya hanya dilaksanakan di tingkat Kwarda, tetapi kita membuktikan bahwa Kwarcab Mempawah mampu melakukannya,” jelas Rahmad.
Terkait keberhasilan ini, Rahmad menilai tak terlepas dari dukungan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Mempawah, Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mempawah, Drs. H. Zulkifli Salim, M.Si, jajaran Kwartir Ranting (Kwarran), pelatih pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) Kwarcab Mempawah, serta instruktur satuan karya atau saka.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Mabicab, Kadisdikpora, seluruh jajaran Kwarcab, Kwarran, pembina dan masyarakat. Tanpa dukungan seluruh elemen tersebut, maka kita tidak akan bisa meraih predikat Kwarcab Tergiat I se Kalbar,” pungkas dia


APBD Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2016 Disahkan

Ketua DPRD, Rahmad Satria, menandatangani berita acara pengesahan Raperda APBD 2016 menjadi Perda

Selasa, 10 November 2015

96 Pembina Pramuka Lulus KML


Ketua Kwarcab Mempawah, Rahmad Satria, menyerahkan sertifikat lulus KML kepada perwakilan pembina pramuka se Kabupaten Mempawah.
Sebanyak 96 pembina pramuka se Kabupaten Mempawah, tuntas mengikuti Kursus Mahir Lanjutan (KML). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Mempawah. di Pantai Pasir Panjang 2, Kota Singkawang, 2-7 November resmi ditutup Ketua Kwarcab, H Rahmad Satria, SH, MH, Sabtu (7/11).
Dalam amanatnya Rahmad Satria menjelaskan dilaksanakan KML ini tak terlepas dari kerjasama yang baik antara Disdikpora dan Kwarcab Mempawah. Berbagai kursus yang dilakukan mulai dari Kurus Mahir Dasar, Kursus Mahir Lanjutan dan Kursus Pelatih Dasar, merupakan bentuk perhatian Kwarcab dan Disdkipora terhadap pengembangan gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah.
“Kita komitmen dan serius mengembangkan gerakan pramuka secara berkelanjutan. Dan berbagai pelatihan, pendidikan maupun kursus yang kita laksanakan ini diharapkan menjadikan gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah semakin eksis dan maju terutama dalam mendidik anak bangsa,” ujar dia.
Kepada para peserta, Rahmad berpesan agar dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat selama pelatihan serta melaksanakan amanah UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Tak kalah penting, Rahmad berharap pelatihan dan kursus yang dilaksanakan ini bisa menjawab berbagai persepsi yang salah tentang gerakan pramuka.
“Ketika sebelumnya ada persepsi mengatakan gerakan pramuka tidak ada apa-apanya, hanya tepuk-tepuk tangan, hanya bernyanyi, namun faktanya setelah kita ikut kursus dan pelatihan seperti KML ini, cakrawala pikiran kita terbuka bahwa ternyata pramuka memiliki banyak manfaat,” ucap dia.
Ketua Panitia, Ikwanto, S.AP, dalam laporannya mengatakan KML yang merupakan tindak lanjut dari Kursus Mahir Dasar (KMD) diikuti 92 peserta perwakilan sekolah di Kabupaten Mempawah. Selama kegiatan, para peserta yang terbagi dalam tiga golongan spesialisasi yaitu siaga, penggalang dan penegak ini mendapatkan materi berupa teori maupun praktek di lapangan. “Alhamdulillah selama kurang lebih seminggu mengikuti KML, seluruh peserta dinyatakan lulus,” ungkapnya

Senin, 09 November 2015

Rahmad Satria: Pramuka Pionir Revolusi Mental

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, memasangkan tanda peserta Pansa Scout Camp 2015
Gugus Depan (Gudep) Mempawah 05.001-05.002 Pangeran Antasari yang berpangkalan di SMP Negeri 1 Siantan, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, merayakan ulang tahunnya yang ke-32. Perayaan berbentuk Pansa Scout Camp 2015 atau perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu (Perkajusami) ini diikuti 1.289 anggota pramuka dari puluhan gudep se Kalimantan Barat.
Dipusatkan di Bumi Perkemahan Pansa Garda Kirana Jaya dan Bumi Perkemahan Dharma Bakti Jungkat, Pansa Scout Camp ini dibuka Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, H Rahmad Satria, SH, MH, Jumat (6/11). Turut hadir, jajaran pengurus Mabiran dan Kwarran Siantan.
“Saya mengapresiasi dan mendukung berbagai kegiatan HUT gudep baik yang dilaksanakan Gudep Pangeran Antasari maupun gudep lainnya. Kegiatan ini memiliki banyak manfaat, diantaranya menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif,” katanya.
Pada kesempatan itu, Rahmad Satria menjelaskan tentang keberadaan pramuka dalam perjalanan bangsa Indonesia. Satu diantaranya soal peran dalam mendidik generasi muda untuk senantiasa mencintai negara dan bangsa. Bahkan gerakan pramuka, dinilai Rahmad, sejalan dengan program Presiden Jokowi dan pemerintah saat ini, yaitu soal Gerakan Revolusi Mental dan Bela Negara.
“Jauh sebelum ada revolusi mental dan bela negara yang digaungkan pemerintah saat ini, gerakan pramuka sudah mengenal dan mengenalkannya lebih dulu. Intisari revolusi mental dan bela negara itu sudah ada dalam gerakan pramuka. Berbanggalah yang menjadi anggota pramuka, karena bisa lebih dulu mendapatkan pengetahuan tentang itu,” ujar Rahmad yang disambut tepuk tangan anggota pramuka.
Sebelumnya Ketua Panitia Pansa Scout Camp 2015, Faris Destianda, dalam laporannya mengatakan kegiatan HUT ke-32 Gudep Pangeran Antasari dilaksanakan selama empat hari terhitung 5-8 November. Diisi dengan sejumlah kegiatan lomba tingkat penggalang dan penegak, diantaranya LKBB, kolone tongkat, formasi sandi, semaphore, tali temali, dan hasta karya

Sabtu, 17 Oktober 2015

Perubahan APBD 2015 Disahkan


Ketua DPRD, Rahmad Satria, menandatangani berita acara pengesahan Perubahan APBD Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2015.
Raperda Perubahan APBD Kabupaten Mempawah 2015, resmi disahkan DPRD, Kamis malam (15/10). Seluruh fraksi melalui pendapat akhirnya menyatakan nenerima meski dengan sejumlah catatan. Dengan disahkannya APBD Perubahan tersebut, sejarah baru tercipta. Untuk kali pertama APBD menembus di angka Rp 1 Triliun.
Mengenai disahkannya APBD Perubahan 2015, yang nilainya mencapai lebih dari Rp 1 Triliun, dijelaskan Ketua DPRD, H Rahmad Satria, SH, MH, nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan di seluruh Kabupaten Mempawah. Dan Rahmad juga menilai aspirasi yang ada didalamnya sudah responsif dan DPRD sudah melakukan artikulasi kepentingan dan agredasi kepentingan.
“Kepentingannya adalah kepentingan untuk masyarakat luas dan kesejahteraan masyarakat. Bagaimana APBD ini bisa mensejahterakan masyarakat, salahsatunya untuk membangun bidang pendidikan, infrasruktur, ekonomi, kesehatan dan program-program pemerintah daerah yang ada di Kabupaten Mempawah,” ujarnya seraya berharap, bupati beserta pejabat SKPD dapat menjalankan amanah APBD dengan efektif, efisien, berhasil guna dan bermanfaat guna.