Jumat, 12 Agustus 2011

STAIM Cikal Bakal Pembangunan Daerah


Rencana pendirian perguruan tinggi STAIM di Kabupaten Pontianak, mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD, H. Rahmad Satria, SH, MH. Ia menilai keberadaan perguruan tinggi merupakan cikal bakal kemajuan daerah ini.
“STAIM diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan di Kabupaten Pontianak. Kami di lembaga DPRD sepenuhnya mendukung rencana mulia ini,” katanya saat memberikan masukan kepada Tim Visitasi Kementerian Agama (Kemenag) RI, pagi kemarin.
Rahmad Satria bahkan berani merekomendasikan kepada tim visitasi Kemenag RI kalau Kabupaten Pontianak layak dibangun perguruan tinggi dan menjadi Kota Pelajar di Kalbar. “Kabupaten Pontianak khususnya Kota Mempawah layak menjadi Kota Pendidikan, karena di dukung suasana yang tenang dan tenteram, serta terhindar dari hiruk pikuk perkotaan. Selain itu, di Kota Mempawah juga tidak ada tempat hiburan yang bisa mengganggu aktivitas belajar mengajar,” ungkapnya.
Tidak hanya dalam bentuk rekomendasi, lanjut Rahmad, DPRD bekerjasama dengan Pemkab Pontianak juga siap membantu menganggarkan pembangunan kampus STAIM melalui APBD. “Banyak multiflier Effect yang kita dapat jika pembangunan STAIM ini bisa terealisasi. Oleh sebab itu, kita berharap STAIM maupun perguruan tinggi lainnya di Kota Mempawah bisa segera terwujud,” pungkasnya.

Rabu, 13 Juli 2011

Jambore Nasional, Rahmad Satria Disambut Penuh Gembira


Kehadiran Ketua Kwarcab Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, ke perkemahan kontingen Jambore Nasional (Jamnas) Kabupaten Pontianak, di Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi suntikan moral yang luar biasa.

“Saya sangat senang melihat kontingen Jamnas Kabupaten Pontianak dalam kondisi sehat. Saya juga bangga, para kontingen Kalbar, khususnya Kabupaten Pontianak, bisa menjadi duta daerah dalam mempromosikan kebudayaan, kesenian dan potensi Kalbar,” katanya di hadapan kontingen Jamnas Kabupaten Pontianak.

Ia turut berharap, pada setiap kegiatan peserta pramuka utusan Kabupaten Pontianak mampu mempromosikan potensi wisata dan daerah yang dimiliki. “Dengan demikian, daerah kita maupun Kalbar semakin dikenal secara nasional, maupun internasional,” ujarnya.

Salahseorang kontingen putri Kabupaten Pontianak, Nadya Ayu Laksmi, mengatakan kehadiran Kak Kwarcab Kabupaten Pontianak beserta rombongan membuat dirinya merasa termotivasi dan bahagia.

“Meski kami capek karena padatnya agenda kegiatan, tapi kami merasa bangga dan bergembira karena Kak Rahmad langsung mengunjungi kami. Bahkan, kami merasa sangat diperhatikan,” ungkapnya seraya tersenyum.

Sedangkan pendamping kontingen putra, Suhaimi, mengaku banyak kendala yang dihadapi kontingen Jamnas Kabupaten Pontianak, seperti minimnya ketersedian air bersih, jadwal kegiatan yang tidak teratur, bahkan luasnya bumi perkemahan, sempat membuat kontingen tersesat.

“Untuk kesehatan tidak ada masalah, cuma batuk-batuk dan panas dalam saja. Hanya saja kendala teknis tadi terkadang cukup mengganggu dan sempat membuat kami kewalahan,” ucapnya.

Kamis, 07 Juli 2011

Rahmad Satria Kunjungi Bumi Perkemahan Jamnas


Rombongan Kwarcab Kabupaten Pontianak yang diketuai H. Rahmad Satria, SH, MH, Selasa (5/7) tiba di Sumatera Selatan, untuk menghadiri dan mengunjungi peserta Jambore Nasional (Jamnas) Kabupaten Pontianak, di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kehadiran Ketua Kwarcab Kabupaten Pontianak tersebut, untuk memberikan dukungan dan semangat kepada kontingen Jamnas Kabupaten Pontianak, yang sejak tanggal 2 Juli lalu sudah berada di Bumi Perkemahan Teluk Gelam.

Rahmad Satria, yang dihubungi via selular mengaku merasa senang dan bangga karena kontingen Kabupaten Pontianak, berada dalam kondisi sehat wa’alfiat. “Saya juga berpesan kepada mereka agar selalu melakukan hal-hal positif dan bisa berprestasi mengharumkan nama Kabupaten Pontianak,” katanya.

Sekretaris Kwarcab, Ridwan A Wahab, menjelaskan selama mengikuti Jamnas, kontingen Kabupaten Pontianak menjadi kontingen yang pertama kali membangun tenda di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, mengalahkan Kabupaten OKI, selaku tuan rumah.

“Alhamdullilah, kontingen kita menjadi yang pertama membangun tenda di Bumi Perkemahan ini, karena lima orang pengurus Kawrcab sudah diberangkatkan 24 Juni lalu, untuk mempersiapkan tenda dan kebutuhan kontingen,” ujarnya.

Selain Rahmad Satria, rombongan Kwarcab Kabupaten Pontianak yang berangkat, diantaranya Kak Mudjiono, Kak Daryono, Kak Dede Muslih, serta salahseorang Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Sy. Shaleh. Rencananya, Rabu (6/7), rombongan Kwarcab akan meninjau langsung kondisi kontingen Kabupaten Pontianak di Bumi Perkemahan Teluk Gelam.

Minggu, 03 Juli 2011

Kontingen Jambore Nasional Kabupaten Pontianak Dilepas



Kontingen Pramuka Penggalang Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pontianak, yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) ke-IX Gerakan Pramuka, di Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, 2-9 Juli 2011, Sabtu (25/6) dilepas Wakil Kamabicap, Drs. H. Rubijanto.

Pada kesempatan itu, Rubijanto mengatakan Jamnas merupakan wadah untuk membina dan mengembangkan rasa saling pengertian, kesadaran dan persahabatan antara anggota Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia.

“Saya berharap momentum Jamnas ini bisa menjadi wadah melatih jiwa kepemimpinan, kerjasama, pengorganisasian dan pengambilan keputusan dari para anggota pramuka yang merupakan generasi penerus bangsa,” kata Rubijanto.

Tidak lupa Rubijanto, berharap kontingen Jamnas Kabupaten Pontianak bisa mandiri dan mencari ilmu sebanyak mungkin agar menjadi orang berguna bagi agama, bangsa dan negara. “Gunakanlah waktu sebaik mungkin, jaga kesehatan dan kekompakan, jangan lupa shalat. Jaga nama baik daerah khususnya Kabupaten Pontianak dan Kalbar umumnya. Jadilah pramuka yang berprestasi sepulang dari Jamnas,” harapnya.

Sedangkan Ketua Kwarcab Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, menjelaskan kontingen Jamnas berjumlah 56 orang, yang terdiri dari 32 orang pramuka penggalang, pendamping sebanyak 4 orang, terdiri dua putra dan dua putri, sisanya peninjau.

“Kita berharap adik-adik kita bisa menampilkan kemampuan terbaik mereka selama di Jamnas nanti. karena pramuka yang kita kirim merupakan penggalang terbaik dari hasil seleksi yang sudah kita laksanakan beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Pelepasan kontingen Jamnas Kabupaten Pontianak yang dilaksanakan di Sekretariat Kwarcab Kabupaten Pontianak, turut dihadiri para orangtua peserta yang ingin menyaksikan keberangkatan putra-putrinya. Menggunakan bus DPRD Kabupaten Pontianak, rombongan diberangkatkan ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Pontianak untuk mendapat pembekalan, sebelum keberangkatan ke Palembang, 27 Juni mendatang.

Jumat, 01 Juli 2011

Momen HUT ke-65 Bhayangkara, Kinerja Polres Pontianak Sudah Optimal


Hari ini, 1 Juli 2011, Polri berulangtahun ke-65. Peringatan berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Pontianak, jajaran Polres Pontianak menggelar HUT Bhayangkara yang dipusatkan di Terminal Jungkat, Kecamatan Siantan, mulai pukul 08.00 WIB.

Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, menilai, di usia yang semakin dewasa, kinerja aparat Polri, khususnya jajaran Polres Pontianak, sudah optimal dalam rangka melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

“Karena itu, atas nama DPRD dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pontianak, saya perlu mengaspresiasi kinerja dan keberhasilan aparat Polres Pontianak yang dipimpin oleh AKBP. H. Andi Fairan, S.Ik, MSM,” tegas Rahmad Satria,

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak ini juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Pontianak yang telah mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif bersama masyarakat. Keamanan yang terjamin membuat kehidupan masyarakat menjadi tenteram, perekonomian lancar, dan investasi usaha pun terdongkrak.

“Saya melihat, terciptanya situasi yang kondusif ini karena aparat Polres Pontianak sudah mampu membangun kemitraan yang mendalam dengan masyarakat`hingga ke lapisan paling bawah. Sehingga, tidak ada lagi kesan polisi ditakuti, sebaliknya justru polisi semakin dicintai,” imbuh Rahmad Satria.

Ia lantas berharap, dukungan kepada aparat Polri dapat terus ditingkatkan. Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pontianak, ia meminta jangan takut untuk melaporkan indikasi-indikasi tindak kriminal di daerah masing-masing. “Tanpa dukungan masyarakat, Polri tentu tidak bisa maksimal melakukan tugas kesehariannya,” cetusnya lagi.

Rahmad menyoroti meningkatnya tindak kriminalitas dan radikalisme di penjuru Tanah Air akhir-akhir ini. Nah, tanpa dukungan informasi dari masyarakat, maka Polri akan kesulitan untuk melakukan cegah tangkal pelbagai aksi-aksi yang dapat merusak situasi kamtibmas ini.

“Sekali lagi, atas nama DPRD dan seluruh masyarakat Kabupaten Pontianak, saya mengucapkan Dirgahayu ke-65 Bhayangkara. Semoga Polri semakin jaya, mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan terus dicintai oleh rakyat,” pungkas Rahmad Satria.

Kamis, 16 Juni 2011

Diklat Karakterdes Partai Golkar, Ciptakan Kader Cerdas dan Berwawasan






Lima ratus simpatisan dan kader Partai Golkar Kabupaten Pontianak, mengikuti Pendidikan dan Latihan Kader Penggerak Teritorial Desa (Diklat Karakterdes) di kediaman Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Syarif M. Shaleh, di Desa Sungai Kunyit Dalam, Kecamatan Sungai Kunyit, Sabtu (11/6) malam.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, menegaskan, setiap kader Partai Golkar yang akan menjadi anggota dewan mesti mengikuti diklat karakterdes agar saat duduk di DPRD nanti bisa bicara, bisa berbuat, dan bisa menjalankan tugas kedewanan.

“Jangan sampai saat duduk di kursi wakil rakyat, yang bersangkutan kaget dan tahunya hanya duduk, diam, dengar, dan duit, tapi tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Rahmad Satria, di hadapan para peserta karakterdes.

Oleh sebab itu, melalui diklat karakterdes ini, Partai Golkar berharap, ke depan tercipta kader partai yang berkualitas, memiliki wawasan luas, memahami dan siap menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif. Selain itu, melalui diklat ini Partai Golkar juga membuka wawasan bahwa seluruh warga negara Indonesia harus memiliki semangat paradigma Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, yang merupakan harga mati bagi bangsa ini.

“Partai Golkar siap menjaga empat pilar kebangsaan ini. Jika ada yang mencoba mengganggu gugat atau meragukan keempat pilar tersebut, siap-siap berhadapan dengan Partai Golkar,” tegasnya lantang.

Ditambahkan Rahmad, kegiatan karakterdes ini juga merupakan ajang konsolidasi partai sampai ke tingkat yang paling bawah, serta mempersiapkan para kader yang akan diterjunkan dan menjadi ujung tombak partai. “Diklat ini bukan hanya bagi para kader partai yang memiliki kartu tanda anggota (KTA), tapi juga bagi mereka yang merupakan simpatisan Partai Golkar,” ujarnya.

Selain diklat kaderisasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan lomba seni pasalan maulud yang digelar Syarif M. Shaleh. Lomba yang diikuti 35 peserta rencananya akan berlangsung empat hari. Seluruh peserta, baik itu pemenang maupun yang tidak berhasil menjadi juara akan mendapatkan uang pembinaan dari DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak.

“Untuk juara 1-6 akan kita berikan hadiah, dan yang tidak menang jangan berkecil hati, kita tetap akan memberikan uang pembinaan,” ungkap Rahmad Satria yang disambut tepuk tangan peserta pasalan dan diklat karakterdes.