Selasa, 25 Maret 2014

Tak Tersentuh Pembangunan, Warga Wak Dongka Dalam Gotong Royong Bangun Jalan

Warga Parit Wak Dongka Dalam, Desa Wajok Hilir, bergotong royong memperbaiki akses jalan yang turut mendapat perhatian dan bantuan dari Ketua DPRD, Rahmad Satria
Selama puluhan tahun warga Dusun Parit Wak Dongka Dalam, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, tak tersentuh pembangunan. Namun kondisi ini tak membuat mereka menyerah dan berpangku tangan. Berbekal semangat gotong royong dan keinginan untuk maju, warga sejak beberapa minggu lalu sepakat memperbaiki akses jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Perbaikan akses jalan setapak yang dilakukan warga ini wujudnya berupa pemasangan gorong-gorong sebagai fondasi jembatan kecil di sekitar 20 parit sepanjang kurang lebih 3 kilometer. Setiap parit warga memasang 4 gorong-gorong
Ibrahim, salahseorang tokoh masyarakat setempat mengakui kondisi infrastruktur jalan di daerahnya memprihatinkan. Selama puluhan tahun warga kesulitan membawa hasil bumi berupa kelapa dan kelapa sawit dari kebun ke penampung. Akses jalan yang masih jalur setapak yang kecil dan terkadang becek saat hujan semakin menyulitkan mobilisasi warga.
Akibatnya warga terpaksa menempuh jalur air menggunakan sampan. Selain jarak yang jauh, penggunaan sampan atau motor air juga dipengaruhi pasang surut air sungai. Mirisnya lagi, saat ada warga di sana yang sakit. Tak ada transportasi darat yang bisa dipergunakan. Mobil ambulan tidak bisa masuk sampai ke lokasi. “Akhirnya warga terpaksa menggunakan jalur sungai yang terkadang mesti menunggu air pasang baru bisa dijalankan,” beber dia.
Oleh karena itu, pembangunan akses jalan berupa pemasangan gorong-gorong untuk 20 parit di lokasi sepanjang kurang lebih 3 kilometer yang dilakukan puluhan warga ini disambut semringah oleh Ibrahim. Apalagi pembangunan ini juga mendapat bantuan dari Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria SH MH. “Pak Rahmad begitu peduli kepada kami. Buktinya beliau secara sukarela membantu dana secara pribadi untuk pembelian gorong-gorong. Alhamdulillah kami merasa terbantu,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua RT 01 RW 08 Parit Wak Dongka Dalam, Thalib. Ia menilai keberadaan akses jalan yang memadai sangat dibutuhkan masyarakat. Oleh karena itu, ia mengharapkan tahun depan ada perhatian pemerintah daerah dengan mengganggarkan pembangunan jalan yang layak di Parit Wak Dongka Dalam.
Menanggapi keinginan warga tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria, siap memperjuangkan dan menganggarkan pembangunan jalan di Dusun Parit Wak Dongka Dalam, dalam APBD 2015. Ia menilai pembangunan jalan sangat dibutuhkan warga, terutama untuk memudahkan akses transportasi. Tak hanya untuk menunjang sektor pertanian, namun juga sektor pendidikan dan kesehatan.
“Saya siap menampung dan memperjuangkan aspirasi warga ini. Diharapkan dengan infrastruktur jalan yang memadai berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat. Saya atas nama pribadi dan lembaga DPRD juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat untuk membangun jalan ini,” pungkas dia.

Senin, 24 Maret 2014

Rahmad Satria: TPQ Berikan Banyak Manfaat

Rahmad Satria memberikan ucapan selamat kepada santri TPQ Nurul Hidayah yang diwisuda
Keberadaan lembaga pendidikan Taman Pendidikan Alquran (TPQ)  memberikan banyak manfaat tak hanya bagi anak-anak maupun orangtua. Di TPQ, anak-anak mendapatkan pendidikan karakter yang di dalamnya ada nilai religius, akhlakul hasanah, disiplin, kesederhanaan, menghormati orangtua maupun orang yang lebih tua, dan memberikan pemahaman tentang makna hidup.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria SH MH, saat menghadiri wisuda angkatan ke-8 santri TPQ Nurul Hidayah, Dusun Parit Baru, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Minggu (23/3).
“Tidak akan rugi orangtua memasukkan atau menitipkan anaknya ke TPQ. Karena di TPQ para santri akan mempunyai karakter keagamaan yang kuat, mampu mengamalkan nilai-nilai ajaran agama dengan baik, patuh kepada orang yang patut dihormati, memiliki akhlak yang sesuai dengan ajaran Islam, serta mampu memaknai tentang kehidupan berdasarkan Alquran dan Hadist,” katanya.
Ketua TPA Nurul Hidayah, H. M. Hasan Al Jufri, mengatakan wisuda yang bertemakan generasi emas Quran-Qurani, berakhlak mulia dan bertakwa kepada Allah SWT, diikuti 24 santri yang terdiri dari 8 santri laki-laki dan 16 santri perempuan. Tujuannya untuk memberikan semangat dan motivasi anak-anak untuk sejak dini belajar membaca, menulis dan memahami isi Alquran.
“Tak hanya itu, di TPQ anak-anak juga akan diberikan pemahaman tentang Islam. Dengan harapan dapat menjadi benteng bagi diri mereka supaya terhindar dari dekadensi akhlak dan moral yang terjadi akibat dampak negatif dari kemajuan teknologi dan informasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kades Wajok Hulu, Abdul Malik, yang turut hadir dalam kegiatan ini mengharapkan kehadiran Ketua DPRD, Rahmad Satria, dapat menjadi penghubung antara warga dan pemerintah daerah agar kedepannya lembaga pendidikan TPQ maupun lembaga pendidikan Islam lainnya di Desa Wajok Hulu, mendapat perhatian.
Sedangkan Kepala KUA Kecamatan Siantan, Mahmud Jayadi, mengatakan salah satu misi Kementerian Agama adalah meningkatkan kualitas raudhatul athfal, madrasah, perguruan tinggi agama, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan.
“Jadi peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Kabupaten Pontianak juga menjadi kewajiban Kementerian Agama. Oleh karena itu, kita sangat mendukung keberadaan TPQ di Kecamatan Siantan diantaranya di TPQ Nurul Hidayah yang sangat membantu pemerintah dalam pengembangan pendidikan agama dan akhlakul karimah para generasi penerus bangsa,” ucap dia.

Rabu, 19 Maret 2014

PWSH Boyong Tropi Ketua DPD Partai Golkar

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, bersama para pemain PSWH yang menjuarai kejuaraan sepakbola antar klub
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, menyerahkan tropi kepada pemain PSWH yang menjuarai kejuaraan sepakbola antar klub
Kesebelasan Persatuan Sepakbola Wajok Hulu (PSWH) berhasil merengkuh trofi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak. Dalam babak final yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Rama Sakti, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Senin (17/3), PSWH berhasil menaklukkan kesebelasan Campur Campur Siantan dengan skor tipis 2-1.
Pertandingan final kejuaraan sepakbola antar klub se Kabupaten Pontianak yang mempertemukan PSWH dan Campur-Campur ini berlangsung seru. Sekitar 5000 penonton, termasuk Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria SH MH, turut hadir dan menyaksikan aksi kedua kesebelasan terkuat dalam turnamen ini.
Sejak pluit babak pertama dibunyikan, kedua kesebelasan ini saling melancarkan serangan berbahaya di jantung pertahanan masing-masing. Alhasil, PSWH mesti tertinggal lebih dahulu setelah pemain Campur-Campur mencetak gol melalui tendangan bebas. Namun skor ini tidak bertahan lama, pemain PSWH berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor sama kuat ini bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua kesebelasan PSWH tak mau bersantai. Pertahanan Campur-Campur terus digempur. Usaha anak-anak PSWH akhirnya membawa hasil, gawang Campur-Campur kembali bobol untuk kali kedua. Skor 2-1 ini akhirnya bertahan hingga babak kedua berakhir. Atas hasil ini, PSWH berhasil menjadi juara pertama kejuaraan sepakbola antar klub se Kabupaten Pontianak.
Penutupan kejuaraan sepakbola antar klub se Kabupaten Pontianak juga dirangkaikan dengan pelaksanaan kampanye perdana Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 yang dilaksanakan Rahmad Satria dan Partai Golkar di Dapil I Kecamatan Siantan dan Segedong.
Pada kesempatan itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, mengatakan dirinya dan Partai Golkar siap dan berkomitmen mendukung kemajuan pembangunan di Desa Wajok Hulu.
“Pembangunan ini tak hanya di bidang pembangunan infrastruktur seperti akses jalan yang baik, namun juga sektor kehidupan lainnya termasuk olahraga di Desa Wajok Hulu,” katanya yang langsung disambul yel-yel mendukung Partai Golkar dan Rahmad Satria dari ribuan penonton yang hadir.
Khusus pembinaan di bidang olahraga, lanjut Rahmad, akan menjadi perhatian serius dirinya dan Partai Golkar. Ia berharap melalui peningkatan olahraga di Desa Wajok Hulu, akan melahirkan atlet-atlet berbakat dan berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Pontianak.
“Melalui kejuaraan ini, kita berharap muncul pemain-pemain sepak bola handal kedepannya. Bahkan saya berjanji, jika Golkar menang kita akan melaksanakan pertandingan sepakbola setiap tahun di Desa Wajok Hulu,” kata Rahmad.
Tidak lupa, atas nama pribadi dan Partai Golkar, Rahmad Satria mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pertandingan sepakbola sehingga bisa berlangsung, tertib, aman dan lancar dari sejak dibuka sampai partai final dilaksanakan.

Selasa, 18 Maret 2014

PAW Anggota DPRD, Rapai Gantikan Amilia

Ketua DPRD, Rahmad Satria, memberikan ucapan selamat kepada Anggota DPRD Kabupaten Pontianak PAW, Rapai
DPRD Kabupaten Pontianak kembali melakukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW). Kali ini PAW dilakukan terhadap Amilia dari Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) yang digantikan Rapai. Keduanya berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pontianak 4, Sungai Kunyit, Toho dan Sadaniang.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah Rapai dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria SH MH, dalam Rapat Paripurna Istimewa yang berlangsung di ruang rapat DPRD, Senin (17/3). Rapat ini turut dihadiri Wakil Bupati Pontianak, Drs H Rubijanto, dan jajaran Forkorpimda dan pimpinan SKPD Kabupaten Pontanak.
Penggantian tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 170/Pem/2014 Tentang Pemberhentian Amilia dan Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Rapai. Status Amilia saat ini, telah pindah dan menjadi calon legislatif dari Partai Gerindra. Sebagai anggota dewan PAW ini, Rapai akan bertugas selama sekitar enam bulan sampai anggota DPRD periode 2014-2019 dilantik pada tahun ini.
Rahmad Satria mengatakan, pergantian antar waktu anggota DPRD merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan manakala terjadi pemberhentian anggota DPRD, baik karena meninggal dunia, mengundurkan diri, atau diberhentikan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD tentang Peraturan Tata Tertib DPRD.
Pada kesempatan itu pula, Ketua DPRD mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian Amilia selama ini. Sementara kepada yang baru dilantik menjadi anggota DPRD pada hakekatnya merupakan manifestasi kepercayaan masyarakat melalui perwakilannya yang diberikan kepadanya.
Usai dilantik sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Rapai menyatakan siap memperjuangkan aspirasi rakyat, walaupun masa jabatan yang ia emban hanya selama enam bulan. “Saya akan semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi masyarakat. Walaupun masa jabatan saya tinggal beberapa bulan lagi,” ujarnya.
Terpisah Ketua Pimpinan Kolektif Provinsi (PKP) PDP Kalbar, Robert Panggabean, menyatakan proses PAW terhadap Amilia oleh Rafai secara administrasi partai sudah sesuai prosedur. “Seluruh mekanisme partai sudah dipenuhi. Dengan demikian, Rafai resmi menggantikan Amilia sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pontianak,” ucap dia.