Sabtu, 20 Mei 2017

Pramuka Penegak Harus Eksis

Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, memasangkan tanda peserta OMTS Gudep Rulia Sungai Kunyit
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mempawah, Dr. H. Rahmad Satria, SH, MH, membuka secara resmi kegiatan Outbound Scout Management Training (OMTS) tahun 2017. Kegiatan ini digelar Gugus Depan (Gudep) 02.057-02.058 Dr. Rubini-Amalia (Rulia) Pangkalan SMAN 1 Sungai Kunyit, 19-21 Mei 2017.

Dalam sambutannya, Rahmad Satria memberikan apresiasi atas keaktifan pramuka tingkat penegak yang tergabung dalam ambalan Gudep Rulia yang berinisiatif melaksanakan kegiatan kepramukaan tingkat penggalang yang diikuti gudep se Kecamatan Sungai Kunyit. Ia menilai keaktifan penegak yang tergabung dalam ambalan itu sebagai sumber kekuatan yang ada di Kwartir Ranting (Kwarran).

“Semakin banyak ambalan di kecamatan itu, maka makin kuat kegiatan kepramukaan disana. Nah itu sudah dilakukan Sangga Kerja Gudep Rulia dengan menggelar kegiatan OMTS 2017 untuk para penggalang,” katanya.
Upacara pembukaan OMTS di halaman SMAN 1 Sungai Kunyit yang dipimpin Rahmad Satria
Apa yang sudah dilakukan ambalan Gudep Rulia ini, diharapkan Rahmad, dapat diikuti oleh gudep-gudep lain di wilayah Kwarcab Mempawah. Rahmad meminta pramuka penegak selalu aktif melaksanakan berbagai kegiatan dan terus menguatkan ambalan.

“Harapan saya pramuka penegak di seluruh kecamatan atau kwarran semakin eksis sehingga aktivitas kepramukaan di masing-masing gudep dan kwarran dapat semakin banyak dan bervariasi dalam upaya memberikan pendidikan karakter bangsa dan bela negara bagi generasi muda,” ucapnya.
Salam kompak Rahmad Satria bersama pembina dan muspika Kecamatan Sungai Kunyit
Terkait pendidikan karakter dan bela negara di pramuka, Rahmad menjelaskan selalu mengacu pada sistem among yang merupakan cara pelaksanaan pendidikan di dalam gerakan pramuka. Sistem among, dijelaskannya, merupakan hasil pemikiran Raden Mas Suwardi Suryaningrat atau yang dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan dan pendiri Perguruan Taman Siswa.
Rahmad Satria berfoto bersama para penegak Gudep Rulia
“Sistem among mewajibkan pembina pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan yakni Ing ngarso sung tulodo yang maksudnya di depan menjadi teladan. Kemudian Ing madya mangun korso yang maksudnya di tengah-tengah mereka pembina membangun kemauan. Dan Tut wuri handayani yang maksudnya dari belakang pembina memberi daya/kekuatan atau dorongan dan pengaruh yang baik kearah kemandirian,” ucapnya.

0 comments: