Kamis, 18 November 2010

45 Anggota DPRD Gali Pengetahuan Baru




Sebanyak 45 Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, selama tiga hari, 11-13 Nopember, mengikuti Pelatihan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Meeting Room Hotel Lumire & Convention Center, Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat.

Tak hanya wakil rakyat, Sekretaris H. Anwar, S.Ip, bersama beberapa Staf DPRD juga ikut serta dalam kegiatan yang dibagi dalam dua sesi itu menghadirkan tutor dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri) dan BPK RI tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, mengakui materi yang disampaikan dua orang tutor dari Depdagri dan BPK, memang menarik dan memberi banyak pengetahuan bagi para anggota dewan. Pun demikian, ia mengakui untuk penerapannya di Kabupaten Pontianak perlu dilakukan pengkajian yang lebih mendalam lagi.

“Materi yang disampaikan Pak Sahat dan Pak Yudi sangat bagus dan mudah dicerna para anggota DPRD, hanya saja untuk pengimplementasiannya di lapangan tentu masih harus kita kaji apakah ini bisa diterapkan sesuai dengan kondisi daerah,” ucapnya.

APBD 2011 Batal Diketok Palu


APBD Kabupaten Pontianak Tahun 2011 ditunda pengesahannya. Penundaan dikarenakan sidang paripurna DPRD yang mengagendakan Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi mengenai Raperda APBD, kemarin siang, diskor hingga 22 Nopember mendatang.

Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, menjelaskan diskornya sidang paripurna ini disebabkan masih ada tiga fraksi DPRD yang menyatakan belum siap menyampaikan PA-nya.

Menurut Rahmad Satria, ketidaksiapan tiga fraksi untuk menyampaikan PA mungkin dikarenakan jadwal sidang yang mepet, karena beberapa hari sebelumnya para anggota dewan baru saja mengikuti kegiatan PSDM selama tiga hari di Jakarta.

“Jadi masih ada yang belum sempat menyelesaikan PA-nya. Setelah mendengarkan masukan dari fraksi-fraksi, akhirnya disepakati sidang paripurna kita skor hingga 22 Nopember, meski secara kelembagaan, DPRD sudah siap,” katanya.

Lebih lanjut, Rahmad Satria mengungkapkan, diskor-nya sidang paripuna PA fraksi-fraksi sesuai dengan tata tertib DPRD, terutama jika kehadiran anggota dewan sudah memenuhi quorum, namun sidang tidak dapat dilanjutkan. “Berbeda dengan pengertian sidang ditunda. Itu terjadi jika kehadiran anggota dewan tidak memenuhi quorum,” ujarnya.

Terkait dengan penundaan hingga satu minggu kedepan, Rahmad Satria, mengatakan tidak akan mempengaruhi APBD Kabupaten Pontianak TA 2011. “Tidak ada pengaruh, karena batas penetapan APBD hingga Desember. Ditetapkan minggu depan pun, kita kemungkinan masih bisa menjadi daerah yang paling cepat menetapkan APBD 2011 di banding daerah lain di Kalbar,” pungkas dia

Kamis, 11 November 2010

Generasi Muda Mesti Jadi Pelaku Sejarah


Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Halaman Kantor Bupati Pontianak, Rabu (10/11), berlangsung khidmat dan diwarnai atraksi drama teatrikal tentang para pahlawan dalam merebut perjuangan yang ditampilkan para siswa-siswi SMAN 1 Mempawah Hilir, yang berhasil meraih juara umum Ekspresi Gaya Pelajar (EGP).

Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, yang bertindak sebagai inspektur upacara bersama muspida terlihat menikmati pelbagai atraksi Tim EGP SMAN 1 yang menampilkan tarian etnik dari Papua, marching band, paskibra dan pramuka, tepat sebelum upacara dimulai.

Saat ditanya tentang makna Hari Pahlawan khususnya di kalangan generasi muda, Rahmad Satria mengungkapkan ini merupakan salahsatu momentum untuk menghargai sejarah dan jasa pahlawan yang telah mengorbankan nyawa, harta dan keluarga dalam merebut kemerdekaan

“Sebagai bangsa yang besar, sudah seharusnyalah, generasi mudanya menghargai para pelaku sejarah dan jasa para pahlawan. Generasi muda harus menjadi pelaku sejarah dan bukan sekedar penonton,” ungkap Rahmad Satria.

Tidak lupa, demi menumbuhkan semangat generasi muda dalam mengisi kemerdekaan ini, Rahmad Satria, lantas menghimbau agar mereka membuat sejarah baru melalui catatan emas dengan berprestasi di segala bidang baik olahraga, kesenian, ekonomi dan sosial politik untuk mengisi kemerdekaan ini.

Setelah upacara, Rahmad Satria, bersama rombongan Muspida menuju Makam Pahlawan Putra Bangsa untuk ziarah dan tabur bunga di pusara sejumlah pahlawan yang gugur saat merebut kemerdekaan

Pemkab Mesti Tingkatkan Anggaran RSP


Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, mengatakan peran Radio Suara Praja (RSP) sangat penting untuk menyampaikan informasi hasil-hasil pembangunan, maupun penyebarluasan agenda Pemkab dan DPRD Kabupaten Pontianak kepada masyarakat.

“Karena itu, eksistensi Radio Suara Praja harus terus ditingkatkan dengan menyediakan anggaran yang cukup. Kita (DPRD, red) berharap Pemkab Pontianak dapat mengalokasikan tambahan anggaran bagi operasional Radio Suara Praja pada tahun 2011,” tegas Rahmad Satria.

Penambahan anggaran itu tidak hanya untuk keperluan teknis, namun juga untuk peningkatan sumberdaya tenaga penyiar agar semakin baik. Misalnya, perbaikan daya jangkau siaran RSP yang dinilai sudah menurun, tak lagi kuat seperti dulu.

“Saya selalu memonitor siaran RSP di dalam mobil dinas saya. Dulu daya jangkau siarannya hingga ke Sambas dan Pontianak, sekarang ini saya nilai sudah jauh menurun. Ini yang perlu ditingkatkan, misalnya dengan perbaikan peralatan siaran maupun antena,” bebernya.

Kemudian soal kualitas sumberdaya yang dinilai Rahmad Satria, juga harus segera ditingkatkan. Untuk itu, perlu pelatihan bagi para penyiar di radio-radio yang bonafid agar para pendengar semakin betah.

“Misalnya, pelatihan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika memang ingin menggunakan bahasa daerah, itu tidak masalah. Jadi silakan saja bahasa daerah dibakukan oleh penyiar RSP dalam rangka mengangkat budaya Kabupaten Pontianak,” sarannya.

Kemudian, diperlukan pula pelatihan penyusunan program acara sehingga sesuai dengan perkembangan zaman, disenangi semua kalangan, dan mampu menyentuh dunia pendidikan. “Saya amati sekarang ini, segmen pendidikan masih kurang di Radio Suara Praja,” beber Rahmad.

Karena RSP adalah milik Pemkab Pontianak dan dibiayai dalam APBD, maka Rahmad berharap radio plat merah ini jangan menarik iklan komersial dari pihak lain. “Namun jika bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan untuk menggelar suatu acara sosial kemasyarakatan, silakan saja,” pungkasnya.

Hindari Konflik, Junjung Tinggi Pancasila


Momen Hari Kesaktian Pancasila, menurut Rahmad Satria, perlu dijadikan media refleksi untuk merenungkan kembali bagaimana bangsa Indonesia menggunakan ideologi Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara.

“Saya mengajak masyarakat agar selalu bersatu menegakkan NKRI dan menjunjung tinggi sumber hukum dan ideologi bangsa yaitu Pancasila. Dan saya juga merasa senang konflik-konflik di beberapa daerah, seperti di beberapa daerah sudah berakhir damai,” katanya.

Ia pun berharap masyarakat Kabupaten Pontianak tidak mudah terprovokasi pelbagai isu-isu baik suku, agama, etnis maupun kelompok, yang bisa memecah belah persatuan. Apalagi bila melihat banyak peristiwa kerusuhan, aksi teror dan pelbagai permasalahan bangsa yang membuat stabilitas keamanan nasional menjadi terganggu.

“Jangan memicu persengketaan yang bisa menimbulkan konflik yang dapat merugikan kita semua. Boleh berbeda pendapat, pemikiran, dan cara pandang, tetapi ideologi kita tetap Pancasila. Karena Pancasila sangat menekankan kesatuan dan persatuan,” katanya

Pemuda Santun, Negara Maju


Momen Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Okober, dimaknai khusus oleh Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH. Menurutnya, suatu negara akan maju jika daerah dan negara itu memiliki pemuda yang baik dan santun.

“Begitu juga sebaliknya, jika pemudanya suka berbuat onar dan kerusuhan, serta suka menggunakan narkoba dan sebagainya, maka daerah atau negara itu bisa hancur,” katanya.

Rahmad Satria, lantas mengutip kata-kata yang pernah disampaikan Bung Karno, bahwa pemuda adalah proyek raksasa bangsa membentuk dunia di masa mendatang, manusia muda merupakan model dan modal untuk masa yang akan datang, sehingga untuk memajukan daerah tergantung para pemudanya.

“Oleh sebab itu pemuda di Kabupaten Pontianak mesti bersatu untuk bersama-sama membangun daerah dan bangsa,” cetusnya.

Tidak lupa, Rahmad Satria meminta organisasi kepemudaan di Kabupaten Pontianak dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui program-program yang sudah dianggarkan.

“Hasilnya nanti program itu bisa memberikan kontribusi kemajuan dari pemuda dan pemuda bisa memberikan kontribusi kemajuan bagi pemerintah daerah, sehingga Kabupaten Pontianak akan lebih maju lagi ke depannya,” pungkas Rahmad

Awali Kegiatan Haji dengan Berdoa


Ketua Sementara DPRD Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, berharap agar CJH Kabupaten Pontianak sehat walafiat dan lancar saat menunaikan rukun, wajib dan sunah haji. Tertib teratur dalam kelompoknya.

“Semuanya kita doakan agar bisa bekerja sama dan tidak ada yang ketinggalan. Dengan demikian, para CJH akan sukses melaksanakan ibadah haji baik secara pribadi, kelompok, maupun kloternya,” imbuh Rahmad.

Yang penting, tambahnya, untuk mengantisipasi perubahan iklim, CJH harus benar-benar mempersiapkan diri, terutama waktu mabith di Musdalifah yang mana harus dilaksanakan dengan pakaian ikhram. “Karena berpakaian ikhram maka tidak boleh mengenakan penutup kepala maupun penutup kaki. Saya sarankan agar membawa payung dan tikar,” jelaskannya.

Para CJH juga diminta agar selalu berdoa bersama-sama atau berkelompok. Setiap mau berangkat, atau sampai di tempat tujuan, jangan lupa berdoa. Kita mengharapkan, dengan doa bersama itu akan memberikan keamanan dan kelancaran dalam menunaikan rukun, wajib serta sunah haji, sehingga semua CJH Kabupaten Pontianak menjadi haji yang mabrur.

Kursus Mahir Dasar di Pontren Darussalam Desa Sengkubang






Pontren Darussalam Gelar KMD, Satgas Pramuka Peduli Dikukuhkan


Sukses menggelar Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi pembina pramuka, Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pontianak kembali menggelar kegiatan serupa. Seminggu ke depan, giliran Gugus Depan 01.025-026 Tan Kafi-Tan Baiduru, Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sengkubang yang dipilih menggelar KMD.

Ketua Kwarcab Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, saat membuka KMD mengatakan, kegiatan pramuka ini sangat positif karena merupakan salahsatu wadah pembinaan kawula muda untuk mengasah keterampilan dan minat bagi remaja khususnya bagi para santri, karena sinergis dengan apa yang sudah didapatkan selama di pondok pesantren.

“Coba baca sepuluh isi Dasa Dharma Pramuka. Apakah ada yang bertentangan dengan Al Hadits dan Alquran? Tentu tidak ‘kan? Karena memang sudah terealisasi di dalam Dasa Dharma, ” ungkapnya seraya tersenyum.

Lebih lanjut, Rahmad Satria, meminta para anggota pramuka agar selalu menerapkan 10 dasa dharma dalam kehidupan sehari-hari, salahsatunya suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. “Jika itu sudah diterapkan, maka Anda bisa menjadi pemimpin yang baik, di samping harus mempelajari juga tentang teori manajamen,” cetusnya.

Tidak lupa, Rahmad Satria juga mengimbau seluruh gugus depan, pondok pesantren maupun madrasah aliyah lainnya agar dapat mengikuti jejak Pontren Darussalam yang sudah menggelar KMD.

“Silahkan gelar KMD, karena itu memang diperbolehkan dan bakal memotivasi pembina pramuka di seluruh kwarcab Kabupaten Pontianak sehingga melahirkan pembina pramuka yang berkualitas,“ ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kwarcab, Ridwan A Wahab, mengatakan KMD di Pontren Darussalam, yang akan digelar selama 7 hari dan diikuti 95 orang santri, bertujuan agar setiap pembina pramuka di kwartir manapun memiliki kualifikasi sertifikat pramuka, baik kursus mahir dasar maupun kursus mahir lanjutan.

Selain membuka KMD, pada kesempatan sama, Rahmad Satria, juga mengukuhkan kepengurusan Satgas Pramuka Peduli yang diketuai Max Sosia Jaya, A.Md. Satgas ini akan melaksanakan pelbagai kegiatan sosial terutama dalam upaya memasyarakatkan pramuka. “Kita akan menjadi mitra pelbagai organisasi sosial lainnya maupun pemerintah daerah dalam pelbagai aktivitas seperti bakti sosial maupun penanggulangan bencana,” ucap Max.

Senin, 27 September 2010





Kamis, 23 September 2010

Anggota DPRD akan Kerja Lembur


Waktu kerja dewan pada tahun 2010 yang hanya tinggal dua bulan, namun masih memiliki banyak agenda yang belum diselesaikan. Karena itu, seluruh fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pontianak sepakat untuk memadatkan jadwal sidang hingga lembur untuk membahas agenda peraturan daerah.

“Banyak agenda kita yang belum diselesaikan, namun karena waktu sudah mepet, maka mau tidak mau kita mesti siap-siap lembur untuk menyelesaikannya,” kata Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH.

Rencananya, pihak eksekutif dan legislatif akan segera membahas segala peraturan daerah baik perubahan APBD, KUA dan lain sebagainya. “Walaupun tidak ada uang lembur, namun karena sudah merupakan tugas maka harus kita laksanakan” katanya seraya tersenyum.

Sedangkan Sekretaris DPRD Kabupaten Pontianak, H. Anwar, S.Ip, membenarkan jadwal kegiatan DPRD bakal padat dalam bulan-bulan ini. Pasalnya, dewan tidak hanya disibukkan dengan pembahasan perubahan APBD 2010, namun juga rencana penambahan kegiatan seperti PSDM dan penjaringan ke masyarakat.

Minggu, 05 September 2010

Eksekutif Mesti Tindaklanjuti Temuan BPK RI


Ketua DPRD Kabupaten Ponianak, H. Rahmad, Satria SH, MH, mengingatkan eksekutif agar menindaklanjuti temuan BPK sesuai rekomendasi yang diberikan BPK atas temuan-temuan terhadap penggunaan APBD 2009.

“Kita minta eksekutif, menanggapi serius catatan-catatan yang diberikan fraksi dewan, terutama terhadap temuan BPK RI. Kalau rekomendasi ini tidak ditindaklanjuti, maka BPK akan membuat surat kepada pihak aparat penegak hukum dalam hal ini kejaksaan, untuk melakukan penyelidikan,” katanya.

Terkait temuan BPK RI, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak ini, menjelaskan, bahwa temuan terhadap sejumlah instansi Pemkab Pontianak belum bisa dikatakan tindak pidana korupsi, karena masih memerlukan rentang waktu terutama untuk tindaklanjut dari instansi tersebut atas rekomendasi dari BPK. “Namun, jika rekomendasi BPK RI ini masih diabaikan dan tidak ditindaklanjuti oleh eksekutif, barulah temuan tersebut bisa dikatakan tindak pidana korupsi,” ucapnya.

Selasa, 31 Agustus 2010

Morkes: Mari Perkokoh Silaturahmi


Untuk meningkatkan tali silahturahim dengan masyarakat, DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar, Minggu (29/8), menggelar buka puasa bersama ratusan masyarakat Desa Sungai Kunyit Laut, Kecamatan Sungai Kunyit, di Masjid Jamiatul Umat.

Acara yang kental dengan rasa kekeluargaan tersebut dihadiri beberapa pejabat di antaranya Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, H. Morkes Effendi, Bupati Pontianak, Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, Ketua DPD Golkar Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, dan para pengurus teras DPD Golkar Kalbar.

Dalam sambutannya, H. Morkes Effendi, S.Pd, MH, mengatakan, buka puasa bersama ini merupakan rangkaian Safari Ramadan ke beberapa daerah untuk mengokohkan tali silaturahmi antar seluruh anggota DPD Partai Golkar maupun masyarakat.

“Bulan suci Ramadhan ini juga kita jadikan momentum bagi pengurus ataupun kader dan simpatisan Partai Golkar untuk saling berbagi kebersamaan serta meningkatkan ukhuwah Islamiah dan meningkatkan ibadah. Apalagi, saya tidak asing dengan Kecamatan Sungai Kunyit karena istri saya berasal dari Sungai Kunyit,” ungkap mantan Bupati Ketapang dua periode ini.

Sedangkan Bupati Ria Norsan mengucapkan terima kasih atas kedatangan Pengurus DPD Partai Golkar Kalbar yang merelakan waktunya untuk berbuka bersama masyarakat. “Kami ucapkan selamat datang, semoga melalui buka puasa bersama ini Partai Golkar semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat,” ucapnya.

Safari ramadan DPD Partai Golkar Kalbar diisi dengan acara pemberian bantuan dana, buka bersama dan salat maghrib berjamaah. Dalam kesempatan itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat, Muhammad Haitami Salim, memberikan tausyiahnya.



Selasa, 17 Agustus 2010

Pelatihan Kursus Mahir Dasar Pramuka






Bersama Ustadz Yusuf Mansyur di Masjid Agung Al Falah Mempawah





Peringatan HUT ke-65 RI






Berfoto Bersama Bupati, Muspida dan Paskibra


Renungan Suci di TMP Putra Bangsa


Bersama Pejuang Veteran


Bersama Para Kepala Desa di Kabupaten Pontianak


Pembacaan Naskah Proklamasi Pada Upacara Peringatan HUT ke-65 RI


Senin, 16 Agustus 2010

Rahmad Satria Terima Lencana Dharma Bakti


Momen Peringatan HUT ke-49 Pramuka yang dilaksanakan di Halaman Kantor Camat Segedong, Kecamatan Segedong, Sabtu (14/8), ditandai dengan pemberian penghargaan Lencana Dharma Bakti kepada sembilan orang pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pontianak.

Salahsatunya penerima penghargaan yang dinilai berjasa dengan menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam mengembangkan Gerakan Pramuka adalah Ketua Kwarcab, H. Rahmad Satria, SH, MH. Penghargaan dari Kwartir Nasional itu disematkan Kamabicab Kabupaten Pontianak, Drs. H. Ria Norsan, MM, MH.

Pada upacara yang berlangsung khidmat dan sederhana itu diikuti ratusan anggota Pramuka dari Kwarcab Kabupaten Pontianak dari tingkatan siaga, penggalang, penegak dan pembina. Pada kesempatan itu Bupati Ria Norsan menjadi inspektur upacara membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Profesor, Dr. dr. Azrul Azwar, M.Ph.

Usai menerima penghargaan Lencana Dharma Bakti dan Piagam tersebut, Rahmad Satria, berpendapat bahwa suatu penghargaan yang dianugerahkan ini bukanlah akhir dari suatu aktivitas bagi dirinya, melainkan ini merupakan awal yang perlu dilanjutkan dan ditingkatkan dimasa depan dalam berkarya di pelbagai aktivitas, khususnya digerakan Pramuka.

Sedangkan terkait Revitalisasi Gerakan Pramuka yang sudah berjalan selama empat tahun, dianggap merupakan salahsatu pilar pendidikan bagi generasi muda di Indonesia dan sudah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan.

“Revitalisasi ini sudah berjalan empat tahun. Saya menilai kegiatan pramuka di Kabupaten Pontianak semakin baik. Karena itu saya harapkan revitalisasi ini terus berjalan lebih maksimal lagi. Dengan demikian, kita berharap revitalisaso ini akan menghasilkan kader pemimpin bangsa di masa depan,” harapnya.

Rahmad Satria juga mengakui, sejak beberapa tahun terakhir memang ditemukan gejala semakin lunturnya semangat dan rasa kebangsaan di kalangan kaum muda yang dapat dilihat dari rendahnya solidaritas sosial, menipisnya semangat bela negara serta semakin berkurangnya pemahaman kaum muda terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa. “Untuk mengatasi ini, pemerintah memang sedang bekerja keras melaksanakan pelbagai kegiatan untuk membangun karakter bangsa guna menjamin keberhasilan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, yang antara lain mempercayakannya kepada Gerakan Pramuka,” ucapnya.


Jumat, 13 Agustus 2010

Parpol Berperan Besar Mensukseskan Pemilu


Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, mengatakan, pelatihan dan pendidikan Pemilu, merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat untuk mempelajari dan memahami Pemilu.


“Ini bertujuan agar masyarakat benar-benar memahami arti dari Pemilu, yang merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas dan rahasia,” katanya saat menjadi narasumber seminar yang digelar KPU Kabupaten Pontianak dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilu mendatang.


Lanjutnya lagi, untuk melaksanakan demokrasi yang berkualitas, seluruh element masyarakat harus memahami aturan undang-undang seperti UU Nomor 22 Tahun 2007 tentang Pemilu, UU No 2 tahun 2008 tentang Parpol dan PP No 1 Tahun 2009, tentang perubahahnUU nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD.


“Kegiatan ini sangat penting guna menyukseskan pemilu kedepan dan meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Pontianak,” katanya.


Selain itu, Rahmad juga mengungkapkan bahwa peran serta parpol dalam mensukseskan pemilu legislatif dan presiden memang besar. “Tanpa adanya peran serta parpol, kinerja KPU dalam mengingkatkan partisipasi masyarakat tidak akan maksimal,” ucapnya Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak ini.

Minggu, 01 Agustus 2010

Rakornis DPD Golkar Lahirkan Lima Rekomendasi Politik


Rapat koordinasi teknis (Rakornis) DPD Partai Golkar (PG) di Gedung Sekretariat PG, Minggu (1/8) melahirkan lima rekomendasi sikap politik PG Kabupaten Pontianak yang intinya mendukung penuh visi dan misi Bupati Pontianak terpilih

“Pernyataan sikap politik ini, dibuat dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sesuai amanah Partai Golkar Kabupaten Pontianak. Terutama mendukung visi dan misi Bupati Pontianak terpilih, karena kesuksesan Bupati Pontianak juga merupakan kesukseskan Partai Golkar,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH.

Kelima pernyataan sikap politik Partai Golkar Kabuapten Pontianak itu meliputi, pertama mendukung sepenuhnya visi dan misi Bupati Pontianak priode 2009-2014, sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pontianak.

Kedua, mendukung dan ikut melaksanakan segala program-program yang telah diterapkan dalam RPJMD Kabupaten Pontianak, serta ikut menyukseskan program-program yang telah ditetapkan oleh Bupati Pontianak. Ketiga, mendukung dan mengawal SOPD agar dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien serta sinergis dangn visi dan misi Bupati Pontianak yang telah ditunagkan dalam RPJMD tahun 2010-2014.

Keempat, mendukung sepenuhnya penyelenggaraan sistem pemerintah daerah yang mengacu pada Undang-Undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Dan kelima, pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, organisasi sayap, organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan, pimpinan kecamatan, kelurahan dan desa siap bekerja keras untuk memenangkan calon bupati yang diusung Partai Golkar pada Pemilu Kepala Daerah Tahun 2013 dan Pemilu Legislatif tahun 2014.

Melalui kelima rekomendasi itulah, lanjut Rahmad Satria, Partai Golkar harus mendukung Bupati Pontianak, terutama dalam menyukseskan program kerjanya.

“Partai Golkar merupakan pengusung Bupati Ria Norsan sehingga menjadi bupati terpilih. Pun demikian, kita juga akan memberikan kritikan yang sifatnya membangun demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pontianak,” katanya.

Pramuka Mesti Jadi Tauladan Masyarakat


Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi pembina pramuka, kemarin pagi, resmi dibuka Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, dan diikuti 87 orang peserta. Tampak hadir Wakil Bupati Pontianak, Drs. H. Rubijanto.

Dalam kesempatan itu, Rahmad Satria mengatakan, kegiatan KMD ini merupakan Program Kerja 2010 yang digelar dalam rangka memberikan sertifikasi bagi para pembina pramuka, khususnya di gugus depan.

“Kursus-kursus tersebut merupakan upaya menciptakan pembina pramuka yang handal dan sertifikasi ini akan menjadi bukti bahwa peserta sudah resmi menjadi pembina pramuka di masing-masing kwartir ranting atau gugus depan,” cetus Rahmad.

Rahmad Satria juga menegaskan, bahwa pramuka selama ini telah menjadi yang terdepan dalam pelbagai kegiatan sosial, serta mampu melahirkan generasi muda yang handal.

“Melalui Pelatihan KMD dan KML, kita berharap para pembina pramuka memiliki keahlian dan teknik kepramukaan, baik psikologi peserta didik, teknis membina, serta cara membina dan berorganisasi dengan baik,” katanya.

Selain itu, dengan aktif ikut kegiatan kepramukaan, Rahmad yakin setiap pemuda akan mampu menghindarkan diri dari kenakalan remaja, termasuk bahaya penggunaan narkoba dan hal negatif lainnya. “Kegiatan pramuka juga dapat dijadikan ajang untuk sosialisasi bahaya narkoba bagi masyarakat khususnya pemuda,” ungkapnya.

Sedangkan Wabup Rubijanto mengatakan, Pemkab Pontianak menyambut positif serta mendukung penuh pelaksanaan KMD, yang diharapkan bisa menjadi tauladan dan pelopor di masyarakat. Apalagi bila melihat keberadaan generasi muda yang terancam akibat pengaruh narkoba, minuman keras, serta pergaulan bebas.

“Hal ini perlu ditanggapi dengan bijak. Oleh sebab itu, diperlukan keahlian khusus untuk menyelami kondisi kejiwaan para generasi muda yang umumnya memang masih berada dalam tahap pencarian jati diri,” ucapnya

Kamis, 29 Juli 2010

100 Pembina Ikuti Kursus Mahir Dasar


Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pontianak, H. Rahmad Satria, SH, MH, mengatakan, Kursus Mahir Dasar (KMD) yang dimulai hari ini merupakan Program Kerja 2010 yang digelar dalam rangka memberikan sertifikasi bagi para pembina pramuka, khususnya di gugus depan.

“Karena itu kami pengurus Kwarcab berharap para peserta KMD agar mengikuti semua kegiatan dengan sebaik-baiknya agar nantinya ilmu yang didapat segera diterapkan di daerah masing-masing,” imbuh Rahmad.

Setelah KMD ini, para peserta yang lulus akan diikutsertakan pada Kursus Mahir Lanjutan (KML) yang akan digelar Kwarcab Kabupaten Pontianak setelah bulan ramadhan.

Kursus-kursus tersebut merupakan upaya menciptakan pembina pramuka yang handal. “Sertifikasi ini akan menjadi bukti bahwa peserta sudah resmi menjadi pembina pramuka di masing-masing kwartir ranting atau gugus depan,” cetus Rahmad.

Para peserta KMD adalah guru SD, SMP, SMA, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, satuan karya dan kalangan umum berjumlah 100 orang. KMD dilaksanakan di Gedung KNPI dan PGRI Kabupaten Pontianak.

Rahmad menegaskan, untuk mengembangkan kepramukaan di Kabupaten Pontianak tentu harus didukung para pembina yang handal dan berkualitas untuk menerapkan ilmu-ilmu kepramukaan dalam membentuk kader bangsa yang militan.

Di pramuka, tambahnya, merupakan wadah peserta didik untuk melatih serta mengembangkan diri menjadi pemuda harapan bangsa sebagaimana tertuang dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

“Jika kita perhatikan, Tri Satya dan Dasa Dharma ini betul-betul bisa menjadikan pramuka menjadi pemuda yang patriotik, bela negara, cinta tanah air dan takwa kepada Allah SWT,” tegasnya.

Dengan aktif ikut kegiatan kepramukaan, Rahmad yakin setiap pemuda akan mampu menghidarkan diri dari kenakalan remaja, termasuk bahaya penggunaan narkoba dan hal negatif lainnya.

Jumat, 16 Juli 2010

Pembina Pramuka akan Disertifikasi


Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pontianak pada 29 Juli-5 Agustus mendatang akan melaksanakan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi 150 pembina pramuka.

“Dan sebelumnya, 25 Juli, kami turut menggelar Pitaran Pelatih dan Andalan se Kabupaten Pontianak di Pulau Temajo,” ungkap Ketua Kwarcab, H. Rahmad Satria, SH, MH, usai mengikuti Raker Kwarcab, sore kemarin.

Rahmad lebih lanjut mengatakan, KMD tersebut merupakan program kerja 2010 yang digelar dalam rangka memberikan sertifikasi bagi para pembina pramuka, khususnya yang berada di sekolah-sekolah, termasuk Bintara Polri di jajaran Polsek untuk kepramukaan Satuan Karya (Saka) Bhayangkara.

Setelah dilaksanakan KMD, tambah Rahmad, Kwarcab dalam tahun ini juga akan melaksanakan Kursus Mahir Lanjutan (KML). Kursus-kursus ini merupakan upaya menciptakan pembina pramuka yang handal.

“Sertifikasi ini akan menjadi bukti bahwa peserta sudah resmi menjadi pembina pramuka di masing-masing kwartir ranting atau gugus depan,” cetus Ketua DPRD Kabupaten Pontianak ini.

Rahmad menegaskan, Pramuka selama ini telah menjadi yang terdepan dalam berbagai kegiatan sosial, serta mampu melahirkan generasi muda yang handal. Maka melalui pelatihan KMD dan KML, diharapkan para pembina memiliki keahlian dan teknik kepramukaan, baik tentang psikologi peserta didik, teknis membina, cara membina serta cara berorganisasi dapat dilaksanakan dengan baik