Senin, 20 Mei 2013

Satria Buana Cup X, Lahirkan Bibit Sepakbola Handal


FAIR PLAY. Bupati Ria Norsan saat membuka Satria Buana Cup X, mengharapkan para pemain menjunjung tinggi fair play

BIBIT BERKUALITAS. Ketua PSSI Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, menjanjikan kejuaraan ini akan melahirkan pesepakbola berkualitas

WASIT PROFESIONAL. Bupati Ria Norsan menyerahkan bola kepada wasit sekaligus berpesan agar memimpin pertandingan secara profesional

TAMPIL BERSEMANGAT. Dua kesebelasan memulai pertandingan perdana penuh semangat disaksikan ribuan warga

BERJIBAKU. Kesebelasan Persedap Pontianak  versus PORAD Anjongan Dalam berjibaku merebut bola. Skor akhir, Persedap unggul 5-0.

PAWAI MOTOR. Ketua PSSI, Rahmad Satria, membonceng istri, Erni Suherni, berpawai sepeda motor di Jalan Raya Wajok Hilir, sebelum dibukanya Satria Buana Cup X
Bupati Pontianak, Drs H Ria Norsan MM MH, Sabtu kemarin, membuka secara resmi turnamen Invitasi Sepakbola Antar Klub (ISAK) Satria Buana Cup ke-X, yang diikuti 91 kesebelasan se Kalimantan Barat, di Lapangan Rahmad Satria, Parit Wak Dongkak, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan.
Peserta yang ambil bagian dalam turnamen ini juga bukan kesebelasan sembarangan, tapi merupakan tim unggulan yang sengaja di undang panitia. Tak heran, turnamen bergengsi yang sempat vakum sekitar 4 tahun ini, menarik perhatian ribuan masyarakat pecinta sepakbola di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Pontianak.
“Kita ingin menjadikan turnamen ini berkualitas. Tak hanya dari segi hiburan, namun juga dalam melahirkan bibit-bibit pesepakbola handal,” kata Ketua PSSI Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria SH MH.
Sedangkan Bupati Ria Norsan atas nama Pemerintah Kabupaten Pontianak menyambut baik dan memberikan dukungan penuh penyelenggaraan turnamen ISAK Satria Buana Cup. Ia berharap turnamen ini berlangsung tertib, aman dan lancar, serta melahirkan pesepakbola handal Kabupaten Pontianak dan Kalimantan Barat. “Selamat bertanding, tetap jaga sportivitas,” pesan bupati.
Pembukaan turnamen ISAK Satria Buana Cup ke-X yang menggunakan sistem gugur ini, ditandai dengan pertandingan perdana antara kesebelasan Persedap Pontianak melawan PORAD Anjongan. Pertandingan ini akhirnya dimenangkan Persedap dengan skor 5-0.
Selain dimeriahkan atraksi Marching Band Si Gentar Alam binaan Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak, turnamen sepakbola ini juga didukung komunitas motor Byson Club dan BNN Kabupaten Pontianak.

Satria Buana Gelar Turnamen se Kalbar

Bupati Pontianak, Ria Norsan, didampingi Ketua PSSI, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit yang akan memimpin Satria Buana Cup se Kalbar. FOTO FISA
Turnamen Invitasi Sepakbola Antar Klub (ISAK) Satria Buana Cup ke-X, yang diikuti 91 kesebelasan se Kalimantan Barat, di Lapangan Rahmad Satria, Parit Wak Dongkak, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Sabtu kemarin, resmi dimulai.
Turnamen yang menggunakan sistem gugur ini diikuti 91 klub unggulan se Kalimantan Barat ini dibuka Bupati Pontianak, Drs H Ria Norsan MM MH. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pontianak menyambut baik dan memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan turnamen ISAK Satria Buana Cup,” katanya.
Bupati Ria Norsan berharap sejak dimulai hingga selesai nanti, turnamen ISAK Satria Buana Cup ini bisa berlangsung tertib, aman dan lancar, serta melahirkan pesepakbola handal Kabupaten Pontianak dan Kalimantan Barat. “Selamat bertanding, jaga sportivitas dan persaudaraan. Jadilah tim juara yang menang dari permainan yang sportif,” pesan bupati.
Sementara itu, Ketua PSSI Kabupaten Pontianak, H Rahmad Satria SH MH, menjelaskan, turnamen yang sempat vakum sekitar empat tahun ini, diikuti kesebelasan unggulan di Kalbar yang sengaja di undang panitia.
“Namanya saja invitasi, para pesertanya jelas bukan tim sembarangan. Tim tersebut kita pilih secara selektif agar kejuaraan ini berkualitas dan bergengsi,” jelasnya.
Tidak lupa, Rahmad Satria berpesan kepada masyarakat, khususnya para suporter yang kesebelasannya ikut ambil bagian dalam turnamen ini agar bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif di dalam dan luar lapangan, serta mendukung dan menghormati setiap keputusan wasit yang memimpin pertandingan.
“Sejak dimulai pertama kali, Satria Buana Cup selalu berlangsung tertib, aman dan lancar, serta didukung seluruh masyarakat. Oleh karena itu, tentu kita berharap turnamen yang ke sepuluh kalinya ini juga berlangsung aman seperti yang lalu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Abdul Madjid, dalam laporannya menjelaskan, digelarnya turnamen yang menggunakan sistem gugur ini, selain sebagai wadah pecinta sepakbola di Kalimantan Barat, juga untuk menjalin silahturahmi dan kebersamaan insan pesepakbola daerah.
“Melalui turnamen ini, kita juga ingin mengubah stigma negatif bahwa sepakbola itu identik dengan kerusuhan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kesebelasan yang bertanding tetap menjunjung semangat fair play dan sportivitas,” ucapnya.

Waktu Adalah Ladangku

Rahmad Satria
HASIL kerja seorang politisi sangat abstrak. Artinya, tidak bisa diukur, seperti seorang petani atau pengusaha yang memproduksi barang/jasa. Hanya masyarakat yang bisa menilai kinerja seorang wakil rakyat, dan pemanfaatan waktu sebaik-baiknya menjadi salahsatu kunci sukses.
Mengenal lebih dekat H Rahmad Satria SH MH, sejujurnya tak membosankan. Pria yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pontianak ini, rupanya memiliki seabrek aktivitas yang membutuhkan stamina prima dan konsentrasi tinggi.
Sebagai seorang figur publik yang peduli dengan aktivitas pemuda dan sosial kemasyarakatan, Rahmad Satria banyak memimpin organisasi. Misalnya, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, Ketua Pengurus Cabang PSSI, Ketua ORARI, serta ketua organisasi kemasyarakatan MKGR dan majelis taklim. Bahkan di partai politik, Rahmad Satria hingga saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak.
Namun ternyata, kunci suksesnya sederhana saja. Semua berawal dari keberhasilannya memanfaatkan waktu dengan baik dan menjalani seluruh kesibukan dengan hati ikhlas. “Dan yang terpenting, kita harus senantiasa bersyukur atas karunia yang dilimpahkan Allah SWT kepada diri sendiri dan keluarga,” ujarnya ramah saat ditemui di rumah jabatan Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Jalan Raden Kusno Mempawah.
Rahmad Satria mengisahkan,  sebagai seorang politisi, waktu adalah ladang. Kalaulah seorang petani menggarap sawah, maka berapa banyak padi yang kemudian dipanen, itulah tolak ukur hasilnya berladang. Namun bagi seorang politisi, hasilnya abstrak dan tidak bisa diukur dengan uang.
“Politisi tentu bukanlah petani atau pengusaha yang menghasilkan barang atau jasa, jadi tolak ukur keberhasilan seorang politisi hanya bisa dinilai oleh masyarakat. Jika kita amanah dan mampu mengakomodir aspirasi secara proporsional, Insya Allah masyarakat akan tetap mempercayai kita,” ungkapnya.
Kembali lagi dengan kunci suksesnya membagi waktu. Meski kesibukan memimpin banyak organisasi pemuda dan sosial kemasyarakatan. Rahmad Satria mengaku terus belajar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. “Tugas pokok pengabdian masyarakat dan membagi waktu untuk keluarga menjadi sesuatu yang sangat penting agar semuanya bisa sejalan,” ucapnya