Senin, 24 April 2017

Komitmen Rahmad Satria Memasyarakatkan Olahraga

Ketua Askab PSSI sekaligus Ketua DPRD, Rahmad Satria, menyerahkan bola kepada wasit saat pembukaan turnamen futsal Peniraman Cup 2017
Komitmen Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, DR. H Rahmad Satria, SH, MH untuk memasyarakatkan olahraga terus dibuktikan. Kali ini, Ketua Askab PSSI Mempawah itu menggelar open turnamen futsal 2017 se-Kabupaten Mempawah di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (22/4) malam.

“Banyak sekali tujuan dan manfaat yang kita dapatkan melalui kegiatan-kegiatan olahraga. Salah satunya open turnamen futsal yang sedang kita laksanakan di Desa Peniraman ini,” kata Rahmad Satria dalam sambutannya.

Yakni, lanjut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah itu, untuk menjaring atlet-atlet futsal berkualitas yang nantinya akan mengharumkan nama daerah dan masyarakat Kabupaten Mempawah diberbagai ajang turnamen futsal baik tingkat provinsi bahkan nasional.

“Turnamen ini sekaligus untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Karena, olahraga itu sangat penting. Tidak hanya untuk menjaga stamina dan kesehatan, melainkan juga menghindari kita dari pengaruh negative dilingkungan masyarakat,” tuturnya.
Para pemain futsal disalami Rahmad Satria
Bahkan, masih menurut Politisi Senior Golkar Kabupaten Mempawah itu, gerakan olahraga sebagai upaya untuk mendukung kebijakan Presiden yakni revolusi mental. Karena melalui olahraga, para generasi bangsa ini akan tumbuh menjadi manusia yang sehat dan berkualitas.

“Contohnya saja pada turnamen futsal ini yang mayoritas pesertanya merupakan anak-anak muda. Dengan aktif berolahraga, mereka akan tumbuh sehat dan kuat menjadi generasi yang berkualitas. Mereka-mereka inilah yang nantinya akan melanjutkan estafet pembangunan daerah,” ujarnya.

Bukan hanya itu, masih menurut Rahmad Satria, olahraga juga bagian dari upaya pembentukan mental manusia. Tak hanya untuk pemain atau atlet, termasuk pula para penonton yang menyaksikan pertandingan olahraga itu sendiri.

“Pembinaan olahraga erat kaitannya dengan pembentukan karakter. Pemain sepakbola dan penonton, mental dan emosionalnya harus terjaga. Pemain harus patuh pada aturan main yang ditegakan oleh wasit. Bahkan, bagi pemain yang melanggar aturan main, akan dikenakan sanksi berupa kartu kuning dan merah,” ucapnya.
Rahmad Satria dan muspika Sungai Pinyuh berfoto bersama para pemain futsal peserta Peniraman Cup
Begitu pun para penonton, imbuh Rahmad Satria, harus patuh dan tertib dalam menyaksikan setiap pertandingan. Penonton tidak boleh mencaci maki atau mencerca wasit maupun pemain. Apalagi sampai melakukan tindakan fisik seperti memukul dan lainnya.

“Penonton pun bisa dikenakan sanksi pidana apabila melanggar aturan main yang berlaku. Maka, saya ingatkan kepada seluruh pemain, penonton maupun official harus patuh dan taat terhadap aturan main yang dijalankan oleh wasit. Tidak boleh kita memaksakan kehendak sendiri,” pesannya.

“Saya berharap turnamen futsal ini dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Karena, melalui kegiatan turnamen ini, panitia, pemain dan seluruh masyarakat Desa Peniraman telah mencatatkan sejarah. Mari kita pererat persatuan dan kesatuan serta silahturahmi melalui turnamen futsal ini,” tukasnya.

0 comments: